;

Yang Untung Saat Rupiah Buntung

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 14 Jun 2020 Kontan, 29 Mei 2020
Yang Untung Saat Rupiah Buntung

Nilai tukar rupiah melemah cukup dalam di kuartal satu lalu. Di periode tersebut, kurs rupiah turun 17,63%. Meski begitu, sejumlah emiten mendulang untung berkat pelemahan ini. PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) mencetak laba selisih kurs Rp 605,06 triliun di sehingga laba bersih emiten ini naik menjadi Rp 931,39 miliar sebagaimana diterangkan Chris Apriliony, analis Jasa Utama Capital Sekuritas. PT Lonsum Indonesia Tbk (LSIP) juga mengalami hal serupa. Meilki Darmawan, analis NH Korindo Sekuritas, menjelaskan, performa tersebut tak lepas dari posisi LSIP yang memiliki net cash kuat.

Cuma memang, ada risiko negara importir CPO mengurangi konsumsi akibat pandemi Covid-19. Kondisi ini berpotensi menekan harga CPO. Berdasarkan perhitungan Meilki, setiap penurunan harga CPO sebesar 10%, pendapatan LSIP akan turun 7%. Sedangkan laba per saham akan mengalami penurunan 22%. Setali tiga uang, Chris mengatakan turunnya konsumsi dari negara importir produk menjadi risiko bagi MYOR. Tapi, pelonggaran lockdown yang sudah dimulai di beberapa negara tujuan ekspor menjadi angin segar.

Chris merekomendasikan buy saham MYOR dengan target harga Rp 2.700 per saham. Ini dengan asumsi kurs rupiah stabil di Rp 14.900 per dollar AS hingga akhir tahun. Meilki menilai, program B-30 menjadi sentimen positif untuk emiten perkebunan dalam negeri karena dinilai mampu menyerap permintaan CPO. Dia merekomendasikan buy LSIP dengan target harga Rp 900 per saham.

Download Aplikasi Labirin :