;

Ini Catatan Ekonom UPN Veteran Jakarta soal Kondisi Makro Ekonomi 2024

 Ini Catatan Ekonom UPN Veteran Jakarta soal Kondisi Makro Ekonomi 2024
Kalender tahun 2024 akan segera berakhir dalam beberapa hari lagi. Selama tahun 2024 terjadi banyak peristiwa maupun fenomena penting terkait dengan kondisi makro ekonomi di Indonesia. Mulai dari menurunnya kelas menengah hingga kenaikan beberapa tarif pajak. Ekonom UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menilai tahun ini menjadi salah satu tahun yang penuh dinamika di sektor ekonomi Indonesia. Sejumlah kebijakan ekonomi yang ditetapkan pemerintah dianggap kontroversial dan menjadi sorotan masyarakat, pelaku usaha, dan dunia internasional.

“Berbagai kebijakan yang diterapkan pada tahun ini tidak hanya membawa dampak signifikan pada perekonomian nasional, tetapi juga diprediksi memperburuk daya beli masyarakat kelas menengah pada 2025,” kata Achmad dalam jawaban tertulisnya ketika dihubungi oleh Tempo, Sabtu, 28 Desember 2024. Kadin Segera Rampungkan Penyusunan White Paper untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Menurut catatan Achmad, tahun 2024 dibuka dengan pengesahan dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Regulasi ini yang di kemudian hari menjadi dasar pijakan dari pemerintah untuk menetapkan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 persen di tahun 2025.

Selain PPN, Achmad mengatakan pada Mei, pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif pajak barang mewah (PPnBM) sebagai bagian dari upaya menciptakan keadilan fiskal dan meningkatkan penerimaan negara. Sedangkan di bulan Juni, pemerintah melakukan penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) badan untuk menarik lebih banyak investasi asing. Ekspor Pasir Laut Dinilai Tambah Permasalahan Baru, ucapnya. Achmad juga menyoroti beberapa kebijakan kontroversial lainnya yang digulirkan oleh pemerintah. Mulai dari program Food Estate di Papua dengan target membuka 2 juta hektare sawah dalam lima tahun untuk mendukung swasembada pangan. Hingga wacana program iuran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) dan pembatasan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Tags :
#Ekonomi #Makro
Download Aplikasi Labirin :