;
Tags

Pasar Uang

( 50 )

Bunga Naik, Prospek Reksadana Pasar Uang Makin Terangkat

HR1 19 Dec 2022 Kontan

Bank sentral Amerika Serikat (AS) masih bersikap hawkish hingga tahun depan dalam menyusun kebijakan moneter. Ini akan menguntungkan bagi investasi reksadana pasar uang. Kenaikan suku bunga agresif AS bisa diikuti negara lain, termasuk Indonesia, sehingga imbal hasil reksadana pasar uang bakal makin tinggi. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, reksadana pasar uang juga menarik dibandingkan deposito. Meskipun manajer investasi menempatkan dana di deposito, biasanya manajer investasi akan mendapat bunga khusus. CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Surya Putra menambahkan, reksadana pasar uang juga bisa menempatkan dana di obligasi jangka pendek di bawah satu tahun. Pencairan reksadana pasar uang juga bisa dilakukan setiap saat tanpa harus dikunci.

Redam Kejatuhan Rupiah, BI Agresif Naikkan Bunga

KT3 21 Oct 2022 Kompas

Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus berlanjut ditambah ekspektasi inflasi yang dinilai masih tinggi mendorong BI kembali menaikkan suku bunga acuan secara agresif sebesar 50 basis poin menjadi 4,75 %. Kenaikan suku bunga acuan ini diharapkan bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengembalikan inflasi ke dalam sasaran 2-4 % pada semester I-2023. Kebijakan itu diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar, Kamis (20/10). Ini merupakan kenaikan 50 basis poin (bp) berturut-turut setelah pada bulan sebelumnya BI melakukan hal yang sama. Pada Agustus 2022, BI hanya menaikkan suku bunga sebesar 25 bp. Saat memaparkan hasil RDG BI secara daring pada Kamis, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini salah satunya untuk  memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya. Sejak awal tahun hingga 19 Oktober 2022, mata uang rupiah telah terdepresiasi 8,03 % terhadap dollar AS.

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah pada perdagangan Kamis ditutup pada level Rp 15.579 per dollar AS, melemah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp 15.491 per dollar AS. Kendati demikian, depresiasi kurs rupiah masih lebih rendah dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, seperti rupee India yang melemah 10,42 %, ringgit Malaysia turun 11,75 %, dan baht Thailand yang anjlok 12,55 %. Pelemahan nilai tukar rupiah salah satunya dipicu langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang sepanjang tahun ini sangat agresif menaikkan suku bunga acuannya. Kini suku bunga acuan The Fed berada pada posisi 3,25 %. Investor memindahkan dananya ke aset-aset berdenominasi dollar AS lantaran imbal hasilnya lebih menarik. Di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global, para pemodal makin terdorong menempatkan dananya di pasar AS. (Yoga)


Imbal Hasil Reksadana Pasar Uang Kian Mengembang

HR1 27 Sep 2022 Kontan

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi angin segar bagi reksadana pasar uang. Reksadana ini diperkirakan bisa menghasilkan imbal hasil lebih tinggi. Head of Fixed Income Avrist Asset Management Zaki Aulia menyebutkan, tren kenaikan bunga ini akan menyeret bunga deposito dan obligasi. Efeknya imbal hasil reksadana pasar uang meningkat. "Ke depan kami memilih memperbesar penempatan dana di obligasi korporasi pasar uang dengan rating minimal AA-," kata dia, kemarin. Avrist menargetkan imbal hasil reksadana pasar uang bisa di atas 3% pada akhir 2022. Di tahun depan, Zaki memperkirakan reksadana pasar uang bisa memberikan imbal hasil 3,25%-3,5%. Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha bahkan menyebut tahun depan imbal hasil reksadana pasar uang akan lebih baik dibandingkan tahun ini, karena kenaikan suku bunga BI. Per Kamis (22/9), reksadana pasar uang Trimegah, yakni TRIM Kas 2, memberikan imbal hasil 2,54%. Darma bilang ada potensi kenaikan return 1% sampai akhir 2022.

Parkir Sejenak di Pasar Uang Agar Cuan Tak Hilang

HR1 10 May 2022 Kontan (H)

Seperti sudah diprediksi, pasar saham langsung jeblok begitu perdagangan kembali dibuka pekan ini. Tak tanggung-tanggung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 4,42% ke level 6.909,75 pada perdagangan kemarin akibat sentimen kenaikan Fed fund rate. Pasar obligasi juga ikut tertekan. Kemarin, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) besutan Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) merosot ke level 327,45, yang merupakan level terendah dalam kurun sekitar enam bulan terakhir. Tekanan ke pasar keuangan diprediksi belum akan segera berakhir. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo melihat, pada jangka pendek, seluruh instrumen investasi di pasar modal akan mengalami tekanan, baik saham maupun obligasi. "Belum lagi ada kenaikan inflasi domestik, hingga ada potensi profit taking pada IHSG berlanjut, mengingat sudah cenderung jenuh beli di atas 7.200," tutur Praska. 

Karena itu, investor perlu mempertimbangkan mengatur ulang portofolio investasinya untuk mengantisipasi potensi kerugian membengkak. Para pengamat sepakat, di tengah sentimen kenaikan suku bunga Amerika Serikat dan potensi kenaikan suku bunga Indonesia, investor bisa memperbesar porsi investasi di instrumen pasar uang. Selain bisa dimanfaatkan untuk mengejar keuntungan saat suku bunga naik, instrumen pasar uang bisa dimanfaatkan sebagai tempat parkir sementara dana investasi. "Investor bisa mendiversifikasikan dananya sambil menunggu posisi koreksi sehat IHSG dan setelah itu bisa masuk ke instrumen saham," kata Reza Fahmi, Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management, kemarin. Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto menambahkan, investor perlu memperbesar porsi dana di instrumen yang likuid saat pasar masih dilanda ketidakpastian. Instrumen pasar uang bisa jadi pilihan. 

Pasar Keuangan Menerawang The Fed

KT3 16 Feb 2022 Kompas

Kombinasi pergerakan inflasi, arah kebijakan The Fed, dan dinamika mutakhir soal krisis antara Rusia dan Ukraina-NATO membuat pelaku pasar melepas aset-aset mereka di pasar keuangan. Setelah mengalami kenaikan sepanjang 2021, saham-saham teknologi, perusahaan kripto, hingga produsen kendaraan listrik melemah per Januari 2022. The Fed akan menggelar pertemuan pada 15-16 Maret 2022 saat kondisi mutakhir tak semulus proyeksi. Salah satunya inflasi yang masih tinggi. Pasar keuangan tengah menerawang kebijakan The Fed. (Yoga)


IHSG Ukir Rekor Tertinggi Baru

KT1 06 Feb 2022 Investor Daily

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)  berhasil mengukir rekor tertinggi baru 6.731 pada penutupan perdagangan Jumat (4/20), mengalahkan all time high sebelumnya 6.723 pada 22 November 2021. Rilis kinerja keuangan  emiten perbankan yang solid, berhasil membawa IHSG naik tinggi 47  poin atau 0,71% dari pembukaan perdagangan Jumat pagi di level 6.697. "Katalis positifnya karena rilis kinerja keuangan perbankan 2021 yang solid. Selain itu, belum adanya kenaikan level PPKM juga menjadi sentimen positif lainnya," kata Pengamat Pasar Modal dan Founder Bageur Stock Andi Wibowo Gunawan kepada Investor Daily, Jumat (4/2). Andy menyebutkan, saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berhasil menjadi penggerak IHSG hingga menyentuh rekor baru. "Meski sejumlah kasus Covid-19 terus meningkat, Indeks masih mempunyai peluang untuk kembali menguat dengan menguji level resisten 6.754," ujar dia. 

Kinerja Reksa Dana, Pasar Uang Paling Tahan Banting

Ayutyas 06 Oct 2020 Bisnis Indonesia

Berdasarkan data Infovesta Utama per 30 September 2020, reksa dana pasar uang yang digambarkan dalam Infovesta 90 Money Market Fund Index membukukan imbal hasil paling tinggi di antara jenis reksa dana lainnya yakni 0,40% secara bulanan. Sementara itu, reksa dana saham dan reksa dana campuran kompak mencetak imbalan hasil negatif, masing – masing -7,03% dan -1,16%. Kinerja reksa dana pasar uang memang tercatat konsisten tiap bulannya.Secara year to date, kinerja indeks reksa dana pasar uang tercatat pada kisaran 3,60%. 

Pasalnya, potensi imbal hasil dari deposito perbankan tahun ini menurun karena sepanjang tahun berjalan Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak empat kali dengan akumulasi penurunan sebesar 100 bps atau 1% menjadi 4%. Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan per 31 Agustus 2020, dana kelolaan atau nilai aktiva bersih ( NAB ) reksa dana pasar uang mencapai Rp. 79,29 triliun dari total dana kelolaan secara industri yang sebesar Rp. 520,84 triliun.  Platform perencana keuangan digital FUNDtastic mencatat pertumbuhan dana kelolaan mereka mengalami kenaikan selama pandemi dengan rata – rata 10% - 20% setiap bulannya setelah sempat terkoreksi selama Maret – Mei 2020.

Co-founder dan Chief Investment officer FUNDtastic Franky Chandra mengatakan per akhir September dana kelolaan platform yang berdiri sejak akhir 2019 ini telah mencapai Rp. 106 miliar, dengan komposisi 70% di antaranya adalah produk reksa dana pasar uang. Franky juga menilai masyarakat saat ini mulai menyadari akan pentingnya mempersiapkan dana darurat, terutama di era resesi dan krisis seperti saat ini.

Sementara itu, bagi perusahaan manajer Investasi PT KISI Asset Management ( KISI AM ), portfolio surat berharga menjadi andalan pendongkrak kinerja reksa dana pasar uang miliknya. Berdasarkan data Infovesta per 30 September, reksa dana besutan KISI AM yakni KISI Money Market Fund tercatat membukukan kinerja 4,73% secara year to date. Hal ini terlihat dari alokasi portofolio produk yang terdiri atas 77,13%, obligasi dengan jatuh tempo kurang dari setahun, baru sisanya 22,87% instrumen pasar uang.

Yang Untung Saat Rupiah Buntung

Ayutyas 14 Jun 2020 Kontan, 29 Mei 2020

Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam di kuartal satu lalu. Di periode tersebut, kurs rupiah turun 17,63%. Meski begitu, sejumlah emiten mendulang untung berkat pelemahan ini. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencetak laba selisih kurs Rp 605,06 triliun di sehingga laba bersih emiten ini naik menjadi Rp 931,39 miliar sebagaimana diterangkan Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital Sekuritas. PT Lonsum Indonesia Tbk (LSIP) juga mengalami hal serupa. Meilki Darmawan, analis NH Korindo Sekuritas, menjelaskan, performa tersebut tak lepas dari posisi LSIP yang memiliki net cash kuat.

Cuma memang, ada risiko negara importir CPO mengurangi konsumsi akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini berpotensi menekan harga CPO. Berdasarkan perhitungan Meilki, setiap penurunan harga CPO sebesar 10%, pendapatan LSIP akan turun 7%. Sedangkan laba per saham akan mengalami penurunan 22%. Setali tiga uang, Chris mengatakan turunnya konsumsi dari negara importir produk menjadi risiko bagi MYOR. Tapi, pelonggaran lockdown yang sudah dimulai di beberapa negara tujuan ekspor menjadi angin segar.

Chris merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Ini dengan asumsi kurs rupiah stabil di Rp 14.900 per dollar AS hingga akhir tahun. Meilki menilai, program B-30 menjadi sentimen positif untuk emiten perkebunan dalam negeri karena dinilai mampu menyerap permintaan CPO. Dia merekomendasikan buy LSIP dengan target harga Rp 900 per saham.

Bank Sentral Waspadai Kepanikan di Pasar Uang

leoputra 09 Mar 2020 Tempo, 09 Maret 2020

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan mewabahnya Covid-19 memberikan sentimen buruk bagi sektor moneter dunia. Sentimen virus Wuhan, kata dia, menambah banyak sentimen negatif yang terus menghantui sejak jauh hari, seperti perang dagang dan perlambatan ekonomi global.

Ketidakwajaran perilaku investor, ucap dia, membuat imbal hasil dan rapor ekonomi domestik tak lagi jadi referensi investor untuk menaruh uangnya di Indonesia. Catatan BI, ujar Perry, sudah ada uang yang keluar dari Tanah Air Rp 30,8 triliun. Rapor termin akhir Februari tersebut terdiri atas Rp 26,2 triliun pelepasan di produk surat berharga negara dan Rp 4,1 triliun di pasar saham. Bank Indonesia pun, kata Perry, sudah mengintervensi dengan membeli obligasi negara sebanyak Rp 80 triliun yang dilepas para investor asing seusai virus corona mewabah dua bulan terakhir. Menurut dia, kepanikan tersebut tak lepas dari lesunya aktivitas sektor riil seperti perdagangan yang menjadi salah satu rujukan terhadap gambaran geliat ekonomi. Pekan lalu, Bank Indonesia mengeluarkan lima stimulus kebijakan moneter untuk mendongkrak gairah sektor riil. Selain peningkatan penetrasi pasar, BI menurunkan rasio giro wajib minimum valuta asing dari 8 persen, menjadi 4 persen yang diharapkan bisa meningkatkan likuiditas perbankan hingga US$ 3,2 miliar. Selain giro minimum valuta asing, BI menurunkan giro wajib minimum untuk transaksi rupiah sebesar 50 basis point. Kedua kebijakan tersebut ditetapkan berlaku efektif pada 16 Maret dan 1 April mendatang.

Pemerintah Segera Terbitkan Insentif Pajak Bagi DIRE

budi6271 02 Aug 2019 Kontan

Ada kabar baik bagi pelaku industri reksadana dan investor reksadana. Pemerintah berencana memberikan insentif PPh atas bunga atau diskonto obligasi yang jadi aset dasar reksadana. Ditjen Pajak menyebutkan tarif pajak dimaksud akan menjadi 0% berlaku hingga tahun 2020. Dalam revisi PP 100/2013 nantinya juga akan memperluas pemberian insentif. Insentif juga bakal berlaku untuk dana investasi infrastruktur (DINFRA), dana investasi real estate (DIRE) serta kontrak investasi kolektif efek beragunan aset (KIK-EBA). Insentif ini diharapkan mendorong pendalaman pasar keuangan serta mendukung penerbitan obligasi infrastruktur dan real estate.