Investasi
( 7 )Kilau Emas di Palembang
Toko emas hingga pegadaian di Kota Palembang ramai disambangi warga yang berburu emas. Mulai perhiasan emas hingga emas batangan larismanis. Di tengah ketidakpastian ekonomi nasional, perdagangan emas diserbu warga Kota Palembang, Sumsel, demi meraup margin keuntungan jual beli. Pekan-pekan ini, toko emas hingga pegadaian ramai disambangi warga yang berburu emas. Harga emas yang sempat di harga puncak berangsur turun. Momen penurunan harga itulah yang dimanfaatkan warga untuk berinvestasi emas. Mereka berharap harga emas bakal naik kembali sehingga bisa menarik keuntungan. Feri Rusdiansyah (25) langsung memilih tiga jenis perhiasan emas, terdiri dari 2 cincin dan 1 gelang dengan bobot mencapai 3,5 suku atau 23,45 gr (1 suku = 6,7 gr). Harga sesuku emas Rp 10,1 juta. Uang tunai Rp 35,35 juta langsung dikeluarkan untuk melunasi transaksi singkat selama 10 menit tersebut.
”Dapat diskon dari Rp 10,2 juta per suku menjadi Rp 10,1 juta per suku,” ujar Feri yang tampak berseri-seri seusai menyelesaikan transaksi pembelian emas di Toko Emas Lemabang Jaya, kawasan Ilir Timur Dua, Palembang, Rabu (21/5) pagi. Feri mengatakan, perhiasanitu tidak untuk dipakai, tetapi disimpan sebagai investasi. ”Kalau uang yang disimpan, lama-lama nilainya akan turun. Kalau emas, semakin lama, nilainya naik terus,” ujarnya. Fera Susanti (46), warga Sukabangun, Palembang, pegawai di Kes-dam II/Sriwijaya, memilih beli emas logam mulia di Toko Emas Galeri 24 Palembang, Selasa (20/5) sore. Meski hanya 1 gr, ia yakin nilai logam mulia lebih stabil dibanding perhiasan emas. Emas perhiasan biasanya nilai jualnya menyusut karena ada potongan biaya jasa pembuatan Rp 100.000 per gr, yang tidak berlaku pada emas logam mulia.
Kebiasaan berinvestasi emas dilakukan Fera untuk menyiapkan kebutuhan sekolah anaknya. Ia berusaha sebisa mungkin menyisihkan uang yang tidak digunakan untuk kebutuhan pokok guna membeli emas, terutama saat harga emas turun. Fera percaya, emas adalah aset investasi yang paling ideal. Untuk jangka panjang, harga emas diyakini terus meningkat. Selain itu, emas relatif mudah dicairkan atau dijual kembali. Berbeda dengan aset lain seperti tanah atau rumah. Tumbuhnya minat terhadap investasi emas tak lagi didominasi masyarakat usia matang, tapi sudah timbul di kalangan generasi muda atau generasi Z. Warga kawasan Sako, Palembang, Salsabillah (20), mahasiswa Poltekes Kemenkes Palembang, menyisihkan uang jajannya untuk membeli emas perhiasan. Kini, dia sudah mengumpulkan emas perhiasan 5 gr. Kesadaran berinvestasi emas didapat Salsabillah dari anjuran orangtua dan pengaruh teman-temannya. (Yoga)
Investor Asing Jadi Incaran Baru Pasar RI
Kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia menjadi angin segar di tengah kelesuan sejak awal tahun. Aksi net buy besar-besaran, yang dipicu oleh meredanya tensi dagang global dan kondisi valuasi yang menarik, menunjukkan adanya optimisme baru. Tokoh-tokoh penting seperti Felix Darmawan (Panin Sekuritas), Ekky Topan (Infovesta Kapital Advisori), Reza Fahmi Riawan (Henan Putihrai Asset Management), Adrian Joezer (Mandiri Sekuritas), Erindra Krisnawan (BRI Danareksa Sekuritas), dan Inarno Djajadi (OJK) menyoroti bahwa keberlanjutan tren ini sangat tergantung pada stabilitas makroekonomi domestik, kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, serta penguatan fundamental emiten.
Meskipun indeks IHSG kembali menembus level 7.000 dan menunjukkan potensi pertumbuhan hingga akhir tahun, tantangan seperti inflasi yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan ketidakpastian kebijakan fiskal tetap menjadi risiko. Para analis mengingatkan bahwa arus dana asing saat ini cenderung bersifat jangka pendek (hot money), sehingga pemerintah dan regulator perlu mengambil langkah strategis, seperti perbaikan kebijakan ekonomi dan peningkatan likuiditas melalui peran liquidity provider seperti Danantara, untuk menjaga keberlanjutan minat investor asing.
Pemerintah Dorong Investasi Swasta untuk Ciptakan Magnet IKN
Pemerintah memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara terus berlanjut dan dikembangkan. Investasi terus ditawarkan ke pengembang swasta untuk mengisi ibu kota negara, mulai dari proyek properti, pusat belanja, hingga pariwisata. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengemukakan, pembangunan IKN tahap I periode tahun 2022-2024 dinilai memberikan fondasi untuk pembangunan lanjutan IKN, serta menarik investasi swasta dari daam dan luar negeri untuk melengkapi ekosistem IKN. Basuki memastikan dukungan Presiden Prabowo untuk terus melanjutkan pembangunan IKN. Keseriusan itu, ditunjukkan dengan menugaskan tiga institusi pemerintah untuk melaksanakan pembangunan tahap lanjutan IKN, termasuk menyelesaikan proyek-proyek yang belum selesai.
”Presiden tidak hanya memberikan arahan strategis, tetapi juga memastikan dukungan anggaran yang kuat dari pemerintah pusat agar pembangunan berjalan konsisten dan tepat sasaran,” kata Basuki, di IKN, Penajam Paser Utara, Kaltim, Jumat (16/5) dalam rangkaian peringatan HUT ke-53 Real Estat Indonesia (REI). Kementerian PU ditunjuk untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol, istana wakil presiden, masjid, dan pengelolaan limbah. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman menyelesaikan pembangunan hunian. Sementara jalan kawasan, hunian dan kantor-kantor yudikatif dan legislatif dilaksanakan oleh Otorita IKN. Menteri PKP, Maruarar Sirait mengemukakan, grup usaha Konsorsium Nusantara adalah yang pertama berinvestasi di IKN berupa hotel bintang lima Swiss Hotel Nusantara. Mereka juga berencana membangun pusat perbelanjaan dan kebun bintang di IKN tahun ini. (Yoga)
Pembentukan BPI Danantara Beri Harapan Baru, Tapi Jadi Tantangan bagi Penerimaan Pajak
Pemerintah resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pada 24 Februari 2025 sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Badan ini bertujuan mengonsolidasikan dan mengelola aset negara melalui investasi strategis untuk mempercepat pembangunan nasional. Sebanyak tujuh BUMN besar seperti Pertamina, PLN, Bank Mandiri, BRI, BNI, Telkom, dan MIND ID akan digabungkan bersama Indonesia Investment Authority (INA) dalam struktur BPI Danantara, dengan total aset mencapai Rp10.000 triliun.
Pembentukan BPI Danantara dinilai membuka peluang bagi peningkatan penerimaan pajak melalui aktivitas investasi di sektor strategis seperti energi terbarukan, manufaktur, hilirisasi SDA, dan ketahanan pangan. Selain itu, investasi yang dilakukan dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong kepatuhan pajak, dan meningkatkan basis pajak dari perusahaan serta individu. Jika dikelola dengan transparan dan akuntabel, BPI Danantara juga diyakini dapat memperkuat stabilitas ekonomi jangka panjang.
Namun di sisi lain, sejumlah kerawanan terhadap penerimaan perpajakan mencuat. Pemerintah belum mengatur secara spesifik aspek perpajakan BPI Danantara. Jika mengikuti praktik SWF negara lain, badan ini bisa mendapatkan insentif atau pembebasan pajak, yang berpotensi mengurangi penerimaan pajak negara, khususnya dari BUMN yang bergabung. Tahun 2023 saja, enam BUMN utama penyumbang BPI Danantara menyetor pajak Rp373 triliun.
Risiko lain termasuk penghindaran pajak, ketimpangan beban pajak antara BUMN dan sektor swasta, serta potensi hilangnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari dividen BUMN. Jika terjadi gagal investasi, dampaknya bisa berujung pada peningkatan utang dan tekanan terhadap APBN. Pengawasan ketat dan regulasi perpajakan yang jelas dinilai krusial agar BPI Danantara tidak menjadi jebakan fiskal di masa depan.
Memilih Investasi dan Mengatur Keuangan
Situasi perekonomian digelayuti
ketidakpastian. Arah kebijakan rezim baru pemerintahan AS memicu gejolak
geopolitik global. Kondisi ekonomi domestik juga menunjukkan kerentanannya. Di
sektor keuangan, misalnya, nilai tukar rupiah dan pasar saham dalam satu momentum
kompak terjerembap akibat hengkangnya investor asing dari pasar keuangan domestik.
Selain karena dampak situasi global, mereka juga mengalihkan aset investasinya
lantaran ragu dengan arah kebijakan pemerintah, termasuk pengelolaan fiskal ke
depan. Pada 28 Februari 2025, rupiah menyentuh titik pelemahan terdalamnya
sejak 2020, yakni ke level Rp 16.575 per USD atau terdepresiasi 2,58 % secara
tahun kalender berjalan. Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) amblas
ke level 6.300 atau terendah sejak 2021.
Di tengah gejolak tersebut, masyarakat
turut menghadapi kenaikan harga barang-barang dari tahun ke tahun. Meski laju
inflasi beberapa tahun terakhir terjaga di kisaran 1,5-3,5 %, kenaikan biaya
hidup kian menggerus dompet masyarakat hingga muncul istilah makan tabungan.
Kelas menengah bawah menjadi kelompok paling riskan terdampak berbagai gejolak
ekonomi yang tengah terjadi. Dengan kemampuan finansial yang memadai di atas
kelompok miskin, mereka tidak menerima bantuan sosial pemerintah. Namun, itu
sekadar pas-pasan sehingga rentan tergelincir turun kelas. Agar masyarakat
kelas menengah tidak terperosok ke dalam jurang kemiskinan, ada beberapa hal
yang bisa dilakukan, mulai dari mengatur keuangan hingga memilih instrumen
investasi, sebagai antisipasi terhadap berbagai risiko ke depan.
Di tengah biaya hidup yang terus
meningkat, sementara penghasilan cenderung jalan di tempat, penting bagi warga
kelas menengah untuk mengelola pengeluarannya. Mulai dari mengidentifikasi pengeluaran
rutin sehari-hari, untuk kebutuhan, keinginan, dan untuk ditabung. Dimana 10-20 % dari total penghasilan dapat
dialokasikan untuk ditabung, untuk dana darurat, serta untuk berinvestasi. Head
of Deposit and Wealth Management UOB Indonesia, Vera Margaret berpendapat, dibutuhkan
juga kesadaran menahan keinginan untuk sesuatu yang lebih penting. Tidak
mengherankan jika belakangan muncul gerakan untuk mengurangi konsumsi
berlebihan dan mendorong gaya hidup minimalis (no buy challange) yang mulai
populer, pada 2025. (Yoga)
Rosan Optimistis Bisa Menarik Investasi Sesuai dengan Target Presiden Prabowo Subianto
RI Menempati Posisi Investasi Digital dengan Nilai sebesar US$ 21,9 Miliar atau Sekitar Rp 355 Triliun di Asean
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023






