Perang Global Picu Lonjakan Utang
Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menimbulkan risiko naiknya imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN), yang dapat memperberat beban utang pemerintah Indonesia. Pada 24 Juni 2025, yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di level 6,76%, memang lebih rendah dari rata-rata asumsi APBN 2025 (7%), tetapi tren pasar sekunder menunjukkan potensi kenaikan premi risiko akibat konflik dan depresiasi rupiah.
Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, mengingatkan bahwa jika harga minyak melonjak di atas US$ 100 per barel dan rupiah melemah di atas Rp 16.500 per dolar AS, yield SBN kemungkinan akan naik signifikan. Hal ini meningkatkan biaya penerbitan utang baru dan memperlebar defisit anggaran, yang bisa mendekati 3% PDB jika harga minyak menyentuh US$ 120 per barel. Josua juga menyoroti risiko dari pelemahan rupiah terhadap beban utang valas dan subsidi BBM. Namun, ia mencatat pemerintah masih punya ruang manuver melalui SiLPA sebesar Rp 303,8 triliun dan realisasi subsidi energi yang baru 15%, sehingga realokasi anggaran masih memungkinkan untuk menahan defisit di bawah 3%.
Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, memberikan pandangan lebih optimistis. Menurutnya, selama konflik di Timur Tengah tidak meluas ke negara lain di luar Iran, Israel, dan AS, dampaknya terhadap pasar keuangan Indonesia akan tetap terbatas. Myrdal menilai kondisi utang Indonesia saat ini masih sangat kondusif, dengan rasio utang terhadap PDB dan utang luar negeri yang relatif rendah, serta stabilitas kurs rupiah yang masih di bawah Rp 16.500 per dolar AS.
Meski saat ini posisi fiskal Indonesia dinilai masih aman, konflik geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena bisa memicu lonjakan harga minyak, pelemahan rupiah, kenaikan yield SBN, serta beban utang yang lebih berat ke depan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023