Cashless Payment
( 88 )Transaksi Digital Melaju Kencang
Dompet Digital Ikut Rasakan Berkah QRIS
Nilai transaksi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) meningkat hingga Rp 8,6 triliun per Juni lalu. Volume transaksi juga naik sebesar 156% menjadi 74,01 juta. Kenaikan transaksi QRIS ini juga dirasakan para pemain dompet digital. Misalnya Dana. Salah satu pemain dompet digital ini mengalami peningkatan transaksi QRIS sebesar hampir lima kali lipat terutama untuk sektor makanan dan ritel. Ada juga Gopay yang merasakan transaksi QRIS naik, termasuk merchant yang menggunakan sistem transaksi ini.
Transaksi QRIS Hampir Menembus Rp 9 Triliun
Transaksi digital menggunakan teknologi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) semakin familiar. Hal ini terekam dalam data Bank Indonesia (BI). Volume transaksi QRIS bertumbuh 156% secara tahunan menjadi 74,01 juta di Juni 2022 lalu.
Kenaikan juga terlihat dari nominal transaksi QRIS sebesar Rp 8,6 triliun yang tumbuh 333% secara tahunan. Di tahun ini, BI menargetkan ada 15 juta pengguna baru yang hingga Juni lalu sudah ada sekitar 9,6 juta lebih. Tahun lalu BI mencatat ada 11,5 juta pengguna yang memakai teknologi QRIS. Direktur Eksekutif Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (APSI), Susiana Suhendra juga memberikan gambaran kenaikan transaksi QRIS yang signifikan itu. "Nominal transaksinya mencapai Rp 9 triliun, ini meningkat 9 kali dibandingkan awal tahun 2020,"ujarnya.
Mengejar Regulasi Sebelum Simulasi
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan regulasi sistem pembayaran jalan tol tanpa sentuh atau multi lane free flow (MLFF) bisa dirampungkan sebelum tahap simulasi alat. Anggota BPJT, Eka Pria Anas, mengatakan teknologi transaksi jalan tol berbasis aplikasi penangkapan sinyal satelit itu akan dicoba secara terbatas pada Agustus nanti, sebelum digunakan perdana secara resmi pada 15 Desember 2022. "Pembuatan regulasi kami kejar selesai pada Juni atau Juli, penyusunannya lintas otoritas," kata dia kepada Tempo, kemarin. Hingga saat ini, implementasi MLFF hanya didasari Peraturan Menteri PURP Nomor 18 Tahun 2020 tentang Transaksi Tol Non-Tunai Nirsentuh di Jalan Tol. Menurut Eka, beleid itu akan diturunkan ke level aturan yang lebih teknis di berbagai lembaga negara dan perusahaan pengelola jalan tol. Bentuk sanksi bagi pelanggar juga akan disusun sebagai pedoman bagi kepolisian. (Yetede)
Transaksi Hasil Laut Tembus Rp 2 M
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Dyah Wahyu Ermawati mengatakan, kegiatan gelar produk di Buyers Meet Sellers diharapkan bisa membuat pelaku usaha bertransaksi.
Total ada 100 UKM yang ujuk gigi pada kegiatan ini dan berasal dari sejumlah kabupaten di Jatim. Buyers Meet Sellers 2021 Produk Kelautan dan Perikanan berhasil bukukan transaksi Rp2.254.900.650. Traksaksi tersebut telah berjalan dari awal tahun 2021 hingga bulan Oktober 2021 ini.
Pengguna Akulaku Finance Capai 7 Juta Akun
Di era pandemi Covid-19 ini, digitalisasi pembiayaan semakin banyak digunakan. Karena itu, penyedia layanan pembiayaan digital atau yang buy now pay later pun bisa menjadi pilihan.
Berbagai platform e-commerce besar di Indonesia. Government Relations Officer Akulaku Finance Indonesia, Esther Rahayu mengatakan, layanan pembiayaan Akulaku Finance telah digunakan lebih dari 7 juta pengguna. Meskipun proses pembiayaan dilakukan secara digital, aspek transparansi terus di kedepankan Akulaku Finance.
OVO Catat Peningkatan Transaksi 280%
Masyarakat mulai mengadopsi gaya hidup baru yang lebih condong ke arah digital sejak pandemi Covid 19 merebak. Melalui gaya hidup baru tersebut, masyarakat menghabiskan waktu lebih banyak di rumah, termasuk dalam mencari hiburan.
OVO sebagai platform pembayaran digital memfasilitasi metode pembayaran pada berbagai platform hiburan. Tren ini pun berbanding lurus dengan peningkatan transaksi digital.
Perusahaan berhasil mengalami peningkatan sebesar 280 persen pada transaksi di platform online streaming di Agustus 2021.
Transaksi dengan China Kini Pakai Yuan dan Rupiah
Bank Indonesia (BI) dan People's Bank of China (PBC) secara resmi memulai implementasi kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (Local Currency Settlement/LCS) antara Indonesia dan China.
Kerangka kerja sama tersebut meliputi penggunaan kuotasi nilai tukar secara langsung (direct quotation) dan relaksasi regulasi tertentu dalam transaksi valuta asing antara mata uang rupiah dan yuan.
BI dalam keterangannya menyatakan, kerangka kerja sama itu disusun berdasarkan nota kesepahaman yangtelah disepakati dan ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur PBC Yi Gang pada 30 September 2020.
Perluasan penggunaan LCS diharapkan dapat mendukung stabilitas rupiah melalui dampaknya terhadap pengurangan ketergantungan pada mata uang tertentu di pasar valuta asing domestik.
Transaksi Unik di Sulsel Capai Rp 1,22 T
Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) melihat terjadi perubahan tren dan perilaku transaksi pembayaran masyarakat. Hal ini tercermin pada peningkatan signifikan transaksi non-tunai di Sulawesi Selatan pada triwulan II Tahun 2021, baik dari sisi volume maupun nominal.
Volume transaksi menggunakan ATM atau debit meningkat 27 persen year on year (yoy) dari 36,08 juta transaksi di triwulan II 2020 menjadi 45,56 juta transaksi pada triwulan II 2021. Nominal transaksi meningkat 33 persen (yoy) dari Rp40, 18 triliun di triwulan II 2020 menjadi Rp53,56 triliun triwulan II 2021.
Sementara itu, volume transaksi uang elektronik meningkat 95,8 persen (yoy) dari 7,56 juta transaksi triwulan II 2020 menjadi 14,8 juta transaksi triwulan II 2021. Nominal transaksi meningkat 128,7 persen (yoy) dari Rp534,15 miliar di triwulan II 2020 menjadi Rp1,22 triliun pada triwulan II 2021.
Tren Transaksi Online Merchant OVO Tumbuh 76%
Tren berbelanja menggunakan platform digital untuk keperluan sehari-hari di masa pandemi COVID-19 kian meningkat.
Tren ini berbanding lurus dengan kinerja OVO sebagai salah satu platform pembayaran digital, rewards dan layanan finansial terdepan di Indonesia. OVO mencatat kenaikan sebesar 76 persen pada jumlah transaksi online merchant di semester I tahun 2021 ini.
Semua memahami pandemi ini memang menyulitkan, namun dukungan dan kepercayaan masyarakat, OVO tetap bisa mencatatkan kenaikan kinerja. OVO juga terus memberikan berbagai kemudahan dalam bertransaksi untuk memenuhi berbagai kebutuhan para pengguna.
Hal ini sejalan dengan pengguna cenderung melakukan transaksi secara online. Misalnya, berbelanja kebutuhan sehari-hari, pembayaran digital atau tagihan dan hiburan. Hingga kini OVO melayani lebih dari 270 juta masyarakat.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









