Kebijakan Ekonomi XVI
( 6 )Harga Saham Astra masih Undervalued
Saham PT Astra Internasional Tbk (ASII) yang pada hari terakhir perdagangan pekan lalu ditutup di harga Rp 7.125 per saham dinilai masih undervalued. Hal tersebut tercermin dari price to earning ratio (PER) perseroan yang hanya 12,37 kali, jauh dibawah PER emiten lain dalam subsektor otomotif dan komponen seperti PT Gajah Tunggal Tbk (GITL) yang mencapai 49,89 kali, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) 32,35 kali, dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) 30,57 kali. Bila level harga Rp8.500 persaham itu tercapai, maka kapitalisasi pasar (market cap) Astra Internasional bakal menjadi Rp344,12 triliun atau melonjak 19,3% dari saat ini yang sebesar Rp 288,45 triliun. Meski naik cukup signifikan, nilai tersebut belum mampu mengangkat peringkat market cap ASII yang saat ini diposisi keenam terbesar di Bursa Efek Indonesia. Posisi pertama masih kokoh ditempati PT Bank Sentral Aisa Tbk dengan market cap Rp903 triliun, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 665 triliun, PT Telkom Indonesia (persero) Tbk Rp413 triliun , PT Bank Mandiri (persero) Tbk Rp370 triliun, dan emiten belia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Rp360 triliun. (Yetede)
Optimalkan Paket Kebijakan Ekonomi
Dunia usaha meminta agar 16 paket kebijakan ekonomi yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah direalisasikan secara optimal. Apalagi selama ini paket kebijakan tersebut diharapkan menjadi bagian solusi dari berbagai persoalan yang dihadapi dunia usaha di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Haryadi B Sukamdani menuturkan penerbitan 16 paket kebijakan ekonomi menunjukan semangat pemerintah mendukung dunia usaha. Namun, ada masalah dalam pelaksanaan paket kebijakan. Sehingga dulu sempat dibikin satgas untuk mengawal paket kebijakan ekonomi tetapi belum jelas perkembanganya.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (indef), Bhima Yudhistira mengatakan, evaluasi 16 paket kebijakan ekonomi dibutuhkan guna mendukung investasi di Indonesia. Insentif yang ada di dalam paket kebijakan itu dinilai masih umum.
Aturan PMA harus tegas
Soal Relaksasi DNI : Pemerintah dan Pelaku Usaha harus Menyamakan Presepsi
Pemerintah Perkuat Sektor UMKM
Kadin Minta Kebijakan Ekonomi XVI ditunda
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023


