;

BRICS Memicu Pergeseran Dana Asing

Ekonomi Hairul Rizal 02 Nov 2024 Kontan (H)
BRICS Memicu Pergeseran Dana Asing
Arus dana asing keluar dari pasar keuangan Indonesia meningkat dalam sepekan terakhir, baik di pasar saham maupun obligasi. Di pasar saham, terjadi aksi jual bersih asing senilai Rp 2,64 triliun dalam sepekan, sementara pasar Surat Berharga Negara (SBN) juga mengalami penurunan kepemilikan asing sebesar Rp 3,1 triliun.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai bahwa jika Indonesia bergabung dengan BRICS, hal ini akan menguntungkan investor dari China tetapi mungkin kurang menarik bagi investor Barat, terutama di tengah ketidakpastian politik dan pemerintahan mendatang di bawah Prabowo Subianto. Selama Januari-September 2024, investasi China di Indonesia mencapai US$6,06 miliar atau 60% dari total investasi negara-negara BRICS.

Fikri C. Permana, Senior Economist dari KB Valbury Sekuritas, menyebutkan bahwa investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti dolar AS dan emas di tengah ketidakpastian global, yang semakin diperburuk oleh kemungkinan kemenangan Donald Trump dalam pemilu AS. Sementara itu, Hendra Wardana, Praktisi Pasar Modal dari Stocknow.id, menilai bahwa kekhawatiran investor juga disebabkan oleh potensi perubahan arah kebijakan ekonomi Indonesia menuju BRICS, yang berisiko memperburuk hubungan dengan negara-negara Barat.

Sebaliknya, Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas melihat dampak positif jika Indonesia bergabung dengan BRICS, karena BRICS memiliki misi untuk memperkuat ekonomi anggotanya dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Populasi BRICS yang besar dan nilai ekonominya yang mencapai 28% dari perekonomian global bisa memberikan dukungan bagi stabilitas ekonomi Indonesia ke depan.

Secara keseluruhan, prospek aliran dana asing ke Indonesia di akhir 2024 hingga 2025 masih penuh tantangan, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dan perubahan arah kebijakan ekonomi.
Download Aplikasi Labirin :