;
Tags

Investor

( 183 )

Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka

KT3 05 Jan 2024 Kompas

Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas. Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri. ”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,” jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis (4/1/2024).

Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri, seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024 ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas, khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan tertulis. (Yoga)

PEMBUKAAN KODE BROKER : OPSI PELICIN INVESTOR RITEL

HR1 02 Jan 2024 Bisnis Indonesia

Rencana pembukaan kembali kode broker diproyeksi dapat meningkatkan gairah investor ritel di bursa saham di tengah sikap wait and see para investor menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024. Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan survei kepada Anggota Bursa (AB) mengenai rencana pembukaan kode broker ini. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan bahwa sampai saat ini hasil survei mengenai pembukaan kode broker terhadap AB belum berada di tangan BEI. Hanya saja, imbuhnya, hasil survei tersebut pasti akan sama.“Hasilnya pasti sama. Investor retail akan berharap [kode broker] tetap dibuka. Asing pasti berharap itu ditutup,” katanya saat ditemui Bisnis, pekan lalu. Adapun, penutupan kode broker telah dilakukan BEI sejak 6 Desember 2021. Saat itu, Kepala Divisi Inkubasi Bisnis BEI Irmawati Amran mengungkapkan bahwa penutupan kode broker dilakukan guna memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior. Bursa juga melakukan penutupan informasi domisili investor. Hal tersebut dilakukan 6 bulan setelah kebijakan kode broker berlaku. Investor juga tidak dapat melihat tipe investor dalam perdagangan secara langsung yang ditampilkan dengan kode F untuk investor asing, atau D bagi investor domestikSementara itu, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan bahwa dia pernah melakukan focus group discussion (FGD) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai rencana kebijakan tersebut.Dalam FGD itu, imbuhnya, OJK menegaskan bahwa tidak akan membuka kode broker tersebut dalam waktu dekat. Budi memandang bahwa pembukaan kode broker ini tidak serta-merta akan meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.“Kenaikan volume tidak akan signifi kan dalam waktu pendek,” katanya.Di sisi lain, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat bahwa pembukaan kode broker ini dapat meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.

KSEI Bidik 2,5 Juta Investor Baru

KT1 28 Dec 2023 Kontan
Kustodian Sentral Efek  Indonesia (KSEI) mengincar penambahan investor  pasar modal sebesar 2,5 juta investor ditahun mendatang. Target ini sejalan dengan roadmap pasar modal yang diusung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat menjelaskan, pada 2027, OJK menargetkan investor pasar  modal bisa menembus 20 juta Single Investor Identification (SID). KSEI mencatat, jumlah investor pasar modal mencapai 12,13 juta per 20 Desember 2023. Capaian ini tumbuh 17,6% dari posisi akhir 2022 di angka 10,31 juta investor. Meski mengalami pertumbuhan sejak awal tahun ini, tetapi Samsul tidak menampik adanya penurunan jumlah investor secara tahunan. Jumlah investor baru bisa menurun karena saat pandemi terjadi lonjakan pertumbuhan investor yang signifikan. Lalu, ada gejolak ekonomi makro, baik di Indonesia maupun di dunia. (Yetede)

PENANAMAN MODAL : MENANTI TUAH ANDAL KEK KENDAL

HR1 26 Dec 2023 Bisnis Indonesia

Koridor manufaktur Jawa Tengah bagian selatan yang mulai meredup membawa angin baru bagi sejumlah kawasan industri di pesisir pantai utara, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Sejumlah perwajahan dan fasilitas yang diselesaikan pada 2023, diharapkan menjadi pengungkit inventasi di jantung Pulau Jawa itu pada tahun depan. Sektor manufaktur di Indonesia pada pengujung 2023 masih berada pada fase ekspansif. Hal tersebut terlihat dari laju pertumbuhan sektor industri pengolahan yang mencapai angka 5,20% secara tahunan (yaer-on-year/YoY) pada kuartal III/2023. “Saya juga ingin menyampaikan data lain yang memperkuat bahwa Indonesia sedang mengalami ekspansi dari sektor industri manufakturnya, yakni hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada November 2023 menunjukkan angka sebesar 52,43 [poin], atau meningkat 1,73 poin dibandingkan dengan Oktober 2023,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, kinerja cemerlang itu tak begitu terasa di Jawa Tengah yang jadi salah satu motor manufaktur Pulau Jawa. Sinyal pelemahan manufaktur Jawa Tengah terlihat dari konsumsi listrik pada sektor industri yang turun 4,75% sepanjang tahun ini. Alhasil, laju pertumbuhan sektor manufaktur juga masih terhambat. Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah hingga kuartal III/2023, laju pertumbuhan sektor usaha industri pengolahan secara kuartalan masih tertahan di bawah angka 1,50 poin secara kuartal (quarter-to-quarter/QtQ).Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa secara YoY, laju pertumbuhan atas dasar harga konstan sektor tersebut berkisar di angka 3,9—4,9 poin. Sedikit lebih baik, mengingat laju pertumbuhan tahunan pada 2022 hanya 3,88 poin YoY. Pada 2019, tepatnya dengan terbitnya PP No. 85/2019, Kawasan Industri Kendal (KIK) ditunjuk sebagai KEK pertama di Pulau Jawa dan digadang-gadang mampu mendatangkan investasi dalam jumlah besar ke Jawa Tengah.KIK sendiri punya luas lahan hingga 2.200 hektare, meski saat ini yang telah dikembangkan pada fase pertama pembangunan baru mencapai 1.000 hektare. 

Harapannya, 70% dari keseluruhan produksi di KIK dapat dilepas ke pasar ekspor usai disematkannya status KEK oleh pemerintah. “KIK siap menerima para investor yang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia. Apalagi KIK telah ditetapkan sebagai KEK yang tentunya memberikan lebih banyak keuntungan kepada para investor, berupa pemberian insentif dan fasilitas tax holiday, tax allowance, kepabeanan, serta yang terpenting jaminan ketersediaan infrastruktur untuk menunjang kegiatan industri,” kata Didik Pambudi, Executive Director KIK, pada awal 2023. “Sekitar sebulan lalu, diresmikan auto gate yang merupakan pelayanan satu pintu, sehingga setiap pemasukan barang itu terdata,” kata Cahya Nugraha, Kepala Seksi Humas Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah-DI Yogyakarta, kepada Bisnis, pekan lalu. Sebagai informasi, pada tahun ini hampir di setiap bulan nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah berada di bawah kinerja 2022, dengan pengecualian pada Mei dan Oktober 2023. BPS mencatat pada Mei 2023, nilai ekspor nonmigas berada di angka US$955,46 juta. Sementara itu, di Oktober 2023, nilainya US$858,27 juta.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji bahkan mengungkapkan bahwa toll fee atau biaya pengangkutan gas melalui pipa Cisem-1 menjadi lebih rendah, hanya sekitar US$0,3 per MMBTu.Dampak positifnya, imbuhnya, industri di KIK akan mendapatkan harga gas yang lebih murah, sehingga produktivitas dan daya saing industri meningkat, terjadi peningkatan investasi, serta penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat. KIK juga tidak tinggal diam. Pengelola aktif berjejaring dan mempromosikan kawasan itu di berbagai kesempatan, misalnya dengan mengikuti gelaran Hannover Messe 2023 di Jerman pada awal tahun ini. Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto bahkan menyempatkan diri untuk menjemput investor ke Hong Kong demi mendatangkan proyek pengolahan limbah plastik ke KIK.Dari berbagai usaha tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan Resilience & Sustainable Industry 2023 kepada KIK sebagai pengelola kawasan, serta Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai pemerintah daerah.

IKN Kebanjiran Minat Investor

KT1 21 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) yang tengah dibangun di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kebanjiraan minat para investor baik dari dalam maupun luar negeri. Hal itu tercermin dari banyaknya surat pernyataan minat (letter of intent/Lol) untuk berpartisipasi dalam pembangunan IKN yang disampaikan kepada pemerintah. Tercatat, Otorita Ibu Kota Negara Nusantara (OIKN) sudah menerima sebanyak 305 Lol. Dari jumlah tersebut  tercatat ada 172 investor domestik dan sisanya yakni 133 invetor asing, disusul Jepang sebanyak 25 investor, kemudian Malaysia dan Cina masing-masing 19 investor, Korea Selatan 9 investor, Amerika Serikat 7 investor, serta Finlandia dan Spanyol masing-masing 3 investor, Uni Emirat Arab, Thailand dan Jerman masing-masing 2 investor, sisnya lainnya. Dari sisi nilai investasi, pemerintah menargetkan  pada akhir tahun ini, akan ada investasi sebesar Rp 10 triliun. (Yetede)

AKSI GRUP SALIM : Investor Baru Proyek Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami

HR1 25 Nov 2023 Bisnis Indonesia

PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) membocorkan bakal ada investor baru yang berpeluang masuk ke dalam proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami. Direktur META Danni Hasan mengatakan perseroan yang merupakan emiten milik Grup Salim ini tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang proses konstruksi Tol Cikunir-Ulujami yang rencananya akan dimulai pada 2024. “Saat ini kita bermitra berempat. Kemudian juga dalam perkembangan, kalau semuanya lancar juga akan ada tambahan strategic alliance,” jelas Danni dalam paparan publik, Jumat (24/11). Manajemen META tidak menyebut secara terperinci siapa calon investor baru yang akan masuk tersebut. Namun, Danni memastikan proyek Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami saat ini tengah masuk tahap pembuatan desain. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjabarkan investasi pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Elevated Cikunir-Ulujami memakan biaya konstruksi mencapai Rp14,08 triliun. Sementara total investasi dari proyek yang akan dibangun oleh konsorsium swasta-BUMN ini mencapai Rp21,2 triliun. Secara lebih terperinci, biaya pengadaan lahan dari proyek ini tercatat mencapai Rp1,64 triliun di mana proses pembebasan lahan bakal dimulai pada akhir tahun mendatang selama 12 bulan. Direktur Utama META M. Ramdani Basri menuturkan perseroan akan tetap fokus mengembangkan sejumlah proyek jalan tol usai penghapusan saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting pada 2024. Pasalnya, hingga saat ini konstribusi pendapatan META paling dominan masih ditopang dari segmen bisnis jalan tol. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga akhir September lalu, META mencatatkan pendapatan dan penjualan sebesar Rp665,27 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10,48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Investasi Nusantara Rasa Kecap

KT1 21 Nov 2023 Tempo
KERAMAIAN di sejumlah titik peletakan batu proyek fasilitas publik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menghilang sehari setelah acara yang digelar pada awal November lalu. Di dua lokasi groundbreaking untuk proyek rumah sakit dan hotel, misalnya, tak terlihat lagi aktivitas pekerja ataupun alat berat. Yang ada hanyalah plang penanda calon bangunan dan penggarapnya.

Saat Tempo kembali berkunjung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dua pekan lalu, kegiatan para pekerja konstruksi hanya terlihat di lokasi-lokasi proyek yang digarap pemerintah. Proyek-proyek itu, di antaranya, adalah pembangunan gedung kementerian, rumah dinas menteri, dan apartemen bagi aparatur sipil negara (ASN). Satu-satunya lokasi seremoni groundbreaking pada November lalu yang aktivitasnya mulai bergeliat adalah titik pembangunan bandar udara untuk orang sangat penting alias bandara VVIP.

Progres proyek IKN lainnya yang juga tampak pesat adalah pembangunan kompleks perumahan menteri. Kompleks ini hampir rampung dibangun di sisi barat Jalan Sumbu Kebangsaan. Sementara itu, calon gedung-gedung perkantoran dan apartemen ASN masih berupa rangka beton. Tanpa membaca plang penanda proyek, pengunjung akan sulit mengetahui institusi pemerintahan mana yang akan menempati gedung-gedung itu. (Yetede)

Beda Nasib Investor Raup Cuan di Bisnis Perbankan

HR1 08 Nov 2023 Kontan
Tidak semua pemodal asing bisa menunaikan keinginannya meraup cuan dari bisnis perbankan di Indonesia. Sebab sejumlah bank domestik yang kepemilikan sahamnya dikuasai investor asing masih membukukan kinerja negatif di sembilan bulan pertama tahun ini 2023. Ini terutama dialami oleh bank yang mayoritas sahamnya dikempit pemodal asing asal negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Salah satunya Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), yang 67% sahamnya digenggam Kookmin Bank Co Ltd, gergasi keuangan asal Korea Selatan. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, Bank KB Bukopin masih dibekap kerugian sebesar Rp 3,37 triliun, naik 28,14% secara tahunan. Hasil tersebut sejalan dengan beberapa indikator keuangan bank milik investor Negeri Gingseng ini yang kompak turun. Misal, pendapatan bunga turun 36% secara tahunan jadi Rp 560 miliar. Wakil Direktur Utama Bank KB Bukopin Robby Mondong menyadari, kerugian yang terjadi saat ini adalah bagian dari tantangan perusahaan. Ini sejalan dengan proses transisi ke era digital. "Investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia memang memerlukan komitmen jangka panjang," terang Robby, kemarin. Toh tak semua pemodal asing gigit jari. Beberapa investor dari kawasan Asia Tenggara masih menikmati cuan dari kepemilikannya di bank dalam negari. Bank CIMB Niaga Tbk yang dimiliki investor asal Malaysia, misalnya, membukukan laba Rp 4,9 triliun pada akhir September 2023. Laba bank ini naik 27,6% secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan memaparkan, kinerja positif bank ini tak lepas dari peran induk usaha, yaitu CIMB Group. "Terutama dengan dukungan modal yang kuat," ujar Lani, Selasa (7/11). Tak mau kalah, Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) yang juga dimiliki investor Malaysia mencatatkan kinerja positif. Per akhir September 2023, laba BNII tumbuh 17,92% secara tahunan menjadi Rp 1,25 triliun. Salah satu penopang laba adalah melejitnya pendapatan non bunga sebesar 8,33% secara tahunan jadi Rp 1,43 triliun. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, selama ini induk usaha Maybank melihat Indonesia sebagai home country, dengan tingkat strategis setara Malaysia dan Singapura.

Pengenaan Sanksi DHE Tidak Akan Ganggu Kinerja Eksportir

KT1 06 Nov 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemerintah terus mendorong eksportir untuk menyimpan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di perbankan dalam negeri. Dalam hal ini, investor yang belum  menempatkan dana mereka di bank dalam negeri  akan dikenakan sanksi. Namun pengenaan sanksi diupayakan tidak menggangu kinerja eksportir. Implementasi kebijakan DHE SDA dilakukan berdasarkan Peraturan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam. Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, pengenaan sanksi akan tetap dilaksanakan sesuai PP nomor 36 Tahun 2023 namun pemerintah berupaya untuk membangun sistem informasi yang terintegrasi, sehingga pembukaan blokir dapat dilakukan secara otomatis ketika eksportir telah menyelesaikan kewajibannya. "Hal ini dilakukan dalam rangka agar pengenaan sanski ketentuan DHE SDA tidak menghambat kegiatan ekspor pelaku usaha," ucap Susiwijono kepada Investor Daily. (Yetede)

Banyak Investor Tak Paham Konsep Untung Rugi

KT3 02 Nov 2023 Kompas

Bappebti menerima kurang dari 1 % aduan nasabah dari total nasabah perdagangan berjangka komoditas Sistem Perdagangan Alternatif setiap tahunnya. Pengaduan yang ditangani mayoritas terkait ketidakpahaman nasabah terhadap aturan perdagangan tersebut. Pada 2023, dari total 30.415 nasabah, ada 151 nasabah (0,49 %) yang membuat pengaduan. Tahun sebelumnya, sebanyak 257 nasabah (0,36 %) dari total 69.956 nasabah membuat aduan. Aduan ini terkait sistem perdagangan alternatif (SPA), seperti di perdagangan atau investasi indeks emas, indeks valas, dan indeks harga saham. Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko, ditemui di Jakarta, Rabu (1/11/2023), mengatakan, sebagian besar pengaduan yang sudah mereka klasifikasi terkait masalah ketidakpahaman nasabah pada produk berjangka komoditas itu.

”Mereka harus paham SPA. Kenyataannya, banyak yang tidak paham, tetapi tanda tangan (kontrak). Kalau sudah tanda tangan, kan, ada perikatan,” katanya. Kepala Biro Peraturan Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti Aldison menambahkan, aduan itu banyak dilayangkan ketika nasabah mengalami kerugian saat berinvestasi. Mereka lalu menuntut ganti rugi atau menuduh kecurangan kepada perusahaan pialang atau Bappebti selaku pengawas perdagangan berjangka komoditas. ”Sekarang, kan, banyak tawaran (investasi) lewat iklan masuk ke publik. Kemudian, mereka tertarik mentransfer sejumlah uang ke akun itu. Kalau enggak terjadi(keuntungan), mereka akan marah karena janji tidak terpenuhi atau tidak sesuai yang diiklankan. Sesederhana itu sebenarnya pengaduan-pengaduan yang terjadi,” ujarnya. (Yoga)