RI Menempati Posisi Investasi Digital dengan Nilai sebesar US$ 21,9 Miliar atau Sekitar Rp 355 Triliun di Asean
Indonesia saat ini menempati posisi kedua di Asean sebagai negara dengan tujuan investasi digital dengan nilai sebesar US$ 21,9 miliar atau sekitar Rp 355 triliun. Pemerintah ingin menjadikan Indonesia memiliki berbagai potensi yang tidak dimiliki oleh negara lain. Potensi Indonesia dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu nilai pasar e-commerce Indonesia yang mencapai US$ 77 miliar pada 2023, lalu jumlah pelanggan mobile broadband yang terus tumbuh setiap tahunnya, serta trafik lalu lintas data internet yang juga terus melambung, serta surplus populasi generasi muda atau bonus demografi yang diperkirakan akan mencapai 68% pada 2030. Lalu lintas data internet, diperkirakan pada tahun 2030 nanti, jumlah pelanggan mobile broadband akan mencapai 412 juta orang, dengan lalu lintas data mencapai 581 petabytte (PB) per hari, atau terjadi peningkatan 4,3 lipat pada 2030 nanti. Menurut laporan e-Conomy SEA 2024 yang disusun bersama oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai nilai barang dagangan kotor (gross merchandise value/GMV) US$ 90 miliar pada 2024. Nilainya terbesar di kawasan Asia Tenggara dan naik US$ 10 miliar (13%) dibandingkan tahun 2023 masih US$ 80 miliar. (Yetede)
Tags :
#InvestasiPostingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
30 Jun 2025
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
25 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023