;

Kemilau Mutiara Mulai Sulit Didapat

Ekonomi Yoga 07 May 2022 Kompas
Kemilau Mutiara Mulai Sulit Didapat

Produk mutiara laut selatan asal Indonesia berkualitas tinggi diprediksi semakin sulit didapat dalam beberapa tahun ke depan. Produksi mutiara cenderung terus turun justru ketika animo pasar dunia terhadap mutiara semakin tinggi. Mutiara hasil budidaya laut yang merupakan komoditas premium selama ini diidentikkan dengan pasar kelas atas atau kelompok usia matang. Di dunia, Indonesia tercatat sebagai penghasil terbesar mutiara laut selatan. Keunggulan jenis mutiara laut selatan (Pinctada maxima) ialah ukurannya yang lebih besar pada rentang 9-13 mm. Selain itu, warnanya lebih bervariasi, meliputi putih, perak, dan emas. Mutiara alami itu juga memiliki lapisan tebal dan kemilau yang lebih kuat dibanding jenis mutiara lain. Dari sisi kualitas, produk itu masih terbagi lagi atas beberapa tingkatan (grade), mulai dari kualitas tertinggi sampai terendah, yakni grade AAA, AA, A, B, dan C. Nilai mutiara ditentukan oleh bentuk dan kemulusannya serta ukuran dan warna. Pemasaran produk mutiara berkualitas tinggi hingga saat ini didominasi untuk pasar ekspor.

Anggota Majelis Pimpinan Perusahaan Asosiasi Budidaya Mutiara Indonesia (Asbumi), Ambrosius Kengry Retanubun, mengatakan, penurunan produksi mutiara laut selatan terjadi pada seluruh grade, di hampir semua negara produsen. Sejak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, produksi mutiara turun 20 %. Produksi yang menurun di Indonesia terutama dipicu penurunan kualitas lingkungan dan dampak perubahan iklim. Faktor lainnya, ongkos produksi budidaya mutiara semakin mahal, terutama setelah harga bahan bakar minyak meroket. Apalagi, budidaya mutiara umumnya dilakukan di perairan di kawasan terpencil dengan tujuan menekan risiko pencemaran. Sebagian produk mutiara laut selatan asal Australia juga dibudidayakan di Indonesia melalui skema investasi penanaman modal asing. Penurunan produksi menyebabkan harga mutiara terdongkrak, terutama mutiara kualitas tertinggi. Seorang pengusaha mutiara menuturkan, di masa lalu, harga 1 kg mutiara laut selatan grade AAA berukuran 9 mm setara harga satu mobil Avanza. Kini,harga 1 kg mutiara laut selatan itu sudah setara dengan satu mobil Alphard atau hamper Rp 2 miliar. Produksi mutiara kualitas tertinggi ditaksir 15-20 %, sedangkan mutiara dengan kualitas sedang dan rendah mendominasi, yakni sekitar 50 % total produksi mutiara laut selatan Indonesia. (Yoga)


Tags :
#Mutiara
Download Aplikasi Labirin :