;

Harga Saham Astra masih Undervalued

Ekonomi Yuniati Turjandini 23 May 2022 Investor Daily (H)
Harga Saham Astra  masih Undervalued

Saham PT Astra Internasional Tbk (ASII)  yang pada hari terakhir perdagangan  pekan lalu ditutup di harga Rp 7.125 per saham dinilai masih undervalued. Hal tersebut tercermin dari price to earning ratio (PER) perseroan yang hanya 12,37 kali, jauh dibawah  PER emiten lain dalam subsektor otomotif dan  komponen seperti PT Gajah Tunggal Tbk (GITL) yang mencapai 49,89 kali, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) 32,35 kali, dan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) 30,57 kali. Bila level harga  Rp8.500 persaham itu tercapai, maka kapitalisasi pasar (market cap) Astra Internasional bakal menjadi Rp344,12 triliun atau melonjak 19,3% dari saat ini yang sebesar Rp 288,45 triliun. Meski naik cukup signifikan, nilai tersebut belum mampu mengangkat peringkat market cap ASII yang saat ini diposisi keenam terbesar di Bursa Efek Indonesia. Posisi pertama masih kokoh ditempati PT Bank Sentral Aisa Tbk dengan market cap Rp903 triliun, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp 665 triliun, PT Telkom Indonesia (persero) Tbk Rp413 triliun , PT Bank Mandiri (persero) Tbk Rp370 triliun, dan emiten belia PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Rp360 triliun. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :