;
Tags

Mata Uang

( 132 )

Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar

HR1 21 Jun 2025 Kontan
Afrika kini resmi mengoperasikan sistem pembayaran berbasis mata uang lokal melalui Pan-African Payment and Settlement System (PAPSS), yang memungkinkan transaksi lintas negara di Afrika tanpa bergantung pada dolar AS. Kepala Eksekutif PAPSS Mike Ogbalu menegaskan bahwa tujuan sistem ini bukanlah dedolarisasi, melainkan mengatasi kesulitan ketersediaan mata uang global dan menekan biaya transaksi yang selama ini tinggi akibat sistem bank koresponden internasional.

Data PAPSS menunjukkan biaya transaksi antarnegara Afrika bisa mencapai 10–30% dari nilai transaksi menggunakan sistem lama, sementara sistem baru ini bisa memangkasnya hingga 1%. Penggunaan mata uang lokal seperti naira Nigeria, cedi Ghana, atau rand Afrika Selatan diproyeksikan menghemat sekitar US$ 5 miliar per tahun dalam bentuk valuta asing. Saat ini, PAPSS telah beroperasi di 15 negara Afrika dengan 150 bank dalam jaringannya.

Selain itu, Ethiopis Tafara, Wakil Presiden International Finance Corporation (IFC) untuk Afrika, mendukung langkah ini dengan mulai menyalurkan pinjaman ke bisnis Afrika dalam mata uang lokal. Menurutnya, pembiayaan dalam mata uang lokal penting untuk mendorong pertumbuhan Afrika dan mengurangi risiko nilai tukar akibat utang dalam dolar.

Inisiatif pembayaran dengan mata uang lokal ini diharapkan menurunkan biaya perdagangan intra-Afrika, meningkatkan efisiensi, mendukung kemandirian keuangan kawasan, dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS tanpa bermaksud menolak dolar secara langsung.

Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar

HR1 21 Jun 2025 Kontan
Afrika kini resmi mengoperasikan sistem pembayaran berbasis mata uang lokal melalui Pan-African Payment and Settlement System (PAPSS), yang memungkinkan transaksi lintas negara di Afrika tanpa bergantung pada dolar AS. Kepala Eksekutif PAPSS Mike Ogbalu menegaskan bahwa tujuan sistem ini bukanlah dedolarisasi, melainkan mengatasi kesulitan ketersediaan mata uang global dan menekan biaya transaksi yang selama ini tinggi akibat sistem bank koresponden internasional.

Data PAPSS menunjukkan biaya transaksi antarnegara Afrika bisa mencapai 10–30% dari nilai transaksi menggunakan sistem lama, sementara sistem baru ini bisa memangkasnya hingga 1%. Penggunaan mata uang lokal seperti naira Nigeria, cedi Ghana, atau rand Afrika Selatan diproyeksikan menghemat sekitar US$ 5 miliar per tahun dalam bentuk valuta asing. Saat ini, PAPSS telah beroperasi di 15 negara Afrika dengan 150 bank dalam jaringannya.

Selain itu, Ethiopis Tafara, Wakil Presiden International Finance Corporation (IFC) untuk Afrika, mendukung langkah ini dengan mulai menyalurkan pinjaman ke bisnis Afrika dalam mata uang lokal. Menurutnya, pembiayaan dalam mata uang lokal penting untuk mendorong pertumbuhan Afrika dan mengurangi risiko nilai tukar akibat utang dalam dolar.

Inisiatif pembayaran dengan mata uang lokal ini diharapkan menurunkan biaya perdagangan intra-Afrika, meningkatkan efisiensi, mendukung kemandirian keuangan kawasan, dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS tanpa bermaksud menolak dolar secara langsung.

BI dan PBoC Menggunakan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Bilateral

KT1 26 May 2025 Investor Daily
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBoC) untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Republik Tiongkok Li Qiang. Dalam keterangan tertulis BI, Minggu (25/5/2025), nota kesepahaman tersebut memperkuat nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani oleh kedua bank sentral pada tanggal 30 September 2020, dengan memperluas cakupan kerja sama penyelesaian mata uang lokal bilateral mencakup transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi keuangan. Nota kesepahaman ini juga melengkapi upaya kerja sama dalam meningkatkan konetivitas pembayaran untuk penggunaan mata uang lokal yang lebih luas dalam transaksi yang diperkenankan akan dituangkan dalam petunjuk pelaksanaan. Nota kesepahaman ini selanjutnya akan mempromosikan pengunaan mata uang lokal dalam transaksi dan investasi bilateral, serta meningkatkan kerja sama moneteantara kedua negara di pasar moneter dan keuangan. (Yetede)

Sinyal Kebangkitan Pasar Keuangan Domestik

KT1 05 May 2025 Investor Daily (H)
Penguatan signifikasi rupiah dan saham pada pekan lalu menjadi sinyal kuat kebangkitan pasar keuangan domestik, setelah sempat terpukul keras kebijakan tarif resiprokal AS. Tren ini diprediksi berlanjut, ditopang resilensi ekonomi nasional, kolaborasi erat otoritas moneter dan fiskal, serta potensi penurunan suku bunga AS. Rupiah yang sempat menembus Rp 17 ribu per dolar di pasar spot berbalik arah dan menguat ke level Rp16.400 per dolar AS, akhir pekan lalu. Pararel, kurs rupiah di Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) akhir pekan lalu mencapai Rp16.493 per dolar AS, menguat dibandingkan posisi 8  April 2025 atau awal hari kerja setelah libur panjang Lebaran Rp 16.849 per dolar AS. Rupiah berpotensi terus menguat hingga mendekati Rp16.849 per dolar AS. Rupiah berpotensi terus menguat hingga mendekati Rp16.00 per dolar AS, sesuai asumsi APBN 2025. Bahkan, Sucor Sekuritas memprediksi rupiah menguat hingga Rp15.100 per dolar AS pada akhir tahun ini. Selain ditopang fundamental, penguatan rupiah disebabkan langkah BI melakukan intervensi total di pasar valas, baik di pasar spot, domestik nondeliverable forward (DNDF), dan surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder (triple intervention). (Yetede)

ULN yang Tercatat US$ 427,2 Miliar pada Februari 2025

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily (H)
Nilai Utang Luar Negeri (ULN) yang tercatat US$ 427,2 miliar pada Februari 2025 atau lebih rendah dari posisi ULN pada januari 2025 yang sebesar US$ 427,9 miliar, dipengaruhi oleh penguatan  dolar AS. Berkaitan itu, pemerintah dan otoritas moneter diharapkan memantau gejolak perekonomian global dan kemampuan membayar utang tersebut. Berdasarkan data BI secara tahunan ULN Indonesia tumbuh 4,7% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan 5,3% pada januari 2025. Perkembangan tersebut berasal dari perlambatan pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta,. "Posisi ULN Februari 2025 dipengaruhi oleh faktor penguatan mata uang dolar AS terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah," jelas Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso. Dia menjelaskan, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena pengelolaan  yang dilakukan dengan penerapan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari penurunan rasio ULN Indonesia terhadap PDB menjadi 30,2% pada Februari 2025, dari 30,3 pada Januari 2025, serta dominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 84,7% dari total ULN. BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN untuk menjaga struktur ULN. (Yetede)

Utang Luar Negeri Butuh Strategi Pengelolaan Baru

HR1 19 Apr 2025 Kontan

Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebesar US$ 427,16 miliar, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 427,90 miliar. Meskipun ULN tumbuh 4,7% secara tahunan, angka ini menunjukkan pelambatan dibandingkan dengan pertumbuhan 5,3% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN sektor publik serta kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta, selain juga penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah.

ULN pemerintah pada Februari 2025 tercatat sebesar US$ 204,7 miliar, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tahunan ULN pemerintah melambat menjadi 5,1% dari 5,3% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, ULN swasta tercatat tetap di level US$ 194,8 miliar, namun mengalami kontraksi sebesar 1,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun ada penurunan, struktur ULN Indonesia secara keseluruhan tetap sehat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 30,2%.

Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia, menilai kondisi ULN Indonesia saat ini relatif aman berkat dominasi ULN jangka panjang yang memberikan stabilitas. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko terhadap perekonomian, terutama terkait ekspor dan nilai tukar rupiah, perlu diantisipasi. Banjaran mendorong diversifikasi pasar ekspor, penguatan sektor pariwisata, percepatan hilirisasi industri, serta penerapan strategi lindung nilai (hedging) terhadap risiko pelemahan rupiah dalam jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar, penguatan cadangan devisa, dan efisiensi dalam pelaksanaan program pemerintah yang didanai melalui utang luar negeri.

Tertekan Volatilitas Global

KT1 11 Apr 2025 Investor Daily (H)

Ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas di pasar keuangan domestik dalam jangka pendek. Dengan ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi, nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp16.830 sampai 16.945 per dolar AS. Adapun nilai tular rupiah pada penutupan perdagangan kamis (10/4/2025) di Jakarta, menguat sebesar 50 poin atau 0,29% menjadi Rp16.823 per dolar AS dari sebelumnya Rp16873 per dolar AS. Berdasarkan data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah adalah Rp 16.779 per dolar AS pada kamis (10/4/2025).

Angka yang sudah lebih baik dari posisi rupiah pada rabu (9/4/2025) yang senilai Rp16.943. Namun masih lebih rendah dari nilai target rupiah dalam asumsi makro APBN 2025 yang senilai Rp16.000 per dolar AS.  Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dinamika pasar keuangan global terjadi karena pengaruh dari kebijakan perang tarif yang dijalankan AS terhadap banyak negara. "Rencana AS untuk menerapkan tarif impor sebesar 104% terhadap China setelah negosiasi tarif yang gagal, meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global dan mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh federal Reserve yang lebih agresif pada tahun ini," jelas Andry. (Yetede)

Ketahanan Valas Diuji oleh Melemahnya Rupiah

HR1 09 Apr 2025 Kontan
Kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam mengenakan tarif impor ke banyak negara menyebabkan pelemahan nilai tukar dolar AS, yang kemudian mendorong penguatan sejumlah mata uang utama dunia. Indeks dolar AS sempat naik ke 103,26 di awal pekan, namun secara mingguan tetap mengalami pelemahan.

Menurut Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, pelemahan dolar AS berkaitan erat dengan kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi di AS akibat kebijakan perdagangan Trump. Ia menjelaskan bahwa penguatan mayoritas mata uang utama seperti euro (EUR), franc Swiss (CHF), poundsterling (GBP), dan yen Jepang (JPY) merupakan respons alami atas tekanan terhadap dolar.

Sutopo juga menyoroti potensi rebound mata uang Inggris (GBP) jika negara tersebut mampu memperbaiki ketidakstabilan fiskal dan prospek ekonominya. Di sisi lain, yen Jepang dan CHF tetap menjadi incaran investor karena statusnya sebagai mata uang safe haven.

Lukman Leong, Analis dari Doo Financial Futures, merekomendasikan investasi di CHF dan JPY karena keduanya masih mendapat dukungan sebagai mata uang aman meskipun menghadapi tekanan. Ia menyarankan strategi swing trading untuk investor agresif yang siap menavigasi volatilitas tinggi pasar global, sementara investor jangka panjang sebaiknya menunggu situasi lebih stabil.

Gejolak kebijakan perdagangan AS telah menciptakan ketidakpastian pasar global dan mendorong fluktuasi tajam di pasar mata uang, dengan peluang bagi investor jangka pendek namun risiko tinggi bagi investor jangka panjang.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Saat BI Libur 11 Hari

KT3 02 Apr 2025 Kompas

Pergerakan nilai tukar rupiah tengah menjadi sorotan publik. Rupiah yang sempat tembus Rp 16.600 per USD dikaitkan dengan situasi krisis moneter pada 1998. Meski dilihat dari berbagai aspek situasinya berbeda, depresiasi rupiah yang diperkirakan berlangsung dalam jangka waktu pendek patut diwaspadai. Sebab, nilai tukar yang tidak stabil, apalagi cenderung melemah, akan memengaruhi persepsi pasar serta berdampak pada sektor riil. Di tengah upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, seluruh kegiatan operasi moneter BI libur, seiring hari libur nasional dan cuti bersama hari raya Idul Fitri 2025. BI menyatakan, seluruh kegiatan operasional, termasuk operasi moneter rupiah dan valuta asing (valas) per 28 Maret-7 April 2025, ditiadakan. BI baru akan kembali beroperasi mulai Selasa (8/4). Berkaca dari pengalaman 2024, nilai tukar rupiah selama musim libur Lebaran tertekan.

Pada perdagangan terakhir per 5 April 2024, sehari sebelum BI libur, rupiah di level Rp 15.873 per USD, lebih rendah 2,81 % dibanding akhir 2023. Pada saat BI kembali ke pasar pada 16 April 2024, rupiah sudah terperosok hingga Rp 16.176 per USD atau melemah 4,77 % dibanding akhir 2023. Rupiah terdepresiasi 1,9 % hanya sepekan BI absen dari pasar keuangan. Di sisi lain, depresiasi rupiah kali ini terjadi seminggu setelah pasar saham terpuruk. Bukan kali pertama kondisi pelemahan nilai tukar berlangsung menjelang dan selama periode libur nasional. Oleh sebab itu, BI mengklaim telah mempersiapkan beberapa antisipasi dan mitigasi risiko ketika absen dari pasar. ”Setiap menghadapi libur panjang, BI sudah menyiapkan berbagai langkah antisipasi dan mitigasi terkait kondisi moneter, termasuk nilai tukar rupiah,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Fitra Jusdiman, Kamis (27/3).

Selama libur panjang di Indonesia, pasar keuangan global tetap beroperasi dan bergerak normal. Berdasarkan data historis, pergerakan nilai tukar rupiah saat pasar kembali dibuka relatif sejalan dengan pergerakan pasar global. Artinya, apabila kurs USD secara global melemah, biasanya rupiah akan menguat. Demikian pula sebaliknya. Dalam lima tahun terakhir, nilai tukar rupiah tercatat dua kali menguat pada tahun 2020 dan 2023 saat pasar buka kembali setelah libur panjang Lebaran. Sebaliknya, rupiah dalam periode yang sama tercatat tiga kali melemah, yakni pada 2021, 2022, dan 2024. Kondisi rupiah yang bergejolak hingga menyentuh level Rp 16.600-an per USD belakangan disebabkan faktor eksternal dan domestik. Tekanan eksternal dibentuk oleh sentimen pasar keuangan merespons kebijakan Presiden AS Donald Trump serta ketatnya kebijakan The Fed. Sementara dari sisi domestik, kebutuhan valas meningkat seiring dengan pembayaran dividen menjelang Lebaran. (Yoga)

Melemahnya Kurs Rupiah

KT3 22 Mar 2025 Kompas

Seorang petugas bank (teller), terlihat sedang menghitung dollar AS di Banking Hall, Bank Mandiri Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (21/3/2025). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate per hari Jumat, nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 16.501 per dollar AS atau melemah 20 poin dibandingkan dengan nilai tukar sehari sebelumnya. (Yoga)