Alat Berat
( 5 )Kemajuan Teknologi Rudal Korea Utara Kian Mengkhawatirkan
Korea Utara kembali meluncurkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mencatatkan rekor penerbangan baru. Peluncuran ini menunjukkan kemampuan rudal yang semakin berkembang, memungkinkan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, untuk memuat hulu ledak yang lebih berat dan meningkatkan potensinya dalam melancarkan serangan nuklir ke daratan Amerika Serikat. Foto-foto yang dirilis oleh media pemerintah Korea Utara, KCNA, memperlihatkan rudal tersebut menggunakan peluncur bergerak dengan 11 poros, yang lebih besar dibandingkan dengan peluncuran sebelumnya yang melibatkan truk sembilan gandar. Hal ini menandakan kemajuan signifikan dalam program rudal Korea Utara.
PENINGKATAN AKTIVITAS KONSTRUKSI : Produksi Alat Berat Masih Stabil
Amaluddin, Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), mengatakan bahwa produksi alat berat untuk kebutuhan sektor konstruksi tahun ini akan stabil lantaran investasinya sudah dimulai sejak 2020. Apalagi, usia penggunaan alat berat untuk sektor konstruksi relatif lebih panjang dibandingkan dengan sektor pertambangan. “Sektor konstruksi pergantian alatnya cukup panjang, tidak seperti mining. Investasi alat untuk konstruksi sudah dimulai dari sebelum-sebelumnya,” kata Jamaludin kepada Bisnis, Senin (19/9). Mengutip data Hinabi, porsi alat berat untuk sektor konstruksi sebesar 20% dari total produksi secara keseluruhan. Selanjutnya, untuk sektor pertambangan 40%, forestry 25%, dan agro 15%. Hinabi juga mencatat kapasitas produksi alat berat di Indonesia sekitar 10.000 unit tahun ini. Naik 40% dibandingkan dengan kapasitas produksi tahun sebelumnya yang mencapai 6.000 unit. Stabilnya produksi alat berat untuk keperluan konstruksi sejalan dengan optimisme penjualan emiten yang bergerak di sektor tersebut.
Angkutan Kargo Naik, Transcoal Pacific akan Tambah Armada
PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) optimistis volume angkutan kargo akan meningkat sepanjang 2022, sejalan dengan beberapa kontrak yang sedang difinalisasi dan membaiknya perekonomian. Direktur Utama Transcoal Pasific Dirc Richard mengatakan, perseroan sedang memfinalisasi kontrak dengan perusahaan pertambangan nikel, yakni pengangkutan kargo jangka panjang selama lima tahun dengan volume angkutan sekitar 5 juta MMT/tahun. Guna mengimbangi peningkatan angkutan kargo, perseroan berencana untuk menambah armada angkutan berupa pusher tug sebanyak dua unit atau empat kapal tahun 2022. Adapun hingga akhir 2021, Richard berharap, perseroan dapat menutup tahun dengan laba bersih mencapai Rp 89 miliar atau meningkat 54,16% dari realisasi tahun 2020 sebanyak 1,76 triliun. Sedangkan pendapatan yang diincar adalah Rp1,76 trliun , atau naik 5,39%. (Yetede)
Pelemahan Rupiah, Pengusaha Alat Berat Kena Dampak
Emiten Alat Berat - UNTR & HEXA Kebanjiran Pesanan
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023



