Redam Kejatuhan Rupiah, BI Agresif Naikkan Bunga
Kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang terus berlanjut ditambah ekspektasi inflasi yang dinilai masih tinggi mendorong BI kembali menaikkan suku bunga acuan secara agresif sebesar 50 basis poin menjadi 4,75 %. Kenaikan suku bunga acuan ini diharapkan bisa menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengembalikan inflasi ke dalam sasaran 2-4 % pada semester I-2023. Kebijakan itu diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang digelar, Kamis (20/10). Ini merupakan kenaikan 50 basis poin (bp) berturut-turut setelah pada bulan sebelumnya BI melakukan hal yang sama. Pada Agustus 2022, BI hanya menaikkan suku bunga sebesar 25 bp. Saat memaparkan hasil RDG BI secara daring pada Kamis, Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, keputusan ini salah satunya untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya. Sejak awal tahun hingga 19 Oktober 2022, mata uang rupiah telah terdepresiasi 8,03 % terhadap dollar AS.
Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), kurs rupiah pada perdagangan Kamis ditutup pada level Rp 15.579 per dollar AS, melemah dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp 15.491 per dollar AS. Kendati demikian, depresiasi kurs rupiah masih lebih rendah dibandingkan mata uang negara berkembang lainnya, seperti rupee India yang melemah 10,42 %, ringgit Malaysia turun 11,75 %, dan baht Thailand yang anjlok 12,55 %. Pelemahan nilai tukar rupiah salah satunya dipicu langkah bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), yang sepanjang tahun ini sangat agresif menaikkan suku bunga acuannya. Kini suku bunga acuan The Fed berada pada posisi 3,25 %. Investor memindahkan dananya ke aset-aset berdenominasi dollar AS lantaran imbal hasilnya lebih menarik. Di tengah meningkatnya ketidakpastian perekonomian global, para pemodal makin terdorong menempatkan dananya di pasar AS. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023