;
Tags

Unicorn

( 64 )

Grab Akan Mencicipi Bisnis Bank

budi6271 13 Jun 2019 Kontan

Grab akan nyemplung ke bisnis perbankan. Perusahaan dengan valuasi terbesar di Asia Tenggara ini bakal mengajukan izin perbankan digital ke otoritas Singapura. Kemungkinan Singapura membuka izin layanan bank digital cukup terbuka lebar, mengingat ketertinggalan dengan Hong Kong yang sudah lebih dulu memiliki bank digital. Jika Grab masuk ke perbankan digital, menjadi tantangan besar bagi bank konvensional melawan decacorn satu ini.

E-Dagang : Bukalapak Resmikan Layanan Internasional

ayu.dewi 21 May 2019 Kompas

Laman pemasaran Bukalapak resmi membuka layanan BukaGlobal. Layanan ini memfasilitasi pelapak UMKM produsen atau reseller produk lokal untuk menjangkau pasar Asia. Ada 5 negara asia menjadi tujuan layanan BukaGlobal yakni Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Hongkong dan Taiwan.

Presiden Bukalapak Fajrin Rasyid menyatakan hanya mitra pelapak yang lolos kurasi yang boleh berjualan di BukaGlobal dan terbatas bagi mereka yang berdomisili di DKI Jakarta dan sekitarnya. Penilaian mempertimbangkan kualitas produk dan performa pelapak dalam melayani konsumen. Jenis barangnya antara lain makanan dan minuman, kerajinan dan mode.

Untuk bertransaksi di BukaGlobal, konsumen harus memiliki kartu kredit. Dia pun harus sepakat dengan ongkos kirim rata (flat) yang ditetapkan Bukalapak yaitu 9-11 dollar Singapura. Bukalapak mengusahakan kerjasama dengan bank dan penyedia layanan pembayaran di negara setempat sehingga opsi bayar tak hanya pakai kartu kredit. Bukalapak juga harus mencari mitra perusahaan logistik yang tepat.

GoJek Pertahankan Posisi Teratasnya

ayu.dewi 20 May 2019 Republika

Aplikasi GoJek sudah sangat berguna dan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Mengutip laporan dari App Annie, Nadiem Makarim menuturkan GoJek merupakan aplikasi ride sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Industri Digital : Pelajaran dari Uber

ayu.dewi 14 May 2019 Kompas

Uber perusahaan teknologi berbasis berbagi tumpangan (ride hailing) sudah menawarkan saham perdana (IPO) di lantai bursa New York akhir pekan lalu. Hasilnya kurang menggembirakan karena harga sahamnya jatuh 7,6% ketika pasar ditutup. Valuasi uber yang semula diperkirakan diatas 100 miliar dollar AS sudah tentu tak tercapai. Pelajaran berharga bagi pelaku bisnis berbagi tumpangan di Indonesia.

Kecemasan terhadap nasib saham Uber juga tak terhindarkan karena mereka tak kan cari untung dalam waktu dekat. Mereka masih "membakar uang' dengan subsidi harga untuk menarik pengemudi dan penumpang. Diversifikasi usaha mereka juga berbiaya sangat mahal. Perusahaan seperti ini cenderung ekspansif tetapi mulai terlihat datar dalam mencari pengemudi dan penumpang baru. 

Masalah lain selama ini mereka dirundung berbagai skandal seperti : pelecehan seksual, pengintipan data dan penggunaan perangkat lunak untuk menghindar dari otoritas. Berbagai kasus ini membuat citra Uber tercoreng. Beberapa investor sempat meminta penjelasan mengenai penanganan kasus. Travis Kalanick terpaksa harus turun dari tampuk pimpinan Uber dan digantikan oleh Dara Khosrowshasi yang menjadi CEO saat ini. 

Bisnis transportasi daring ke depan juga dilihat salah satu analis sebagai bisnis yang tak mudah memproteksi konsumen dan pengemudi hanya bersandar pada satu aplikasi. Mereka tak memiliki kesetiaan tunggal. Mereka memiliki beberapa aplikasi dan selalu membandingkan keuntungan masing-masing aplikasi. Salah satu analis mengatakan, jika demikian sampai kapan mereka akan mendapatkan profit? Tak mengherankan jika Uber menawarkan saham ke pengemudi yang setia untuk menarik mereka menggunakan aplikasi Uber secara terus menerus. Perusahaan-perusahaan transportasi daring juga terus mencari cara agar menarik bagi konsumen.

Apa makna kasus Uber ini bagi perusahaan sejenis? Secara umum mereka yang terjun ke bisnis ini perlu memastikan tidak terjadi skandal, secara khusus terkait data yang memperburuk citra. Mereka juga perlu mencari langkah untuk memberi sinyal kepada investor bahwa mereka akan memberi keuntungan di masa depan. Sinyal ini memang tidak mudah karena menaikan harga bakal memukul balik mereka karena konsumen bisa lari dari aplikasi. Status GoJek dan Grab sebagai aplikasi super mungkin bisa mempermudah mereka memberi sinyal ke pasar. Dengan status aplikasi super, mereka bisa menunjukan ke investor beberapa kaki bisnis mereka yang mulai menampakkan harapan.

BRI Group Gandeng Tokopedia Buka Halal Mall

ayu.dewi 08 May 2019 Republika

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama BRI Syariah memfasilitasi UMKM binaan yang memproduksi produk halal untuk go online melalui halal mall di Tokopedia. Halal Mall menjadi offiial store berbasis halal pertama di Tokopedia. 

Selain produk makanan dan minuman yang telah bersertifasi halal, saat ini masyarakat juga dapat menemukan produk-produk busana muslim di halal mall. Untuk tahap awal akan ada 50 UMKM yang akan dimasukan ke dalam Halal Mall. UMKM ini akan dibantu pemasaran produk daring mulai dari menyiapkan foto produk, mengunggahnya ke Tokopedia hingga melayani pertanyaan dan pesanan dari calon pembeli. Semua diurus oleh BRI. 

Go-Food, Online Food Delivery Terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara

ayu.dewi 29 Apr 2019 Kompas

GoFood memberikan sumbangan yang sangat besar untuk GOJEK. Berdasarkan riset Lembaga Demografi FEB UI, kontribusi dari mitra UMKM GoFood mencapai Rp 18 triliun. Melalui riset ini juga diketahui, ada peningkatan kepercayaan dan dampak positif yang dirasakan oleh UMKM setelah bergabung dengan GOJEK di layanan GoFood. Salah satu dampaknya adalah peningkatan volume transaksi hingga kenaikan klasifikasi omzet usaha.

Rata-rata pelaku UMKM mengalami peningkatan omzet 3,5 kali lipat sejak bergabung dengan GoFood. Dampak positif ini membuat 85% responden mengaku menginvestasikan kembali pendapatanya ke dalam usaha mereka. Dari riset ini juga ditemukan aplikasi manajemen merchant yang bernama GoBiz menjadi fitur yang sangat berguna. Melalui aplikasi ini merchant bisa leluasa mengubah menu, harga, foto, jam operasional hingga bisa mengetahui informasi pesanan sebelum mitra driver datang. 

Menurut Chief Food Officer of GoJek Group Catherine Hindra Sutjahyo, filosofi di GoFood seperti berbentuk setiga. Sudut-sudutnya adalah merchant, customer dan driver; kami ingin meningkatkan pemberdayaan kepada tiga sisi tersebut.

Fakta Terbaru GoFood :

  • per akhir 2018, GoFood mencatat order 30 juta per bulan
  • Jumlah order tumbuh hingga 7 kali lipat dalam 2 tahun terakhir
  • GoFood menguasai pangsa pasar online food delivery 4 kali lebih besar dari penyedia layanan sejenis
  • menyumbang Rp 18 triliun kepada perekonomian Indonesia
  • paket ayam menjadi favorit pada 2018 dengan 10 juta kali pemesan 

GoJek Jadi Aplikasi "On-Demand" Nomor 1 di Indonesia

ayu.dewi 16 Apr 2019 Kompas

Fakta terbaru GoJek :

  • aplikasi on demand dengan jumlah pengguna aktif bulanan terbanyak di Indonesia sepanjang tahun 2018
  • Gross Transaction value GoJek mencapai 9 miliar dollar AS atau tumbuh sekitar 13,5 kali lipat dari Desember 2016 sd Desember 2018
  • GoJek juga menjadi aplikasi ride-sharing yang paling banyak digunakan di Indonesia
  • Go-Food, layanan food delivery terbesar di Asia Tenggara dan nomor 3 di dunia dengan jumlah order mencapai 30 juta order per bulan pada tahun 2018
  • Go-Pay, layanan uang elektronik paling banyak digunakan di Indonesia
Angka GoJek di Indonesia :
  • >1,7 juta mitra driver
  • >300.000 merchant go food yang lebih dari 80% merupakan industri UMKM
  • 60.000 penyedia layanan Go-Life
  • 2,5 juta anggota arisan mapan
  • 142 juta download (per Maret 2019)

Decacorn Bisa Dorong Ekonomi

ayu.dewi 05 Apr 2019 Republika

Perusahaan rintisan GoJek disebut telah menyandang status decacorn, yakni julukan bagi perusahaan rintisan berbasis teknologi informasi (start up) yang memiliki valuasi diatas 10 miliar dolar AS. Data ini disampaikan dalam laporan lembaga riset internasional CBInsights bertajuk the Global Unicorn Club. 

GoJek mendapatkan gelar decacorn setelah hampir 10 tahun beroprasi, 24 investor sudah menyuntikan dana dengan total 3,1 miliar dolar AS. Dua investor terbaru mengalirkan modal ke GoJek adalah PT Astra International Tbk-TSO Salemba dan Google. Keduanya masuk dalam pendaan seri F dersama dengan Tencent dan Jd Com pada tahun ini dengan total dana terhimpun 1 miliar dolar AS.

Ekonom Indef Nailul Huda menuturkan keberhasilan GoJek dalam menjadi decacorn akan menarik lebih banyak investor dan akan GoJek gunakan untuk pengembangan bisnis. Lembaga Demografi FEB UI memaparkan hasil riset terbaru bertajuk "Dampak Gojek terhadap Perekonomian Indonesia pada Tahun 2018". Hasil riset menemukan kontribusi mitra GoJek dari 4 layanan : GoRide, GoFood, GoCar dan GoLife total kontribusi layanan teresebut terhadap perekonomian Indonesia mencapai Rp 44,2 triliun. 

Studi serupa pada 2017 menunjukan kontribusi GoJek dari dua mitra (pengemudi roda dua dan UMKM) mencapai Rp 15,1 triliun. Kontribusi yang makin besar dari GoJek menunjukan teknologi mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital. Menurut riset ini, GoJek sebagai salah satu pemain utama industri teknologi di Indonesia menunjukan teknologinya untuk memperluas peluang penghasilan. Secara terperinci angka kontribusi terbesar mitra GoJek terhadap perekonomian berasal dari :

  • mitra UMKM GoFood kontribusi sebesar Rp 18 triliun
  • mitra pengemudi GoRide kontribusi sebesar Rp 16,5 triliun
  • mitra pengemudi GoCar kontribusi sebesar Rp 8,5 triliun
  • mitra GoLife (GoClean da GoMasage) kontribusi sebesar Rp 1,2 triliun


<em>Unicorn</em> Masih Menyisakan Masalah

ayu.dewi 14 Mar 2019 Republika
Keberadaan unicorn masih menyimpan masalah seperti kepemilikan oleh asing. Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro mengakui, Bappenas tidak memiliki kajian secara khusus terhadap unicorn. Namun Bappenas tetap fokus pada antisipasi ekonomi digital dari revolusi industri 4.0. Menurut Bambang, keberadaan unicorn itu dinilai menguntungkan perekonomian di dalam negeri. Hal itu juga menunjukan bahwa ada pelaku bisnis start-up level internasional yang akan mengundang modal masuk. Unicorn diharapkan mampu membawa produk indonesia tidak hanya berjaya di dalam negeri namun juga bisa menembus online internasional. Unicorn juga bisa menjadi investasi langsung foreign direct investment (FDI) artinya dengan sebagian saham unicorn yang tadinya lokal dimiliki asing itu merupakan capital inflow.

Sementara peneliti Indef Bhima Yudhistira Adhinegara, menilai penyertaan modal asing ke unicorn di Indonesia tidak selalu berdampak positif. Sorotan Bhima diarahkan kepada tiga unicorn e-commerce; menurutnya dominanya investor internasional berdampak pada produk-produk yang akan dijual. Dominasi produk impor mencapai 93% dari total produk yang diperjualbelikan. Oleh karena itu menurutnya pemerintah harus tegas menyikapi maraknya penyertaan modal asing ke unicorn di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan pemanfaatan data pelanggan. Bisnis jual-beli belum diatur regulasi, dengan begitu ada kekhawatiran disalahgunakan untuk kepentingan asing.

AirAsia Hengkang dari Traveloka

ayu.dewi 05 Mar 2019 Republika
Maskapai berbiaya hemat (LCC) PT AirAsia Indonesia Tbk akhirnya menarik seluruh penjualan tiket pesawat melalui kanal Traveloka. Maskapai tersebut meminta calon penumpang membeli tiket melalui laman resmi atau aplikasi ponsel AirAsia. Hal tersebut disampaikan AirAsia merespons hilangnya penjualan tiket AirAsia di Traveloka beberapa waktu lalu.
Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan mengatakan bahwa tiket AirAsia hilang dari Traveloka pada 14 hingga 17 Februari 2019 dan kedua kalinya pada 2 Maret 2019.Traveloka menyayangkan sikap AirAsia tersebut karena Traveloka sangat memprioritaskan kerjasama yang berkelanjutan.