;
Tags

Mutiara

( 5 )

Mutiara Indonesia Makin Tak Terjangkau

KT3 11 Oct 2023 Kompas

Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar komoditas mutiara laut selatan (south sea pearl) di dunia. Mutiara asal Indonesia dikenal dengan mutiara berwarna emas dan putih. Selama ini, mutiara laut itu diekspor gelondongan dalam bentuk butiran. Selain Indonesia, mutiara laut selatan juga dihasilkan oleh Australia, Filipina, dan Myanmar. Selama pandemi, ekspor mutiara laut selatan asal Indonesia sempat merosot. Namun, sejak tahun 2022 ekspor mutiara laut terus melesat dengan nilai fantastis. Permintaan konsumen dunia semakin besar, terutama dari China, Korea Selatan, dan India. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), volume ekspor mutiara pada tahun 2022 sebesar 13.493 kg atau naik 300 % dibandingkan masa pandemi. Adapun nilai ekspor mutiara tahun 2022 sebesar 54,65 juta USD, melampaui masa sebelum pandemi. Sementara itu, selama Januari-Agustus 2023, ekspor komoditas mutiara laut Indonesia mencapai 7.132 kg dengan nilai 74,47 juta USD.

”Harga jual mutiara saat ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah budidaya mutiara. Nilai jual diprediksi masih akan terus naik karena permintaan dunia besar, sedangkan produksi (mutiara) masih terbatas” kata pemilik CV Rosario Mutiara di Jakarta, Ambrosius Kengrry Retanubun, saat dihubungi, Senin (9/10). Sebagai ilustrasi, harga gelondongan mutiara kualifikasi terbaik, yakni kelas AAA berukuran 8-12 milimeter (mm), menembus 200-300 USD per gram. Adapun mutiara kelas AAA berukuran 12-15 mm, laku dijual seharga 500 USD per gram. Sementara itu, harga mutiara kualitas rendah berkisar 30 USD per gram. Mutiara kelas rendah itu pun dinilai laku keras. Apabila dijadikan perhiasan, harga sepasang anting mutiara laut selatan berukuran 8 mm mencapai Rp 10,5 juta. Harga itu jauh lebih mahal dibandingkan sepasang anting mutiara air tawar asal China yang dibanderol di kisaran Rp 3 juta-Rp 4 juta. (Yoga)

Kemilau Mutiara Mulai Sulit Didapat

KT3 07 May 2022 Kompas

Produk mutiara laut selatan asal Indonesia berkualitas tinggi diprediksi semakin sulit didapat dalam beberapa tahun ke depan. Produksi mutiara cenderung terus turun justru ketika animo pasar dunia terhadap mutiara semakin tinggi. Mutiara hasil budidaya laut yang merupakan komoditas premium selama ini diidentikkan dengan pasar kelas atas atau kelompok usia matang. Di dunia, Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar mutiara laut selatan. Keunggulan jenis mutiara laut selatan (Pinctada maxima) ialah ukurannya yang lebih besar pada rentang 9-13 mm. Selain itu, warnanya lebih bervariasi, meliputi putih, perak, dan emas. Mutiara alami itu juga memiliki lapisan tebal dan kemilau yang lebih kuat dibanding jenis mutiara lain. Dari sisi kualitas, produk itu masih terbagi lagi atas beberapa tingkatan (grade), mulai dari kualitas tertinggi sampai terendah, yakni grade AAA, AA, A, B, dan C. Nilai mutiara ditentukan oleh bentuk dan kemulusannya serta ukuran dan warna. Pemasaran produk mutiara berkualitas tinggi hingga saat ini didominasi untuk pasar ekspor.

Anggota Majelis Pimpinan Perusahaan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Ambrosius Kengry Retanubun, mengatakan, penurunan produksi mutiara laut selatan terjadi pada seluruh grade, di hampir semua negara produsen. Sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, produksi mutiara turun 20 %. Produksi yang menurun di Indonesia terutama dipicu penurunan kualitas lingkungan dan dampak perubahan iklim. Faktor lainnya, ongkos produksi budidaya mutiara semakin mahal, terutama setelah harga bahan bakar minyak meroket. Apalagi, budidaya mutiara umumnya dilakukan di perairan di kawasan terpencil dengan tujuan menekan risiko pencemaran. Sebagian produk mutiara laut selatan asal Australia juga dibudidayakan di Indonesia melalui skema investasi penanaman modal asing. Penurunan produksi menyebabkan harga mutiara terdongkrak, terutama mutiara kualitas tertinggi. Seorang pengusaha mutiara menuturkan, di masa lalu, harga 1 kg mutiara laut selatan grade AAA berukuran 9 mm setara harga satu mobil Avanza. Kini,harga 1 kg mutiara laut selatan itu sudah setara dengan satu mobil Alphard atau hamper Rp 2 miliar. Produksi mutiara kualitas tertinggi ditaksir 15-20 %, sedangkan mutiara dengan kualitas sedang dan rendah mendominasi, yakni sekitar 50 % total produksi mutiara laut selatan Indonesia. (Yoga)


Kemilau Mutiara Perlu Dukungan

KT3 14 Apr 2022 Kompas

Wakil Ketua Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi) Sutrisno Sukendi, Rabu (13/4), menyatakan, Indonesia merupakan produsen mutiara laut selatan terbesar di dunia sejak 2005. Meski produk mutiara laut selatan Indonesia (Indonesia South Sea Pearl/ISSP) diakui di luar negeri, pemasaran di dalam negeri masih rendah. Sentra budidaya mutiara air laut selatan (Pinctada maxima) tersebar di 12 provinsi, promosi produk mutiara laut selatan di dalam negeri digalakkan sejak 2011. Namun, upaya itu menghadapi tantangan gempuran mutiara air tawar (Chinese Pearl) ataupun produk imitasi buatan pabrik yang masuk dalam jumlah besar.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ernawati Trenggono, menilai, kurangnya edukasi bisa menyebabkan masyarakat salah memilih mutiara. Mayoritas produk mutiara laut selatan Indonesia dipasarkan dalam bentuk butiran sehingga nilai tambahnya rendah. Produk umumnya diekspor melalui lelang di luar negeri, seperti di Jepang dan Hong Kong, dan kualitasnya kerap dinilai lebih rendah dari produk serupa asal Australia. Menurut Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Artati Widiarti, perlu upaya bersama mengangkat keunggulan mutiara laut selatan Indonesia. Apalagi, sebagian produk mutiara laut selatan asal Australia juga dibudidayakan di Indonesia melalui skema investasi PMA. (Yoga)


Tren Mutiara

ayu.dewi 27 Nov 2019 Kompas

Penjualan perhiasan mutiara secara daring terus meningkat dan diminati pasar milenial. Sejumlah produk mutiara laut selatan (south sea pearl) asal Indonesia juga dipasarkan dengan harga puluhan ribu hingga ribuan dollar AS.

Dari data Kementerian Kelautan dan Perikanan nilai ekspor mutiara Indonesia pada 2018 sebesar 42,27 juta dollar AS atau peringkat kelima setelah Hongkong, Jepang, Tahiti dan China. Padahal kontribusi Indonesia terhadap produksi mutiara laut selatan dunia mencapai 50%.

Ekspor Mutiara Semakin Mengkilap

Admin 11 Oct 2018 Kontan
Nilai ekspor mutiara hasil budidaya periode Januari-Agustus 2018 melonjak 191,24% menjadi US$22,76 juta. Selain permintaan di pasar global, penguatan kurs dolar AS turut mendongkrak nilai ekspor mutiara.