;
Tags

Mata Uang

( 132 )

Meski Tengah Loyo, Dollar AS Masih Tetap Berjaya

HR1 12 Aug 2022 Kontan (H)

Kurs dollar Amerika Serikat (AS) masih dalam tekanan. Ini terlihat dari pergerakan indeks dollar AS yang terus turun. Per pukul 21.20 WIB kemarin, indeks dollar AS bercokol di level 104,80. Meski masih jauh lebih tinggi dari posisi di akhir 2021 silam, indeks dollar AS sudah bergerak menjauh dari level tertingginya tahun ini di 108,54 ((14/7).

BI Harus Menaikkan Suku Bunga untuk Menjaga Rupiah

HR1 26 Jul 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga di 3,5% demi menjaga pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini sempat membuat rupiah melemah ke level Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Namun para analis yakin rupiah bisa kembali menguat. Analis Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian dalam riset 21 Juli menulis, BI membuat keputusan tersebut setelah mencermati ekspektasi inflasi inti akan terjaga di tengah risiko perlambatan ekonomi global. Namun, BI memangkas ekspektasi pertumbuhan global pada 2022 menjadi 2,9% dari sebelumnya sebesar 3,5%. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto juga sepakat jika keputusan mempertahankan suku bunga ini tepat dilakukan. Ke depan, keputusan suku bunga akan sangat bergantung pada data inflasi inti. "Di sisi lain, BI menormalisasi kebijakan moneter dengan menaikkan GWM rupiah," tutur Rully.

Mata Uang Pilihan di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi AS

HR1 18 Jul 2022 Kontan

Dollar Amerika Serikat (AS) kini menjadi mata uang paling perkasa. Namun, para analis menyebut, dollar AS bukan mata uang yang tepat dipegang dalam jangka menengah panjang. Jumat (15/7) lalu, indeks dollar AS berada di level 107,98, naik 16,72% secara tahunan. Menurut Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin, saat ini dollar AS menguat karena investor mengkhawatirkan prospek aset berisiko, seiring ketidakpastian kondisi ekonomi. Di sisi lain, kebutuhan dollar AS memang naik. Nanang yakin, kurs dollar AS masih akan menguat terhadap rupiah. Dollar AS bisa kembali ke Rp 15.000. Jika bisa bertahan di atas level tersebut, dollar AS bisa menuju Rp 15.275. Padahal, ekonomi AS dibayangi ancaman resesi karena kenaikan bunga yang agresif, tanpa diimbangi pertumbuhan ekonomi.

BI Terbitkan Panduan Rupiah Digital Akhir 2022

KT1 13 Jul 2022 Investor Daily (H)

BI berencana menerbitkan panduan  (white paper) rupiah digital sebagai mata uang digital  resmi bank sentral  (central bank digital currency/CBD) akhir 2022. Hal ini untuk mengakomodasi  pesatnya perkembangan digitalisasi dan penggunaan aset kripto, seperti Bitcoin selama pandemi Covid-19. Deputi Gubernur BI Doni J Joewono menjelaskan, panduan ini merupakan langkah besar yang ditempuh BI sebelum menerbitkan rupiah digital. Sebab, ada berbagai resiko yang harus diantisipasi  ketika rupiah digital terbit, seperti stabiltas ekonomi , moneter, dan sistem keuangan. Menurut dia, keberadaan aset kripto melatarbelakangi penerbitan CBDC atau mata uang digital. "Saat ini mayoritas bank sentral dunia telah melakukan tahapan riset dan percobaan sesuai dengan karakteristik negara masing-masing," kata dia. CBDC, kata dia, dirancang untuk dapat digunakan melalui transfer uang tunai maupun surat berharga. Saat ini sejumlah bank  sentral masih mendesain uang digital guna memitigasi implikasi resiko keuangan akibat pesatnya perkembangan aset kripto di dunia (Yetede)

Bank Sentral Terus Bersiap Terbitkan Uang Digital

KT3 13 Jul 2022 Kompas

Seiring maraknya penggunaan mata uang digital dan aset kripto, bank sentral di berbagai negara pun bersiap menerbitkan mata uang digital bank sentral. Di Indonesia, kelak disebut digital rupiah. Penerbitan mata uang digital bank sentral ini perlu disiapkan dengan berhati-hati untuk memaksimalkan peluang yang bisa ditawarkan sambil memitigasi potensi risiko yang mungkin terjadi. Haltersebut mengemuka dalam seminar ”Digital Currency” yang merupakan rangkaian Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) hari kedua sebagai side event rangkaian G20 Finance Track: Finance and Central Bank Deputies (FCBD) dan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/7).

Deputi Gubernur BI Doni P Joewono menjelaskan, sepanjang sejarah, cara bertransaksi dan sistem pembayaran masyarakat terus berubah. Mulai dari barter, penggunaan mata uang, hingga muai berkembangnya mata uang digital. Digitalisasi dan pandemi Covid-19 turut mendorong pesatnya perkembangan mata uang digital dan aset kripto. Aset kripto memang memiliki potensi memperluas inklusi keuangan, tetapi juga menimbulkan risiko baru yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi, moneter, dan sistem keuangan. Kehadiran aset kripto melatarbelakangi bank sentral di seluruh dunia untuk menjajaki desain dan penerbitan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency/CBDC) atau mata uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral. (Yoga)


Mata Uang Garuda Kokoh di Tengah Banyak Tekanan

HR1 11 May 2022 Kontan (H)

Di tengah sentimen kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), dalam lima hari terakhir, kurs rupiah menunjukkan performa cukup solid dibanding mata uang lain di Asia. Meski terkoreksi, pelemahan rupiah jauh lebih terbatas dibandingkan mata uang lainnya. Selasa (10/5), kurs spot rupiah menguat 0,12% dari hari sebelumnya ke Rp 14.555 per dollar AS. Dalam lima hari terakhir, rupiah hanya melemah 0,37% di hadapan The Greenback. Sementara mata uang lain seperti dollar Singapura, bath Thailand, dan ringgit Malaysia melemah lebih dalam. Bahkan, pelemahan yuan terhadap dollar AS mencapai 1,73%.

Yuan dan Rubel Menggoyang Dollar AS

HR1 25 Mar 2022 Kontan

Dominasi mata uang dollar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang perdagangan global sedikit demi sedikit mulai dikurangi negara-negara besar. Eskalasi politik yang berkembang belakangan ini menyebabkan negara mengatur ulang strategi perdagangannya. Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan, pembayaran pembelian gas dari Rusia akan menggunakan mata uang Rusia rubel. Terutama bagi negara-negara yang menjatuhkan sanksi bagi Rusia. China sudah lebih dulu berusaha imbangi kedigdayaan dollar AS dengan menggunakan yuan untuk transaksi perdagangan bilateral. China dengan Rusia sudah menggunakan mata uang sendiri untuk menyelesaikan perdagangan bilateral sejak tahun 2010. 

Siasat Tekan Peran Dolar

HR1 17 Feb 2022 Bisnis Indonesia

Perluasan kerja sama transaksi menggunakan mata uang lokal alias local currency settlement (LCS) dengan sejumlah negara kian urgen. Salah satu manfaatnya adalah mendongkrak efisiensi bisnis, terutama di sektor perdagangan dan investasi. LCS adalah mekanisme penyelesaian transaksi bilateral yang dilakukan dengan mata uang lokal masing-masing negara. Misalnya transaksi perdagangan antara Indonesia dan China tak perlu lagi melibatkan dolar Amerika Serikat, melainkan cukup dengan rupiah dan renminbi. Perluasan penggunaan mata uang lokal diharapkan dapat mengikis ketergantungan terhadap dolar AS. Hal itu akan membantu mengendalikan volatilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sayang, kerja sama LCS sejauh ini masih terbatas, yakni hanya berlaku dengan China, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Padahal, kerja sama LCS terbukti cukup efektif. Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi LCS pada tahun lalu mencapai US$2,53 miliar, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya US$797 juta.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kemendag Kasan Muhri mengatakan kinerja ekspor dan impor dalam negeri relatif stabil di tengah potensi penguatan nilai tukar dolar AS sepanjang 2022. Kasan menerangkan implementasi LCS Indonesia bersama dengan China, Jepang, Malaysia, dan Thailand turut menjaga stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tahun ini. Selain itu posisi cadangan devisa di atas US$137 miliar bakal menambah keyakinan bagi eksportir dan importir untuk menghadapi dampak penguatan nilai tukar dolar AS menyusul kebijakan tapering off dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed akhir tahun lalu. 

Menimbang Dua Skema Mata Uang Digital

HR1 13 Dec 2021 Kontan

Perkembangan uang digital, terutama yang dikembangkan oleh kalangan swasta seperti mata uang kripto, mengundang perhatian bank sentral dari negara G20 untuk mulai membahas Central Bank Digital Currency (CBDC) sudah ada dua gambaran mengenai uang digital. Negara-negara G20 sepakat, mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) menjadi salah satu item yang menjadi perhatian untuk saat ini. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo memandang, rencana penerbitan CBDC ini juga seiring dengan makin maraknya digitalisasi dan makin berkembangnya mata uang digital yang dikelola oleh swasta (private sector).



Mengurangi Dolar AS, Memperbanyak Mata Uang Lokal

IDR 24 Sep 2021 Koran Tempo, 31 Agustus 2021

Jakarta - Perbankan nasional terus menggencarkan pemanfaatan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan, pembayaran jasa, dan investasi. Hal itu sejalan dengan langkah Bank Indonesia selaku otoritas pembayaran dan moneter yang mendorong perluasan serta pengembangan strategi diversifikasi. Saat ini, kerja sama LCS yang telah berlangsung adalah kerja sama dengan Malaysia (ringgit), Thailand (baht), dan Jepang (yen).

Produk LCS dapat digunakan untuk transaksi perdagangan barang antarnegara serta pembayaran jasa, seperti biaya rumah sakit dan pendidikan. Pemanfaatan LCS oleh nasabah terus meningkat meski di tengah masa pandemi Covid-19. BCA mencatat transaksi LCS terus naik sejak diimplementasikan, dengan pertumbuhan lebih dari 10 persen dibanding pada 2020. Bank Indonesia pun menemukan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan skema LCS di lapangan. Tak mudah menarik minat pelaku usaha agar memanfaatkan fasilitas LCS yang sudah disediakan. Terlebih, masih banyak pengusaha yang memiliki kewajiban mengimpor bahan baku menggunakan mata uang dolar AS.