RI Percepat Pencapaian Nol Emisi Karbon
JAKARTA – Pemerintah melalui Kemenko
Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves)
bersama kementerian/lembaga (K/L) lainnya
terus berupaya agar Indonesia dapat mempercepat target nol emisi karbon (net zero
emission), salah satunya melalui peningkatan
bauran energi baru terbarukan (EBT). Untuk
itu, dukungan dari sektor swasta memegang
peranan penting dalam mewujudkan percepatan target tersebut.
Indonesia telah menetapkan
target nol emisi bersih pada
2060.Hingga saat ini, beberapa
negara di dunia terus melakukan gerakan proaktif menuju
emisi nol bersih/nol emisi karbon/karbon netral/bebas karbon (net zero emission). Hal itu
dibuktikan dengan komitmen
beberapa negara besar, seperti Jepang untuk menurunkan
emisi sebesar 46%, Amerika
Serikat (AS) 50%, dan Uni Eropa
(UE) 55%, semuanya pada 2030.
Indonesia sendiri telah menetapkan target nol emisi bersih
pada 2060 atau lebih cepat, tergantung ketersediaan dukungan
internasional untuk keuangan
dan transfer teknologi.
Pada 4 September 2020, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melakukan akta perjanjian
kerja sama dengan Fortescue
Future Industries Pty Ltd (FFI),
anak perusahaan Fortescue
Metals Group Ltd (Fortescue) di
bidang pengembangan industri
energi hijau. “Perjanjian ini
merupakan kesepakatan awal
untuk mengembangkan kekuatan energi terbarukan Indonesia
dan untuk mendorong industri
hijau,” kata Luhut. Pemerintah
RI percaya bahwa sumber daya
energi terbarukan Indonesia dapat secara ekonomis memasok
kebutuhan energi dan industri
di Indonesia mulai saat ini,
asalkan dikembangkan dengan
cepat dan dalam skala memadai
untuk memenuhi kebutuhan
energi yang berlimpah, murah,
dan tidak mengandung polusi.
Pada 22 April 2021, pemerintah dalam hal ini Kemenko
Marves, Kementerian PUPR,
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),
Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Lingkungan Hidup dan
Kehutanan (LHK), bersama
Pemprov Kalimantan Utara dan
Pemprov Papua juga melakukan
Joint Statement of Intent dengan
dua perusahaan swasta, yakni
PT Adaro Energy Tbk dan FFI
sebagai investor dari Australia. Luhut juga mengajak segala
pihak bersama-sama saling
membantu untuk mendorong
Indonesia mencapai net zero
emission seperti yang ditargetkan pemerintah. “Presiden
ingin melihat Indonesia betulbetul menjadi bagian untuk
membuat dunia lebih ramah
lagi dan lebih hijau lagi," ujar
Menko Luhut. Sebelumnya,
Menteri PPN/Kepala Bappenas
Suharso Monoarfa mengatakan,
pihaknya sudah menyiapkan
beberapa skenario agar Indonesia mencapai nol emisi karbon,
yaitu pada 2045, 2050, 2060,
dan 2070. Berbagai skenario
itu memiliki implikasi terhadap
pola pembangunan yang akan
dipilih dan kebijakan yang akan
diterapkan.
(Oleh - HR1)
Tags :
#UmumPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023