;
Tags

Umum

( 784 )

Sri Mulyani Kaitkan Pemberantasan Korupsi dan Jebakan Middle Income

Ayutyas 14 Apr 2021 katadata

Sri Mulyani mengungkapkan pentingnya pemberantasan korupsi karena korupsi sangat erat kaitannya dengan keuangan negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan kunci untuk dapat keluar dari jebakan pendapatan menengah dan menjadi negara berpendapatan tinggi adalah sistem anti korupsi yang komprehensif. Dengan demikian, pencegahan dan penindakan tindak korupsi dapat dilakukan secara efektif. Bank Dunia menaikan status Indonesia menjadi negara berpendapatan kelas menengah atas. Namun, pemerintah tak mau negara ini terjebak dalam jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap.

"Tindakan ini akan sangat menentukan apakah sebuah bangsa bisa meneruskan perjalalanan menjadi sebuah bangsa yang berpendapatan tinggi, bermartabat, dan tentu memiliki kesejahteraan yang adil," kata Sri Mulyani dalam acara Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi secara daring, Selasa (13/4). Menurut Menkeu, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya dengan penindakan dan penegakan hukum yang tegas serta kredibel, melainkan juga melalui penguatan berbagai macam edukasi dan komunikasi sebagai upaya pencegahan.

Dari sisi penerimaan, Kementerian Keuangan mengawal pencegahan korupsi melalui perbaikan regulasi dan kebijakan. Misalnya, integrasi kuota impor dengan memanfaatkan data untuk mengoptimalkan penerimaan negara dan meningkatkan pengawasan impor serta kepatuhannya.

Selain itu, Sri Mulyani menekankan akan memanfaatkan basis data beneficial owner untuk menggali potensi penerimaan pajak dan memastikan kepemilikan dari kewajiban pajak. Kemenkeu saat ini telah meningkatkan validitas wajib pajak (WP) penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mineral dan batubara (minerba). Selain mengoptimalkan penerimaan negara, langkah itu turut memastikan kepatuhan dari para WP di sektor itu.

(Oleh - HR1)    

Pemalsuan KTP seharga 200.000 Diungkap

Ayutyas 09 Apr 2021 Kompas

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Bali menangkap dua orang terkait pemalsuan surat kependudukan. Polairud Polda Bali menyita puluhan lembar KTP dan belasan lembar kartu keluarga yang sudah dicetak.

DENPASAR, KOMPAS — Jajaran Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Bali mengembangkan penyelidikan atas kasus tindak pidana administrasi kependudukan setelah mereka menangkap dua orang terkait pemalsuan surat kependudukan berupa kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Pihak Ditpolairud Polda Bali menyita puluhan lembar KTP dan belasan lembar kartu keluarga yang sudah tercetak serta menangkap dua tersangka.

Dalam jumpa media di Ditpolairud Polda Bali di kawasan Pelabuhan Benoa, Kota Denpasar, Kamis (8/4/2021), Direktur Polairud Polda Bali Komisaris Besar Toni Ariadi Effendi menyatakan pihaknya masih mengejar satu orang lain yang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) terkait pembuatan dan penjualan KTP dan KK palsu. ”Dari pengakuan tersangka, sudah 100 lembar KTP yang diedarkan sejak 2019,” kata Toni.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan, dan Catatan Sipil Provinsi Bali Putu Anom Agustina menyatakan berterima kasih dan mengapresiasi kinerja aparat Ditpolairud Polda Bali yang berhasil mengungkap kasus pidana administrasi kependudukan dan pemalsuan surat kependudukan itu.

Kepada Kompas, Anom mengatakan mekanisme pembuatan KTP atau KK diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil. Instansi yang berwenang melaksanakan pencatatan administrasi kependudukan adalah dinas kependudukan dan pencatatan sipil daerah.

”Kami sangat berharap agar masyarakat mengurus administrasi kependudukan secara mandiri ke instansi yang benar,” kata Anom yang dihubungi Kompas, Kamis (8/4/2021).

(Oleh - HR1)

Lima Orang Aniaya Jurnalis Tempo Nurhadi

Ayutyas 06 Apr 2021 Kompas

Kepolisian Daerah Jawa Timur harus mengusut tuntas kasus penganiayaan terhadap jurnalis TEMPO Nurhadi oleh aparatur negara. Sementara ini teridentifikasi ada lima terduga penganiaya yang diketahui sebagai anggota Polri. Penyelidikan kasus penganiayaan jurnalis TEMPO Nurhadi berkembang. Sementara ini ada lima orang yang diduga anggota Polri terlibat menganiaya Nurhadi yang menjalankan tugas jurnalistik di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/3/2021) malam, kata Koordinator Advokasi Aliansi Anti Kekerasan Terhadap Jurnalis Fatkhul Khoir di Surabaya, Senin (5/4/2021). Kelima terlapor atau terduga penganiaya ialah anggota Polri berinisial AY, Fir, Pur, Her, dan AA. Di antara kelimanya ada yang masih bertugas di Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Menurut Nurhadi, keberadaan dirinya kemudian diketahui oleh petugas resepsi yang diyakini adalah anggota Polri dan TNI. Nurhadi kemudian ditangkap, diinterogasi, dan dianiaya. Alat kerja yakni telepon seluler dan kamera dirampas. Korban diancam agar tidak menulis pemberitaan bahkan sempat disekap di sebuah hotel dan akan disuap. Saat itu dirinya sedang meliput acara resepsi salah satu mantan pejabat di Direktorat Jenderal Pajak.

(Oleh - HR1)

Ditangkap KPK, Crazy Rich Samin Tan Pernah Masuk Daftar Orang Terkaya RI

Ayutyas 06 Apr 2021 Sinar Indonesia Baru

KPK menangkap Samin Tan, yang jadi buron selama hampir setahun lamanya. Tersangka kasus suap itu rupanya pernah tercatat dalam daftar orang terkaya di Indonesia. Syarif menyatakan Samin Tan diduga memberi suap kepada Eni agar membantu anak perusahaan miliknya, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang sedang bermasalah. Permasalahan yang dimaksud ialah perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi III di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM. Atas perbuatannya, Samin disangka melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Samin telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri sejak September 2018 saat dirinya masih berstatus saksi. 


(Oleh - HR1)


Media Sosial Semarak, Konten Kreatif

Ayutyas 31 Mar 2021 wwww.kompas.id

Di tengah keterbatasan karena pembatasan kegiatan masyarakat seperti saat ini, media sosial dan konten kreatif digunakan sebagai platform pilihan untuk menyelenggarakan kegiatan masyarakat.

Kehidupan dunia digital tidak terlepas dari seluk beluk media sosial dan konten kreatif. Kini tua muda apapun profesi dan latar belakangnya bisa membuat dan mempublikasikan konten kreatif di media sosialnya.

Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan internet di berbagai aspek kehidupan, semakin banyak pula penduduk Indonesia yang menggunakan internet. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, internet dengan didukung berbagai teknologi informasi dan komunikasi sangat membantu masyarakat untuk tetap beraktivitas dari rumah.

Ini juga didukung oleh pembangunan infrastruktur internet cepat atau broadband melalui Palapa Ring. Dengan program ini, setidaknya hingga saat ini seluruh wilayah Indonesia mulai mendapatkan akses internet meskipun sebarannya belum merata.

Selama periode 2017-2021, pengguna media sosial di Indonesia meningkat rata-rata 12,74 persen setiap tahunnya. Pada 2017, tercatat jumlah pengguna media sosial di Indonesia hanya 106 juta. Setahun berikutnya, jumlahnya meningkat menjadi 130 juta, hingga pada 2021 mencapai 170 juta pengguna.

Membaca data itu, dapat dikatakan bahwa hampir seluruh masyarakat Indonesia yang mengakses internet juga menggunakan media sosial. Media sosial tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Mulai dari untuk berkomunikasi, mencari hiburan, memasarkan produk atau hanya sekedar mengisi waktu luang.

Konten kreatif

Konten kreatif yang dimaksud adalah produk berbentuk pesan visual, audio, audio visual, dan acara yang disusun melalui metode kerja kreatif serta memiliki keunikan dan estetika melalui berbagai kanal digital. Menariknya, melalui media sosial, siapapun dan berapapun usianya dapat membuat, mempublikasikan, serta menikmati konten kreatif.

Antusiasme publik membuat konten kreatif tergambar dari hasil survei Kompas pada 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021 lalu. Responden dari berbagai kelompok usia dan generasi mengaku pernah membuat konten kreatif selama masa pandemi. Dari 102 responden yang pernah membuat konten kreatif di masa pandemi, milenial muda paling aktif memproduksi konten kreatif. Sebanyak 32,7 persen responden kelompok ini pernah membuat konten kreatif.

(Oleh - HR1)

Indosat Ooredoo Jual Menara Rp 10,86 Triliun

Ayutyas 31 Mar 2021 Kompas

PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo sepakat menjual lebih dari 4.200 menara senilai 750 juta dollar AS kepada PT Epid Menara Asset Co, anak usaha Edge Point. Dengan nilai tukar berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, Selasa (30/3/2021), nilai itu setara Rp 10,86 triliun. Indosat Ooredoo akan menyewa kembali menara-menara tersebut selama10 tahun. ”Perjanjian sewa kembali akan memenuhi kebutuhan menara yang sedang berjalan, sedangkan modal memberikan amunisi lebih lanjut untuk menggerakkan momentum pertumbuhan pada 2021,” kata President Director & CEO Indosat Ooredoo Ahmad Al-Neama dalam siaran pers.Suresh Sidhu, CEO Edge Point Group, mengatakan, kesepakatan ini merupakan salah satu yang terbesar di Asia.

(Oleh - HR1)

Pembuatan Konten Kreatif Skala Domestik Naik Daun

Ayutyas 29 Mar 2021 Kompas

Membuat konten kreatif dari rumah menjadi salah satu bentuk adaptasi di tengah kondisi pandemi saat ini.

Ragam kegiatan dilakukan oleh banyak orang di rumah selama masa pandemi, termasuk membuat konten kreatif. Tujuh dari sepuluh orang melibatkan keluarga/kerabat untuk membuat konten kreatif baik untuk konsumsi pribadi atau berbisnis.

Konten kreatif terus berkembang seiring beragamnya platform publikasi digital. Data Youtube Official menunjukkan ada 500 jam video diunggah setiap menit di Youtube. Di Instagram, ada 500 juta akun menggunakan instagram story setiap hari. Berkembangnya konten digital didukung pertumbuhan pengguna internet dan media sosial. Hingga Januari 2021, tercatat ada 4,66 miliar penduduk dunia yang menggunakan internet.                                   

Di Indonesia, ada 73,7 persen penduduk yang aktif sebagai pengguna internet dengan durasi berinternet harian masyarakat mencapai 8 jam 52 menit. Platform publikasi digital paling diminati warga Indonesia adalah media sosial, terutama Youtube, Whatsaap, Instagram, dan Facebook.

Kondisi serupa juga tercermin dari hasil survei Kompas pada 27 Desember 2020 - 9 Januari 2021 lalu. Sebanyak 45,9 persen responden membuat dan mempublikasi konten kreatifnya di aplikasi Tiktok. Media sosial lain yang turut populer adalah Facebook (41 persen), Instagram (34,3 persen), dan Youtube (30,7 persen).

Sementara dari sisi jenis konten, masyarakat Indonesia dominan membuat foto naratif dan video. Selain makin beragamnya platform dan jenis konten kreatif, sebagai bentuk adaptasi maka pembuatan konten tersebut dilakukan di skala domestik, yaitu rumah pribadi.

Proses pembuatan konten kreatif dapat dilakukan di skala domestik atau langsung di tempat tinggal masing-masing, salah satu alasannya adalah dapat mengajak keluarga, kerabat, atau tetangganya. Sebagian besar responden (71,2 persen) pembuat konten mengajak orang terdekatnya dalam berkreasi.

Konten pascapandemi

Tren positif konten kreatif yang dibuat di rumah dengan melibatkan orang terdekat turut dipicu kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Banyak masyarakat Indonesia yang menghabiskan banyak waktunya di rumah atau lokasi dekat rumah.

Apabila selama pandemi sebagian besar konten dapat diselesaikan di rumah, maka dibutuhkan penyesuaian proses produksi konten kreatif pasca pandemi. Hasil survei Kompas menunjukkan adanya diferensiasi proses yang perlu dipilah untuk membuat konten kreatif.

Pembuat konten perlu memikirkan solusi produksi kontennya agar terus konsisten di tengah mulai padatnya kesibukan lain. Setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan agar tetap bisa berkarya di masa pasca pandemi dan mencapai tujuan mengapa konten tersebut diproduksi.

Pertama, mengikuti pelatihan lanjutan proses pembuatan konten, baik secara teknologi yang dipakai dan perencanaan konten. Pelatihan lanjutan penting untuk mengevaluasi dan mengatur ulang tahapan pembuatan konten agar lebih adaptif dengan kondisi pasca pandemi.

Kedua, menjalin kerjasama dengan pembuat konten lainnya. Distribusi pekerjaan melalui bentuk kerjasama juga mampu mengurangi beban pekerjaan di rumah, mulai dari perancangan naskah, pengambilan foto dan video, hingga strategi pemasaran. Selain itu, masing-masing orang dengan leluasa akan bertukar ide untuk perbaikan konten.

Terakhir, menata ulang manajemen waktu dan peran di rumah. Kesibukan yang makin meningkat menuntut tiap orang agar fokus, sehingga sangat mungkin lalai dengan tugas masing-masing di rumah. Kondisi tersebut tentu menimbulkan perselisihan.

(Oleh - HR1)


Modus Baru Penyelundupan di Batam

Ayutyas 29 Mar 2021 Kompas

Gugus Keamanan Laut Komando Armada I mengungkap modus baru penyelundupan rokok tanpa cukai di Batam, Kepulauan Riau. Muatan kapal dari Singapura dipindahkan di Batam ke kapal yang seolah-olah menuju Thailand.

BATAM, KOMPAS — Gugus Keamanan Laut Komando Armada I TNI Angkatan Laut mengungkap modus baru penyelundupan rokok tanpa cukai di Batam, Kepulauan Riau. Dari Singapura, pelaku berupaya mengelabui petugas dengan transit secara resmi di Pelabuhan Batu Ampar sebelum memindahkan angkutan ke kapal cepat di perairan Tanjung Berakit, Bintan.

Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmada I Laksamana Pertama Yayan Sofiyan, Minggu (28/3/2021), mengatakan, awalnya, barang ilegal itu diangkut di dalam kontainer menggunakan tongkang dari Pelabuhan Jurong, Singapura. Sesampai di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, pelaku secara resmi memindahkan dua kontainer rokok ke Kapal Motor (KM) Karya Sampurna untuk selanjutnya dibawa ke Songkhla, Thailand.

Aparat sudah mengintai kegiatan pemindahan barang itu selama tiga hari. Pada Sabtu (27/3/2021), KM Karya Sampurna angkat jangkar dari Pelabuhan Batu Ampar. Kapal itu dibuntuti Kapal Republik Indonesia (KRI) Alamang, lalu disergap di perairan Teluk Jodoh, Batam

Komandan KRI Alamang Letnan Kolonel Mochamad Fuad Hasan mengatakan, para pelaku yang ditangkap itu adalah nakhoda KM Karya Sampurna, Musmuslimin (44), dan tujuh anak buahnya. Mereka semua merupakan warga negara Indonesia. Saat ini, delapan pelaku itu ditahan di Pangkalan TNI AL Batam.

(Oleh - HR1)

Jadwal Blokir Kartu ATM Kian Dekat

Ayutyas 23 Mar 2021 Kontan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jadwal pemblokiran kartu kartu ATM atau debit yang masih berbasis pita magnetik semakin dekat. Namun, jumlah nasabah bank yang belum menukarkan ATM-nya dengan kartu berbasis cip masih banyak.

Beberapa bank memang tidak hanya mendorong nasabahnya segera menukar karunya lewat edukasi untuk memenuhi ketentuan Bank Indonesia (BI), yakni seluruh kartu ATM wajib berbasis cip per akhir 2021. Tapi juga menjadwalkan pemblokiran sebelum batas waktu ketentuan tersebut tiba.

Bank Mandiri misalnya telah menetapkan jadwal pemblokiran kartu ATM strip magnetik. Pemblokiran akan dilakukan tiga tahap. Pertama, kartu yang memiliki masa berlaku hingga 2021-2022 akan diblokir pada 1 April 2021.

Tahap kedua akan dilakukan pada 1 Juni untuk kartu yang memiliki expired date tahun 2023-2025 dan tahap ketiga pada 1 Juli untuk kartu yang masa berlakunya hingga 2026 ke atas.

Sebelum penetapan jadwal pemblokiran itu, Bank Mandiri telah melakukan edukasi baik yang bersifat massal melalui sosial media, layar ATM, dan lain-lain serta lewat pesan personal ke nasabah sejak awal 2021. Evi Dempowati, SVP Retail Deposit Product & Solution Bank Mandiri mengatakan, edukasi itu telah mendorong peningkatan tan pergantian kartu.

Per 14 Maret 2021, jumlah kartu debit cip Bank Mandiri sudah mencapai 11,6 juta kartu atau 79,9% dari kartu yang dipersyaratkan untuk cip. Adapun jumlah kartu magnetic stripe dengan expiry date tahun 2021-2022 mencapai 8,7% dari total kartu yang diwajibkan memakai cip.

Sementara PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menetapkan jadwal pemblokiran mulai 1 Mei. Bank ini memberikan waktu bagi nasabah pemilik ATM pita magnetik untuk menukarkan kartunya secara mandiri hingga akhir bulan depan.

Pemimpin Divisi Manajemen Produk Konsumer BNI Teddy Wishadi mengatakan, batas waktu penukaran ditetapkan untuk mendorong nasabah untuk segera menukarkan kartunya ke cip. Per Februari 2021, jumlah ATM BNI yang sudah menggunakan cip mencapai 82%.

Adapun jumlah ATM BNI yang belum bermigrasi ke cip mencapai sekitar 2,5 juta. "Potensi pemblokiran kartu bisa lebih dari 1 juta kartu, namun mengenai pelaksanaannya akan kami review dan sesuaikan lebih lanjut secara bertahap," kata Teddy.

Sementara kartu debit BCA yang sudah migrasi ke cip mencapai 19 juta atau sekitar 81% dari total jumlah kartu yang dipersyaratkan menggunakan cip. Bank ini tidak menetapkan jadwal pemblokiran kartu sebelum akhir tahun.

BCA mendorong nasabah menukarkan kartu secara mandiri lewat 900 mesin CS Digital BCA yang tersebar di seluruh Indonesia ataupun di kantor cabang.

(Oleh - HR1)

Hati-hati Lakukan Privatisasi BUMN

Ayutyas 09 Mar 2021 epaper kompas

Swastanisasi perusahaan pelat merah dapat mendorong BUMN menjadi lebih sehat dan kompetitif. Namun, pelaksanaannya harus ekstra hati-hati agar tidak mengganggu sektor yang berkaitan dengan kepentingan publik.

JAKARTA, KOMPAS — Rencana pemerintah memprivatisasi sejumlah perseroan yang memiliki pendapatan kecil perlu disikapi secara selektif dan saksama. Swastanisasi badan usaha milik negara jangan sampai menyentuh sektor-sektor strategis yang menyangkut kepentingan publik dan hajat hidup orang banyak.

Peneliti BUMN Research Group Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (LMFEBUI), Toto Pranoto, Senin (8/3/2021), mengatakan, swastanisasi perusahaan pelat merah pada dasarnya dapat mendorong BUMN menjadi lebih sehat dan kompetitif. Namun, pelaksanaannya harus ekstra hati-hati agar tidak mengganggu sektor yang berkaitan dengan kepentingan publik.

”Langkah privatisasi ini tentu membutuhkan telaah yang lebih komprehensif dan saksama agar dampaknya pada jangka panjang tidak sampai merugikan kepentingan publik atau kepentingan nasional,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta.

Ada pula sejumlah pengalaman privatisasi BUMN di negara lain yang menunjukkan bahwa ketika sektor strategis yang penting bagi hajat hidup diambil alih oleh swasta, dampaknya dapat merugikan masyarakat. Itu karena swasta cenderung akan mengejar keuntungan, berbeda dengan BUMN yang juga bertanggung jawab melayani publik.

BUMN, lanjut Toto, harus tetap memegang sektor strategis yang berkaitan dengan kepentingan publik dan hajat hidup banyak orang. Kontribusi BUMN tidak hanya dilihat dari pendapatan atau keuntungannya, tetapi juga kewajibannya untuk melayani publik (public service obligation).

Kajian LMFEBUI menunjukkan, dari total keseluruhan pendapatan BUMN pada 2019 sebesar Rp 2.456 triliun, sebanyak 78 persen atau Rp 1.913 triliun disumbangkan oleh 20 perusahaan BUMN teratas. Sementara dari total keseluruhan aset BUMN sebesar Rp 8.739 triliun, sebanyak 86 persen atau Rp 7.542 triliun disumbangkan oleh 20 perusahaan BUMN teratas.

”Mengingat kondisi pareto itu, pemerintah memang harus merampingkan sejumlah BUMN agar pengawasan dan pemonitoran terhadap tiap perseroan bisa lebih baik,” katanya.

(Oleh - HR1)