Mata Uang
( 133 )Melemahnya Kurs Rupiah
Seorang petugas bank (teller), terlihat sedang menghitung
dollar AS di Banking Hall, Bank Mandiri Gatot Subroto, Jakarta, Jumat
(21/3/2025). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate per
hari Jumat, nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 16.501 per dollar AS atau
melemah 20 poin dibandingkan dengan nilai tukar sehari sebelumnya. (Yoga)
Meminimalkan Penurunan Cadangan Devisa di Tengah Gejolak Global
Lonjakan Transaksi Valas: Jual dan Beli Sama-Sama Naik
BI Memastikan Stabilitas Rupiah Terjaga Di Tengah Tekanan Global
Peredaran Uang Menyentuh Rp 9.200 Triliun, Pertumbuhan Terhambat
Dinamisnya Kondisi Global Bikin Rupiah Fluktuatif
Antusiasme Pasar Mengikuti Pergantian Presiden
Geopolitik Global Menjadi Tantangan Rupiah
Rupiah Butuh Fondasi Kuat untuk Menghadapi Tekanan Eksternal
Era suku bunga tinggi berakhir seiring pemangkasan Fed Funds Rate (FFR) dan BI-Rate pada pekan ini. Dolar Amerika Serikat (AS) pun kian tertekan, sehingga mata uang global termasuk rupiah jadi terangkat. Bahkan nilai tukar rupiah di pasar spot mampu menembus ke bawah 15.300 yakni 15.239 per dolar AS pada perdagangan, kemarin (19/9). Ini level tertinggi sejak 4 September 2023. Ekonom Senior KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana menyebutkan, dengan pemangkasan suku bunga, rupiah berpotensi terus menguat dalam jangka pendek. "Sampai akhir Oktober masih ada peluang bergerak di antara Rp 15.100-Rp 15.300," ujarnya, Kamis (19/9). Selain pemangkasan suku bunga, terdapat sejumlah sentimen yang akan memengaruhi gerak rupiah. Di antaranya perkembangan fundamental ekonomi Indonesia. Menurut Fikri, ada beberapa hal utama yang akan diperhatikan. Misalnya kondisi surplus perdagangan dan cadangan devisa. Faktor fundamental Indonesia yakni ekspor masih mengandalkan komoditas dasar seperti batubara dan CPO. Di sisi lain, lesunya ekonomi China turut mempengaruhi ekspor komoditas Indonesia. Di sisi lain, Indonesia juga mesti bersaing dengan India dalam memperebutkan hot money.
Meningkatnya bobot MSCI India membuat inflow ke pasar saham dan obligasi Negeri Bollywood, itu lebih besar.
Ke depan, potensi pemangkasan bunga acuan masih terbuka. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede malah melihat, The Fed bisa menyunat bunga acuan hingga 100 basis poin (bps) pada tahun ini dan 100 bps di tahun depan. Lalu BI-Rate juga akan menjaga ruang penurunan dari sisi interest differential rate.
Adapun pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan datar di 2% pada tahun ini dan tahun depan. Sehingga belum ada pemburukan aktivitas ekonomi yang signifikan. Lalu tingkat pengangguran masih berada di kisaran 4%.
Ekonom Bank Danamon Hosianna Evalia Situmorang menghitung, nilai wajar rupiah berada di kisaran Rp 15.000. Namun, ia berpandangan level tersebut tak akan dicapai dalam waktu dekat. Hosianna memperkirakan rupiah baru bisa bertengger di 15.000 pada tahun depan.
BI Prioritaskan Stabilitas Rupiah
Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunga acuan di level 6,25%, tertinggi dalam 7 tahun terakhir, untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan penantian penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menguat, BI memilih langkah hati-hati untuk mencegah volatilitas yang berlebihan.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, mendukung keputusan BI karena dianggap lebih baik dibanding spekulasi penurunan suku bunga di tengah kondisi ekonomi AS yang masih tidak stabil. Chandra Wahjudi, Ketua Komite Tetap Kebijakan Publik Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), juga mengakui bahwa pelaku usaha menginginkan penurunan BI Rate, namun memahami alasan BI mempertahankannya untuk mengantisipasi ketidakpastian global.
Ryan Kiryanto, ekonom Associate Faculty LPPI, menyebut keputusan BI sebagai langkah tepat dan taktis dalam menjaga stabilitas moneter, khususnya dalam memperkuat nilai tukar rupiah. BI diperkirakan akan menurunkan suku bunga pada kuartal IV/2024, setelah The Fed menurunkan suku bunganya pada bulan September mendatang.
Pilihan Editor
-
TRANSISI ENERGI : JURUS PAMUNGKAS AMANKAN EBT
26 Dec 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023









