;

Juni Rawan Koreksi IHSG, Investor Waspada

Ekonomi Hairul Rizal 26 May 2025 Kontan (H)
Juni Rawan Koreksi IHSG, Investor Waspada
Tren penurunan bursa saham yang biasa terjadi pada bulan Mei atau dikenal dengan istilah sell in May and go away kali ini tidak terjadi, ditandai dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 6,61% sepanjang Mei 2025, mencapai posisi 7.214,16. Hal ini dipengaruhi oleh kembalinya dana asing (capital inflow) dan beberapa sentimen positif, seperti meredanya perang tarif antara China dan Amerika Serikat serta penurunan peringkat kredit AS yang memicu realokasi aset dan memberikan ruang bagi Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga.

Menurut Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, sentimen positif tersebut membuat pelaku pasar lebih berani berinvestasi di aset berisiko, termasuk saham. Namun, Nico juga mengingatkan bahwa batas waktu penundaan tarif AS selama 90 hari akan berakhir Juni mendatang, sehingga ada potensi koreksi IHSG dan menyarankan investor untuk melakukan profit taking sekitar 50% sambil memantau kondisi pasar.

Sementara itu, Oktavianus Audi, VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai bahwa meski meredanya perang dagang masih menopang IHSG, penguatan sudah mulai terbatas dan IHSG rawan berbalik arah. Audi juga mengingatkan risiko efek domino dari utang AS yang memuncak dan tingginya harga aset safe haven seperti emas, yang mencerminkan pasar lebih defensif.

Analis dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai ruang penguatan IHSG terbatas karena valuasi saat ini sudah tidak murah, dengan PER hampir 16 kali. Wafi memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 7.200–7.300 hingga akhir Mei, sementara Nico memproyeksikan kisaran 7.110–7.300 pada Juni, dengan sektor bahan baku, transportasi, dan infrastruktur sebagai sektor yang menarik.

Meski Mei 2025 menunjukkan penguatan yang berbeda dari tren historis, para analis mengingatkan adanya potensi koreksi di bulan Juni dan menyarankan kehati-hatian bagi investor.
Download Aplikasi Labirin :