;
Tags

Unicorn

( 64 )

Blibli Dikabarkan Bidik Dana US$ 500 Juta dari IPO

HR1 07 Jun 2022 Kontan (H)

Satu lagi unicorn, perusahaan teknologi dengan valuasi di atas US$ 1 miliar, dalam negeri akan masuk bursa saham. Kabar yang diterima KONTAN, PT Global Digital Niaga, pengelola situs e-commerce Blibli.com, akan menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Blibli disebut-sebut sudah menunjuk Credit Suisse First Boston (CSFB) dan Morgan Stanley untuk menghelat IPO tersebut. Kabarnya, Blibli membidik US$ 500 juta dari IPO di BEI. "Paling cepat Juni atau Juli," kata sumber KONTAN yang mengetahui rencana itu, kemarin.

RI Berpeluang Munculkan ”Unicorn” Baru

KT3 10 Dec 2021 Kompas

Indonesia Fintech Society (IFSoc) prediksi ada perusahaan rintisan teknologi bervaluasi  1miliar dollar AS lebih atau unicorn di Indonesia tahun depan dari sektor kesehatan, pendidikan, dan finansial, berdasar laju digitalisasi pesat ditunjang ekosistem digital yang makin matang. Berdasar CB Insight, ada 8 unicorn asal Indonesia, yaitu GoTo 18 miliar dollar AS, J&T Express 7,8 miliar dollar AS, Bukalapak 3,5 miliar dollar AS, Traveloka  3 miliar dollar AS, OVO 2,9 miliar dollar AS, Online Pajak 1,7 miliar dollar AS, dan Ajaib serta Xendit 1 miliar dollar AS. J&T Express, Online Pajak, Xendit, dan Ajaib, baru jadi unicorn tahun 2021.

Anggota Steering Committee IFSoc, Hendri Saparini, mengatakan, pihaknya dorong tekfin untuk bantu penyaluran bansos, yang  masih dihadapkan pada masalah transparansi dan akuntabilitas dipicu belum optimalnya pendataan dan sistem distribusi. Selain itu, IFSoc juga dorong UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Menurut Menkominfo Rudiantara, pengesahan UU PDP tak hanya  meningkatkan perlindungan konsumen, tapi juga menciptakan ekosistem pengelolaan data yang tepat. (Yoga)


Syarat Menjadi Unicorn di Indonesia

KT1 29 Oct 2021 Investor Daily

Menjaga bisnis agar tetap sukses dan berkelanjutan bukan hanya sekedar memiliki ide-ide cemerlang atau pun modal paling besar. Hal ini juga termasuk cara mengeksekusi, membentuk tim yang tepat, memberi solusi yang benar, dan sejumlah kriteria yang lain yang kami yakin akan membuat sebuah perusahaan mampu bertahan, tumbuh dan akhirnya berkembang menjadi unicorn. Namun diatas semua itu, ada empat hal pokok yang harus dimiliki perusahaan-perusahaan rintisan (starup) agar mereka bisa bertranformasi menjadi unicorn, yakni kewirasusahaan, kecocokan produk dengan pasar, kemampuan pasar untuk berkembang, dan kelembagaan.

Para pendiri juga harus bekerja keras dan yang lebih penting, bekerja dengan cerdas untuk mencapai kecepatan, momentum, dan akurasi. Karena sebuah bisnis biasanya berkaitan dengan pemilihan waktu yang tepat dan kemampuan meraih peluang. Ketika bicara produk yang sesuai permintaan pasar (market-fit product), maksudnya adalah sejauh mana sebuah produk atau jasa bisa memenuhi atau memuaskan permintaan pasar sebagai solusi terhadap masalah atau tantangan yang dihadapi saat ini. Produk atau jasa ini tidak harus yang selalu visioner atau banyak ditunggu, tetapi merupakan sebuah solusi.

Sekedar ide cemerlang saja untuk bisnia Anda masih belum cukup jika perusahaan tidak punya kemampuan untuk mengembangkan bisnis, atau meningkatkan laba ketika dia mulai tumbuh dengan model bisnis yang bisa ditiru. Begitu sebuah bisnis bisa melewati skala keekonomiannya, dia akan makin melesat. Kemampuan untuk berkembang adalah penyebab lahirnya raksasa perusahaan teknologi, yang kita sebut unicorn. Kedepan, bakal ada banyak tren bisnis yang bisa berdampak pada lahirnya starup-starup baru di Indonesia. (Yetede)


Perusahaan Rintisan, Indonesia Bakal Punya 25 Unikorn

KT1 23 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Managing Partner Ideosource VC & Gayo Capital Edward Ismawan Wihardja mengatakan Indonesia kini memiliki delapan perusahaan rintisan dengan valuasi diatas US$ 1miliar sehingga butuh 17 perusahaan rintisan lagi. menurutnya, peluang Indonesia memiliki 25 unikorn terbuka lebar, terlihat perkembangan sektor teknologi finansial (tekfin) khususnya yang bergerak di bidang pembayaran, peminjaman, dan management keuangan. "Perkiraan saya 3-5 tahun kedepan seharusnya bisa memiliki 25 unikorn, dimana prediksi pangsa pasar Indonesia untuk pertumbuhan ekosistem internet cukup pesat sampai 2025," katanya, Senin (20/9)

Berdasarkan startup Report 2020, terdapat 14 perusahaan fintek yang memiliki gelar centaur awal atau perusahaan dengan valuasi berkisar US$100 juta-US$500 juta. Perusahaan tersebut antara lain Ajaib, Amartha, Awan Tunai, CekAJa, Cermati, Koinworks, Fazzfinancial, Investree, Modalku, Oyi, Xendit, Stockbit, LingAja, dan Dana. Khusus untuk Xendit, belum lama mnegantongi pendanaan senilai Rp 2triliun yang membuatnya melangkahi Kredivo dan AkuLaku sebagai Centaur tahap lanjut atau perusahaan dengan valuasi  diatas US$501-US$999 juta.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M Tesar Sandikaputra menyarankan perusahaan modal ventura BUMN tetap mempertimbangkan profitabilitas startup calon unicorn sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Perusahaan yang telah profit memiliki bukti bahwa mereka menguntungkan, sedangkan perusahaan calon unikorn belum tentu. Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang juga menilai langkah Kementerian BUMN mendorong perusahaan modal Ventura BUMN untuk investasi di calon unikorn dalam negeri sudah tepat. (yetede)

Perusahaan Rintisan, Indonesia Bakal Punya 25 Unikorn

KT1 23 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Managing Partner Ideosource VC & Gayo Capital Edward Ismawan Wihardja mengatakan Indonesia kini memiliki delapan perusahaan rintisan dengan valuasi diatas US$ 1miliar sehingga butuh 17 perusahaan rintisan lagi. menurutnya, peluang Indonesia memiliki 25 unikorn terbuka lebar, terlihat perkembangan sektor teknologi finansial (tekfin) khususnya yang bergerak di bidang pembayaran, peminjaman, dan management keuangan. "Perkiraan saya 3-5 tahun kedepan seharusnya bisa memiliki 25 unikorn, dimana prediksi pangsa pasar Indonesia untuk pertumbuhan ekosistem internet cukup pesat sampai 2025," katanya, Senin (20/9)

Berdasarkan startup Report 2020, terdapat 14 perusahaan fintek yang memiliki gelar centaur awal atau perusahaan dengan valuasi berkisar US$100 juta-US$500 juta. Perusahaan tersebut antara lain Ajaib, Amartha, Awan Tunai, CekAJa, Cermati, Koinworks, Fazzfinancial, Investree, Modalku, Oyi, Xendit, Stockbit, LingAja, dan Dana. Khusus untuk Xendit, belum lama mnegantongi pendanaan senilai Rp 2triliun yang membuatnya melangkahi Kredivo dan AkuLaku sebagai Centaur tahap lanjut atau perusahaan dengan valuasi  diatas US$501-US$999 juta.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M Tesar Sandikaputra menyarankan perusahaan modal ventura BUMN tetap mempertimbangkan profitabilitas startup calon unicorn sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Perusahaan yang telah profit memiliki bukti bahwa mereka menguntungkan, sedangkan perusahaan calon unikorn belum tentu. Dalam kesempatan terpisah, Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang juga menilai langkah Kementerian BUMN mendorong perusahaan modal Ventura BUMN untuk investasi di calon unikorn dalam negeri sudah tepat. (yetede)

Raih Pendanaan US$ 150 Juta, Xendit Jadi Unicorn Baru

KT1 17 Sep 2021 Investor Daily, 16 September 2021

Fintech payment gateway, Xendit, meraih pendanaan seri C senilai Rp 2,1 triliun (US$ 150 juta), yang menjadikannya sebagai start-up berstatus unicorn baru di Indonesia. Putaran pendanaan ini  dipimpin oleh Tiger Global Management dengan partisipasi dari investornya saat ini, yaitu Accel, Amasia, dan Goat Capital yang dimiliki oleh Justin Khan. Founder dan CEO Xendit Moses Lo menyampaikan, dana segar ini akan digunakan perusahaan untuk terus berinovasi pada berbagai produk, termasuk dalam rangka ekspansi pada negara-negara terpilih.

Pada tahun 2021, nilai ekonomi digital di kawasan ini akan melebihi US$ 100 miliar, dan diproyeksikan meningkat tiga kali lipat menjadi lebih dari US$ 300 miliar pada tahun 2025, "Kami sedang melihat pergeseran besar-besaran keranah digital yang dilakukan hampir semua pelaku usaha, baik pemilik toko kecil di Instagram, sampai perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Semua usaha kini harus bisa hadir secara digital," kata Moses dalam konferensi pers daring, Rabu (15/9).

Co-founder & COO Xendit Tessa Wijaya menuturkan, Xendit mampu membangun solusi-solusi yang menjadi terobosan baru di pasar. "Xendit mencatatkan peningkatan total volume pembayaran lebih dari 200% year over year di Indonesia dan Philipina, melanjutkan rekam jejak kami yang tumbuh lebih dari 10% dari bulan ke bulan, sejak awal pendirian kami." ujar Tessa. Xendit juga merupaka start-up teknologi Indonesia pertama yang berhasil lulus dari program inkubator YCombinator dan merupakan perusahaan Asia Tenggara terbaik dalam daftar YC Top 100. (YTD)

Perusahaan Rintisan, Pertanian Bakal Lahirkan Unikorn

KT1 09 Sep 2021 Bisnis Indonesia

Beberapa perusahaan rintisan sektor pertanian berpotensi menjadi unikorn, seiring dengan besarnya potensi pasar produk pertanian di Indonesia. Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta Dianta Sebayang mengatakan bahwa proyeksi ini dilihat dari potensi ekonomi dan lapangan usaha pertanian. "Prosperknya akan tetap positif, dari sisi penjualan akan alami peningkatan." katanya, Rabu (8/9)

Dianta mengatakan prospek pasar perusahaan rintisan sektor pertanian hingga akhir tahun ini tetap positif di tengah pandemi Covid-19. Untuk mempersiapkan startup menjadi unikorn, Dianta menyatakan ada dua hal yang  perlu diantisipasi yaitu pemberlakuan PPKM dan resiko pemanasan global yang bisa mengakibatkan gagal panen. Oleh karena itu, dia menyarankan startup menguatkan asuransi dan pemodalan.

Handito menyebutkan Tani Hub adalah contoh startup yang berpeluang besar menjadi unikorn. Startup agritech itu mendapatkan pendanaan seri B senilai US$65,5 juta atau sekitar Rp932 miliar.  Dengan prestasinya tersebut, bukan tidak mungkin membuat Tani Hub menata ulang model bisnisnya. "Perlu peningkatan valuasi perusahaan dan tata ulang bisnis model sangat penting agar startup pertanian lebih siap unikorn," (YTD)

Banyak Unicorn Jadi Alasan Raksasa Teknologi Buat Pusat Data di RI

HR1 24 Aug 2021 Katadata

Ada enam unicorn di Indonesia yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, J&T Express, dan Online Pajak. Selain itu, satu decacorn, Gojek. Ini dinilai menjadi alasan raksasa teknologi membangun pusat data (data center) dan menyediakan solusi komputasi awan (cloud) di Tanah Air. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) Cisco dan Boston Consulting Group (BCG) menjelaskan, banyaknya unicorn serta tingginya pengeluaran teknologi informasi (IT) dari perusahaan di Indonesia menjadi peluang. President Cisco ASEAN Naveen Menon mengatakan, Indonesia merupakan negara yang menghasilkan banyak startup. Selain itu, “ada banyak unicorn dan superapp seperti Tokopedia dan Gojek. Mereka menghasilkan banyak data," kata dia dalam konferensi pers virtual, Selasa (24/8). 

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa Google Cloud meminta Indonesia untuk menjadi hub pusat data di Asia. "Saya berbicara dengan Google Cloud. Mereka akan minta Indonesia menjadi hub Google Cloud di Asia. Saya kira ini permintaan yang sangat wajar," kata Luhut dalam webinar bertema ‘Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI)’, Juni tahun lalu (23/6/2020).


Aturan Bank Digital, Ceruk Bisnis Unikorn & Tekfin

KT1 21 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Kehadiran peraturan bank digital bisa menjadi peluang perusahaan teknologi finansial dan unikorn membangun bank digitalnya sendiri utuk mendongkrak pertumbuhan bisnis. Ketua Umum Empowering Community (IDIEEC) M Tesar Sandikapura mengatakan, dengan memiliki bank digital, perusahaan dapat mengelola dana yang dihimpun secara mandiri. Mereka tidak hanya  menggunakan  bank sebagai tempat penyimpanan uang, tetapi juga dapat meminjamkannya. "Hanya perusahaan yang sudah besar saja yang melirik bank digital dan itu sudah pasti unikorn, Kalau yang dibawah itu, tidak akan," kata Tesar, Jumat (20/8).

Dalam beleid itu, OJK menyebutkan bank digital dapat beroperasi melalui dua jenis model. Pertama, mendirikan bank baru sebagai bank digital, kedua transformasi dari bank umum menjadi bank digital. Selain peruasahaan dengan transaksi tinggi, perusahaan yang bergerak dibidang teknologi finansial juga membutuhkan  kehadiran bank digital agar pendapatan yang mereka bukukan makin besar. Bendahara Assosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia Edwar Ismawan Chamdani mengatakan tantangan bagi perusahaan teknologi atau unikorn ketika terjun ke bank digital adalah kemampuan perusahaan rintisan maupun bank digital yang dibentuk dari bank konvensional untuk mengerti interaksi di segmen ini.

Sementara itu Ovo masih akan berfokus pada pengembangan pembayaran bank digital kedepan, Ovo belum akan mengembangkan bank digital  dan lebih tertarik untuk berkolaborasi."Ovo juga akan fokus pada pelayanan finansial yang kami hadirkan bagi masyarakat. Untuk itu kami senantiasa terbuka  untuk nekerja sama dengan berbagai pelaku industri, termasuk perbankan," kata Head of Corporate  Communications Ovo, Harumi kepada Bisnis. "Akan lebih mudah akuisisi. Karena bank konvensional yang diakuisisi akan tinggal di dorong transformasi digitalnya saja," tambah Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI, Diana Sebayang. (YTD)

Lahirkan Unicorn Baru, Laba Telkomsel Diproyesikan Melesat

KT2 03 Aug 2021 Investor Daily, 3 Agustus 2021

Dengan bisnis yang besar dan kuat di sektor teknologi yang kini tumbuh pesat, saham emiten telekomunikasi itu valuasinya dinilai murah dan berpotensi harganya melejit kembali. Selain investasi lewat anak usahanya ke 50 lebih startup mulai menguntungkan, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) juga menarik karena dividennya besar. Laba Telkom diproyeksikan tumbuh kuat, seiring transformasi yang terus dilakukan BUMN ini ke digital telco. Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan, yang sedang hype adalah emiten sektor berbasis teknologi dan fenomena bank-bank digital yang ramai mendapat valuasi premium dari pasar. Pasalnya, sektor ini dinilai memberikan pertumbuhan yang tinggi. “Fenomena bank-bank digital yang ramai mendapat valuasi premium dari pasar atau emiten-emiten sektor teknologi, hal itu tidak lepas karena prospek pertumbuhan yang bisa diberikan. Di sisi lain, banyak saham-saham first liner mengalami kondisi yang sama dengan TLKM, seperti UNVR yang sahamnya terus turun, serta saham consumer good lainnya INDF yang harga sahamnya tidak banyak bergerak dalam 5 tahun terakhir. Namun, kalau melihat harga saham TLKM saat ini, menurut saya sangat menarik karena bisnisnya yang kuat dan besar di sektor yang menjadi makin kuat (sejak era pandemi). Namun, harga ini masih jauh di bawah rekor tertinggi saham Telkom sekitar Rp 4.800 per unit pada 2 Agustus 2017. Sementara itu, market capitalization Telkom sekitar Rp 328 triliun atau terbesar ketiga setelah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dengan dividend yield sekitar 5,08%. Sedangkan kapitalisasi pasar BCA Rp 727 triliun dan BRI Rp 457 triliun