Mata Uang
( 132 )Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar
Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar
BI dan PBoC Menggunakan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Bilateral
Sinyal Kebangkitan Pasar Keuangan Domestik
ULN yang Tercatat US$ 427,2 Miliar pada Februari 2025
Utang Luar Negeri Butuh Strategi Pengelolaan Baru
Posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Februari 2025 tercatat sebesar US$ 427,16 miliar, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$ 427,90 miliar. Meskipun ULN tumbuh 4,7% secara tahunan, angka ini menunjukkan pelambatan dibandingkan dengan pertumbuhan 5,3% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh perlambatan ULN sektor publik serta kontraksi pertumbuhan ULN sektor swasta, selain juga penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah.
ULN pemerintah pada Februari 2025 tercatat sebesar US$ 204,7 miliar, sedikit menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tahunan ULN pemerintah melambat menjadi 5,1% dari 5,3% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, ULN swasta tercatat tetap di level US$ 194,8 miliar, namun mengalami kontraksi sebesar 1,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Meskipun ada penurunan, struktur ULN Indonesia secara keseluruhan tetap sehat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 30,2%.
Banjaran Surya Indrastomo, Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia, menilai kondisi ULN Indonesia saat ini relatif aman berkat dominasi ULN jangka panjang yang memberikan stabilitas. Namun, ia mengingatkan bahwa risiko terhadap perekonomian, terutama terkait ekspor dan nilai tukar rupiah, perlu diantisipasi. Banjaran mendorong diversifikasi pasar ekspor, penguatan sektor pariwisata, percepatan hilirisasi industri, serta penerapan strategi lindung nilai (hedging) terhadap risiko pelemahan rupiah dalam jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar, penguatan cadangan devisa, dan efisiensi dalam pelaksanaan program pemerintah yang didanai melalui utang luar negeri.
Tertekan Volatilitas Global
Ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas di pasar keuangan domestik dalam jangka pendek. Dengan ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi, nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp16.830 sampai 16.945 per dolar AS. Adapun nilai tular rupiah pada penutupan perdagangan kamis (10/4/2025) di Jakarta, menguat sebesar 50 poin atau 0,29% menjadi Rp16.823 per dolar AS dari sebelumnya Rp16873 per dolar AS. Berdasarkan data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah adalah Rp 16.779 per dolar AS pada kamis (10/4/2025).
Angka yang sudah lebih baik dari posisi rupiah pada rabu (9/4/2025) yang senilai Rp16.943. Namun masih lebih rendah dari nilai target rupiah dalam asumsi makro APBN 2025 yang senilai Rp16.000 per dolar AS. Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dinamika pasar keuangan global terjadi karena pengaruh dari kebijakan perang tarif yang dijalankan AS terhadap banyak negara. "Rencana AS untuk menerapkan tarif impor sebesar 104% terhadap China setelah negosiasi tarif yang gagal, meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global dan mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh federal Reserve yang lebih agresif pada tahun ini," jelas Andry. (Yetede)
Ketahanan Valas Diuji oleh Melemahnya Rupiah
Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Saat BI Libur 11 Hari
Pergerakan nilai tukar rupiah
tengah menjadi sorotan publik. Rupiah yang sempat tembus Rp 16.600 per USD
dikaitkan dengan situasi krisis moneter pada 1998. Meski dilihat dari berbagai
aspek situasinya berbeda, depresiasi rupiah yang diperkirakan berlangsung dalam
jangka waktu pendek patut diwaspadai. Sebab, nilai tukar yang tidak stabil, apalagi
cenderung melemah, akan memengaruhi persepsi pasar serta berdampak pada sektor
riil. Di tengah upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, seluruh kegiatan operasi
moneter BI libur, seiring hari libur nasional dan cuti bersama hari raya Idul
Fitri 2025. BI menyatakan, seluruh kegiatan operasional, termasuk operasi
moneter rupiah dan valuta asing (valas) per 28 Maret-7 April 2025, ditiadakan.
BI baru akan kembali beroperasi mulai Selasa (8/4). Berkaca dari pengalaman
2024, nilai tukar rupiah selama musim libur Lebaran tertekan.
Pada perdagangan terakhir per 5
April 2024, sehari sebelum BI libur, rupiah di level Rp 15.873 per USD, lebih
rendah 2,81 % dibanding akhir 2023. Pada saat BI kembali ke pasar pada 16 April
2024, rupiah sudah terperosok hingga Rp 16.176 per USD atau melemah 4,77 %
dibanding akhir 2023. Rupiah terdepresiasi 1,9 % hanya sepekan BI absen dari
pasar keuangan. Di sisi lain, depresiasi rupiah kali ini terjadi seminggu setelah
pasar saham terpuruk. Bukan kali pertama kondisi pelemahan nilai tukar
berlangsung menjelang dan selama periode libur nasional. Oleh sebab itu, BI
mengklaim telah mempersiapkan beberapa antisipasi dan mitigasi risiko ketika absen
dari pasar. ”Setiap menghadapi libur panjang, BI sudah menyiapkan berbagai
langkah antisipasi dan mitigasi terkait kondisi moneter, termasuk nilai tukar
rupiah,” kata Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI,
Fitra Jusdiman, Kamis (27/3).
Selama libur panjang di
Indonesia, pasar keuangan global tetap beroperasi dan bergerak normal.
Berdasarkan data historis, pergerakan nilai tukar rupiah saat pasar kembali
dibuka relatif sejalan dengan pergerakan pasar global. Artinya, apabila kurs
USD secara global melemah, biasanya rupiah akan menguat. Demikian pula
sebaliknya. Dalam lima tahun terakhir, nilai tukar rupiah tercatat dua kali
menguat pada tahun 2020 dan 2023 saat pasar buka kembali setelah libur panjang Lebaran.
Sebaliknya, rupiah dalam periode yang sama tercatat tiga kali melemah, yakni pada
2021, 2022, dan 2024. Kondisi rupiah yang bergejolak hingga menyentuh level Rp
16.600-an per USD belakangan disebabkan faktor eksternal dan domestik. Tekanan
eksternal dibentuk oleh sentimen pasar keuangan merespons kebijakan Presiden AS
Donald Trump serta ketatnya kebijakan The Fed. Sementara dari sisi domestik, kebutuhan
valas meningkat seiring dengan pembayaran dividen menjelang Lebaran. (Yoga)
Melemahnya Kurs Rupiah
Seorang petugas bank (teller), terlihat sedang menghitung
dollar AS di Banking Hall, Bank Mandiri Gatot Subroto, Jakarta, Jumat
(21/3/2025). Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate per
hari Jumat, nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp 16.501 per dollar AS atau
melemah 20 poin dibandingkan dengan nilai tukar sehari sebelumnya. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023








