;
Tags

Unicorn

( 64 )

GoTo IPO Tahun Ini, 4 Unicorn dann 5 Centaur bakal Menyusul

HR1 29 Jul 2021 Investor Daily, 29 Juli 2021

Satu-satunya decacorn Indonesia, GoTo, diperkirakan melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini. Selain itu, empat unicorn dan lima centaur bakal menyusul. Bursa Efek Indonesia (BEI) memproyeksikan kapitalisasi pasar (market cap) bursa bertambah Rp 553,9 triliun setelah lima unicorn dan satu decacorn melantai di bursa saham domestik.Satu dari lima unicorn, yaitu Bukalapak, sedang menggelar penawaran umum dan akan mencatatkan saham (listing) pada 6 Agustus mendatang. Sedangkan empat unicorn lainnya masih mempersiapkan diri. Market cap BEI akan meningkat lagi setelah lima centaur ikut menyemarakkan lantai bursa.Decacorn adalah perusahaan rintisan teknologi (startup) yang memiliki valuasi US$ 10-100 miliar. Sedangkan unicorn merupakan startup yang memiliki valuasi US$ 1-10 miliar. Adapun centaur adalah startup dengan valuasi US$ 100 juta sampai US$ 1 miliar.Di Indonesia, startup yang masuk kategori decacorn baru satu, yaitu GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dengan Tokopedia. Sedangkan di jajaran unicorn ada Traveloka, Bukalapak, JD.ID, J&T Express, dan OVO. Lalu di level centaur terdapat sekitar 27 perusahaan, antara lain Halodoc, Dana, Modalku, Ralali, Akulaku, Kredivo, dan Blibli.

(Oleh - HR1)

Unicorn-Decacor Berpeluang Mendominasi Indeks LQ45 dan MSCI

Ayutyas 16 Jul 2021 Investor Daily, 16 Juli 2021

Sebanyak tiga unicorn dan decacorn akan mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), menyusul PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang akan listing pada 6 Agustus 2021. Tiga perusahaan tersebut adalah Gojek-Tokopedia (GoTo), PT Global JET Express (J&T Express), dan PT Tinusa Travelindo (Traveloka). Saham unicorn dan decacorn tersebut berpeluang mendominasi indeks LQ45 dan MSCI. “Apabila semua perusahaan itu resmi melantai, bukan tidak mungkin indeks LQ45 atau MSCI akan didominasi oleh perusahaan teknologi ke depannya,” kata Komisaris BEI Pandu Patria Sjahrir dalam acara Investor Daily Summit 2021, Kamis (15/7). Berdasarkan data, GoTo menjadi perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar yakni sebanyak US$ 18 miliar atau setara dengan Rp 261 triliun pada tahun lalu. Kemudian, nilai kapitalisasi pasar J&T Express sebesar US$ 7,8 miliar atau Rp 113,1 triliun. Bukalapak senilai US$ 6,05 miliar atau Rp 87,72 triliun dan Traveloka mencapai US$ 2,75 miliar atau setara dengan Rp 39,87 triliun. Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hoesen mengungkapkan, tiga perusahaan teknologi berstatus unicorn dan decacorn dengan total valuasi mencapai US$ 21 miliar atau setara Rp 311,75 triliun berencana melakukan IPO saham.

Beberapa karakteristik tersebut berlaku bagi perusahaan financial technology (fintech) atau unicorndecacorn, industri healthcare, dan industri yang bergerak di bidang renewable energy, food estate, dan beberapa industri baru yang mungkin akan berkembang. Salah satu bentuk penawaran berbeda yang akan diterapkan OJK kepada perusahaan unicorn dan decaron adalah dengan memberlakukan dual class-shares dengan multiple voting shares. Melalui pengaturan seperti ini memungkinkan bagi para pendiri unicorn atau decacorn menjadi para pengendalinya. Sehingga dapat membangun dan mengembangkan bisnis sesuai visi dan misi yang sudah direncanakan.

(Oleh - HR1)

Valuasi Mega-IPO Unicorn US$ 100 M

Ayutyas 10 May 2021 Investor Daily, 10 Mei 2021

JAKARTA – Rencana raksasa unicorn dan decacorn Indonesia untuk go public akan dipercepat. Beberapa unicorn-decacorn yang berniat menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sudah menyerahkan dokumen ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kini masih diproses.

Unicorn atau decacorn terutama yang berniat melantai di bursa domestik dan luar negeri (dual listing), harus menyelesaikan sejumlah prosedur dan administrasi yang diperlukan. Sejauh ini, mega-IPO empat unicorn dan decacorn yang menggelar dual listing berpotensi menghasilkan valuasi sekitar US$ 100 miliar. Di lain sisi, BEI harus merevisi peraturan pencatatan agar dapat mengakomodasi IPO perusahaan new economy yang berbeda dengan perusahaan konvensional. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi mengatakan, sampai saat ini terdapat tiga perusahaan unicorn dan decacorn yang telah menyerahkan dokumennya untuk mempersiapkan diri menggelar IPO. Namun demikian, Inarno belum bisa menjelaskan secara detail siapa saja yang telah menyerahkan dokumen tersebut.

Untuk investor domestik, PT Astra International menginjeksikan total dana senilai US$ 250 juta dalam dua tahap, yakni US$ 150 juta pada 2018 dan US$ 100 juta pada 2019. Selain itu, PT Telkomsel mengalirkan dana US$ 150 juta ke Gojek. Ada juga Northstar Pacific milik pengusaha kondang Patrick Waluyo. Beberapa nama investor besar luar negeri yang berada di belakang Gojek adalah Facebook, Google, Sofbank,Temasek (Anderson Investment Pte Ltd), Tencent Holdings, Paypal, Sequoia Capital, Allianz Strategic Investments SARL, Asean China Investment Fund (US) III LP, London Residential II SARL,PT Asuransi Jiwa Sequis Life, PT Union Sampoerna. Sedangkan investor besar penyuntik dana Tokopedia adalah Softbank, Alibaba (Taobao Cina Holdings), Temasek (Anderson Investments Pte), Google, Masayoshi Son, Sequoia Capital, East Venture, Radiant Pioneer Limited, Radiant Trinity Limited. Temasek dan Google pada Oktober 2020 dikabarkan menyuntikkan dana ke Tokopedia senilai US$ 350 juta.

Bukalapak dan Traveloka 

Bukalapak dan Traveloka juga berniat dual listing, yakni di BEI dan di Nasdaq, AS. Traveloka tengah dalam pembicaraan lanjutan dengan SPAC Bridgetown Holdings Ltd untuk memuluskan jalan ke bursa AS. Keduanya berencana merger dan perusahaan gabungan itu berpotensi menaikkan valuasi Traveloka yang dinakhodai oleh Ferry Unardi ini menjadi  sekitar US$ 5 miliar. Transaksi tersebut berpotensi menggalang dana sekitar US$ 500-750 juta melalui skema investasi swasta di ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE).

Sebagai salah satu perusahaan teknologi terdepan di Asia Tenggara, kata Reza, pencatatan saham Traveloka di Wall Street akan menempatkan perseroan pada liga yang sama dengan perusahaan teknologi kelas dunia lainnya yang juga tercatat di bursa AS tersebut. Demikian pula Bukalapak berniat listing di bursa AS melalui skema SPAC. Aksi merger dengan SPAC itu diperkirakan akan menghasilkan valuasi sekitar US$ 4-5 miliar. Bukalapak baru saja mengantongi pendanaan baru hingga US$ 234 juta yang dipimpin oleh Microsoft, GIC Singapura, dan Emtek. Untuk IPO di BEI, Bukalapak menunjuk Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi.

IPO Grab-Altimeter

Selain tiga unicorn tersebut, decacorn Grab sudah melangkah lebih maju dalam rencana untuk menggelar IPO di Nasdaq, AS . Grab Holdings Inc menggandeng SPAC Altimeter Growth Corp. Aksi IPO tersebut menargetkan perolehan dana segar hingga US$ 4,5 miliar. Aksi ini berpotensi menjadi penawaran saham terbesar yang pernah ada oleh perusahaan Asia Tenggara di Bursa AS. Altimeter Growth dan Grab akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan induk baru. Perusahaan gabungan tersebut diharapkan memiliki valuasi ekuitas secara proforma sekitar US$ 39,6 miliar serta investasi swasta pada ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE) senilai US$ 4 miliar. Altimeter telah memberikan komitmen hingga US$ 500 juta sebagai bentuk contingent investments.

Berdampak Positif 

Founder & CEO Digital Enterprise Indonesia Bari Arijono menyatakan bahwa mega-merger Gojek dan Tokopedia dan langkah IPO dapat dipandang dari tiga sisi. Pertama, merger dan IPO ini akan sangat menguntungkan investor penyandang dana. IPO yang akan melibatkan SPAC merupakan kepentingan investor, yang kurang memberikan manfaat bagi ekonomi digital di Indonesia dan dampaknya ke masyarakat. Startegi meraih dana global dengan menggandeng SPAC ini sukses dijalankan di AS, Hongkong, Jepang, dan Tiongkok. Kedua, merger ini bukan dalam rangka meningkatkan skala ekonomi perusahaan. Ketiga, merger ini cenderung menghilangkan kesempatan bagi milenial untuk berinovasi. Visi misi awal yang diusung Gojek dan Tokopedia bisa jadi kehilangan arah dan marwahnya, karena disetir oleh investor.

Sedangkan Direktur Panin Asset Management Rudiyanto berpendapat, rencana IPO sejumlah unicorn-decacorn akan memperkaya pilihan por tofolio saham bagi investor, khususnya saham teknologi dengan kapitalisasi besar yang selama ini belum ada. Hal ini tentunya akan sangat menarik lebih banyak dana asing yang masuk ke bursa domestik. Dia yakin IPO unicorn akan disambut positif pelaku pasar dan investor. “Dengan kapitalisasi pasar yang besar, manajer investasi juga akan mempertimbangkan sebagai bagian dari portofolio reksa dana,” katanya kepada Investor Daily. Hal senada dikemukakan Presiden Direktur Shinhan Asset Management Indonesia Tjiong Toni. Menurut dia, bursa akan menjadi lebih menarik buat investor asing maupun domestik, karena menambah pilihan emiten berkapitalisasi besar kategori new economy. “Yang ada sekarang hanya ada lima saham sekelas super bluechip seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII. Mereka adalah perusahaan old era economy,” ujarnya.

(Oleh - HR1)

Setelah J&T, SiCepat Dinilai Berpeluang Jadi Unicorn Indonesia Ketujuh

Ayutyas 14 Apr 2021 katadata

J&T Express menjadi unicorn keenam Indonesia versi CB Insights. Startup logistik SiCepat dinilai berpeluang menjadi unicorn ketujuh Tanah Air.

Laporan CB Insights bertajuk ‘The Complete List of Unicorn Companies’ menunjukkan, J&T Express masuk dalam daftar unicorn keenam Indonesia. Startup logistik lain yang dinilai berpeluang menjadi unicorn yaitu SiCepat. Co-Founder sekaligus Managing Partner di Ideosource dan Gayo Capital Edward Ismawan Chamdani mengatakan, SiCepat berpotensi memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau berstatus unicorn, setelah disuntik modal Tokopedia.

Tahun lalu, DealStreetAsia melaporkan bahwa Tokopedia melakukan investasi strategis di SiCepat untuk meningkatkan kapabilitas layanan pengiriman. Jika ini benar, Edward menilai bahwa kekuatan finansial startup logistik itu mempercepat perubahan status menjadi unicorn.

Pada Maret, SiCepat juga merampungkan pendanaan Seri B US$ 170 juta atau sekitar Rp 2,44 triliun. Investor yang berpartisipasi yakni Falcon House Partners, Kejora Capital, lembaga keuangan pembangunan Jerman DEG , Asia Based Insurer, MDI Ventures, Indies Capital, anak usaha Temasek Holdings yakni Pavilion Capital, Tri Hill, dan Daiwa Securities. Di satu sisi, sektor logistik semakin moncer saat pandemi corona. CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengatakan, perusahaan rintisan di sektor ini tumbuh pesat didorong oleh kondisi geografis Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan itu juga, CB Insights mencatat bahwa J&T telah menjadi unicorn. Valuasinya mencapai US$ 7,8 miliar atau mendekati skala decacorn US$ 10 miliar. Valuasinya mengalahkan Tokopedia (US$ 7 miliar), Bukalapak (US$ 3,5 miliar), Traveloka (US$ 3 miliar), dan OVO (US$ 2,9 miliar). Sejauh ini, baru Gojek yang berstatus decacorn di Indonesia

(Oleh - HR1)  

J&T Express Tanggapi Kabar Jadi Unicorn Baru Indonesia

Ayutyas 13 Apr 2021 Katadata

Berdasarkan laporan CB Insights bertajuk The Complete List of Unicorn Companies, J&T Express masuk dalam daftar unicorn. Namun CEO J&T Express Indonesia Robin Lo belum mengetahui status tersebut. “Kami belum update, karena biasanya penilaiannya dari pihak luar seperti modal ventura dan lainnya,” kata Robin kepada Katadata.co.id, Selasa (13/4).

Ia berharap, J&T bisa segera berstatus decacorn atau memiliki valuasi minimal US$ 10 miliar. Berdasarkan data CB Insights, valuasi perusahaan logistik ini mencapai US$ 7,8 miliar. Valuasinya mengalahkan Tokopedia (US$ 7 miliar), Bukalapak (US$ 3,5 miliar), Traveloka (US$ 3 miliar), dan OVO (US$ 2,9 miliar). Sejauh ini, baru Gojek yang berstatus decacorn di Indonesia

Perkiraan itu merujuk pada riset bertajuk ‘Unlocking Next Wave of Digital Growth: Beyond Metropolitan Indonesia’. Ini berdasarkan survei terhadap 2.100 lebih konsumen akhir dan 1.100 retailer di 23 kota. Selain itu, wawancara dengan stakeholder di 13 kota di tingkat (tier) dua dan tiga.

(Oleh - HR1)



Traveloka Lirik IPO di Wall Street

Sajili 17 Feb 2021 Kontan

Kabar initial public offering (IPO) unicorn dalam negeri kembali menghangat. Terbaru, Traveloka berencana menghelat IPO di bursa Amerika Serikat (AS).

Reza Amirul Juniarshah, Corporate Communication Traveloka, menyebut, pihaknya saat ini dalam tahap finalisasi perencanaan. Traveloka akan masuk melalui special purpose acquisition company (SAPC) tahun ini.

Dengan melakukan pencatatan di Wall Street, Traveloka akan sejajar dengan perusahaan teknologi dunia. Ini menjadikan Traveloka lebih kompetitif di level global. “Sehingga memungkinkan kami membawa sumber daya ke Indonesia dan Asia Tenggara, “ terang Reza.

Selain Traveloka, Tokopedia dan Gojek dikabarkan bakal IPO lewat SPAC. Kedua start up ini jika digabungkan memiliki valuasi USS 35 miliar-US$ 40 miliar.


Mengapa Unicorn Minim di Jepang?

Sajili 14 Oct 2020 Kompas

Jepang tertinggal jauh dari Amerika Serikat dan China dalam “memproduksi” unicorn. Merujuk pada daftar terbaru yang disusun platform analitik asal AS, CB Insights, dan dikutip pada Selasa (13/10/2020), dari 100 unicorn hanya ada empat perusahaan rintisan asal Jepang yang nilai kapitalisasinya lebih dari 1 miliar dollar AS. Total terdapat 490 perusahaan unicorn di dunia saat ini dengan total valuasi mencapai 1.550 miliar dollar AS.

Di barisan lima terbesar unicorn, dua terbesar adalah perusahaan asal China dan menyusul tiga di bawahnya asal AS. Perusahaan rintisan Jepang yang masuk dalam daftar itu adalah Preferred Networks dengan kapitalisasi pasar 2 miliar dollar AS, lalu SmartNews (1,2 miliar dollar AS), dan dua lainnya adalah Liquid dan Playco dengan valuasi masing-masing 1 miliar dollar AS.

Untuk perbandingan, ada lima perusahaan Indonesia masuk daftar itu, yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, Ovo, dan Bukalapak. Nilai valuasi unicorn-unicorn Indonesia juga di atas unicorn Jepang. Valuasi masing-masing dari lima unicorn asal Indonesia berada dalam rentang 2,5-10 miliar dollar AS.

Nilai pasar modal ventura Jepang tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan AS dan China. Sejumlah penelitian menunjukkan, besaran pasar modal ventura AS mencapai 137 miliar dollar AS. Adapun nilai pasar modal ventura China adalah 52 miliar dollar AS.

Kurangnya modal swasta untuk ekspansi dapat memaksa perusahaan baru Jepang untuk go public lebih cepat daripada perusahaan-perusahaan sejenis di negara lain. “Namun, jika go public (dengan ukuran) terlalu kecil, Anda tidak akan pernah bisa tumbuh,” kata Isayama.

Standar perusahaan tercatat juga menjadi sorotan. “ Di Jepang, standar pencatatan sangat rendah. Jadi, ada banyak perusahaan kecil dan banyak dari mereka puas dengan kondisi itu,” kata Takeshi Aida, pendiri dan CEO RevComm, perusahaan rintisan AI yang berbasis di Tokyo dan berharap dapat segera diluncurkan di Asia Tenggara.

Para pelaku industri juga merujuk pada faktor budaya di Negeri Sakura. Sistem pendidikan Jepang dinilai masih dirancang untuk menghasilkan calon pekerjaan yang stabil di perusahaan besar. “Dibutuhkan banyak nyali untuk mematahkan kebiasaan dalam masyarakat yang terkenal akan konformitasnya,” kata Isayama.


Mengapa Unicorn Minim di Jepang

ayu.dewi 14 Oct 2020 Kompas

Jepang tertinggal jauh dari AS dan China dalam memproduksi unicorn. Merujuk pada daftar terbaru yang disusun platform analitik asal AS, CB Insights, dari 100 unicorn hanya ada 4 (empat) perusahaan rintisan asal Jepang yang nilai kapitalisasiya lebih dari 1 miliar dollar AS. Total terdapat 490 perusahaan unicorn di dunia saat ini dengan total valuasi mencapai 1.550 miliar dollar AS.

Perusahaan rintisan Jepang yang masuk dalam daftar itu adalah preferred networks dengan kapitalisasi pasar 2 miliar dollar AS, lalu SmartNews (1,2 miliar dollar AS) dan dua lainnya adalah Liquid dan Playco dengan valuasi masing-masing 1 miliar dollar AS. Untuk perbandingan, ada lima perusahaan Indonesia masuk  daftar unicorn antara lain Gojek, Tokopedia, Traveloka, Ovo dan Bukalapak. Nilai valuasi beberapa unicorn Indonesia juga diatas unicorn Jepang. Valuasi masing-masing dari lima unicorn asal Indonesia berada dalam rentang 2,5-10 miliar dollar AS.

Menurut Kepala World Inovation Lab Gen Isayama jika dikaitkan dengan PDB Jepang harus punta setidaknya 50 hingga 60 unicorn.  Di Jepang upaya inovasi selalu dipimpin perusahaan besar. Kurangnya modal swasta untuk ekspansi dapat memaksa perusahaan baru Jepang untuk go public lebih cepat daripada perusahaan-perusahaan sejenis di negara lain.

Peluang Merger Gojek-Grab Dinilai Terbuka

ayu.dewi 17 Sep 2020 Kompas

Pandemi Covid-19 dinilai menjadi waktu yang tepat bagi dua perusahaan layanan transportasi berbasis teknologi di Indonesia yakni Gojek dan Grab, untuk merger. Selain meningkatkan valuasi, merger ini juga bisa meningkatkan kemampuan perusahaan memperoleh laba. 

Wacana merger dua decacorn itu dikabarkan The Financial Times yang berbasis di Inggris. Namun pihak manajemen Gojek maupun Komisaris Gojek Pandu Sjahrir enggan menanggapinya. Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, jika merger benar terwujud hal itu akan jalan meraup untung. Secara likuiditas tentu akan lebih baik. Prospek di mata investor juga semakin menarik karena valuasi semakin besar.

Traveloka Clean Topang Promosi dan Peningkatan Bisnis Wisata

ayu.dewi 14 Aug 2020 Kompas, 14 Agustus 2020

Sejak meluncurkan kampanye Traveloka Clean Partners Juni 2020, penjualan produk layanan Traveloka meningkat hingga 200% meliputi hotel, transportasi antar jemput bandara dan rental, serta destinasi wisata berlabel traveloka clean

CMO Traveloka dan CEO Traveloka Experince Christian Suwarna mengemukakan, Traveloka menggandeng 2.000 mitra di 240 kota di tanah air untuk berkomitmen memenuhi standar protokol kebersihan, kesehatan dan keamanan sesuai ketetapan pemerintah. Traveloka juga menawarkan harga paket wisata yang miring, fleksibilitas perjalanan (buy now stay later), pembayaran di belakang (buy now pay later) serta kemudahan pejadwalan ulang perjalanan.