Investor
( 183 )Perubahan Indeks MSCI Disorot Investor
Menguatkan Kepercayaan Investor di Tengah Tantangan Ekonomi
Pemerintahan Kabinet Merah Putih yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah memulai langkah-langkah signifikan dalam menghadapi tantangan ekonomi, dengan fokus pada sektor riil dan pasar keuangan. Meskipun baru dua pekan menjabat, Presiden Prabowo sudah melakukan konsolidasi pemerintahan dengan rapat-rapat terbatas guna merumuskan langkah-langkah strategis. Salah satu perhatian utama adalah penyelamatan perusahaan tekstil besar, PT Sritex, yang menghadapi masalah gagal bayar utang, yang menunjukkan upaya nyata pemerintah untuk mendukung industri yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Di pasar keuangan, arus investasi asing menunjukkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia, dengan pembelian Surat Utang Negara (SUN) yang mencapai rekor tertinggi sejak 2017. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, yang juga didorong oleh laporan keuangan positif dari sejumlah emiten besar, seperti bank-bank negara. Meski demikian, pelaku pasar tetap mengharapkan terobosan dan inovasi dari kabinet baru untuk memperkuat iklim investasi, mengingat tantangan terkait koordinasi dan birokrasi antar kementerian yang masih perlu diselesaikan.
Dengan mempertahankan figur-figur kunci seperti Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan, pemerintahan Prabowo diharapkan dapat menjaga kepercayaan pasar dan terus menarik lebih banyak investasi. Keberhasilan kabinet dalam menjaga stabilitas politik dan ekonomi akan menjadi faktor penting dalam memastikan prospek ekonomi Indonesia yang positif di masa depan.
Lender Investree Mengharapkan Pengembalian Dana
RI Berhasil Menarik Investor di Sektor TIK
Bahkan, pemerintah terus mendorong pemanfaatan inovasi bisnis untuk meningkatkan peluang sektor digital nasional. “Saya berharap Kadin Indonesia juga pelaku industry dapat meningkatkan nilai tambah Indonesia dalam rantai pasok global. Ini guna memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Budi Arie. Menurut dia, perkembangan teknologi yang pengembangannya, penerapan praktis, atau keduanya yang masih belum terwujud (emerging technologies) yang juga membuka banyak peluang inovasi dan investasi. Sebagai contoh, pengembangan teknologi 4G Advance yang memungkinkan ultra reliable law latency communication hingga artificial intelegence (AI) untuk produktivitas dan efisiensi proses bisnis. (Yetede)
Kenaikan jumlah investor di pasar modal
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menambahkan, BEI berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia dengan memberikan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat luas, termasuk generasi muda. ”Regenerasi investor di pasar modal kita menunjukkan angka yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa anakmuda semakin melek keuangan dan investasi, dan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia,” kata Jeffrey. BEI dan segenap otoritas di pasar modal, lanjutnya, terus menginisiasi peningkatan literasi keuangan masyarakat, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), baik daring maupun luring, untuk umum atau institusi dan komunitas. BEI juga mendirikan Galeri Investasi (GI) di sejumlah universitas dan anggota bursa di seluruh Indonesia. Kampanye#AkulnvestorSaham juga menjadi bagian penting dari strategi BEI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan investor lokal. (Yoga)
Panjang Jalan Tol Dikurangi Demi Menarik Investor
Tidak semua proyek jalan tol di Indonesia berjalan mulus. Pasalnya, ada sejumlah lelang jalan tol yang ternyata belum dilirik investor. Inilah yang membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melelang ulang beberapa proyek jalan tol lantaran gagal mendapatkan investor. Dari dokumen lelang Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, setidaknya ada tiga jalan tol yang dilelang ulang. Ketiga jalan bebas hambatan itu adalah ruas tol Sentul Selatan-Karawang Barat, tol Gedebage-Tasikmalaya-Ciamis dan tol Gilimanuk-Mengwi. "Masih dalam evaluasi untuk lelang kembali atau lelang ulang," ungkap Tulus Abadi, Anggota BPJT dari Unsur Masyarakat kepada KONTAN, Kamis (26/9). Untuk proyek tol Gilimanuk-Mengwi sepanjang 96,84 kilometer, biaya pembangunannya membengkak dari Rp 24,6 triliun menjadi Rp 25,4 triliun. Berikutya proyek tol Gedebage Tasikmalaya-Ciamis (Getaci) kembali ditender ulang. Pasalnya, dua konsorsium yang berminat membangun tol tersebut ternyata tidak lolos prakualifikasi.
Dus, secara teknis jalan tol Getaci batal menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia. Jadi, mengacu data BPJT, ruas jalan tol Getaci hanya akan terbentang sepanjang 108,3 kilometer dengan nilai investasi Rp 37,64 triliun.
Setali tiga uang, jalan tol Sentul Selatan-Karawang Barat juga kembali dilelang ulang setelah gagal mendapatkan investor pada lelang sekitar Februari 2022. Jalan tol sepanjang 61,5 km ini menelan investasi Rp 15,37 triliun.
Pengamat Infrastruktur dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menilai investor tertarik terhadap proyek jalan tol karena dua hal.
Pertama, terkait bangkitan lalu lintas dari jalan tol tersebut.
Kedua
, daya beli masyarakat alias kemampuannya dalam membayar tarif tol.
Syarat lainnya, pemerintah daerah juga dituntut berkontribusi untuk bisa membuat pengembangan kawasan ekonomi baru di koridor jalan tol.
Investor Incar Global Bond dengan Imbal Hasil Tinggi
Di tengah tumpukan utang yang menggunung, pemerintah nampaknya perlu mencari dana untuk membayar utang. Penerbitan Surat Utang Negara (SUN) jadi pilihan. Terbaru, pemerintah mengeluarkan SUB dalam denominasi mata uang asing ( dual currency ) yakni dolar AS (USD) dan SUN Sustainable Development Goals (SDG) dalam euro (EUR) Rabu (4/9) lalu. Nilai penerbitan masing-masing US$ 1,8 miliar dan 750 juta. Dalam rupiah, total nilai penerbitan sekitar Rp 40 triliun. Global bond itu tiga tenor, yakni 8 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun. Masing-masing kuponnya 3,65%, 4,75% dan 5,15%. Catatan Kementerian, posisi utang pemerintah di era Jokowi mencapai Rp 8.502,69 triliun pada akhir Juli 2024. Adapun total utang jatuh tempo di 2025 Rp 800,33 triliun. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual mencermati penerbitan surat utang di tengah kenaikan utang memang berisiko. Salah satunya risiko refinancing. Jika dibandingkan dengan negara peers seperti Malaysia dan Thailand, secara historis negara-negara itu menawarkan yield yang lebih rendah dari Indonesia. Adapun SUN tenor 10 tahun, David memprediksi akan ada di kisaran 6,2%-7% di akhir 2024.
"Secara keseluruhan profil utang masih cukup aman seiring dengan kondisi ekonomi yang cukup terjaga, tercerminkan dari penilaian S&P dan Fitch yang tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada BBB dengan
outlook
stabil," kata David kepada KONTAN, Senin (9/9).
Sementara itu Direktur
& Chief Investment Officer Fixed Income
Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra, Nazula mengatakan, dengan ekspektasi pemangkasan Fed rate akan mendorong imbal penurunan hasil US Treasury. "Kondisi ini menjadi sentimen positif untuk
global bond
Indonesia, terbukti dari
orderbook
yang
oversubscribe
," kata Ezra, Senin (9/9).
Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan, total
order book
surat utang pemerintah itu mencapai US$ 8,5 miliar dan 3 miliar.
Chief Dealer Fixed Income & Derivatives
Bank Negara Indonesia (BNI) Fudji Rahardjo juga mengatakan, penerbitan
global bond
ini menjadi menarik karena arah suku bunga ke depan diproyeksi akan turun.
Investor Kakap Asia Menanamkan Modalnya ke Wika Beton
Investor China Akuisisi Multifinance Lokal
Pendiri Ramai-ramai Keluar dari GoTo, Investor ”Wait and See”
Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk berada di zona terendah sepanjang perusahaan itu tercatat di bursa pada April 2022. Perombakan jajaran direksi sampai komisaris di gabungan perusahaan start up itu masih membuat investor wait and see terhadap rencana perusahaan ke depan. Pada pembukaan perdagangan bursa, Rabu (12/6) saham GoTo dibuka pada harga Rp 53 per lembar, berkurang nyaris 100 % dibanding rata-rata harga pada 2024, juga jauh lebih rendah daripada harga penawaran saham perdana mereka Rp 388. Analis Kiwoom Sekuritas, Miftahul Khaer, memprediksi, dalam waktu dekat harga saham GoTo masih ada di fase terendahnya. Ia menilai, investor masih menanti rencana kinerja GoTo seusai perombakan struktur kepengurusan di perusahaan tersebut.
”Saham GoTo akhir-akhir ini terus mengalami tekanan, salah satunya datang dari sentiment perombakan jajaran direksi dan komisaris GoTo. Kami sendiri belum melihat adanya rencana bisnis di balik aksi tersebut,” tuturnya, Rabu. Perubahan struktur pejabat tinggi GoTo resmi diumumkan pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS luar biasa (RUPSLB), di Jakarta, Selasa (11/6). Rapat itu memutuskan bahwa masa jabatan pendiri gabungan Go-Jek dan Tokopedia yang tersisa telah selesai. Dua orang di antaranya adalah pendiri Tokopedia, William Tanuwijaya, dan eks Presiden Tokopedia Melissa Siska Juminto, masing-masing terakhir menjabat komisaris dan direktur. Pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri pendiri Go-Jek, Andre Soelistyo, yang sebelumnya komisaris perseroan.
Rapat juga menyetujui pengalihan saham seri B dari pejabat yang pergi kepada Patrick Sugito Walujo, yang saat ini menjadi Dirut GoTo. Saham seri B adalah saham dengan hak suara multipel (multiple voting shares) yang dibuat oleh OJK. Saham seri adalah saham untuk mengakomodasi perusahaan yang ingin menciptakan ekonomi baru dan bertujuan melindungi visi-misi perusahaan mengembangkan usahanya. Pada rapat Selasa, Patrick menyampaikan persetujuan rencana pembelian kembali atau buyback saham GoTo di publik. Perseroan berencana mengeluarkan maksimal 200 juta USD atau Rp 3,2 triliun untuk membeli sebagian kecil dari kapitalisasi saham mereka yang saat ini senilai Rp 63 triliun, 78 % dikuasai masyarakat. Pembelian kembali saham dilakukan maksimal 12 bulan setelah 11 Juni 2024. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat
15 Mar 2023 -
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
17 Mar 2023









