Umum
( 784 )Kendaraan Listrik, RI Butuh Baterai 759.000 Ton
Bisnis, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memproyeksikan kebutuhan baterai lithium ion dalam negeri untuk kendaraan listrik mencapai 758.693 ton pada 2030.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan bahwa dalam Grand Strategi Energi Nasional (GSEN), pemerintah menargetkan mobil listrik di dalam negeri dapat mencapai 2 juta unit pada 2030 dan sepeda motor listrik sebanyak 13 juta unit pada 2030.
(Oleh - HR1)
Larangan Mudik Lebaran, Omzet Mal di Daerah Meningkat
Periode Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1442 H mendorong penjualan ritel di daerah melonjak, kendati ada larangan mudik Lebaran. Omzet penjualan Lotte Mart Medan Centre Point tercatat naik sebesar 20% sejak Kamis, (6/5) dibandingkan penjualan hari biasa. Store General Manager Lotte Mart Medan Centre Point Antoni Jekson mengatakan peningkatan itu sejalan dengan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah pada 6-17 Mei 2021. “Kalau di Lotte Mart sendiri karena tidak bisa mudik, impact-nya hanya sekitar 20%. Peningkatan itu mulai Kamis, khususnya daging,” katanya, Minggu (16/5). Menurutnya, penjualan barang yang meningkat signifikan adalah bahan makanan dan daging dengan peningkatan sebesar 30%. Promosi paket sembako seharga Rp75.000 hingga Rp150.000 juga berperan besar terhadap peningkatan penjualan pusat belanja itu.bAdapun, puncak penjualan ritel di satu-satunya Lotte Mart di Medan terjadi pada Senin (10/5) dan Selasa (11/5). Antoni menyatakan peningkatan penjualan pada dasarnya masih terbatas karena sampai kini jumlah pengunjung pusat belanja masih berkurang akibat Covid-19. Namun, dia mengatakan penjualan dan jumlah pengunjung di Lotte Mart Medan Centre Point tetap tumbuh dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. “Kalau tahun lalu, sangat sepi karena mal kemarin sempat tutup daya beli rendah juga. Impact-nya mudik dilarang, alternatifnya ke mal,” katanya.
Dari Cirebon, pusat perbelanjaan di wilayah perkotaan di salah satu kota Jawa Barat itu juga ramai dikunjungi pada masa larangan mudik atau H+3 Hari Raya Idulfitri 1442 H. Pantauan Bisnis di Cirebon Super Block (CSB) yang berlokasi di Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Cirebon, kepadatan terjadi mulai dari pintu masuk. Pengunjung terlihat mengantre menunggu pemeriksaan suhu tubuh. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey memprediksi pengusaha ritel di kota-kota besar akan menikmati keuntungan dari kondisi Lebaran.
(Oleh - HR1)
Wika dan Waskita akan Tawarkan Sejumlah Proyek Tol pada SWF
JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
(Wika) dan PT Waskita
Karya (Persero) Tbk akan
menawarkan beberapa proyek infrastruktur jalan tol
kepada Sovereign Wealth
Fund (SWF) atau Indonesia
Investment Authority (INA)
untuk meleverage (mengungkit) bisnis perseroan.
Direktur Utama PT Wijaya
Karya (Persero) Tbk (Wika)
Agung Budi Waskito menyampaikan proyek-proyek
lama Wika sebagian sedang
diajukan. Hanya saja karena
konsorsium seperti di Jalan
Tol Balikpapan-Samarinda
dan Manado-Bitung termasuk
yang sedang diprakarsai akan
didorong untuk dibiayai SWF.
Apalagi, lanjut dia, investasi ke depan banyak yang
baru seperti pembangkit
listrik tenaga surya (PLTS),
energi terbarukan, kemudian belum lama ini Wika
juga memenangkan tender
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jati Luhur. Dengan menawarkan proyek
ke SWF, kata dia, membuat
perseroan lebih confident.
Bukan hanya itu, hadirnya SWF sekaligus menjadi
penyemangat Wika untuk
lebih banyak membangun
infrastruktur di Indonesia.
Pasalnya, dengan mendapat
injection pendanaan dari
SWF, otomatis akan dapat
me-leverage Wika untuk
mengerjakan proyek lain.
Hal senada juga disampaikan Direktur Operasi
PT Waskita Karya (Persero) Tbk Bambang Rianto.
Menurut dia, kehadiran
SWF jika dilihat dari benchmarking di Norwegia
dan Singapura, manfaatnya
sangat besar untuk melakukan aset recycle sehingga
pembangunan infrastruktur
menjadi berkelanjutan.
(Oleh - HR1)
Indosat Resmi Jual Menara Rp 10,47 Triliun
JAKARTA – PT Indosat Tbk
(ISAT) menjual sebanyak 4.247
menara telekomunikasi kepada
PT EPID Menara Assetco. Nilai
keseluruhan dari penjualan
menara itu mencapai Rp 10,47
triliun.
Sekretaris Perusahaan Indosat Billy Nikolas
Simanjuntak mengatakan, perseroan memiliki
rencana investasi dari tahun 2018 hingga beberapa tahun ke depan yang bertujuan untuk
meningkatkan layanan kepada pelanggan.
“Untuk mempercepat rencana itu, perseroan
mempertimbangkan inisiatif anorganik untuk
menjual menara,” kata dia dalam keterangan
tertulis, Rabu (5/5).
Karena itu, perseroan menyetujui untuk
menjual dan menyewa kembali 4.247 menara
telekomunikasi tersebut. Proses transaksi
yang dibagi dalam 5 paket ini diharapkan bisa
rampung sebelum 30 Juni 2021.
Dengan adanya penjualan menara ini,
perseroan bisa mempercepat peningkatan
layanan kepada pelanggan. Perseroan juga bisa
mengoptimasi struktur permodalan melalui
percepatan pembayaran sejumlah pinjaman.
President Director and CEO Indosat Ahmad
Al-Neama mengatakan, perseroan terus menjalankan strategi tiga tahun perusahaan dan
menjaga momentum pertumbuhan meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Pihaknya
optimistis pendapatan bisa bertumbuh sejalan
dengan pertumbuhan pendapatan industri
operator selular, sementara marjin EBITDA
diharapkan sekitar batas bawah level 40% pada
tahun ini.
“Peningkatan jaringan ini merupakan bagian
dari upaya perseroan mendukung transformasi
digital Indonesia yang sejalan dengan rencana
ekonomi digital pemerintah,” jelas dia saat
paparan kinerja, baru-baru ini.
(Oleh - HR1)
Efektivitas Penyaluran Beras Bulog, Penambahan Outlet Baru Mendesak
Bisnis, JAKARTA – Perum Bulog tetap memerlukan jaminan outlet baru untuk penyaluran beras demi menjamin perputaran stok yang dikelola. Tanpa tambahan kanal di sisi hilir, penyerapan gabah maupun beras di sisi hulu bisa tidak optimal di tengah adanya tren penurunan harga.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani terus mengalami penurunan sejak Januari. Harga menyentuh level terendah pada April di angka Rp4.275 per kilogram (kg). Harga GKP pada April 2021 bahkan turun 7,06% dibandingkan dengan April tahun lalu.
Harga GKP di tingkat penggilingan juga terpantau turun 1,85% secara bulanan menjadi Rp4.398 per kg. Kondisi ini diikuti dengan penurunan harga gabah kualitas kering giling (GKG) yang rata-rata terkoreksi 6,36% di tingkat petani dan 6,31% di tingkat penggilingan dibandingkan dengan Maret 2021.
Di sisi lain, Perum Bulog tercatat telah menyerap sekitar 569.000 ton beras per akhir April 2021. Dengan stok kelolaan 1,2 juta ton, perusahaan tinggal selangkah lagi mencapai stok maksimal 1,5 juta ton yang diamanatkan untuk cadangan beras pemerintah (CBP).
Sekretaris Perum Bulog Awaluddin Iqbal mengatakan pihaknya akan melanjutkan penyerapan selama puncak panen. Dengan asumsi panen dalam jumlah besar berlangsung sampai Mei, perusahaan setidaknya akan menyerap sampai Juni untuk menjaga harga.
Sejauh ini Bulog hanya memiliki operasi pasar sebagai kanal penyaluran dengan realisasi sebesar 147.000 ton per akhir April. Artinya, beras yang keluar dari gudang setiap bulannya berkisar di volume 36.000 ton.
Di sisi lain, penyerapan beras oleh Perum Bulog dinilai tak akan optimal karena nihilnya kanal penyaluran. Sumbangan serapan ideal sebesar 60%—65% pada masa panen raya pun berpotensi tidak tercapai.
“Dengan ketiadaan outlet, penyerapan saat panen raya bisa tidak optimal. Pada situasi ketika Bulog masih memiliki outlet, 60 sampai 65 persen pengadaan berlangsung pada bulan-bulan ini,” kata Khudori, pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia.
(Oleh - HR1)RI Percepat Pencapaian Nol Emisi Karbon
JAKARTA – Pemerintah melalui Kemenko
Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves)
bersama kementerian/lembaga (K/L) lainnya
terus berupaya agar Indonesia dapat mempercepat target nol emisi karbon (net zero
emission), salah satunya melalui peningkatan
bauran energi baru terbarukan (EBT). Untuk
itu, dukungan dari sektor swasta memegang
peranan penting dalam mewujudkan percepatan target tersebut.
Indonesia telah menetapkan
target nol emisi bersih pada
2060.Hingga saat ini, beberapa
negara di dunia terus melakukan gerakan proaktif menuju
emisi nol bersih/nol emisi karbon/karbon netral/bebas karbon (net zero emission). Hal itu
dibuktikan dengan komitmen
beberapa negara besar, seperti Jepang untuk menurunkan
emisi sebesar 46%, Amerika
Serikat (AS) 50%, dan Uni Eropa
(UE) 55%, semuanya pada 2030.
Indonesia sendiri telah menetapkan target nol emisi bersih
pada 2060 atau lebih cepat, tergantung ketersediaan dukungan
internasional untuk keuangan
dan transfer teknologi.
Pada 4 September 2020, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melakukan akta perjanjian
kerja sama dengan Fortescue
Future Industries Pty Ltd (FFI),
anak perusahaan Fortescue
Metals Group Ltd (Fortescue) di
bidang pengembangan industri
energi hijau. “Perjanjian ini
merupakan kesepakatan awal
untuk mengembangkan kekuatan energi terbarukan Indonesia
dan untuk mendorong industri
hijau,” kata Luhut. Pemerintah
RI percaya bahwa sumber daya
energi terbarukan Indonesia dapat secara ekonomis memasok
kebutuhan energi dan industri
di Indonesia mulai saat ini,
asalkan dikembangkan dengan
cepat dan dalam skala memadai
untuk memenuhi kebutuhan
energi yang berlimpah, murah,
dan tidak mengandung polusi.
Pada 22 April 2021, pemerintah dalam hal ini Kemenko
Marves, Kementerian PUPR,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),
Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (LHK), bersama
Pemprov Kalimantan Utara dan
Pemprov Papua juga melakukan
Joint Statement of Intent dengan
dua perusahaan swasta, yakni
PT Adaro Energy Tbk dan FFI
sebagai investor dari Australia. Luhut juga mengajak segala
pihak bersama-sama saling
membantu untuk mendorong
Indonesia mencapai net zero
emission seperti yang ditargetkan pemerintah. “Presiden
ingin melihat Indonesia betulbetul menjadi bagian untuk
membuat dunia lebih ramah
lagi dan lebih hijau lagi," ujar
Menko Luhut. Sebelumnya,
Menteri PPN/Kepala Bappenas
Suharso Monoarfa mengatakan,
pihaknya sudah menyiapkan
beberapa skenario agar Indonesia mencapai nol emisi karbon,
yaitu pada 2045, 2050, 2060,
dan 2070. Berbagai skenario
itu memiliki implikasi terhadap
pola pembangunan yang akan
dipilih dan kebijakan yang akan
diterapkan.
(Oleh - HR1)
Bank Taipan Kian Cuan
Kendati masih dibayangi ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19, kinerja bank yang terafiliasi dengan sejumlah taipan di Tanah Air masih moncer. Cakupan grup usaha yang luas dinilai menjadi salah satu keunggulan bank-bank tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2021 dan laporan akhir Desember 2020 yang dihimpun Bisnis, indikator aset ataupun laba bank milik para konglomerat tercatat meningkat.
Aset PT Bank Jago Tbk. yang dimiliki oleh pengusaha Jerry Ng misalnya, melesat lebih dari tiga kali lipat pada kuartal I/2021. Aset Bank Jago pada periode tersebut tercatat Rp9,24 triliun, atau jauh lebih tinggi ketimbang kuartal I/2020 sebesar Rp2,18 triliun.
Tidak hanya dari aset, bank dengan sandi saham ARTO itu termasuk salah satu yang paling atraktif di lantai bursa. Sepanjang tahun ini saja, saham Bank Jago sudah mencetak imbal hasil atau gain hingga 133%.
Sementara itu, PT Bank Mega Tbk., bisnis bank milik CT Corp. yang dikendalikan oleh Chairul Tanjung pada kuartal I/2021 mencetak laba bersih Rp747,24 miliar atau tumbuh 11,63% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, aset bank itu menyusut tipis 0,54% menjadi Rp111,59 triliun.
Dari sisi nilai aset, PT Bank Central Asia Tbk. yang dikendalikan oleh duo Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono masih tercatat sebagai salah satu yang paling besar yakni mencapai Rp1.090,4 triliun.
Adapun, beberapa bank yang terafiliasi dengan para konglomerat itu baru melaporkan kinerja keuangan 2020 pada April lalu.
PT Bank Ina Perdana Tbk. mencetak pertumbuhan laba cukup fantastis senilai 172,33%. Saham Bank Ina Perdana sebanyak 22,47% dikuasai oleh PT Indolife Pensiontama dengan pemegang saham terakhir adalah Anthoni Salim.
Direktur Utama Bank Ina Daniel Budirahayu mengatakan bahwa perseroan mengincar pertumbuhan laba dan penyaluran kredit pada tahun ini hingga dua digit seiring dengan proyeksi kenaikan bisnis.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Bank Nationalnobu Tbk. Mario Satrio menuturkan perseroan memasang target pertumbuhan laba bersih 4%—6% dan pertumbuhan aset 10%—15%.
Dari sisi penghimpunan dana masyarakat, katanya, Bank Nobu memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 10%—15%, sedangkan penyaluran kredit diproyeksikan tumbuh sekitar 8%—12%.
Dalam penyaluran kredit, perseroan memanfaatkan peluang pertumbuhan dari potensi bisnis konsumer seperti kredit pemilikan rumah dan apartemen.
Selain menyesuaikan bisnis utama dari Lippo Group yang kuat di sektor perumahan, pembelian rumah tapak dinilai tumbuh cukup baik dengan adanya relaksasi maupun insentif dari regulator.
Dikutip dari laporan tahunannya, Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menyampaikan perseroan berkomitmen meningkatkan peran intermediasi dengan meningkatkan penyaluran kredit.
Presiden Direktur MNC Bank Mahdan mengatakan perseroan mengembangkan layanan digital melalui Motion yang disinergikan dengan berbagai unit bisnis MNC Group.
Saat dihubungi terpisah, Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn menyatakan pengembangan layanan perbankan transaksi menjadi salah satu fokus utama dalam setiap rencana dan program kerja tahunan BCA.
(Oleh - HR1)Bisnis Sepak Bola, Geliat Klub Asing Milik Taipan RI
Sebelum ‘wabah’ akuisisi dan kepemilikan klub sepak bola lokal berkembang di Tanah Air baru-baru ini, minat taipan nasional untuk memiliki tim asing sudah lebih dulu muncul.
Sebut saja nama Grup Bakrie, Grup Djarum dan Erick Thohir yang getol masuk ke struktur kepemilikan klub asing.
Grup Bakrie tercatat sempat menjadi pemilk klub asal Belgia, CS Vise. Namun pada 2014 klub tersebut dilepas ke pengusaha Inggris lantaran klub itu mengalami kesulitan finansial.
Kini kepemilikan Grup Bakrie atas klub bola asing terdapat pada tim asal Australia Brisbane Roar. Klub yang bersaing di kasta tertinggi A-League Australia itu dikelola oleh Nirwan Bakrie, dengan menempatkan orang kepercayaannya yakni Rahim Soekasah sebagai chairman klub.
Sementara itu, Erick Thohir jejaknya lebih banyak. Menteri BUMN tersebut sempat menjadi pemilik klub asal Italia Inter Milan dan tim asal Amerika Serikat DC United. Namun, kini kepemilikan saham Erick di kedua klub tersebut telah dilepas.
Kini jejak kepemilikan Erick di klub asing tinggal di Oxford United. Di klub tersebut, dia bergabung bersama Anindya Bakrie untuk masuk dalam jajaran pemilik klub itu. Hanya saja, Erick dan Anindya belum menjadi pemegang saham mayoritas. Sebab, kepemilikan saham utama Oxford United masih dikuasai oleh Sumrith Thanakarnjanasuth, pengusaha asal Thailand pemilik Tiger Beer.
Adapun, Erick tercatat telah melepas jabatannya sebagai dewan direksi Oxford United setelah menjabat sebagai Menteri BUMN pada 2019.
Namun demikian, berbicara mengenai prestasi tahun ini, tampaknya Como yang dimiliki Grup Djarum jauh lebih moncer.
Hal itu tak lepas dari keberhasilan klub yang sempat diperkuat bintang Italia Gianluca Zambrotta tersebut, untuk menjuarai Serie C musim 2020/2021. Seperti dilansir dari Tuttocampo.it, Selasa (27/4), Como memastikan diri menjadi juara Serie C dan promosi ke Serie B setelah mengandaskan Alessandria dengan skor 2-1 pada Minggu (25/4).
AJANG PROMOSI KLUB
Adapun, jika menilik pengelolaan klub Como, niat Grup Djarum untuk membesarkan klub itu tidaklah main-main.
Grup Djarum terlihat serius dalam memromosikan Como di Indonesia. Setidaknya itu tampak dari keputusan Mola TV menayangkan serial dokumenter berjudul “Como 1907: The True Story” di Indonesia. Sekadar catatan, Mola TV adalah unit usaha Grup Djarum di bidang video on demand dan over the top (OTT).
Dalam serial itu, diceritakan mengenai bagaimana manajemen Como berjuang mengembangkan klub beserta bisnisnya. Lika-liku jajaran manajemen untuk menghadapi mafia pertandingan hingga pemerasan pun diulas di konten dokumenter tersebut.
Di sisi lain, terkait dengan pengelolaan dan target klub, Grup Djarum pun tampak serius. Mereka menargetkan selama tiga tahun pascaakuisisi, Como bisa promosi ke Serie B. Target tersebut pun tercapai saat ini.(Oleh - HR1)
Bitcoin Milik Benny Tjokro Dilacak, Apakah Uang Kripto Bisa Disita?
Pengamat hukum menilai Bitcoin dapat menjadi objek penyitaan terkait perkara pidana ataupun perdana.
Kejaksaan Agung menemukan indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam kasus dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). Saat ini kejaksaan menyelidiki dugaan aliran pencucian uang termasuk dalam bentuk Bitcoin milik tersangka Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat. Dosen Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menjelaskan dalam perkara kasus korupsi yang termasuk delik perkara pidana, mata uang kripto dapat menjadi objek penyitaan bila terbukti menjadi alat hasil kejahatan. Penyitaan ini bukan semata apakah Bitcoin itu berharga atau tidak, tapi berkaitan dengan perbuatan kejahatannya. "Jika Bitcoin atau mata uang kripto lain menjadi alat atau juga hasil kejahatan maka ia bisa disita terlepas berharga atau tidaknya," kata Fickar dihubungi Katadata.co.id, Kamis (22/4).
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Febrie Ardiansyah, menyebut pengusutan dugaan TPPU diduga dilakukan tiga dari sembilan tersangka kasus Asabri. Ketiga tersangka itu adalah Komisaris PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, dan Direktur Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo. "TPPU ini sedang dikembangkan ke mana kira-kira (alirannya), modus pencuciannya ini yang dicari penyidik termasuk salah satu kami curigai ada transaksi yang dicuci melalui Bitcoin," Febrie, beberapa waktu lalu.
Nilai aset sitaan yang telah disita sementara dari para tersangka mencapai Rp 10,5 triliun. Penyidik Kejagung menaksir nilai kerugian keuangan negara sebesar Rp 23,73 triliun.
(Oleh - HR1)
Subsidi Ongkir Harbolnas Lebaran, Durian Runtuh Bagi Kurir Ekspres
Rencana pemerintah menyubsidi ongkos kirim pada hari belanja online nasional menjelang Idulfitri 2021 bisa menjadi oasis bagi daya beli yang lesu darah terdampak pandemi Covid-19. Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyambut gembira kebijakan subsidi ongkos kirim (ongkir) yang akan berlaku pada H-10 dan H-5 Lebaran tahun ini. Ketua Umum DPP Asperindo Mohamad Feriadi memperkirakan program gratis ongkir yang diwacanakan tersebut bisa mendorong konsumsi masyarakat. Program subsidi diperkirakan menyasar platform jual beli daring atau marketplace dan bukan kepada perusahaan ekspedisi dan jasa kurir secara langsung. Sejauh ini, Feriadi, yang juga Presiden Direktur PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), belum mendapatkan informasi lengkap mengenai mekanisme penyaluran subsidi ongkir Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) itu. Sekretaris Jenderal DPP Asperindo Trian Yuserma juga belum mengetahui pasti tetapi perlu ditelurusi lebih lanjut agar bisa memproyeksikan dengan tingkat efektivitas permintaan. Namun, menurutnya, gratis ongkir pada Harbolnas tidak penting dalam jangka pendek dan panjang. "Justru kalau dalam upaya meningkatkan produksi UKM di Indonesia adalah keberpihakan pemerintah melalui penyetopan keran impor bagi sejumlah produk kuliner dan fashion yang banyak berbasis UKM Indonesia.” Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan mendukung penuh penyelenggaraan Harbolnas yang jatuh pada H-10 dan H-5 Idulfitri. Untuk itu, pemerintah akan menggelontorkan dana untuk memberikan subsidi dalam bentuk ongkir pada pagelaran Harbolnas. "Ongkos kirim ditanggung pemerintah melalui semua platform digital," tegas Airlangga.
(Oleh - HR1)
Pilihan Editor
-
Sanofi-GSK Siapkan Vaksin Covid-19 untuk 2021
16 Apr 2020 -
Erick Usul Jatah Dividen
14 Apr 2020 -
Kredit Investasi Bisa Jadi Masalah
09 Apr 2020









