Mengurangi Dolar AS, Memperbanyak Mata Uang Lokal
Jakarta - Perbankan nasional terus menggencarkan pemanfaatan transaksi menggunakan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam transaksi perdagangan, pembayaran jasa, dan investasi. Hal itu sejalan dengan langkah Bank Indonesia selaku otoritas pembayaran dan moneter yang mendorong perluasan serta pengembangan strategi diversifikasi. Saat ini, kerja sama LCS yang telah berlangsung adalah kerja sama dengan Malaysia (ringgit), Thailand (baht), dan Jepang (yen).
Produk LCS dapat digunakan untuk transaksi perdagangan barang antarnegara serta pembayaran jasa, seperti biaya rumah sakit dan pendidikan. Pemanfaatan LCS oleh nasabah terus meningkat meski di tengah masa pandemi Covid-19. BCA mencatat transaksi LCS terus naik sejak diimplementasikan, dengan pertumbuhan lebih dari 10 persen dibanding pada 2020. Bank Indonesia pun menemukan sejumlah tantangan dalam pelaksanaan skema LCS di lapangan. Tak mudah menarik minat pelaku usaha agar memanfaatkan fasilitas LCS yang sudah disediakan. Terlebih, masih banyak pengusaha yang memiliki kewajiban mengimpor bahan baku menggunakan mata uang dolar AS.
Tags :
#Mata UangPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023