Investor
( 183 )Momentum Investor Lama di Bursa Komoditas Berjangka
Tahun ini diperkirakan menjadi momentum baik bagi investor
ritel bermodal besar yang berpengalaman di perdagangan berjangka komoditas.
Komoditas emas menjadi salah satu produk berjangka yang pergerakan harganya semakin
menarik. Perdagangan berjangka komoditas menawarkan produk investasi dalam
bentuk fisik atau kontrak (derivatif) komoditas tertentu dengan pergerakan
harga sebelum kontrak sebagai dasar jual-belinya. Investasi ini masih akan
banyak dipengaruhi ketidak pastian politik dan perekonomian di luar negeri.
”Tahun ini adalah momentum yang tepat bagi investor ritel yang sudah
berpengalaman dalam transaksi di bursa berjangka untuk mendapatkan keuntungan
karena momen ini bersamaan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik dan prediksi
The Fed (bank sentral AS) akan menurunkan suku bunga di paruh kedua 2024,”
jelas ekonom dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Kamis
(4/1/2024).
Situasi global berpengaruh karena harga produk-produk dalam
sistem perdagangan komoditas berjangka dipengaruhi perdagangan luar negeri,
seperti produk emas, timah, minyak sawit mentah, hingga valuta asing dan indeks
pasar modal negara luar. Rencana penurunan suku bunga AS yang berpengaruh ke global
menjadi kabar baik bagi investor, kata Ibrahim, karena kondisi tersebut memberi
peluang pada perusahaan dan ritel berekspansi lebih giat dan menaikkan
kepercayaan akan membaiknya situasi ekonomi. Indonesia Commodity & Derivatives
Exchange (ICDX) Group, salah satu organisasi regulator mandiri perdagangan bursa
berjangka di Tanah Air, sudah merasakan efek dari sentimen-sentimen global di
awal Tahun Baru ini. ”Besaran transaksi dua hari perdana perdagangan tahun 2024
ini menjadi awal yang baik di industri perdagangan berjangka komoditas,
khususnya di ICDX. Kami optimistis, tahun 2024 transaksi akan tumbuh positif
dibandingkan dengan tahun 2023,” kata Dirut ICDX Nursalam dalam keterangan
tertulis. (Yoga)
PEMBUKAAN KODE BROKER : OPSI PELICIN INVESTOR RITEL
Rencana pembukaan kembali kode broker diproyeksi dapat meningkatkan gairah investor ritel di bursa saham di tengah sikap wait and see para investor menjelang penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024.
Saat ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah melakukan survei kepada Anggota Bursa (AB) mengenai rencana pembukaan kode broker ini. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan bahwa sampai saat ini hasil survei mengenai pembukaan kode broker terhadap AB belum berada di tangan BEI. Hanya saja, imbuhnya, hasil survei tersebut pasti akan sama.“Hasilnya pasti sama. Investor retail akan berharap [kode broker] tetap dibuka. Asing pasti berharap itu ditutup,” katanya saat ditemui Bisnis, pekan lalu.
Adapun, penutupan kode broker telah dilakukan BEI sejak 6 Desember 2021. Saat itu, Kepala Divisi Inkubasi Bisnis BEI Irmawati Amran mengungkapkan bahwa penutupan kode broker dilakukan guna memberikan perlindungan investor dari praktik herding behavior. Bursa juga melakukan penutupan informasi domisili investor. Hal tersebut dilakukan 6 bulan setelah kebijakan kode broker berlaku.
Investor juga tidak dapat melihat tipe investor dalam perdagangan secara langsung yang ditampilkan dengan kode F untuk investor asing, atau D bagi investor domestikSementara itu, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengungkapkan bahwa dia pernah melakukan focus group discussion (FGD) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai rencana kebijakan tersebut.Dalam FGD itu, imbuhnya, OJK menegaskan bahwa tidak akan membuka kode broker tersebut dalam waktu dekat.
Budi memandang bahwa pembukaan kode broker ini tidak serta-merta akan meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.“Kenaikan volume tidak akan signifi kan dalam waktu pendek,” katanya.Di sisi lain, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta berpendapat bahwa pembukaan kode broker ini dapat meningkatkan volume dan nilai transaksi di BEI.
KSEI Bidik 2,5 Juta Investor Baru
PENANAMAN MODAL : MENANTI TUAH ANDAL KEK KENDAL
Koridor manufaktur Jawa Tengah bagian selatan yang mulai meredup membawa angin baru bagi sejumlah kawasan industri di pesisir pantai utara, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal. Sejumlah perwajahan dan fasilitas yang diselesaikan pada 2023, diharapkan menjadi pengungkit inventasi di jantung Pulau Jawa itu pada tahun depan. Sektor manufaktur di Indonesia pada pengujung 2023 masih berada pada fase ekspansif. Hal tersebut terlihat dari laju pertumbuhan sektor industri pengolahan yang mencapai angka 5,20% secara tahunan (yaer-on-year/YoY) pada kuartal III/2023. “Saya juga ingin menyampaikan data lain yang memperkuat bahwa Indonesia sedang mengalami ekspansi dari sektor industri manufakturnya, yakni hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis oleh Kementerian Perindustrian pada November 2023 menunjukkan angka sebesar 52,43 [poin], atau meningkat 1,73 poin dibandingkan dengan Oktober 2023,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Sayangnya, kinerja cemerlang itu tak begitu terasa di Jawa Tengah yang jadi salah satu motor manufaktur Pulau Jawa. Sinyal pelemahan manufaktur Jawa Tengah terlihat dari konsumsi listrik pada sektor industri yang turun 4,75% sepanjang tahun ini. Alhasil, laju pertumbuhan sektor manufaktur juga masih terhambat. Pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah hingga kuartal III/2023, laju pertumbuhan sektor usaha industri pengolahan secara kuartalan masih tertahan di bawah angka 1,50 poin secara kuartal (quarter-to-quarter/QtQ).Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa secara YoY, laju pertumbuhan atas dasar harga konstan sektor tersebut berkisar di angka 3,9—4,9 poin. Sedikit lebih baik, mengingat laju pertumbuhan tahunan pada 2022 hanya 3,88 poin YoY. Pada 2019, tepatnya dengan terbitnya PP No. 85/2019, Kawasan Industri Kendal (KIK) ditunjuk sebagai KEK pertama di Pulau Jawa dan digadang-gadang mampu mendatangkan investasi dalam jumlah besar ke Jawa Tengah.KIK sendiri punya luas lahan hingga 2.200 hektare, meski saat ini yang telah dikembangkan pada fase pertama pembangunan baru mencapai 1.000 hektare.
Harapannya, 70% dari keseluruhan produksi di KIK dapat dilepas ke pasar ekspor usai disematkannya status KEK oleh pemerintah. “KIK siap menerima para investor yang ingin merelokasi pabriknya ke Indonesia. Apalagi KIK telah ditetapkan sebagai KEK yang tentunya memberikan lebih banyak keuntungan kepada para investor, berupa pemberian insentif dan fasilitas tax holiday, tax allowance, kepabeanan, serta yang terpenting jaminan ketersediaan infrastruktur untuk menunjang kegiatan industri,” kata Didik Pambudi, Executive Director KIK, pada awal 2023. “Sekitar sebulan lalu, diresmikan auto gate yang merupakan pelayanan satu pintu, sehingga setiap pemasukan barang itu terdata,” kata Cahya Nugraha, Kepala Seksi Humas Kantor Perwakilan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Tengah-DI Yogyakarta, kepada Bisnis, pekan lalu. Sebagai informasi, pada tahun ini hampir di setiap bulan nilai ekspor nonmigas Jawa Tengah berada di bawah kinerja 2022, dengan pengecualian pada Mei dan Oktober 2023. BPS mencatat pada Mei 2023, nilai ekspor nonmigas berada di angka US$955,46 juta. Sementara itu, di Oktober 2023, nilainya US$858,27 juta.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tutuka Ariadji bahkan mengungkapkan bahwa toll fee atau biaya pengangkutan gas melalui pipa Cisem-1 menjadi lebih rendah, hanya sekitar US$0,3 per MMBTu.Dampak positifnya, imbuhnya, industri di KIK akan mendapatkan harga gas yang lebih murah, sehingga produktivitas dan daya saing industri meningkat, terjadi peningkatan investasi, serta penyerapan tenaga kerja bagi masyarakat.
KIK juga tidak tinggal diam. Pengelola aktif berjejaring dan mempromosikan kawasan itu di berbagai kesempatan, misalnya dengan mengikuti gelaran Hannover Messe 2023 di Jerman pada awal tahun ini.
Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto bahkan menyempatkan diri untuk menjemput investor ke Hong Kong demi mendatangkan proyek pengolahan limbah plastik ke KIK.Dari berbagai usaha tersebut, Kementerian Perindustrian memberikan apresiasi dalam bentuk penghargaan Resilience & Sustainable Industry 2023 kepada KIK sebagai pengelola kawasan, serta Pemerintah Kabupaten Kendal sebagai pemerintah daerah.
IKN Kebanjiran Minat Investor
AKSI GRUP SALIM : Investor Baru Proyek Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami
PT Nusantara Infrastructure Tbk. (META) membocorkan bakal ada investor baru yang berpeluang masuk ke dalam proyek Jakarta Outer Ring Road (JORR) Elevated Cikunir-Ulujami. Direktur META Danni Hasan mengatakan perseroan yang merupakan emiten milik Grup Salim ini tengah melakukan sejumlah persiapan menjelang proses konstruksi Tol Cikunir-Ulujami yang rencananya akan dimulai pada 2024. “Saat ini kita bermitra berempat. Kemudian juga dalam perkembangan, kalau semuanya lancar juga akan ada tambahan strategic alliance,” jelas Danni dalam paparan publik, Jumat (24/11). Manajemen META tidak menyebut secara terperinci siapa calon investor baru yang akan masuk tersebut. Namun, Danni memastikan proyek Tol JORR Elevated Cikunir-Ulujami saat ini tengah masuk tahap pembuatan desain. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjabarkan investasi pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road Elevated Cikunir-Ulujami memakan biaya konstruksi mencapai Rp14,08 triliun. Sementara total investasi dari proyek yang akan dibangun oleh konsorsium swasta-BUMN ini mencapai Rp21,2 triliun. Secara lebih terperinci, biaya pengadaan lahan dari proyek ini tercatat mencapai Rp1,64 triliun di mana proses pembebasan lahan bakal dimulai pada akhir tahun mendatang selama 12 bulan. Direktur Utama META M. Ramdani Basri menuturkan perseroan akan tetap fokus mengembangkan sejumlah proyek jalan tol usai penghapusan saham dari Bursa Efek Indonesia (BEI) atau delisting pada 2024. Pasalnya, hingga saat ini konstribusi pendapatan META paling dominan masih ditopang dari segmen bisnis jalan tol. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan hingga akhir September lalu, META mencatatkan pendapatan dan penjualan sebesar Rp665,27 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 10,48% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Investasi Nusantara Rasa Kecap
Beda Nasib Investor Raup Cuan di Bisnis Perbankan
Pengenaan Sanksi DHE Tidak Akan Ganggu Kinerja Eksportir
Banyak Investor Tak Paham Konsep Untung Rugi
Bappebti menerima kurang
dari 1 % aduan nasabah dari total nasabah perdagangan berjangka komoditas Sistem
Perdagangan Alternatif setiap tahunnya. Pengaduan yang ditangani mayoritas
terkait ketidakpahaman nasabah terhadap aturan perdagangan tersebut. Pada 2023,
dari total 30.415 nasabah, ada 151 nasabah (0,49 %) yang membuat pengaduan.
Tahun sebelumnya, sebanyak 257 nasabah (0,36 %) dari total 69.956 nasabah membuat
aduan. Aduan ini terkait sistem perdagangan alternatif (SPA), seperti di
perdagangan atau investasi indeks emas, indeks valas, dan indeks harga saham. Kepala
Bappebti Didid Noordiatmoko, ditemui di Jakarta, Rabu (1/11/2023), mengatakan,
sebagian besar pengaduan yang sudah mereka klasifikasi terkait masalah
ketidakpahaman nasabah pada produk berjangka komoditas itu.
”Mereka harus paham SPA.
Kenyataannya, banyak yang tidak paham, tetapi tanda tangan (kontrak). Kalau
sudah tanda tangan, kan, ada perikatan,” katanya. Kepala Biro Peraturan
Perundang-undangan dan Penindakan Bappebti Aldison menambahkan, aduan itu
banyak dilayangkan ketika nasabah mengalami kerugian saat berinvestasi. Mereka
lalu menuntut ganti rugi atau menuduh kecurangan kepada perusahaan pialang atau
Bappebti selaku pengawas perdagangan berjangka komoditas. ”Sekarang, kan,
banyak tawaran (investasi) lewat iklan masuk ke publik. Kemudian, mereka
tertarik mentransfer sejumlah uang ke akun itu. Kalau enggak
terjadi(keuntungan), mereka akan marah karena janji tidak terpenuhi atau tidak sesuai
yang diiklankan. Sesederhana itu sebenarnya pengaduan-pengaduan yang terjadi,” ujarnya.
(Yoga)
Pilihan Editor
-
Terus Dorong Mutu Investasi
25 Jan 2023 -
Proyek MRT East-West Dikebut
24 Jan 2023









