Imbal Hasil Reksadana Pasar Uang Kian Mengembang
Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps) menjadi angin segar bagi reksadana pasar uang. Reksadana ini diperkirakan bisa menghasilkan imbal hasil lebih tinggi.
Head of Fixed Income Avrist Asset Management Zaki Aulia menyebutkan, tren kenaikan bunga ini akan menyeret bunga deposito dan obligasi. Efeknya imbal hasil reksadana pasar uang meningkat. "Ke depan kami memilih memperbesar penempatan dana di obligasi korporasi pasar uang dengan rating minimal AA-," kata dia, kemarin.
Avrist menargetkan imbal hasil reksadana pasar uang bisa di atas 3% pada akhir 2022. Di tahun depan, Zaki memperkirakan reksadana pasar uang bisa memberikan imbal hasil 3,25%-3,5%.
Head of Fixed Income Trimegah Asset Management Darma Yudha bahkan menyebut tahun depan imbal hasil reksadana pasar uang akan lebih baik dibandingkan tahun ini, karena kenaikan suku bunga BI. Per Kamis (22/9), reksadana pasar uang Trimegah, yakni TRIM Kas 2, memberikan imbal hasil 2,54%. Darma bilang ada potensi kenaikan return 1% sampai akhir 2022.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023