Investor
( 183 )Penarikan Modal Investor Masih Tinggi
Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menurun signifikan dalam sebulan terakhir hingga akhir Mei 2024. Aksi penarikan modal oleh investor pasar modal masih tinggi disebabkan kekhawatiran kebijakan suku bunga yang akan turun lebih lama. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menyampaikan, IHSG melemah 3,64 % dalam sebulan terakhir. Tren koreksi tersebut menyumbang penurunan signifikan sepanjang 2024. ”Di pasar saham IHSG terkoreksi 4,15 % year to date ke level 6.970,74,” papar Inarno dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Senin (10/6) di Jakarta.
Pelemahan sepanjang tahun berjalan bersamaan dengan nilai penjualan bersih saham atau net sell sebesar Rp 6,25 triliun. Nilai kapitalisasi di pasar modal pun hanya naik 1,29 % menjadi Rp 11.825 triliun sejak awal tahun 2024. Sementara pada penutupan perdagangan Senin (10/6), IHSG ditutup di level 6.921,54 atau sedikit menguat dari perdagangan pada hari terakhir pekan lalu yang sebesar 0,34 %. Kapitalisasi saham tercatat turun menjadi Rp 11.637 triliun per hari ini. Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam laporan analisisnya menjelaskan, pergerakan IHSG mengikuti tren bursa regional Asia yang cenderung masih tertekan sikap pelaku pasar saham yang berhati-hati menjelang keputusan suku bunga bank sentral AS, The Fed, di pekan ini. (Yoga)
Jakarta Tetap Menarik bagi Investor
Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro mengatakan, UU Daerah
Khusus Jakarta (UU DKJ) mengembangkan Jakarta menjadi pusat perdagangan dunia.
Sebab, lebih dari 17 % PDB nasional dihasilkan di Kota Jakarta. Setelah tak
lagi menjadi ibu kota, Jakarta mendapatkan kewenangan khusus menjadi pusat
perdagangan, pusat kegiatan layanan jasa dan keuangan, serta kegiatan bisnis
nasional, regional, dan global. Meski berubah status, Jakarta diproyeksi tetap
menarik bagi investor. ”Kami menaruh harapan banyak agar kewenangan yang
diberikan ini mampu mengembangkan DKJ sebagai pusat perdagangan dunia, bukan hanya
mempertahankan posisi DKJ sebagai pusat perdagangan RI,” kata Suhajar dalam
diskusi daring Forum Merdeka Barat 9 bertajuk UU DKJ: Masa Depan Jakarta
Pasca-Ibu Kota di Jakarta, Senin (22/4).
Menurut Suhajar, dalam UU DKJ, pemerintah bersama DPR memberikan
banyak kewenangan khusus kepada Jakarta di berbagai bidang, salah satunya
perdagangan, yang meliputi kewenangan perizinan dan pendaftaran perusahaan di
bidang perdagangan, stabilitas harga barang kebutuhan pokok dan barang penting,
pengembangan ekspor, serta standardisasi perlindungan konsumen. Selain sebagai
regulasi pendukung transisi pemerintah menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), menurut
Suhajar, UU DKJ ditujukan untuk pemerataan pembangunan. Oleh sebab itu, minimal
5 % dari APBN wajib disalurkan sampai ke kelurahan. Suhajar mengatakan, kebijakan
itu merupakan salah satu wujud kesepakatan antara pemerintah dan DPR untuk memberi
ruang, akses, dan peluang lebih besar bagi pemerintah DKJ untuk berkembang. (Yoga)
Meredam Aksi Jual Investor
Kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas memengaruhi transaksi di pasar saham. Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama sepekan kemarin ditutup turun. Rencana sejumlah emiten membagikan dividen tak cukup menahan aksi jual investor. IHSG pada perdagangan kemarin melemah 1,1% ke level 7.087.31 dibandingkan dengan perdagangan Kamis (19/4) di posisi 7.166, 81. Sementara, bila dilihat selama sepekan, dimulai dari akhir perdagangan sebelum libur Idulfitri yaitu di Jumat (12/4), IHSG turun sebesar 2,2% dari 7.247,06. Tak hanya IHSG, nilai tukar rupiah pun masih bertahan di level Rp16.000 pada perdagangan kemarin.
Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia menyatakan akan melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Ketegangan Israel-Iran juga berdampak terhadap kenaikan harga minyak dunia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bahkan memperkirakan adanya pembengkakan subsidi dan kompensasi bahan bakar minyak dari Rp160,91 triliun menjadi Rp249,86 triliun apabila harga minyak mentah Indonesia naik menjadi US$100/Bbl dengan asumsi rupiah di level Rp15.900.
Dampak terhadap perekonomian baik domestik maupun global tentunya menjadi pertimbangan investor dalam bertransaksi. Kekhawatiran meluasnya konflik di Timur Tengah membuat sejumlah pemodal menahan diri, itu terlihat dari nilai dan volume transaksi yang tidak terlalu besar. Dari data Bursa Efek Indonesia diketahui sebanyak 115 saham menguat, sedangkan 456 saham melemah, dan 204 saham stagnan. Beberapa saham yang menguat yaitu saham migas PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 3,67% ke level Rp1.555. Disusul emiten migas PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) naik 0,93% ke level Rp218 per saham. Konflik yang terjadi di negara penghasil minyak dan gas tentu akan berdampak terhadap perekonomian global.
Meski Indonesia mampu melalui tantangan dan menorehkan catatan yang cukup baik pada 2023, tahun ini kondisi yang dihadapi tidak lebih ringan dibandingkan tahun lalu. Pencapaian ekonomi Indonesia pada 2023 yang tumbuh di atas 5% atau sebesar 5,05% lebih rendah dibandingkan dengan ca Pasar modal sangat sensitif terhadap isu, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Arus modal yang dengan mudah keluar dan masuk harus diantisipasi dengan berbagai kebijakan yang mampu menjaga optimisme investor. paian 2022 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,31%, harus terus dijaga.
Optimisme Investor ke IKN Meningkat Pascapemilu
Presiden Jokowi Harap Investasi Masuk Kembali
Seusai hari pencoblosan Pemilu 2024, Presiden Jokowi mengharapkan
arus modal kembali masuk sehingga mampu membuat iklim investasi semakin lebih baik.
”Banyak pelaku bisnis yang kemarin masih menunggu pemilu. Wait and see karena
agak khawatir dengan politik yang memanas menjelang pelaksanaan pemilu. Tetapi,
sekarang, alhamdulillah, pemilu berjalan dengan lancar, masyarakat berbondong-bondong
ke TPS juga dengan riang gembira,” kata Presiden saat memberikan sambutan pada
Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2024 di Jakarta, Selasa (20/2).
Dengan terjaganya stabilitas politik dalam negeri, Presiden berharap para
investor kembali masuk sehingga iklim investasi dapat menggeliat lagi. Selain kondisi
politik, industri jasa ke uangan dalam negeri juga turut menunjukkan daya tahan
di tengah perlambatan ekonomi global.
Pada industri perbankan, permodalan tetap terjaga 27,69 %
atau diatas negara-negara tetangga di ASEAN. Kredit perbankan juga tumbuh
hingga 10,38 % secara tahunan atau melebihi level prapandemi. Ekonomi Indonesia
selama 2023 mampu tumbuh 5,05 % secara tahunan dengan inflasi 2,57 %. Pada
periode sama, cadangan devisa tercatat 145 miliar USD dan neraca perdagangan mencatatkan
surplus 36 miliar USD atau Rp 570 triliun. Transaksi berjalan surplus 0,16 %. Dengan
berbagai catatan positif tersebut, Presiden optimistis terhadap laju pertumbuhan
ekonomi nasional pada 2024. Kendati demikian, ia mengingatkan kepada semua pihak
di industri jasa keuangan untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap
pergerakan ekonomi global dan disrupsi teknologi. (Yoga)
IBU KOTA NUSANTARA : Investor Siap Suntik Rp45 Triliun
Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mengungkap delapan investor yang siap menyuntikkan dana mencapai Rp45 triliun untuk membangun hunian bagi aparatur sipil negara di ibu kota baru.Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Otorita IKN Nusantara Agung Wicaksono menjelaskan progres investasi delapan investor untuk proyek dengan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha itu tengah menunggu valuasi studi kelayakan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu).“Hunian untuk ASN (aparatur sipil negara) itu dari delapan investor yang sudah menyelesaikan studi kelayakan sekarang sedang divaluasi oleh Kemenkeu karena ini nanti dari KPBU itu dari capexnya saja minimal Rp45 triliun untuk pembangunan,” jelasnya ditemui di area perkantoran Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (19/2).
Dalam paparan yang dibagikan, investor yang siap menggarap hunian ASN tersebut berasal dari dalam dan luar negeri. Beberapa di antaranya yakni, China, Malaysia dan Indonesia.Berdasarkan catatan Bisnis, salah satu perusahaan asal China yakni Citic Construction yang tergabung dalam Konsorsium Nusantara bersama dengan PT Risjadson Brunsfi eld Nusantara akan membangun sebanyak 60 menara rumah susun untuk Kementerian Pertahanan dan Keamanan dengan investasi sebesar Rp30,8 triliun.
Saham Berorientasi ESG Berprospek Cerah
Saham perusahaan yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan,
sosial, dan tata kelola atau ESG dapat menjadi pilihan bagus bagi investor untuk
mendulang keuntungan lebih. Perusahaan, khususnya yang tercatat di Bursa Efek
Indonesia, dipastikan memiliki fundamen keuangan dan bisnis yang berkualitas.
Prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) yang diterapkan suatu perusahaan
tercatat di bursa atau emiten tidak hanya mementingkan keuntungan finansial, tetapi
juga keuntungan dari tata kelola yang baik dalam hal menjaga lingkungan dan kesejahteraan
masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya global untuk menahan laju perubahan
iklim dan mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB. Retail
Research Analyst CGS International Sekuritas Indonesia, Andrian A Saputra,
mengatakan, ESG harus menjadi faktor nonfinansial yang dipertimbangkan investor
dalam menilai aktivitas bisnis suatu perusahaan. Sejauh ini, ESG telah menjadi
matriks utama investasi dan referensi emiten melaporkan dampak bisnis mereka
yang akan membantu menjaga reputasi perusahaan.
”Ketika berinvestasi, selama ini kita banyak mempertimbangkan
faktor kinerja keuangan, seperti perhatikan net income, liabilitas, dan aspek
keuangan lainnya. Aspek non-financial seperti ESG ini dapat jadi indikator juga
untuk pilih perusahaan selain yang bisa kasih potensi cuan oke, tapi juga
secara bisnis mampu merawatlingkungan," ujar Andrian dalam seminar daring,
Senin (19/2). Investor dalam negeri bisa dengan mudah mengenali perusahaan
lokal yang telah berorientasi ESG dengan membaca daftar emiten di empat Indeks
di Bursa Efek Indonesia (BEI). Empat indeks itu adalah Indeks ESG Leaders
(IDXESGL), ESG Sector Leaders IDX Kehati SRI-Kehati, dan ESG Quality 45 IDX
Kehati. Indeks tersebut mengumpulkan puluhan saham dengan kinerja keuangan dan
likuiditas transaksi baik, termasuk yang bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman
Hayati Indonesia (Kehati). (Yoga)
PENGELOLAAN SAMPAH, Masalah Bertumpuk Bikin Investor Tak Tertarik
Awal tahun ini, warga Kabupaten Bekasi, Jabar, dibuat kalang kabut oleh wacana kenaikan retribusi sampah. Mengutip situs resmi Pemkab Bekasi, besaran kenaikan tarif retribusi sampah rumah tangga mulai dari Rp 11.000 hingga Rp 20.000, bergantung pada klasifikasi rumah. Adin (39) warga Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, menilai cara mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi seharusnya tak hanya bertumpu pada tingkat pungutan retribusi yang dibebankan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah. Limbah sampah seharusnya tidak cuma ditumpuk di tempat pembuangan sampah (TPS), tetapi harus diolah. ”Saya baca berita, banyak masalah di TPS, berarti perlu cari solusi untuk masalah yang ada. Tidak Cuma menambah tarif retribusi untuk ongkos angkut sampah,” ujarnya, Rabu (31/1).
Sampah dari hulu hingga hilir perlu dikelola dan diolah untuk mengurangi jumlah sampah tak terolah yang dapat mengancam keberlangsungan lingkungan. Namun, di sisi lain, manajemen sampah dari hulu hingga hilir membutuhkan pendanaan jumbo. Mengutip data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbunan sampah tahunan pada 2023 mencapai 17,44 juta ton, tapi hanya 66,47 % (11,59 juta ton) sampah yang terkelola dan sisanya, 5,84 juta ton, tidak terkelola. Namun, data ini hanya diambil dari 132 kabupaten / kota di Indonesia. CEO dan Founder Waste4Change Mohamad Bijaksana Junerosano mengatakan, di Indonesia, perdebatan soal besaran retribusi yang ideal masih belum menemukan titik temu. Mirisnya, sebagian besar dana pengelolaan sampah membebani anggaran daerah. Padahal, sampah seharusnya menjadi tanggung jawab setiap individu ataupun organisasi yang menghasilkannya.
”Di Indonesia, tarif retribusi sampah terlalu murah sehingga selalu terjadi kekurangan dana untuk operasional sampah. Di sisi lain, bertambahnya sampah yang dihasilkan oleh masyarakat selalu menjadi tanggungan pemerintah,” ujarnya, Mengutip data KLHK, dalam sehari produksi sampah nasional 175.000 ton, dengan asumsi infrastruktur pengelolaan sampah yang optimal memerlukan investasi senilai Rp 1 miliar untuk setiap ton sampah, maka dibutuhkan dana investasi sebesar Rp 175 triliun. ”Ini bukan angka yang sulit kalau investor berpikir secara jangka panjang, seperti ketika berinvestasi di infrastruktur jalan tol,” kata Ano. Kesemrawutan sistem pendanaan dan belum akuratnya data tentang sampah, menurut dia, menjadi satu hal yang membuat investor enggan masuk ke sektor pengelolaan sampah. Potensi keuntungan lain yang didapat dari skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) juga hilang. (Yoga)
Pemilu Beri Dampak Jangka Pendek, The Fed Lebih Jadi Acuan
Sentimen Pemilu 2024 tidak akan berdampak signifikan terhadap
keputusan investor asing di instrumen investasi berjangka dalam jangka panjang.
Sebab, keputusan berinvestasi oleh para investor cenderung dipengaruhi oleh
arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS atau The Fed. Hal ini mengemuka
dalam acara ”Smart Talk: Shifting Currents” yang diselenggarakan DBS Treasures
Private Client di Jakarta, Rabu (24/1). Salah satu pembicara, DBS Chief Investment
Officer (CIO) Hou Wey Fook, mengatakan, hasil Pemilu 2024 memberikan sedikit
kekhawatiran bagi para investor. Namun, secara historis, dampak pemilu hanya
dirasakan dalam jangka pendek dan tidak berpengaruh signifikan terhadap
perekonomian hingga periode satu tahun.
”Bagi investor, yang terpenting pemilu dapat berlangsung secara
kondusif. Di sisi lain, para kandidat juga bisa dibilang sudah cukup dikenal
oleh para investor atau bukan orang yang sama sekali baru. Siapa pun yang
menang, dampaknya relatif tidak signifikan,” katanya. Para investor, akan
melihat pertumbuhan ekonomi nasional dan arah kebijakan ekonomi yang akan diterapkan
oleh pemimpin selanjutnya. Terkait kondisi perekonomian domestik ke depan, para
investor asing masih tertarik terhadap Indonesia. Berdasarkan data setelmen
sejak awal 2024 hingga 18 Januari, modal asing mengalir masuk ke Indonesia
senilai Rp 29,22 triliun, terdiri dari beli neto investor asing sebesar Rp 5,72
triliun di pasar surat berharga negara (SBN), beli neto investor asing di pasar
saham sebesar Rp 9,83 triliun, serta beli neto investor asing di Sekuritas
Rupiah BI sebesar Rp 13,67 triliun. (Yoga)
EKOSISTEM KENDARAAN LISTRIK : Karpet Merah untuk EV Vietnam
Pemerintah memastikan komitmennya untuk mendukung dan mempermudah proses investasi produsen otomotif asal Vietnam, VinFast dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.Presiden Joko Widodo mengatakan, kehadiran VinFast di Indonesia bakal membuat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air lebih berkembang. Kehadiran kendaraan listrik dari perusahaan asal Vietnam itu pun nantinya bisa tersambung dengan industri baterai kendaraan listrik.“Kami mendukung penuh rencana investasi VinFast di Indonesia. Nanti kalau ada hal-hal yang berkaitan dengan izin, bisa tanya ke menteri [terkait],” katanya akhir pekan lalu.Menteri Perindustri Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, ada sejumlah insentif yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan kendaraan listrik yang mau berinvestasi di Indonesia, yakni tax holiday, tax allowance, insentif bea masuk, dan insentif pajak penjualan atas barang mewah atau PPnBM.
“Pada tahap produksi, perusahaan juga bisa memanfaatkan fasilitas tarif 0% untuk skema impor CKD [completely knock down] atau incompletely knock down [IKD] yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 29/2023,” katanya.
VinFast sendiri berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar US$1,2 miliar agar bisa memproduksi kendaraan listrik di Indonesia. Iklim investasi di dalam negeri yang kondusif menjadi alasan utama perusahaan tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan untuk membangun pabriknya.Saat ini, VinFast sedang mencari lokasi yang cocok untuk mendirikan pabriknya, karena membutuhkan lahan sekitar 240 hektare. Nantinya, kapasitas pabrik kendaraan tersebut diperkirakan mencapai 50.000 unit kendaraan listrik per tahun, dengan target penyerapan tenaga kerja sebanyak 1.000—3.000 orang.
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
Tren Thrifting Matikan Industri TPT
13 Mar 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









