Kepercayaan Konsumen Merosot, Tabungan Terancam
Momentum pilkada serentak yang diharapkan mendongkrak optimisme konsumen belum berhasil mengangkat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di awal kuartal IV-2024. Berdasarkan survei Bank Indonesia (BI), IKK Oktober 2024 turun ke level 121,1, terendah sejak Desember 2022. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini (IKE) dan ekspektasi enam bulan ke depan (IEK). Indeks penghasilan saat ini, pembelian barang tahan lama, serta ketersediaan lapangan kerja menjadi penyumbang utama pelemahan.
Meskipun konsumsi masyarakat meningkat dengan proporsi pengeluaran untuk konsumsi naik ke 74,5%, hal ini mengorbankan tabungan yang turun ke level 15%, terendah sejak Desember 2021. Hasil survei ASEAN Consumer Sentiment Study (ACSS) 2024 oleh UOB juga mencatat bahwa 76% responden di Indonesia khawatir terhadap kondisi keuangan mereka. Kecemasan ini mencakup kemampuan menabung (49%), memenuhi kebutuhan pokok (35%), dan merencanakan masa pensiun (28%).
Menurut Yusuf Rendy Manilet, Ekonom Center of Reform on Economics (Core), penurunan optimisme konsumen ini mencerminkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi, yang dipengaruhi inflasi, ketidakpastian politik, dan dinamika pasar tenaga kerja. Yusuf menambahkan bahwa ekspektasi negatif terhadap ketersediaan lapangan kerja dan kegiatan usaha menunjukkan pesimisme masyarakat terhadap tantangan ekonomi ke depan, seperti ketatnya kebijakan moneter dan ketidakpastian global.
Untuk memulihkan keyakinan konsumen, Yusuf menekankan pentingnya sinyal kebijakan dari pemerintah. Langkah ini diperlukan agar masyarakat lebih percaya terhadap stabilitas ekonomi, khususnya menjelang akhir tahun yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi.
Tags :
#MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023