;
Tags

Makro

( 449 )

Investor Asing Jadi Incaran Baru Pasar RI

HR1 20 May 2025 Bisnis Indonesia (H)

Kembalinya investor asing ke pasar saham Indonesia menjadi angin segar di tengah kelesuan sejak awal tahun. Aksi net buy besar-besaran, yang dipicu oleh meredanya tensi dagang global dan kondisi valuasi yang menarik, menunjukkan adanya optimisme baru. Tokoh-tokoh penting seperti Felix Darmawan (Panin Sekuritas), Ekky Topan (Infovesta Kapital Advisori), Reza Fahmi Riawan (Henan Putihrai Asset Management), Adrian Joezer (Mandiri Sekuritas), Erindra Krisnawan (BRI Danareksa Sekuritas), dan Inarno Djajadi (OJK) menyoroti bahwa keberlanjutan tren ini sangat tergantung pada stabilitas makroekonomi domestik, kebijakan fiskal dan moneter yang prudent, serta penguatan fundamental emiten.

Meskipun indeks IHSG kembali menembus level 7.000 dan menunjukkan potensi pertumbuhan hingga akhir tahun, tantangan seperti inflasi yang meningkat, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan ketidakpastian kebijakan fiskal tetap menjadi risiko. Para analis mengingatkan bahwa arus dana asing saat ini cenderung bersifat jangka pendek (hot money), sehingga pemerintah dan regulator perlu mengambil langkah strategis, seperti perbaikan kebijakan ekonomi dan peningkatan likuiditas melalui peran liquidity provider seperti Danantara, untuk menjaga keberlanjutan minat investor asing.


Asia Pasifik Dorong Bisnis Selaras SDGs

HR1 19 May 2025 Bisnis Indonesia

Dengan tenggat waktu hanya lima tahun menuju 2030, dunia dihadapkan pada urgensi nyata untuk mengejar target Sustainable Development Goals (SDGs). Tantangan besar seperti kesenjangan investasi sebesar US$1,5 triliun per tahun, kemiskinan struktural di Asia Pasifik, serta krisis iklim memerlukan solusi yang melampaui pendekatan konvensional.

Dalam konteks ini, Asia Pacific Business Forum yang digagas oleh United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (UN ESCAP) melahirkan Kuala Lumpur Business Leaders’ Declaration, yang memetakan lima pilar transformasi: energi hijau, infrastruktur berkelanjutan, pembiayaan inklusif, ekonomi digital, dan ekonomi sirkular.

UN ESCAP melalui ESCAP Sustainable Business Network (ESBN) memimpin inisiatif strategis seperti Green Deal for Business, untuk membantu sektor bisnis mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam model bisnis mereka. ESBN berperan sebagai katalis antara sektor swasta dan pembiayaan global melalui kemitraan strategis seperti Global Investors for Sustainable Development (GISD) Alliance, yang juga diikuti oleh pelaku bisnis dari Indonesia.


Ini Catatan Ekonom UPN Veteran Jakarta soal Kondisi Makro Ekonomi 2024

KT1 28 Dec 2024 Tempo
Kalender tahun 2024 akan segera berakhir dalam beberapa hari lagi. Selama tahun 2024 terjadi banyak peristiwa maupun fenomena penting terkait dengan kondisi makro ekonomi di Indonesia. Mulai dari menurunnya kelas menengah hingga kenaikan beberapa tarif pajak. Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai tahun ini menjadi salah satu tahun yang penuh dinamika di sektor ekonomi Indonesia. Sejumlah kebijakan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dianggap kontroversial dan menjadi sorotan masyarakat, pelaku usaha, dan dunia internasional.

“Berbagai kebijakan yang diterapkan pada tahun ini tidak hanya membawa dampak signifikan pada perekonomian nasional, tetapi juga diprediksi memperburuk daya beli masyarakat kelas menengah pada 2025,” kata Achmad dalam jawaban tertulisnya ketika dihubungi oleh Tempo, Sabtu, 28 Desember 2024. Kadin Segera Rampungkan Penyusunan White Paper untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Menurut catatan Achmad, tahun 2024 dibuka dengan pengesahan dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Regulasi ini yang di kemudian hari menjadi dasar pijakan dari pemerintah untuk menetapkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 persen di tahun 2025.

Selain PPN, Achmad mengatakan pada Mei, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif pajak barang mewah (PPnBM) sebagai bagian dari upaya menciptakan keadilan fiskal dan meningkatkan penerimaan negara. Sedangkan di bulan Juni, pemerintah melakukan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk menarik lebih banyak investasi asing. Ekspor Pasir Laut Dinilai Tambah Permasalahan Baru, ucapnya. Achmad juga menyoroti beberapa kebijakan kontroversial lainnya yang digulirkan oleh pemerintah. Mulai dari program Food Estate di Papua dengan target membuka 2 juta hektare sawah dalam lima tahun untuk mendukung swasembada pangan. Hingga wacana program iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Dorongan Daya Beli Lewat Kebijakan Strategis

HR1 13 Dec 2024 Bisnis Indonesia

Momentum Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2024 menjadi upaya efektif untuk mengungkit daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. Menteri Perdagangan Budi Santoso mencatat bahwa jumlah pengguna platform e-commerce meningkat 11% YoY menjadi 65,6 juta pengguna, dengan nilai transaksi mencapai Rp487 triliun, lebih tinggi dari Rp453 triliun pada 2023. Budi juga menekankan pentingnya Harbolnas untuk memperkenalkan produk dalam negeri dan mengurangi dominasi produk impor di pasar domestik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis bahwa Harbolnas tahun ini mampu mendorong penjualan hingga Rp40 triliun, dibandingkan Rp25,7 triliun pada tahun sebelumnya. Airlangga menyebutkan kontribusi sektor e-commerce dalam ekonomi digital Indonesia mencapai 72% dengan proyeksi total nilai sebesar US$90 miliar pada 2024. Ia juga mengapresiasi kolaborasi Harbolnas dengan program belanja seperti "Belanja di Indonesia Aja" dan "EPiC Sale," yang memperluas manfaat kegiatan ini hingga sektor ritel konvensional.

Namun, Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Heru Sutadi mengingatkan pentingnya meningkatkan layanan dan keamanan transaksi selama Harbolnas. Ia menyoroti perlunya transparansi informasi produk, kepatuhan terhadap aturan perlindungan konsumen, dan pengawasan ketat oleh platform e-commerce untuk mencegah penipuan.

Seiring dengan berbagai program pendukung dan partisipasi luas, Harbolnas 2024 tidak hanya menawarkan diskon besar tetapi juga layanan seperti tiket konser Dewa-19 dan Super DIVA. Momentum ini diharapkan tidak hanya menggairahkan kembali daya beli masyarakat tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia secara berkelanjutan.

Grup Djarum Masuk ke Bisnis Kuliner dan Minuman

HR1 10 Dec 2024 Kontan (H)

Grup Djarum terus melebarkan sayap bisnisnya di luar industri rokok. Kali in, konglomerasi milik Keluarga Hartono ini merambah bisnis food and beverage (F&B) melalui akuisisi restoran cepat saji Bakmi GM. Melansir Dealstreet Asia, Grup Djarum disebut telah resmi mengakuisisi 85% saham PT Griya Mie Sejati, perusahaan yang menjadi induk dari Bakmi GM. Nilai akuisisi tersebut berada di kisaran Rp 2 triliun sampai Rp 2,4 triliun. KONTAN mencoba mengkonfirmasi isu akuisisi tersebut kepada Corporate Communication Manager Grup Djarum Budi Darmawan. Dia tidak membantah isu itu, namun enggan berkomentar lebih lanjut. Sejatinya, Grup Djarum telah akrab dengan industri yang berkaitan dengan makanan dan minuman. Pada 2018, Grup Djarum mendirikan PT Sumber Kopi Prima memproduksi Kopi Tubruk Gadjah dan Delizio Caffino. Selain itu, Grup Djarum juga memiliki PT Savoria Kreasi Rasa yang memproduksi berbagai produk makanan dan minuman. Beberapa di antaranya permen merek Fox's dan Shot, serta minuman isotonikHydroPlus. Produk-produk ini dibuat di dua pabrik yang berada di Cikupa, Banten dan Bogor, Jawa Barat 

Di luar bisnis F&B, baru-baru ini juga Grup Djarum melalui PT Lingkarmulia Indah melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp 2,25 triliun di PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) sebagai pengelola e-commerce Blibli. Pengamat Pasar Modal sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menilai, Grup Djarum melihat potensi besar pada Bakmi GM. Industri F&B, khususnya restoran cepat saji, sebenarnya sedang tertekan. Faktor pemicunya lebih disebabkan aksi boikot masyarakat yang menyasar beberapa merek asing. Dia juga menyebut, Grup Djarum diuntungkan dengan keberadaan platform Blibli yang mampu mengintegrasikan berbagai produk dan layanan jasa dari berbagai entitas usaha konglomerasi tersebut. Bukan tidak mungkin Bakmi GM turut digabungkan dalam ekosistem bisnis lewat Blibli. Sebagaimana konglomerasi pada umumnya, Grup Djarum diperkirakan akan melanjutkan ekspansi bisnis di sektor F&B atau sejenisnya. Grup Djarum diyakini akan lebih cermat melakukan ekspansi di sektor tersebut, dan berpotensi mengambil segmentasi pasar yang berbeda dengan kompetitor lainnya.

Kepercayaan Konsumen Merosot, Tabungan Terancam

HR1 12 Nov 2024 Kontan
Momentum pilkada serentak yang diharapkan mendongkrak optimisme konsumen belum berhasil mengangkat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di awal kuartal IV-2024. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), IKK Oktober 2024 turun ke level 121,1, terendah sejak Desember 2022. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini (IKE) dan ekspektasi enam bulan ke depan (IEK). Indeks penghasilan saat ini, pembelian barang tahan lama, serta ketersediaan lapangan kerja menjadi penyumbang utama pelemahan.

Meskipun konsumsi masyarakat meningkat dengan proporsi pengeluaran untuk konsumsi naik ke 74,5%, hal ini mengorbankan tabungan yang turun ke level 15%, terendah sejak Desember 2021. Hasil survei ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2024 oleh UOB juga mencatat bahwa 76% responden di Indonesia khawatir terhadap kondisi keuangan mereka. Kecemasan ini mencakup kemampuan menabung (49%), memenuhi kebutuhan pokok (35%), dan merencanakan masa pensiun (28%).

Menurut Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (Core), penurunan optimisme konsumen ini mencerminkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, yang dipengaruhi inflasi, ketidakpastian politik, dan dinamika pasar tenaga kerja. Yusuf menambahkan bahwa ekspektasi negatif terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha menunjukkan pesimisme masyarakat terhadap tantangan ekonomi ke depan, seperti ketatnya kebijakan moneter dan ketidakpastian global.

Untuk memulihkan keyakinan konsumen, Yusuf menekankan pentingnya sinyal kebijakan dari pemerintah. Langkah ini diperlukan agar masyarakat lebih percaya terhadap stabilitas ekonomi, khususnya menjelang akhir tahun yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi.

BRICS Memicu Pergeseran Dana Asing

HR1 02 Nov 2024 Kontan (H)
Arus dana asing keluar dari pasar keuangan Indonesia meningkat dalam sepekan terakhir, baik di pasar saham maupun obligasi. Di pasar saham, terjadi aksi jual bersih asing senilai Rp 2,64 triliun dalam sepekan, sementara pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan kepemilikan asing sebesar Rp 3,1 triliun.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai bahwa jika Indonesia bergabung dengan BRICS, hal ini akan menguntungkan investor dari China tetapi mungkin kurang menarik bagi investor Barat, terutama di tengah ketidakpastian politik dan pemerintahan mendatang di bawah Prabowo Subianto. Selama Januari-September 2024, investasi China di Indonesia mencapai US$6,06 miliar atau 60% dari total investasi negara-negara BRICS.

Fikri C. Permana, Senior Economist dari KB Valbury Sekuritas, menyebutkan bahwa investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti dolar AS dan emas di tengah ketidakpastian global, yang semakin diperburuk oleh kemungkinan kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS. Sementara itu, Hendra Wardana, Praktisi Pasar Modal dari Stocknow.id, menilai bahwa kekhawatiran investor juga disebabkan oleh potensi perubahan arah kebijakan ekonomi Indonesia menuju BRICS, yang berisiko memperburuk hubungan dengan negara-negara Barat.

Sebaliknya, Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas melihat dampak positif jika Indonesia bergabung dengan BRICS, karena BRICS memiliki misi untuk memperkuat ekonomi anggotanya dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Populasi BRICS yang besar dan nilai ekonominya yang mencapai 28% dari perekonomian global bisa memberikan dukungan bagi stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.

Secara keseluruhan, prospek aliran dana asing ke Indonesia di akhir 2024 hingga 2025 masih penuh tantangan, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan perubahan arah kebijakan ekonomi.

Mengincar Rp 300 Triliun dari Pelaku Usaha Nakal

HR1 29 Oct 2024 Kontan
Upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan penerimaan negara dengan menindak pengusaha nakal di sektor sawit yang mengemplang pajak. Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo, mengungkapkan bahwa sekitar 300 pengusaha sawit telah merugikan negara hingga Rp 300 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 189 triliun diklaim siap dibayarkan oleh pengusaha, dan Kejaksaan Agung telah siap mengambil tindakan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar pengusaha sawit yang tidak mematuhi kewajiban pajak. Namun, langkah-langkah spesifik untuk menagih pajak masih belum jelas.

Ketua Umum Gapki, Eddy Martono, mengaitkan tunggakan tersebut dengan pelanggaran lahan perkebunan sawit di kawasan hutan. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar perusahaan telah membayar denda sesuai Pasal 110 A UU Cipta Kerja, yang memungkinkan perusahaan tetap beroperasi dengan syarat melengkapi izin dalam waktu tiga tahun. Namun, terkait Pasal 110 B, yang mengatur denda administratif bagi perusahaan tanpa izin, belum ada surat tagihan dari KLHK.

Fajry Akbar dari CITA menyoroti bahwa potensi penerimaan negara sebesar Rp 300 triliun berasal dari denda administratif perusahaan sawit yang beroperasi di kawasan hutan. Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum harus berperan aktif untuk memastikan legalitas usaha, sehingga otoritas pajak dapat memungut pajak secara efektif.

Perlu Langkah Cepat untuk Meningkatkan Daya Beli

HR1 28 Oct 2024 Kontan
perlunya kebijakan segera dari pemerintah untuk mengatasi melemahnya daya beli masyarakat, yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Wahyu Utomo, Kepala Pusat Kebijakan APBN BKF Kementerian Keuangan, menjelaskan bahwa pemerintah telah mengimplementasikan berbagai kebijakan seperti stabilisasi harga pangan, pengendalian inflasi, dan program perlindungan sosial. Namun, efektivitas kebijakan ini masih dipertanyakan.

M. Rizal Taufikurrahman, ekonom dari Indef, mengkritik lambannya respons pemerintah dalam menangani penurunan daya beli, terutama di kalangan kelas menengah. Ia menekankan pentingnya prioritas pada sektor informal untuk menjaga stabilitas konsumsi.

Wijayanto Samirin, ekonom Universitas Paramadina, menyarankan beberapa langkah jangka pendek, termasuk insentif fiskal bagi sektor unggulan, kebijakan keuangan untuk membantu dunia usaha, pengendalian impor, pemberantasan pungli, dan perluasan perjanjian perdagangan bebas. Menurutnya, langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan daya beli dan daya saing produk domestik di pasar internasional.

Pilar Kedua Pajak Global: Tambah Penerimaan Negara

HR1 25 Sep 2024 Kontan

Pemerintah Indonesia telah menyepakati perjanjian pajak internasional, melalui penandatanganan Multilateral Instrument Subject to Tax Rule (MLI STTR). Instrumen ini buat melindungi basis pajak korporasi. Penandatanganan MLI STTR dilakukan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama dengan pimpinan dari 42 negara atau yurisdiksi lain, Kamis (19/9) lalu. MLI STTR merupakan salah satu instrumen dalam Pilar Dua yang menjadi bagian kesepakatan global untuk meminimalkan kompetisi tarif pajak yang tidak sehat. Usai penandatanganan, pemerintah kini menyiapkan peraturan presiden (perpres) untuk meratifikasi MLI STTR. "Kami akan siapkan perpres-nya, lalu peraturan teknis di Ditjen Pajak dan kami akan laporkan ke OECD. Setelah itu, baru akan efektif," terang Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu, Senin (23/9) lalu. Nah, STTR memungkinkan negara mengenakan pajak tambahan hingga 9% atas penghasilan tertentu (royalti, bunga, dan beberapa jenis jasa) yang dibayarkan ke negara mitra Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). 

Dengan catatan, jika negara mitra itu mengenakan pajak kurang dari 9%. Selain STTR, ada juga ketentuan pajak minimum global yang menjadi bagian dari Pilar Dua. Nah, jika mengimplementasikan kebijakan ini, Indonesia bisa mendapatkan penerimaan pajak sekitar Rp 3,8 triliun hingga Rp 8,8 triliun. "Terutama melalui pajak tambahan minimum domestik yang memenuhi syarat," jelas Wakil Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono dalam acara International Tax Forum 2024, Selasa (24/9). Menurut Konsultan Pajak Botax Consulting Indonesia Raden Agus Suparman, MLI STTR akan menyasar perusahaan multinasional yang memiliki usaha di RI. Artinya, dasar perhitungannya dari total investasi asing ke RI. Raden bilang, langkah ini menjadi penting bagi Indonesia untuk menangkal penghindaran pajak. Sebelum MLI, perusahaan multinasional sering menghindari pajak di negara sumber dengan cara membebankan biaya bunga pinjaman dan royalti, atau jasa manajemen ke anak usaha.