;
Tags

Cashless Payment

( 88 )

Strategi Minimarket, Dompet Digital Gairahkan Bisnis Ritel

tuankacan 24 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Makin maraknya pengimplementasian fitur dompet digital diklaim turut menjadi faktor penggairah bisnis ritel modern segmen minimarket di Tanah Air pada tahun ini. Tren positif tersebut tercermin dari kenaikan jumlah konsumen di beberapa perusahaan ritel modern yang menawarkan layanan pembayaran melalui dompet digital seperti Go-Pay, Ovo, LinkAja, dan sebagainya. 

CEO Family Mart Wirry Tjandra menuturkan, kerja sama dengan dompet digital cukup menguntungkan bagi Family Mart. Terbukti, konsumen Family Mart saat ini mengalami pertumbuhan hingga dua digit dibandingkan dengan sebelum menggunakan layanan dompet digital. Sementara itu, Corporate Affairs PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (Alfamart) Solihin Putera mengungkapkan, kerja sama dengan perusahaan dompet digital berdampak luar biasa bagi industri ritel. Hal ini berdampak positif bagi pendapatan Alfamart. Di samping itu, Alfamart juga akan terus melakukan ekspansi dengan menambah gerai-gerai Alfamart pada tahun ini, sekitar 800 gerai baru.

BI Sudah Empat Kali Panggil Alipay dan WeChat

tuankacan 05 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Transaksi pembayaran menggunakan kode QR yang dilakukan oleh perusahaan asing, Alipay dan WeChat Pay, masih terus terjadi dengan menggunakan mata uang asing. Padahal, mereka sudah diperingatkan oleh Bank Indonesia beberapa kali. Bank Indonesia pun memastikan telah menertibkan danmemanggil Alipay dan WeChat Pay empat kali untuk memenuhi berbagai ketentuan yang diatur di Indonesia. Deputi Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BankIndonesia Ricky Satria mengatakan Alipay dan WeChat Pay dibawa oleh pihak ketiga masuk ke pasar Indonesia untuk melayani wisatawan China yang bertransaksi selama berwisata. Menurutnya, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga negeri jiran, Thailand dan Vietnam. Pada prinsipnya, Alipay dan WeChat Pay boleh beroperasi di merchant kawasan wisata maupun merchant lain yang ada di Indonesia asal menggandeng perbankan kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) IV.

Di sisi lain penggunaan kanal Alipay dan WeChat Pay, khususnya di kawasan wisata memang terbukti mempermudah wisatawan dan telah memperkuat layanan industri pariwisata di Indonesia. Kendati demikian, Bank Indonesia tidak menerangkan lebih terperinci perihal Alipay dan WeChat Pay yang saat ini masih aktif melayani transaksi di berbagai merchant salah satunya di kawasan wisata Pulau Dewata dan Manado. Dua perusahaan tekfin itu sempat menggandeng bank pelat merah, tetapi kerja sama itu tidak berlanjut karena dinilai tidak menguntungkan bagi perusahaan dalam negeri. Pasalnya, alat transaksi memanfaatkan EDC bank, sedangkan perusahaan tekfin itu bermodal teknologi. Adapun keuntungan komisi lebih banyak diperoleh perusahaan tekfin dibandingkan bank.

Standardisasi Kode QR, BI Mengklaim Tidak Mau Gegabah

tuankacan 05 Apr 2019 Bisnis Indonesia

Setelah mundur dari rencana awal merilis standardisasi sistem pembayaran kode Quick Response Indonesia Standard (QRIS) pada awal tahun ini, Bank Indonesia kembali menargetkan QRIS akan diimplementasikan pada semester II/2019. Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta dan regulator tidak mau gegabah mengenai aturan tersebut. Terlebih lagi inovasi tren pembayaran digital begitu cepat muncul. Apalagi jika melihat berbagai isu penerapan di beberapa negara lain yang mulai terjadi scam atau penyalahgunaan data, seperti di China yang pernah mengalami kerugian hingga US$13 juta karena kejahatan phising.

Oleh karena itu, saat ini bank sentral melalui Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) yang telah ditetapkan sebagai lembaga standar dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) untuk teknologi kode QR membentuk working group yang beranggotakan 19 entitas dari bank, penerbit uang elektronik, dan perusahaan penghubung transaksi pembayaran (switching) telah memasuki piloting tahap II dari implementasi QRIS. Jika QRIS rampung ke depan penyedia jasa sistem pembayaran (PJSP) baik yang lokal maupun asing tidak akan repot membuat kode QR masing-masing. Sebaliknya yang akan terjadi pembayaran interkoneksi dan interoperabilitas antar-PJSP. Selain itu, konsumen dan merchant dinilai akan diuntungkan. 

Pembayaran menggunakan kode QR akan menggunakan dua skema, yakni mengambil dana yang berasal dari saldo pada uang elektronik ataupun saldo rekening tabungan. Skema pertam aitu mengacu pada customer presented mode, yakni transaksi pembayaran melalui kode QR yang berasal dari aplikasi nasabah. Kemudian merchant atau penjual melakukan scanning pada kode QR tersebut. Skema kedua, merchant presented mode atau kode QR yang sediakan oleh merchant. Selanjutnya, konsumen saat akan membayar melakukan scanning pada kode QR tersebut.

Go-Pay Paling Banyak Dipakai dalam Transaksi

budi6271 02 Apr 2019 Kontan

Studi lembaga riset YouGov menyebutkan, transaksi dengan Go-Pay sebagai mobile payment paling sering digunakan di kota-kota besar Indonesia, dengan angka penggunaan mencapai 80%. Sementara OVO tercata hanya 605, PayPal 54%, LinkAja 46%, dan DOKU Wallet 14%. Tingginya penggunaan Go-Pay karena di dalam ekosistem Go-Jek seperti Go-Food memnungkinkan transaksi dengan Go-Pay. Riset ini melibatkan 1.500 responden. Alasan para responden adalah kepraktisan serta banyaknya promo.

Kebijakan Bank Sentral, Bank Tunggu Standardisasi QR Code

tuankacan 25 Mar 2019 Bisnis Indonesia

Industri perbankan menyambut positif kebijakan Bank Indonesia yang tengah menyusun standardisasi pembayaran berbasis quick response (QR) untuk mendukung ekosistem keuangan digital. Dengan QR Code terstandardisasi, memungkinkan interoperabilitas antarplatform pembayaran. Tidak hanya antarbank, tetapi juga antara bank dan perusahaan  teknologi finansial. QR yang terstandardisasi juga akan memberikan kenyamanan bagi konsumen. Standardisasi tersebut akan membuat pengembangan transaksi pembayaran yang menggunakan QR Code akan makin efisien dan terintegrasi. Selain itu, standardisasi ini akanmemperluas interkoneksi antaroperator. QR Indonesia Standard (QRIS) akan diperluas tidak hanya ke merchant tetapi juga ke masyarakat luas.

Sistem Pembayaran, BCA Rilis Kongsi WeChat dan ALipay September

tuankacan 21 Mar 2019 Bisnis Indonesia

PT Bank Central Asia menargetkan layanan transaksi perbankan hasil kerja sama dengan dua perusahaan berbasis tekfin WeChat Pay dan Alipay dapat mulai diluncurkan pada September mendatang. Saat ini BCA sedang melakukan uji tuntas dengan dua perusahaan asal China tersebut. Beberapa aspek yang tengah diselesaikan oleh perseroan mulai dari prosedur, persetujuan bilateral, dan aspek legal antara perseroan dengan WeChat Pay dan Alipay. Jika mendapat lampu hijau, transaksi WeChat dan Alipay akan menggunakan sistem kode QR yang sudah dimiliki oleh BCA.

Sistem Pembayaran Perbankan, Transaksi EDC Bakal Naik

tuankacan 21 Mar 2019 Bisnis Indonesia

Transaksi pembayaran perbankan melalui mesin EDC diyakini akan semakin meningkat seiring dengan tambahan layanan berupa kode quick response. Peluang masih terbuka lebar karena kesadaran masyarakat melakukan transaksi secara nontunai baru menyentuh angka 24%, berdasarkan data Bank Indonesia. Masih ada 76% dari total masyarakat Indonesia yang belum menggunakan layanan nontunai. Transaksi via EDC ke depan akan semakin baik dan tumbuh dengan adanya proyek gerakan nasional dari regulator maupun implementasi GPN. Bank sentral terus mendorong pertumbuhan transaksi melalui nontunai dengan diberlakukannya Merchant Discount Rate (MDR) yang lebih rendah dari kartu yang menggunakan provider selain GPN. Pengembanagn QR Code dengan tujuan memperbesar ekosistem pembayaran juga akan bisa dilayani melalui EDC. 

Serangan Dompet Digital Mengadang Kartu Kredit

tuankacan 06 Mar 2019 Kontan
Persaingan layanan transaksi pembayaran lewat aplikasi kian sengit. Tawaran cashback dan diskon pada satu merchant dari dua aplikasi berbeda semakin mudah ditemukan. Aplikasi pembayaran yang mendominasi adalah PT Visionet Internasional lewat brand OVO dan Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa. Potensi bisnis transaksi pembayaran elektronik masih besar. BUMN juga tak mau kalah dan siap mengadang OVO dan Go-Pay dengan LinkAja.
Tren masyarakat menggunakan transaksi non tunai diyakini belum mengganggu bisnis berbasis kartu perbankan seperti kartu kredit. Kehadiran tekfin justru jadi peluang bagi perbankan berkolaborasi dan berkompetisi secara sehat. Aplikasi pembayaran OVO dan Go-Pay didominasi transaksi nilai kecil. Jadi aplikasi pembayaran itu lebih mengarah ke pengganti uang tunai.

<font color="orange"><b>Uang Elektronik</b></font>, Migrasi <font color="red"><b>LinkAja</b></font> Dikebut

tuankacan 05 Mar 2019 Bisnis Indonesia
Perusahaan plat merah mempercepat integrasi layanan pembayaran LinkAja setelah sempat tertunda dari rencana semula awal bulan ini. Produk itu sendiri telah mendapat restu dari Bank Indonesia. Sistem pembayaran berbasis quick response code (QR Code), LinkAja, yang dibawah bendera PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) merupakan hasil sinergi enam perusahaan plat merah yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, Pertamina, Jiwasraya, dan anak usaha Telkom, Telkomsel. Proses migrasi akan memerlukan waktu sekitar sebulan. Hal itu mengingat jumlah mesin pembayaran yang mencapai puluhan juta dan tersebar luas hingga ke pelosok daerah. Secara teknis, Finarya akan merancang maksimal saldo yang bisa ditampung di dalam LinkAja sebesar Rp10 juta untuk pengguna premium dan maksimal Rp1juta untuk pengguna yang tidak terregistrasi. Dari segi legalitas, Bank Indonesia telah memberikan lampu hijau kepada LinkAja.

Migrasi Tuntas di Akhir Maret

ayu.dewi 05 Mar 2019 Kompas
Migrasi uang elektronik berbasis server milik BUMN ke platform LinkAja diharapkan tuntas pada akhir Maret 2019. Selama proses migrasi berlangsung, fokus utama pengelola LinkAja adalah mengakuisisi pelanggan serta mitra pedagang. LinkAja menggabungkan uang elektronik berbasis server yang diterbitkan sejumlah perusahaan BUMN seperti : TCash, e-cash, Tbank, UnikQu. uang elektronik bank BUMN sedang dalam proses migrasi, tim BUMN sedang mengatur sistem perangkat mesin pembaca kartu (EDC) agar bisa membaca transaksi berbasis QRcode LinkAja.