;
Tags

Investor

( 183 )

Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas

HR1 30 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)
Tren investasi hulu migas Indonesia memang positif dalam lima tahun terakhir dan masih memikat investor global, dengan kembalinya TotalEnergies ke sektor migas nasional menjadi sinyal kepercayaan yang sangat penting. Masuknya TotalEnergies diharapkan memicu minat investor kelas dunia lain untuk berinvestasi di Indonesia.

Pemerintah merespons tren ini dengan memperluas fleksibilitas kontrak, memperbaiki skema fiskal, dan menyederhanakan perizinan. Namun, seperti dicatat para pelaku industri, geliat investasi belum diimbangi capaian teknis di lapangan: hingga April 2025, realisasi pengeboran sumur eksplorasi baru baru mencapai 20,51% dari total capaian 2024, jauh dari target ideal kuartalan. Kegiatan seismik bahkan lebih lambat.

Hal ini menegaskan masih adanya kendala struktural seperti tumpang tindih regulasi, proses perizinan yang lamban, dan kepastian hukum yang lemah. Menurut pelaku industri, reformasi yang sudah dilakukan pemerintah perlu diperkuat lebih jauh agar Indonesia bisa bersaing dengan negara tetangga. Insentif saja tidak cukup; investor juga menuntut tata kelola yang efisien, adil, dan kredibel.

Jika pemerintah serius mengejar target swasembada energi dalam lima tahun ke depan, pembenahan struktural di sektor hulu migas tak bisa ditunda lagi. Investasi yang deras harus diimbangi dengan keberanian membenahi ego sektoral, memperkuat kepastian hukum, dan memastikan kebijakan yang konsisten serta mendukung iklim investasi yang sehat dan kompetitif.

Pemerintah akan Menjaga Laju Invetasi Asing

KT1 25 Jun 2025 Investor Daily
Pemerintah yakin geliat investasi asing (foreign direct investment/FDI) di dalam negeri tetap berjalan meskipun perekonomian  global sedang tertekan karena dampak konflik di Timur Tengah. Namun, pemerintah tetap harus melakukan pembentukan agar Indonesia  bisa menjadi daerah tujuan investasi primadona di mata investor asing. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan kepala Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)  Rosan Perkasa Reoslani menilai, kinerja investasi asing tetap berjalan dalam gejolak perekonomian global yang terjadi saat ini. Meski demikian pemerintah juga melakukan perbaikan regulasi agar meningkatkan iklim investasi di Tanah Air. "Sejauh ini kami belum melihat dampaknya ke FDI, tetapi ini semua masih berjalan," kata Rosan. Pemerintah tidak menutup mata bahwa investasi asing kerap kali terhambat  oleh birokrasi yang berliku. Oleh karena itu, pemerintah konsisten melakukan perbaikan regulasi agar investasi Indonesia tetap menarik di mata investor asing. Apalagi, negara lain juga terus memperbaiki kebijakan terkait investasi. Saat ini investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi terbesar kedua setelah konsumsi rumah tangga. (Yetede)

Semakin Banyak Investasi Bakal Masuk IKN

KT1 11 Jun 2025 Investor Daily (H)
 Di tengah dinamika ekonomi global, minat investor asing untu menanamkan modalnya di Ibu Kota Nusantara (IKN) makin bertambah. Otorita IKN memaparkan, investor dari AS hingga Spanyol  tengah menjejaki untuk membangun hunian di IKN dengan indikasi nilai investasi sekitar Rp63,3 triliun. Peningkatan minat investor dalam dan luar negeri terus terlihat, seiring dengan penguatan tata kelola serta penyederhanaan proses skema kerja sama pemerintah dengan badan saha (KPBU) yang dilakukan dalam beberapa kuartal terakhir. Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuldjono menjelaskan, berbagai proses investasi kini diarahkan untuk menjalankakn lebih ringkas dan efisien, tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. "Prinsip kehati-hatian tetap terjaga, namun hambatan birokratis yang tidak perlu akan diminimalkan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga," kata Basuki. Penguatan tata kelola tersebut melalui implementasi KPBU undolicted sektor hunian, dengan telah tuntasnya proses mendapat persetujuan availability payment (AP) dan penjaminan pemerintah dari Kementerian keuangan (Kemenkeu) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) untuk dua proyek utama. (Yetede)

Meningkatkan Kepercayaan Investor Asing

HR1 09 Jun 2025 Kontan (H)

Pada paruh pertama tahun 2025, pasar saham Indonesia—terutama saham perbankan berkapitalisasi besar—mengalami tekanan dari aksi jual signifikan oleh sejumlah hedge fund global, seperti JP Morgan, Blackrock, Vanguard Group, dan FMR LLC. Total aksi jual bersih investor asing tercatat mencapai Rp 49,89 triliun, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tumbuh tipis sebesar 0,47% secara YtD.

Penurunan peringkat saham Indonesia oleh Morgan Stanley (MSCI) dari equal weight menjadi underweight turut memperlemah kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia. Dampaknya terlihat jelas pada saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI), di mana JP Morgan mengurangi kepemilikannya sebesar 53% dan FMR LLC sebesar 43,14% dalam setahun terakhir. JP Morgan juga menurunkan rekomendasinya untuk BBRI menjadi netral, mengutip masalah kualitas aset akibat kredit Kupedes.

Namun demikian, manajemen BBRI yang dipimpin oleh Hery Gunardi bergerak aktif memulihkan kepercayaan investor global, termasuk dengan mengikuti acara US Investor Meeting di kantor pusat JP Morgan, New York. Hery memaparkan strategi lima tahun ke depan BBRI, yang meliputi transformasi dari sisi pendanaan, peningkatan dana murah dari segmen konsumer dan UKM, serta penguatan penghimpunan DPK dari sektor wholesale banking.

Dari sisi regulator, Direktur Utama BEI Iman Rachman juga proaktif menjumpai investor institusi di Hong Kong untuk menarik kembali minat investasi terhadap saham-saham domestik.

Sementara itu, Nafan Aji Gusta, Senior Investment Information dari Mirae Asset Sekuritas, tetap optimis terhadap prospek jangka panjang sektor perbankan Indonesia. Ia merekomendasikan beli untuk saham BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, dan akumulasi beli untuk BRIS.

Meskipun aksi jual hedge fund global memberi tekanan terhadap saham-saham perbankan Indonesia, langkah proaktif dari pihak regulator dan manajemen emiten seperti BBRI menunjukkan upaya nyata dalam mengembalikan kepercayaan pasar. Tokoh kunci dalam dinamika ini adalah Hery Gunardi (BBRI), Iman Rachman (BEI), dan Nafan Aji Gusta (Mirae Asset).

Musim Dividen, Investor Panen Cuan

HR1 27 May 2025 Bisnis Indonesia

Sedikitnya 26 emiten dijadwalkan membayarkan dividen final pada pekan ini, yakni periode 26–30 Mei 2025, dengan beberapa perusahaan menyiapkan dana dividen dalam jumlah besar serta yield yang menarik bagi para investor. PT United Tractors Tbk. (UNTR), bagian dari Grup Astra, menjadi emiten dengan pembagian dividen final terbesar pekan ini, yaitu sebesar Rp5,38 triliun. Presiden Direktur UNTR mencatat bahwa dividen ini didukung oleh kinerja sektor alat berat dan pertambangan yang solid, dengan laba bersih tahun lalu mencapai Rp19,53 triliun. Dividen per saham UNTR sebesar Rp1.487 menghasilkan yield sekitar 6,84%.

PT Surya Citra Media Tbk. (SCMA) juga akan membagikan dividen final senilai Rp1,14 triliun atau Rp18 per saham, dengan yield mencapai 10,71% berdasarkan harga saham terakhir. SCMA mencatat kenaikan laba bersih hingga 77,7% dan membagikan dividen tambahan dari laba ditahan, yang menegaskan performa keuangan perusahaan yang kuat.

Selain itu, tiga emiten lain yang akan membagikan dividen final besar adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan total dividen Rp1,77 triliun, PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) dengan Rp1,29 triliun, serta PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) yang menyiapkan dana dividen final sebesar Rp1,05 triliun, dengan pembayaran dijadwalkan pada 19 Juni 2025.

Momentum pembagian dividen yang menarik ini diharapkan menjadi stimulus positif bagi pasar saham dan mencerminkan bahwa kinerja emiten-emiten tersebut tetap dalam kondisi prima. Para investor pun memanfaatkan periode cum dividen yang padat untuk mengakumulasi saham dengan potensi imbal hasil yang menggiurkan.


Juni Rawan Koreksi IHSG, Investor Waspada

HR1 26 May 2025 Kontan (H)
Tren penurunan bursa saham yang biasa terjadi pada bulan Mei atau dikenal dengan istilah sell in May and go away kali ini tidak terjadi, ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,61% sepanjang Mei 2025, mencapai posisi 7.214,16. Hal ini dipengaruhi oleh kembalinya dana asing (capital inflow) dan beberapa sentimen positif, seperti meredanya perang tarif antara China dan Amerika Serikat serta penurunan peringkat kredit AS yang memicu realokasi aset dan memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen positif tersebut membuat pelaku pasar lebih berani berinvestasi di aset berisiko, termasuk saham. Namun, Nico juga mengingatkan bahwa batas waktu penundaan tarif AS selama 90 hari akan berakhir Juni mendatang, sehingga ada potensi koreksi IHSG dan menyarankan investor untuk melakukan profit taking sekitar 50% sambil memantau kondisi pasar.

Sementara itu, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa meski meredanya perang dagang masih menopang IHSG, penguatan sudah mulai terbatas dan IHSG rawan berbalik arah. Audi juga mengingatkan risiko efek domino dari utang AS yang memuncak dan tingginya harga aset safe haven seperti emas, yang mencerminkan pasar lebih defensif.

Analis dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai ruang penguatan IHSG terbatas karena valuasi saat ini sudah tidak murah, dengan PER hampir 16 kali. Wafi memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.300 hingga akhir Mei, sementara Nico memproyeksikan kisaran 7.110–7.300 pada Juni, dengan sektor bahan baku, transportasi, dan infrastruktur sebagai sektor yang menarik.

Meski Mei 2025 menunjukkan penguatan yang berbeda dari tren historis, para analis mengingatkan adanya potensi koreksi di bulan Juni dan menyarankan kehati-hatian bagi investor.

RI Gaet Modal Thailand untuk Proyek Strategis

HR1 20 May 2025 Bisnis Indonesia

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk mempererat hubungan strategis Indonesia-Thailand melalui sektor energi dan investasi. Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra di Government House, Prabowo secara terbuka mengundang entitas asal Thailand untuk berpartisipasi dalam pengembangan sektor energi di Indonesia, termasuk transisi ke energi bersih dan energi terbarukan.

Sebagai langkah nyata, Indonesia akan mengaktifkan kembali Indonesia-Thailand Energy Forum tahun ini, yang menjadi wadah penting untuk dialog dan kerja sama strategis di bidang energi antara kedua negara. Di sisi lain, kerja sama investasi juga diperkuat melalui pemanfaatan platform sovereign wealth fund (SWF), di mana Indonesia akan menggunakan Danantara sebagai kendaraan utama investasi lintas negara.

Menurut Menteri Luar Negeri Sugiono, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari diplomasi ekonomi kedua negara dan menunjukkan kesiapan Danantara sebagai superholding yang memiliki mandat mengelola investasi strategis. Ia juga menyoroti peran penting Thaksin Shinawatra, mantan Perdana Menteri Thailand sekaligus ayah PM Paetongtarn, yang kini menjadi bagian dari Dewan Pengawas Danantara, sebagai simbol kedekatan dan kepercayaan antara kedua negara.

Secara keseluruhan, langkah Presiden Prabowo ini mencerminkan arah kebijakan luar negeri yang pro-investasi dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui kemitraan regional yang inklusif, strategis, dan berkelanjutan.


IHSG Berpotensi Menguat

KT1 19 May 2025 Investor Daily (H)
IHSG dan BEI berpotensi melanjutkan penguatan pada pekan ini, setelah naik 4,01% sepanjang minggu lalu ke posisi 7.106. Arus modal asing yang terus masuk (foreign inflow), optimisme investor terhadap perekonomian Indonesia, dan tekanan beli yang tetap kuat, membuat pergerakan IHSG di pekan ini akan dinaungi  banyak sentimen positif.  "Kami melihat IHSG memiliki peluang cukup besar untuk mengalami kenaikan dan konsistensi berada di atas 7.000. IHSG untuk bermain di level 7.000-7.120," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus kepada Investor Daily. Niko melihat, asing mulai percaya dan yakin untuk masuk ke emerging market, tidak terkecuali Indonesia. Perlahan tapi pasti,  stabilnya  pasar global juga telah mendorong IHSG untuk bisa terus mengalami penguatan, meski bukan berarti  ketidakpastian sudah berkurang. Dari dalam negeri, lanjut dia, pertemuan BI pada 21 Mei mendatang, memberikan peluang untuk pemangkasan tingkat suku bunga cukup terbuka, di tengah mulai timbulnya optimisme pelaku pasar dan investor terhadap perekonomian Indonesia. (Yetede)

Investor Asing ke IKN Terus Bergulir

KT1 16 May 2025 Investor Daily

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di IKN di kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, masih terus bergulir. Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono mengatakan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ayedh untuk berinvestasi di IKN  setelah melalui penandatanganan Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan Otorita IKN. “Kami menyambut baik niat investasi dari Dejem Group yang sejalan dengan visi pembangunan IKN seagai kota berkelanjutam dan saya perlu sampaikan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk berinvestasi di IKN,” kata Basuki. Penandatanganan NDA ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Otorita IKNm Basuki Hadimuljono, dan delegasi Ayedh Dejem Group yang dipimpin oleh Chairman Ayedh Dejem Group. Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Pendanaan  dan Investasi  Otorita IKN, Agung WIcaksono, dan CEO Dejem , Zed  Ayesh serta turut disaksikan oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Manurut Basuki, Dejem Group menyatakan minat untuk berinvestasi di atas lahan seluas 10 hektare  di wilayah IKN. “Lahan tersebut dirancanakan untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan dan kawasan campuran (mixed-use) yang terletak secara strategis di area tanpa pusat perbelanjaandan kawasan campuran (mixed-use) yang tercetak secara strategis di area tanpa pusat 5 km," papar Basuki. (Yetede)

 

Kolaborasi Jaga Iklim Investasi tetap Kondusif Bagi Investor

KT1 16 May 2025 Investor Daily
Pemerintah berjanji melakukan langkah proaktif untuk menjaga iklim investasi tetap kondusif dan menarik bagi investor. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Totodua Pasaribu menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk memastikan kelancaran investasi PT Chandra Asri Alkali (CAA) sebagai salah satu pilar penting dalam upaya hilirisasi industri nasional. "Negara harus memberikan jaminan, baik ke dalam maupun ke luar terhadap investasi yang ada di negara kita, agar investasi kondusif dan berkelanjut," ujar dia. Totodua menegaskan bahwa apa yang saat ini terjadi di Banten harus  menjadi perhatian semua pihak dan perlu diantisipasi dengan baik. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Investasi, beserta jajarannya pemerintah dan aparat terkait akan melakukan langkah cepat dan konkret untuk menjamin kelancaran implementasi proyek investasi. "Kami menyesali terhadap kejadian yang di Cilegon dan itu nanti diserahkan kepada aparat hukum. Dalam hal ini, Polda Provinsi Banten yang akan turun melakukan proses pemeriksaan dan hasilnya seperti apa itu ranah penegak hukum. Namun nanti ke depannya kami ingin memberikan konteks efek jera terhadap aksi yang tidak benar untuk menjaga iklim investasi di negara kita," kata dia. (Yetede)