TURKI Pasar Bereaksi Negatif terhadap Hasil Pemilu
Terpilih kembali memimpin Turki lima tahun ke depan, Recep Tayyip Erdogan menyatakan akan berupaya membawa negara itu menapaki ”Abad Turki”. Ia berjanji memosisikan Turki dalam 10 besar di dunia di bidang politik, ekonomi, teknologi, militer, hingga diplomasi. Mewujudkan janji tersebut, Erdogan mendapat tantangan berat, terutama setelah pasar kembali bereaksi negatif terhadap hasil pemilu. Ketua Dewan Pemilihan Turki (SEC) mengonfirmasi kemenangan Erdogan. Dikutip dari laman SEC, hingga Senin (29/5) dari 100 persen suara yang masuk, Erdogan mendapat dukungan dari 52,18 % pemilih. Pesaingnya, pemimpin oposisi Kemal Kilicdaroglu, mendapat dukungan 47,82 %. Sejumlah pemimpin negara mengucapkan selamat atas kemenangan Erdogan. Presiden AS Joe Biden berharap kedua negara bisa bekerja sama menghadapi tantangan global. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, ”Kemenangan Anda dalam pemilihan ini adalah hasil logis dari kerja keras Anda sebagai pemimpin Turki. Ini bukti nyata dukungan rakyat Turki atas upaya Anda untuk memperkuat kedaulatan negara dan mengejar kebijakan luar negeri yang independen,” tutur Putin. Beijing juga mengirimkan ucapan selamat. ”Kami mendukung Turki, termasuk memilih jalan pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasionalnya dan berharap Turki terus membuat pencapaian baru dalam perkembangannya di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan,” kata juru bicara Kemlu China, Mao Ning.
Tantangan besar yang menghadang Erdogan di awal kepemimpinannya adalah meringankan beban warga dari krisis ekonomi terburuk sejak tahun 1990-an. Pertumbuhan ekonomi yang cepat pada awal kepemimpinannya kini berbalik. Lira Turki kehilangan 80% nilai tukarnya terhadap dollar AS sejak tahun 2018. Inflasi, meski turun separuhnya, tetap bercokol di kisaran 40%. Rakyat Turki mengeluh soal beban ekonomi yang semakin berat. Gempa yang melanda Turki pada Februari 2023 memperberat beban keuangan negara. Setidaknya Turki butuh dana lebih dari 100 miliar dollar AS untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa. Seperti halnya kemenangan di putaran pertama, kemenangan Erdogan di putaran kedua diikuti reaksi negatif dari pasar. Nilai tukar lira Turki menyentuh level terendah, yaitu 20,06 lira per dollar AS, lebih rendah dibandingkan pekan lalu, 7% lebih rendah dibandingkan nilai tukar tahun lalu. Lira telah kehilangan nilainya lebih dari 90% selama satu dekade terakhir. Bahkan, diperkirakan nilai tukar akan terus merosot hingga menyentuh 23 lira per dollar AS pada akhir kuartal kedua, kemudian 25 lira per dollar AS pada awal tahun depan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023