;
Tags

Pasar Uang

( 50 )

Pulihkan Pasar, Pelaku Ekonomi Bahu-Membahu

HR1 04 Mar 2025 Bisnis Indonesia (H)

Pasar saham Indonesia, terutama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), mengalami lonjakan signifikan pada 3 Maret 2025, dengan kenaikan hampir 4%, kalangan pengusaha dan pelaku pasar tetap bersikap hati-hati. Lonjakan tersebut mungkin hanya merupakan "technical rebound" dan belum cukup untuk mengonfirmasi pemulihan jangka panjang. Sentimen global yang masih tidak menentu, terutama terkait kebijakan AS dan faktor eksternal lainnya, memberikan tantangan besar bagi IHSG untuk mempertahankan momentum positif.

Optimisme tetap ada di kalangan beberapa pengusaha, seperti Bos Grup Adaro, Garibaldi ‘Boy’ Thohir, yang melihat koreksi pasar sebagai kesempatan untuk membeli saham dengan harga murah. Ia percaya bahwa banyak perusahaan domestik masih memiliki fundamental yang baik, dan pasar berpotensi pulih setelah adanya resolusi dalam negosiasi dagang internasional.

Namun, pelaku pasar tetap waspada, seperti yang disampaikan oleh analis dari Panin Sekuritas, Felix Darmawan, yang menyatakan bahwa kenaikan IHSG hanya bisa dianggap sebagai rebound teknis jika tidak didukung oleh volume perdagangan yang kuat dan perbaikan fundamental makroekonomi. Selain itu, meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengambil langkah strategis, seperti menunda penerapan transaksi short selling dan mempertimbangkan opsi buyback saham tanpa persetujuan RUPS, sentimen pasar global dan ketidakpastian masih menjadi faktor dominan yang dapat mempengaruhi arah pasar saham Indonesia ke depan.


Modal Asing Deras, Pasar Semakin Bergairah

HR1 01 Feb 2025 Bisnis Indonesia (H)

Iklim investasi Indonesia pada tahun 2025 diproyeksikan akan semakin cerah meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan. Pemerintah optimistis dapat mencapai target investasi sebesar Rp1.905,6 triliun pada 2025, didorong oleh realisasi investasi yang melampaui target pada tahun sebelumnya, yang mencapai Rp1.714,2 triliun. Sektor industri, seperti logam dasar dan transportasi, mendominasi investasi tersebut, sementara Singapura tetap menjadi investor terbesar.

Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menekankan pentingnya memanfaatkan potensi besar Indonesia untuk menarik lebih banyak investasi, terutama di sektor yang dapat menyerap tenaga kerja besar dan sektor hilirisasi. Selain itu, kebijakan pemerintah seperti perpanjangan tax holiday dan insentif fiskal lainnya diharapkan dapat memperkuat daya tarik Indonesia. Kebijakan moneter yang pro-growth juga mendukung investasi, dengan Bank Indonesia memangkas suku bunga dan menjaga stabilitas ekonomi.

Namun, tantangan global seperti kebijakan proteksionis Donald Trump berpotensi menghambat sektor hilirisasi, meskipun ini membuka peluang bagi Indonesia sebagai hub alternatif investasi asing, terutama dari Timur Tengah. Di sisi domestik, keterbatasan ruang fiskal menjadi tantangan bagi pemerintah dalam memberikan insentif pajak yang lebih selektif. Oleh karena itu, percepatan realisasi investasi, termasuk hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto dalam forum G20 dan APEC, menjadi kunci dalam mencapai target investasi Indonesia di masa depan.

Upaya Tak Kenal Lelah Mengejar Dana Murah

HR1 23 Jan 2025 Bisnis Indonesia (H)

Kalangan perbankan di Indonesia akan terus melanjutkan strategi optimalisasi pengumpulan dana murah, terutama melalui tabungan, sepanjang tahun ini. Meskipun Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan, tantangan likuiditas dan biaya dana masih menjadi kendala bagi pasar keuangan. Beberapa bank, seperti PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Central Asia (BCA), dan PT Bank Oke Indonesia, mengandalkan dana murah untuk menjaga kestabilan operasional dan meningkatkan daya saing di tengah tekanan likuiditas yang ketat. Strategi ini terbukti berhasil bagi BNI, yang mencatatkan pertumbuhan laba dan tabungan yang signifikan berkat transformasi digital. Bank-bank ini juga mengoptimalkan layanan dan produk mereka untuk mempertahankan likuiditas dan menghadapi tantangan ekonomi.


Strategi Utang Korporasi di Tengah Tekanan Pasar

HR1 15 Nov 2024 Bisnis Indonesia (H)

Emisi obligasi korporasi di Indonesia diprediksi akan meningkat pada penghujung tahun 2024. Hal ini seiring dengan kebutuhan perusahaan untuk melakukan refinancing utang yang jatuh tempo dan rencana ekspansi bisnis mereka. Pada pekan kedua November 2024, setidaknya tujuh perusahaan diperkirakan akan menerbitkan obligasi dengan total nilai sekitar Rp19 triliun dan US$20 juta. Di sisi lain, data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) juga menunjukkan bahwa ada Rp19,32 triliun obligasi korporasi yang jatuh tempo hingga akhir 2024, menandakan tingginya peluang penerbitan surat utang korporasi dalam waktu dekat.

Salah satu contoh penerbitan obligasi adalah oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menerbitkan obligasi dan sukuk ijarah senilai Rp2 triliun untuk refinancing. Demikian pula, perusahaan-perusahaan lain seperti PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. dan PT Petrosea Tbk. berencana menerbitkan obligasi untuk tujuan refinancing dan pendanaan ekspansi. Menurut Ahmad Nasrudin dari Pefindo, emisi obligasi korporasi pada Oktober 2024 mencapai Rp113,90 triliun, dan diprediksi akan melampaui Rp130,80 triliun pada akhir tahun 2024, didorong oleh turunnya suku bunga dan kebutuhan perusahaan untuk refinancing utang.

Selain itu, Ramdhan Ario Maruto dari PT Anugerah Sekuritas Indonesia menyatakan bahwa obligasi korporasi dengan peringkat baik, seperti AAA, lebih diminati oleh investor karena menawarkan premi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Surat Berharga Negara (SBN), sehingga menjadi alternatif menarik bagi investor dengan toleransi risiko moderat yang ingin memperoleh imbal hasil lebih tinggi.

Secara keseluruhan, peningkatan emisi obligasi korporasi ini mencerminkan kebutuhan perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memenuhi kewajiban finansial dan mendanai ekspansi, sementara kondisi pasar yang lebih stabil dengan suku bunga yang lebih rendah memberikan dorongan positif bagi penerbitan obligasi hingga akhir 2024.


Harapan Tinggi pada Kinerja BEI

HR1 24 Oct 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pemerintahan baru yang dipimpin oleh Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka membawa optimisme bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menetapkan target kinerja pasar modal yang lebih ambisius pada tahun depan. Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 8% akan memberikan dampak positif bagi emiten dan kegiatan penggalangan dana di pasar modal.

BEI menetapkan target moderat dengan proyeksi penambahan 66 emiten baru, meskipun saat ini baru tercatat 36 emiten. Iman menekankan pentingnya kualitas emiten yang terdaftar dan akan lebih selektif dalam menerima pencatatan baru. Ia berharap stabilitas politik dan perbaikan kualitas emiten akan menarik lebih banyak korporasi untuk berpartisipasi di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menyatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas efek, BEI akan bekerja sama dengan pihak independen untuk menghasilkan kebijakan yang komprehensif. Sementara itu, analis pasar, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa kepercayaan terhadap pasar modal yang meningkat akan berkontribusi pada gairah transaksi, dengan proyeksi pertumbuhan nilai transaksi harian sebesar 10% tahun depan.

Namun, pengamat pasar modal, Lanjar Nafim, mengingatkan bahwa BEI perlu meningkatkan transparansi dan tata kelola perusahaan agar daya tarik pasar modal dapat terjaga. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pasar saham Indonesia tetap menarik bagi investor domestik dan asing. Budi Frensidy, seorang pengamat pasar, juga menyoroti bahwa kebijakan yang bermasalah sebelumnya menjadi tantangan, sehingga perbaikan diperlukan agar pasar modal dapat tumbuh lebih dinamis dan sehat.


Biden Mundur Tak Pengaruhi Pasar Keuangan

KT1 23 Jul 2024 Investor Daily (H)
Keputusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk mundur dari kontestan pemilihan presiden (pilpres) AS 2024 pada Minggu (21/7/2024), waktu setempat, diyakini tidak mempengaruhi pasar keuangan global. Adapun pasar lebih melihat kebijakan atau pertimbangan yang akan diambil  Bank Sentral AS atau The Fed ke depan. Hal ini disampaikan Kepala Grup Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas bank Indonesia (BI) Ramdany Denny Prakoso dalam media briefing BI di Waingapu, Sumba Timur, Senin (22/7/2024). Menurut dia, sentimen kebijakan The Fed akan lebih memengaruhi pasar keuangan global dibandingkan kontestasi pemilihan presiden AS. Dia menjelaskan, banyak yang berspekulasi, potensi kemenangan Trump berhadapan dengan hillary Clinton pada masa pilpres AS tahun 2016. Pada saat itu, indeks dolar AS naik cukup signifikan dari 97 ke 101-102, ini membuat mata uang negara-negara lain melemah. (Yetede)

Perdalam Pasar Keuangan, BI Dorong Transaksi Repo Antarbank

KT3 30 May 2023 Kompas

BI mendorong industri perbankan memperluas transaksi dengan perjanjian pembelian kembali atau repo. Tujuannya agar pasar keuangan makin berkembang, efektivitas transmisi kebijakan moneter meningkat, dan sistem keuangan stabil. Seiring itu, BI menginisiasi penandatanganan perjanjian induk repo antarbank (global master repo agreement (GMRA) di Jakarta, Senin (29/5). Penandatanganan tersebut diikuti 76 bank, terdiri dari 71 bank konvensional, 4 bank umum syariah, dan 1 unit usaha syariah. Total  terdapat penandatanganan 246 kontrak perjanjian induk repo antarbank. Hal ini termasuk dalam inisiatif pengembangan repo pada 2023 yang difokuskan mendukung konsolidasi peserta operasi moneter dan pelaku pasar uang dengan klasifikasi primer. Penandatanganan simbolis ini disaksikan Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dan Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK Inarno Djajadi.

Destry mengatakan, pasar uang merupakan fondasi dari pendalaman pasar keuangan. Diperlukan pasar repo yang andal untuk menopang pasar keuangan dan pasar obligasi. ”Pengembangan repo tidak hanya memiliki dampak pada pengembangan pasar uang, tetapi juga pasar keuangan secara luas,” ujar Destry. Transaksi repo merupakan kontrak jual-beli efek (surat berharga yang bernilai, seperti surat utang, obligasi, dan saham) dengan janji beli atau jual kembali pada waktu dan harga yang telah ditetapkan. Dengan pemberlakuan repo, pelaku pasar menjadi tertarik terjun ke pasar keuangan karena transaksinya lebih terjamin dengan adanya perjanjian repo. Nilai rata-rata harian transaksi repo dan jumlah pelakunya terus bertambah. Sejak awal tahun hingga saat ini rata-rata harian transaksi repo mencapai Rp 11,4  triliun, meningkat 57% dibandingkan rata-rata harian 2022. (Yoga)


TURKI Pasar Bereaksi Negatif terhadap Hasil Pemilu

KT3 30 May 2023 Kompas

Terpilih kembali memimpin Turki lima tahun ke depan, Recep Tayyip Erdogan menyatakan akan berupaya membawa negara itu menapaki ”Abad Turki”. Ia berjanji memosisikan Turki dalam 10 besar di dunia di bidang politik, ekonomi, teknologi, militer, hingga diplomasi. Mewujudkan janji tersebut, Erdogan mendapat tantangan berat, terutama setelah pasar kembali bereaksi negatif terhadap hasil pemilu. Ketua Dewan Pemilihan Turki (SEC) mengonfirmasi kemenangan Erdogan. Dikutip dari laman SEC, hingga Senin (29/5) dari 100 persen suara yang masuk, Erdogan mendapat dukungan dari 52,18 % pemilih. Pesaingnya, pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu, mendapat dukungan 47,82 %. Sejumlah pemimpin negara mengucapkan selamat atas kemenangan Erdogan. Presiden AS Joe Biden berharap kedua negara bisa bekerja sama menghadapi tantangan global. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, ”Kemenangan Anda dalam pemilihan ini adalah hasil logis dari kerja keras Anda sebagai pemimpin Turki. Ini bukti nyata dukungan rakyat Turki atas upaya Anda untuk  memperkuat kedaulatan negara dan mengejar kebijakan luar negeri yang independen,” tutur Putin. Beijing juga mengirimkan ucapan selamat. ”Kami mendukung Turki, termasuk memilih jalan pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasionalnya dan berharap Turki terus membuat pencapaian baru dalam perkembangannya di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan,” kata juru bicara Kemlu China, Mao Ning.

Tantangan besar yang menghadang Erdogan di awal kepemimpinannya adalah meringankan beban warga dari krisis ekonomi terburuk sejak tahun 1990-an. Pertumbuhan ekonomi yang cepat pada awal kepemimpinannya kini berbalik. Lira Turki kehilangan 80% nilai tukarnya terhadap dollar AS sejak tahun 2018. Inflasi, meski turun separuhnya, tetap bercokol di kisaran 40%. Rakyat Turki mengeluh soal beban ekonomi yang semakin berat. Gempa yang melanda Turki pada Februari 2023 memperberat beban keuangan negara. Setidaknya Turki butuh dana lebih dari 100 miliar dollar AS untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa. Seperti halnya kemenangan di putaran pertama, kemenangan Erdogan di putaran kedua diikuti reaksi negatif dari pasar. Nilai tukar lira Turki menyentuh level terendah, yaitu 20,06 lira per dollar AS, lebih rendah dibandingkan pekan lalu, 7% lebih rendah dibandingkan nilai tukar tahun lalu. Lira telah kehilangan nilainya lebih dari 90% selama satu dekade terakhir. Bahkan, diperkirakan nilai tukar akan terus merosot hingga menyentuh 23 lira per dollar AS pada akhir kuartal kedua, kemudian 25 lira per dollar AS pada awal tahun depan. (Yoga)


Kinerja Reksadana Pasar Uang Masih Unggul di Februari

HR1 02 Mar 2023 Kontan

Reksadana pasar uang menjadi satu-satunya reksadana yang mampu mencetak imbal hasil positif sepanjang Februari 2023. Sementara itu, reksadana jenis lainnya cenderung melemah. Berdasarkan data Infovesta Utama, sepanjang Februari 2023, reksadana pasar uang tumbuh 0,28% dari bulan sebelumnya. Sedangkan reksadana pendapatan tetap turun 0,02%. Lalu, reksadana campuran dan reksadana saham masing-masing turun 0,12% dan 0,19% secara bulanan. Vice President Infovesta Wawan Hendrayana mengatakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak datar selama bulan lalu. IHSG hanya menguat tipis 0,06% secara bulanan pada Februari 2023. Sementara, sejak awal tahun ini, IHSG cenderung tertekan. Menurut Wawan, reksadana pasar uang tidak terkoreksi karena berisikan deposito dan obligasi di bawah 1 tahun. Alhasil, kemungkinan rugi cenderung lebih kecil. Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mencermati, saat ini pasar modal cenderung sideways setelah sikap hawkish The Fed. Tapi, Reza meyakini IHSG akan bullish mendekati akhir tahun.

AUM Reksadana Pasar Uang Menurun Jadi Rp 88,7 Triliun

HR1 21 Feb 2023 Kontan

Dana kelolaan reksadana pasar uang secara industri menurun pada Januari 2023. Berdasarkan data OJK, dana kelolaan reksadana pasar uang turun Rp 1,2 triliun jadi Rp 88,7 triliun dari Desember 2022 Rp 89,86 triliun. Kondisi yang sama dialami oleh para manajer investasi. Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto mengatakan, Asset Under Management (AUM) reksadana pasar uang milik Panin turun dari Rp 763,84 miliar pada Desember 2022 menjadi Rp 711,49 miliar pada bulan lalu. "Penurunan AUM reksadana pasar uang terjadi karena adanya redemption atau switching ke produk reksadana lainnya, seperti reksadana pendapatan tetap," jelas Rudiyanto kepada KONTAN, Senin (20/2). Sebab dia mengatakan, Panin Dana Likuid masih menghasilkan imbal hasil alias return sebesar 0,29% pada Januari 2023. Sedangkan, Panin Dana Likuid Syariah memiliki return sebesar 0,28% di bulan yang sama. Menurut Rudiyanto, komposisi Panin Dana Likuid adalah 41% efek obligasi, serta 59% di pasar uang dan kas. Rudiyanto menuturkan, Panin AM masih mengalokasikan sebagian besar dana kelolaan dari produk reksadana pasar uang di deposito sebagai strategi untuk menjaga kinerja produk tersebut sepanjang tahun 2023.