Kenaikan jumlah investor di pasar modal
Bursa Efek Indonesia mencatatkan kenaikan jumlah investor di pasar modal. Sebanyak 744.000 investor baru masuk ke pasar modal Indonesia sejak awal tahun 2024. Mayoritas dari mereka adalah generasi produktif di bawah usia 40 tahu yang semakin melek keuangan dan investasi. Investor baru tersebut kini menggenapi 6 juta investor pemilik single investor identification (SID) per Rabu (25/9/2024)Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan, kondisi pertumbuhan investor saham ini mengindikasikan keyakinan investasi di pasar modal Indonesia yang masih cukup terjaga meski di tengah situasi ekonomi global dan domestik yang dipenuhi ketidakpastian. ”Partisipasi investor ritel masih terjaga dengan secara keseluruhan investor domestik masih menguasai, baik dari segi kepemilikan maupun transaksi,” ujarnya, Jumat (27/9).
Sampai dengan Agustus 2024, investor lokal masih mendominasi kepemilikan saham di BEI dengan persentase 51,5 persen berbanding 48,5 persen porsi kepemilikan investor asing. Kepemilikan investor individu juga masih dominan daripada investor institusi dengan persentase 53,3 persen. Investor individu didominasi investor berumur kurang dari 40 tahun dengan 55,07 persen di antaranya berusia 30 tahun atau kurang 0 tahun. Berdasarkan kepemilikan aset, investor usia 30 tahun ke bawah per Agustus 2024 memiliki aset di saham dan surat berharga mencapai Rp 37,72 triliun. Adapun investor usia 31-40 tahun memiliki total aset lebih banyak, yakni Rp 226,74 triliun.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menambahkan, BEI berkomitmen untuk terus mengembangkan pasar modal Indonesia dengan memberikan edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat luas, termasuk generasi muda. ”Regenerasi investor di pasar modal kita menunjukkan angka yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa anakmuda semakin melek keuangan dan investasi, dan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi pasar modal dan perekonomian Indonesia,” kata Jeffrey. BEI dan segenap otoritas di pasar modal, lanjutnya, terus menginisiasi peningkatan literasi keuangan masyarakat, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), baik daring maupun luring, untuk umum atau institusi dan komunitas. BEI juga mendirikan Galeri Investasi (GI) di sejumlah universitas dan anggota bursa di seluruh Indonesia. Kampanye#AkulnvestorSaham juga menjadi bagian penting dari strategi BEI dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, terutama di kalangan investor lokal. (Yoga)
Tags :
#InvestorPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023