Beda Nasib Investor Raup Cuan di Bisnis Perbankan
Tidak semua pemodal asing bisa menunaikan keinginannya meraup cuan dari bisnis perbankan di Indonesia. Sebab sejumlah bank domestik yang kepemilikan sahamnya dikuasai investor asing masih membukukan kinerja negatif di sembilan bulan pertama tahun ini 2023. Ini terutama dialami oleh bank yang mayoritas sahamnya dikempit pemodal asing asal negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang. Salah satunya Bank KB Bukopin Tbk (BBKP), yang 67% sahamnya digenggam Kookmin Bank Co Ltd, gergasi keuangan asal Korea Selatan. Pada periode sembilan bulan pertama tahun ini, Bank KB Bukopin masih dibekap kerugian sebesar Rp 3,37 triliun, naik 28,14% secara tahunan. Hasil tersebut sejalan dengan beberapa indikator keuangan bank milik investor Negeri Gingseng ini yang kompak turun. Misal, pendapatan bunga turun 36% secara tahunan jadi Rp 560 miliar. Wakil Direktur Utama Bank KB Bukopin Robby Mondong menyadari, kerugian yang terjadi saat ini adalah bagian dari tantangan perusahaan. Ini sejalan dengan proses transisi ke era digital. "Investasi dalam teknologi dan sumber daya manusia memang memerlukan komitmen jangka panjang," terang Robby, kemarin. Toh tak semua pemodal asing gigit jari. Beberapa investor dari kawasan Asia Tenggara masih menikmati cuan dari kepemilikannya di bank dalam negari. Bank CIMB Niaga Tbk yang dimiliki investor asal Malaysia, misalnya, membukukan laba Rp 4,9 triliun pada akhir September 2023. Laba bank ini naik 27,6% secara tahunan. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan memaparkan, kinerja positif bank ini tak lepas dari peran induk usaha, yaitu CIMB Group. "Terutama dengan dukungan modal yang kuat," ujar Lani, Selasa (7/11). Tak mau kalah, Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) yang juga dimiliki investor Malaysia mencatatkan kinerja positif. Per akhir September 2023, laba BNII tumbuh 17,92% secara tahunan menjadi Rp 1,25 triliun. Salah satu penopang laba adalah melejitnya pendapatan non bunga sebesar 8,33% secara tahunan jadi Rp 1,43 triliun. Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan, selama ini induk usaha Maybank melihat Indonesia sebagai home country, dengan tingkat strategis setara Malaysia dan Singapura.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023