Unicorn
( 64 )PHK Bukalapak Bukan Akhir Era Industri E-Commerce
Tanpa diduga, PHK juga menjamah industri e-commerce yang kini tengah berkembang. Bukalapak, salah satu unicorn Indonesia merumahkan lebih dari 100 pekerja. Menkominfo memastikan PHK tersebut bukan awal kebangkrutan industri e-commerce. Head Of Corporate Communication Bukalapak menegaskan PHK bukan karena perusahaan dalam kondisi sulit.
Perang Grab dan Gojek Meluas ke Ajakan Uninstall
Viral komentar pedas pemilik Big Blue Taxi Service asal negeri jiran Malaysia atas rencana ekspansi Gojek ke negara itu, Twitter diramaikan oleh netizen yang memasang tagar UninstallGrab. Selain itu, jagad dunia maya juga diramaikan dengan tagar #boikotgrab dan #usirgrabdariindonesia. Ekonom Indef mengatakan diperlukan lobi antar pemerintah untuk membantu ekspansi Gojek ke negara Asean, mengingat Gojek merupakan perusahaan asli karya anak bangsa. Anggota komisi I DPR menilai perlunya menciptakan iklim bisnis yang adil, sehingga memungkinkan Gojek bisa berkompetisi secara fair di Malaysia.
4 Unicorn Tegaskan Terima Investasi di Indonesia
Empat unicorn, yakni Bukalapak, Tokopedia, Traveloka dan Gojek, menegaskan, sebagai perusahaan Indonesia dan selama ini menerima investasi asing maupun lokal langsung ke dalam perusahaannya di Indonesia dan tidak melalui Singapura. Keempatnya membantah, punya perusahaan induk di Singapura dan dikategorikan sebagai start-up milik Singapura. Hal ini disampaikan keempatnya untuk menanggapi pernyataan Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong, bahwa keempat unicorn ini menerima dana investasi langsung (foreign direct investment/FDI) melalui perusahaan induknya yang berkantor pusat di Singapura, sehingga Google dan Temasek dalam risetnya mengkategorikanya sebagai start-up milik Singapura. Hanya saja, Thomas Lembong, kemudian melarat pernyataanya dan mengaku terlalu jauh berkomentar.
Investasi Sektor Digital, Softbank Buru Unicorn Baru
Potensi bisnis perusahaan teknologi di dalam negeri yang begitu besar, mendorong Softbank Group mengalokasikan dana khusus bagi Grab untuk menggarap pasar Indonesia. Targetnya, Grab Indonesia menjadi unicorn kelima di Tanah Air. Pada tahap awal, Softbank berkomitmen menggelontorkan dana senilai US$2 miliar melalui Grab Indonesia. Di Indonesia, dua portofolio utama Softbank adalah Tokopedia dan Grab. Kedua perusahaan tersebut juga berkolaborasi sebagai investor perusahaan teknologi pembayaran, Ovo. Softbank berinvestasi melalui dana kelolaan senilai US$200 juta bernama EV Growth, yang dibentuk oleh East Ventures, Sinarmas Group, dan Yahoo Japan. Selama Januari—Juni 2019, investasi yang masuk ke perusahaan berbasis digital di Indonesia sudah melebihi US$541 juta. Proyeksi tersebut tidak termasuk pendanaan ke perusahaan teknologi yang memutuskan untuk tidak memublikasikan nilai investasi yang dikantongi.
Kekuatan Super dalam Genggaman
Gojek menjadi bagian dari aplikasi yang telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna (per juni 2019). Bermula dari call centre layanan transportasi di 2010 dan meluncurkan aplikasinya di tahun 2015, GoJek telah bertransformasi menjadi aplikasi dengan berbagai layanan on demand. GoJek berkembang menjadi platform teknologi dengan tiga aplikasi super (supper app) untuk konsumen, mitra driver dan mitra merchant yang tergabung di dalamnya.
Cerita Mitra
Fery Affianto (Mitra Pengemudi, Pekan baru)
Diceritakanya penghasilan paling sedikit Rp 6 juta per bulan sebagai pengemudi. Kalau sedang tinggi bisa mencapai Rp 3 juta per hari. Fery juga bergabung dengan program swadaya BPJS TK dari GoJek karena merasa risiko pekerjaanya tinggi.
Maria Agatha (Mitra Bisnis Cireng Krispi, Jakarta)
bergabung dengan GoFood sejak 2015 karena tertarik dengan teknologi dan kemudahan dalam pengirimanya. Pada 2016 mendapat best seller di kategori snack dan oleh-oleh. Sekarang sudah buka 4 cabang di GoFood festival. Sebelum GFF omzet sudah naik 10 kali lipat setelah GFF bisa sampai 20 kali lebih tinggi.
GoJek Milestone
- 2010 dimulai sebagai call centre pemesanan layanan ojek
- 2015 memiliki lebih dari 30 ribu mitra pengemudi, hadir di 10 kota, peluncuran aplikasi GoJek
- 2016 penambahan layanan baru, mitra pengemudi lebih dari 250 ribu, ekspansi hadir di 15 kota dan meluncurkan program swadaya
- 2017 memiliki mitra pengemudi 900 ribu, mitra merchant lebih dari 150 dan tersedia di 50 kota
- 2018 adanya gofood festival, memiliki mitra pengemudi 1 juta, mitra merchant 250 ribu, 30 ribu mitra GoLife dan tersedia di 167 kabupaten/kota, go internasional hadir di Vietnam
- 2019 meluncurkan GoGive, ,meluncurkan logo baru, merambah Singapura dan Thailand
Ambisi Go-Jek Merajai Pasar Asia Tenggara
Go-Jek terus memperkokoh posisi sebagai platform teknologi terdepan di Asia Tenggara melalui pergantian logo atau rebranding yang diumumkan kemarin. Perubahan logo menjadi tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Go-Jek dari layanan ride-hailing, menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang menggerakkan orang, barang dan uang.
Seiring perubahan logo tersebut, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa, yang menaungi Go-Jek, sudah menyiapkan rencana bisnis untuk menjadikan Go-Jek sebagai superapps terdepan di Asia Tenggara. Untuk mewujudkan visi itu, Go-Jek bakal menggunakan pendanaan seri F senilai US$ 2 miliar yang telah mereka raih belum lama ini. Dana tersebut akan dipakai untuk penetrasi pasar di Indonesia dan memperkuat ekspansi di Asia Tenggara.
Kolaborasi Astra-GoJek Luncurkan GoFleet
PT Astra International Tbk dan GoJek Indonesia meluncurkan GoFleet dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi.
Presiden Direktur GoFleet Melize M Rusli menyatakan GoFleet memiliki keunggulan teknologi dari GoJek dan Pengalaman Astra di Industri otomotif, kekuatan itu bisa menghasilkan solusi mobilitas. Selain menyediakan kendaraan, GoFleet juga memberikan solusi perawatan, layanan perbaikan, asuransi dan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan. Dengan bergabung GoFleet, pengemudi akan mendapatkan pinjaman kendaraan dan penghasilan tambahan dari iklan yang ditampilkan di kendaraan.
Visa Menyuntik Go-Jek
Rivalitas
Go-Jek dan Grab semakin seru. Go-Jek seperti ingin mengejar Grab yang sudah
menyandang status decacorn.
Kabar terbaru, Visa Inc telah berinvestasi di Go-Jek Indonesia sebagai bagian
putaran penggalangan dana seri F. Visa tidak menyebutkan berapa uang yang
diinvestasikan di Go-Jek atau saham yang diperoleh. Visa dan Go-Jek akan
bekerja sama menyediakan lebih banyak opsi pembayaran non tunai bagi konsumen
di seluruh Indonesia dan Asia Tenggara.
Pengawasan Tarif Promo Ojek Online Diperketat
Praktik promo oleh perusahaan aplikasi transportasi online yang berlebihan berpotensi menurunkan kualitas layanan terhadap konsumen. Anggota Ombudsman, Alamsyah Siregar, mengingatkan pemerintah harus serius menangani perkembangan bisnis transportasi daring. Salah satunya dengan menetapkan standar layanan yang diberikan kepada konsumen dan kelak jadi basis bagi penentuan tarif batas atas dan bawah. Selain itu, pemerintah harus serius mengawasi praktik promo di bisnis ojek online dan jangan sampai kondisi ini memburuk seperti di sektor penerbangan maupun industri telekomunikasi. Sebab, promo berlebihan hanya menyisakan segelintir perusahaan dan berampak pada masalah perlindungan konsumen.
Aturan Promo Ojek Online Tetap Diperlukan
Pengaturan promo layanan transportasi daring tetap perlu dilakukan sebagai upaya menghindari persaingan tidak sehat yang berpotensi menjatuhkan pemain bisnis ojek online lainnya. Pengamat Kebijakan Publik UI, Harryadin Mahardika, mengungkapkan dugaan adanya jual rugi (predatory pricing) dalam bisnis ojek online cukup kuat. Pasalnya, secara karakter, pemain di bisnis ini hanya menyisakan Go-Jek dan Grab.
Dengan menyisakan dua pemain, maka berlaku hukum rivalitas yang ketat dan saling memangsa. Persoalannya, jika kelak pasar hanya menyisakan pemain tunggal sebagai pemenang, maka terjadi monopoli. Harryadin menilai, Grab jauh lebih kuat ketimbang Go-Jek, karena mendapat suntikan dana segar hingga US$ 6 miliar dari Softbank.
Pilihan Editor
-
Credit Suisse Tepis Krisis Perbankan
17 Mar 2023 -
PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat
15 Mar 2023 -
Ratusan Ribu Pekerja Inggris Mogok
17 Mar 2023









