Geopolitik Global Menjadi Tantangan Rupiah
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% pada Oktober 2024, dengan alasan utama untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah kondisi geopolitik global yang rentan. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa keputusan ini juga bertujuan untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam rentang 2,5% plus minus 1% pada 2024 dan 2025, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Perry optimis bahwa nilai tukar rupiah dapat menguat meskipun saat ini terpengaruh oleh ketidakpastian global, terutama dari situasi di Timur Tengah.
Ekonom Myrdal Gunarto dari Maybank Indonesia memperkirakan bahwa rupiah dapat menguat menjadi Rp 15.348 per dolar AS pada November 2024 dan berlanjut hingga Rp 15.106 pada Desember 2024. Sementara itu, Hosianna Evalita Situmorang dari Bank Danamon juga memperkirakan penguatan nilai tukar rupiah hingga Rp 15.000 per dolar AS pada akhir tahun 2024. Myrdal menambahkan bahwa meskipun cadangan devisa BI mengalami penurunan, kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan masih ada di November dan Desember, yang akan mengurangi BI-Rate menjadi 5,50% pada akhir tahun.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023