Investor
( 184 )Kepercayaan Investor Perlu Dijaga
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
pada Kamis (20/3) ditutup menguat 1,11 % ke level 6.381 dibandingkan perdagangan
hari sebelumnya. Nilai penjualan bersih saham oleh investor asing tercatat Rp
499 miliar. Aksi jual saham oleh investor asing mulai mereda, dari Rp 2,5
triliun pada Selasa (18/3) menjadi Rp 910 miliar pada Rabu (19/3). Tekanan jual
yang deras pada Selasa lalu sempat membuat IHSG terperosok hingga minus 6 % ke
level 6.076 pada sesi pertama perdagangan. Akibatnya, bursa harus menghentikan
perdagangan sementara atau trading halt, sesuai regulasi yang diberlakukan
sejak pandemi Covid-19.
Meskipun IHSG kini berangsur pulih,
pengamat pasar modal, Alfred Nainggolan, menilai, pemerintahan baru perlu memberikan
perhatian lebih terhadap dinamika pasar modal. Dalam dua dekade terakhir, pasar
modal Indonesia telah berkembang pesat dan menjadi pilar penting dalam pendanaan
pembangunan ekonomi, berdampingan dengan sektor perbankan. Kesadaran masyarakat
terhadap investasi juga semakin meningkat. ”Jangan sampai ini pupus karena
pasar tidak merasakan kehadiran pemerintah,” ujarnya. Merespons koreksi pasar
saham yang terjadi, pemerintah perlu bertindak cepat dalam menangani isu-isu
besar terkait ekonomi, politik, dan pasar modal. Penurunan harga saham yang signifikan
mencerminkan kekhawatiranpasar terhadap stabilitas ekonomi dan politik. (Yoga)
Presiden Akan Temui Investor untuk Redam Gejolak
Presiden Prabowo akan menemui investor
untuk menyikapi gejolak di pasar modal Indonesia, selain itu, disiplin fiskal
akan dijaga pemerintah untuk memastikan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG
bisa stabil dan kepercayaan investor tetap kuat. Hal ini disampaikan Ketua Dewan
Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan seusai mengikuti rapat yang
dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/3). Rapat itu digelar sehari setelah penurunan
drastis IHSG, Selasa (18/3). Rata-rata penurunan yang sempat mencapai 6 %
membuat perdagangan sempat dihentikan. Luhut membantah penurunan drastis itu sebagai
indikator ketidakpercayaan investor. ”Bisa saja terjadi peristiwa semacam itu. Tapi,
hari ini sudah rebound,” ujarnya.
Presiden pun sudah menyatakan akan
berhati-hati dengan masalah disiplin fiskal. Selain membahas penurunan IHSG,
Presiden pun menyampaikan akan bertemu dengan investor pasar saham. Wakil Ketua
DEN Mari Elka Pangestu menilai, fundamental ekonomi Indonesia secara umum
relatif stabil meski ada kekhawatiran di pasar. Ia membantah kebijakan pemerintah
selama ini tidak propasar. ”Saya rasa bukan propasar. Tapi, lebih kepada persepsi,
ada ketidak jelasan yang mereka anggap menyebabkan ketidak pastian. Jadi, bagaimana
kita bisa menjelaskan dengan lebih baik beberapa hal yang menjadi concern
mereka,” ucapnya. Maka, menurut dia, pertemuan dengan para investor pasar modal
dinilai sangat penting agar Presiden bisa menjelaskan sendiri arah kebijakannya
yang dinilai tidak propasar itu. (Yoga)
Presiden Akan Temui Investor untuk Redam Gejolak
Presiden Prabowo akan menemui investor
untuk menyikapi gejolak di pasar modal Indonesia, selain itu, disiplin fiskal
akan dijaga pemerintah untuk memastikan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG
bisa stabil dan kepercayaan investor tetap kuat. Hal ini disampaikan Ketua Dewan
Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan seusai mengikuti rapat yang
dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (19/3). Rapat itu digelar sehari setelah penurunan
drastis IHSG, Selasa (18/3). Rata-rata penurunan yang sempat mencapai 6 %
membuat perdagangan sempat dihentikan. Luhut membantah penurunan drastis itu sebagai
indikator ketidakpercayaan investor. ”Bisa saja terjadi peristiwa semacam itu. Tapi,
hari ini sudah rebound,” ujarnya.
Presiden pun sudah menyatakan akan
berhati-hati dengan masalah disiplin fiskal. Selain membahas penurunan IHSG,
Presiden pun menyampaikan akan bertemu dengan investor pasar saham. Wakil Ketua
DEN Mari Elka Pangestu menilai, fundamental ekonomi Indonesia secara umum
relatif stabil meski ada kekhawatiran di pasar. Ia membantah kebijakan pemerintah
selama ini tidak propasar. ”Saya rasa bukan propasar. Tapi, lebih kepada persepsi,
ada ketidak jelasan yang mereka anggap menyebabkan ketidak pastian. Jadi, bagaimana
kita bisa menjelaskan dengan lebih baik beberapa hal yang menjadi concern
mereka,” ucapnya. Maka, menurut dia, pertemuan dengan para investor pasar modal
dinilai sangat penting agar Presiden bisa menjelaskan sendiri arah kebijakannya
yang dinilai tidak propasar itu. (Yoga)
Mengembalikan Kepercayaan Investor
Indeks Harga Saham Gabungan(IHSG) terperosok 3,84% ke level 6.223 pada perdagangan Selasa (18/3/25), melanjutkan pelemahan selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini justru terjadi di tengah penguatan bursa regional. IHSG bahkan sempat mengalami trading halt setelah anjlok hingga 5% ke level 6.011. Hal ini mencerminkan puncak kekecewaan investor terhadap kurangnya dukungan pemerintah dalam menstabilkan pasar modal Indonesia.
Karenanya, pemerintah harus bergerak cepat memulihkan kondisi dengan mengembalikan kepercayaan investor. Indeks berpeluang menguji resistance di 6.500-6.700 dalam jangka menengah, terutama menjelang kuartal ketiga yang diperkirakan menjadi momentum rebound. Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih dalam tren turun, dengan potensi koreksi lebih dalam ke level 5.900-6.000 jika tekanan jual berlanjut. (Yetede)
Investor Kembali Meramaikan IKN
Siapa Saja Pemain Global yang Mengincar TikTok?
Investor China Tambah Kepemilikan 8.225.000 Saham
Memikat Investor Global untuk Pasar Karbon RI
Peluncuran perdagangan karbon internasional oleh Bursa Karbon Indonesia (IDX Carbon) pada 20 Januari 2025 diharapkan dapat menggairahkan pasar karbon yang cenderung lesu sejak diluncurkan 16 bulan lalu. Pada tahun pertama operasional IDX Carbon, volume perdagangan karbon sempat mencatatkan angka yang signifikan, namun turun pada tahun berikutnya. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, optimistis bahwa dengan membuka pasar kepada pemain internasional, volume transaksi karbon dapat meningkat, dengan target 500.000 hingga 750.000 ton karbon pada tahun ini.
Namun, tantangan tetap ada, seperti kekhawatiran terkait kualitas unit karbon yang ditawarkan Indonesia, yang dapat mempengaruhi permintaan pasar global. Analis BloombergNEF, Joy Foo, menyoroti potensi tekanan pada harga jual karbon akibat permintaan yang lemah dan pasokan yang tinggi. Meskipun demikian, perdagangan karbon kini mulai dipandang lebih sebagai peluang bisnis untuk perusahaan, selain sebagai aktivitas tanggung jawab sosial.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa Sertifikat Pengurangan Emisi (SPE) Indonesia memiliki integritas tinggi, dengan jaminan pemerintah terhadap otorisasi sertifikat untuk menghindari masalah seperti double accounting atau double payment. IDX Carbon diharapkan dapat memfasilitasi penurunan emisi gas rumah kaca melalui perdagangan karbon, seiring dengan diaturnya penurunan emisi dalam Peraturan Presiden No. 98/2021.
Pemerintah juga mendukung pengenaan pajak karbon, dan Menteri Hanif berharap Kementerian Keuangan segera mencermati hal tersebut. Singapura menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang sudah memberlakukan pajak karbon, dan Indonesia berencana mengikuti jejak tersebut untuk mendukung pertumbuhan pasar karbon domestik dan internasional.
Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Sepi Investor Menimbulkan Keresahan di Morotai
Investor Minta Berlanjutnya Kebijakan ”Gas Murah”
Pemerintah menjadikan kebijakan harga gas bumi tertentu sebesar 6 USD per juta metrik british thermal unit (MMBTU) sebagai instrument untuk terus menarik minat investor. Berdasarkan regulasi yang berlaku, kebijakan tersebut akan berakhir pada 31 Desember 2024 dan kini tengah disiapkan untuk dilanjutkan. Ada usulan jumlah bidang industri penerima ditambah. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Rakornas Investasi 2024 yang digelar secara hibrida oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi di Jakarta, Rabu (11/12) mengatakan, salah satu komoditas yang didorong dalam hilirisasi ialah pasir silika, dengan industri turunan berupa floating glass (kaca apung).
”(Floating glass) ada satu pabrik di Kendal dan satu di Gresik, membutuhkan harga gas bumi tertentu, yang sudah dijanjikan sebesar 6 USD (per MMBTU). Dan yang berjanji adalah menteri investasi. Ada suratnya. Para investor sudah datang ke kantor Menko (Perekonomian) untuk meminta ini diteruskan,” papar Airlangga. Harga gas bumi tertentu (HGBT) diatur dalam Perpres No 121 Tahun 2020. Kebijakan ini menetapkan harga sebesar 6 USD per MMBTU untuk tujuh bidang industri, yakni pupuk, petrokimia, oleokimia, baja, keramik, kaca, dan sarung tangan karet. Regulasi terakhir, yakni melalui keputusan Menteri ESDM, akan berakhir pada 2024.
Airlangga menuturkan telah berbicara dengan Menteri ESDM terkait kelanjutan kebijakan ”gas murah” untuk industri tersebut. Sebelumnya, pada Juli 2024 di Istana Kepresidenan Jakarta telah dilakukan rapat tertutup mengenai penetapan kebijakan HGBT. Saat itu, pemerintah memutuskan kebijakan HGBT berlanjut pada tahun 2025, tetapi tambahan bidang industri masih akan terus dikaji. Dalam Anugerah Dewan Energi Nasional (DEN) di Jakarta, Selasa (10/12), Sekjen Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menyampaikan, keputusan akhir terkait kelanjutan kebijakan HGBT akan diambil dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023








