;

RI Percepat Pencapaian Nol Emisi Karbon

Sosial, Budaya, dan Demografi R Hayuningtyas Putinda 04 May 2021 Investor Daily, 4 Mei 2021
RI Percepat Pencapaian Nol Emisi Karbon

JAKARTA – Pemerintah melalui Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama kementerian/lembaga (K/L) lainnya terus berupaya agar Indonesia dapat mempercepat target nol emisi karbon (net zero emission), salah satunya melalui peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, dukungan dari sektor swasta memegang peranan penting dalam mewujudkan percepatan target tersebut.

Indonesia telah menetapkan target nol emisi bersih pada 2060.Hingga saat ini, beberapa negara di dunia terus melakukan gerakan proaktif menuju emisi nol bersih/nol emisi karbon/karbon netral/bebas karbon (net zero emission). Hal itu dibuktikan dengan komitmen beberapa negara besar, seperti Jepang untuk menurunkan emisi sebesar 46%, Amerika Serikat (AS) 50%, dan Uni Eropa (UE) 55%, semuanya pada 2030. Indonesia sendiri telah menetapkan target nol emisi bersih pada 2060 atau lebih cepat, tergantung ketersediaan dukungan internasional untuk keuangan dan transfer teknologi. Pada 4 September 2020, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan melakukan akta perjanjian kerja sama dengan Fortescue Future Industries Pty Ltd (FFI), anak perusahaan Fortescue Metals Group Ltd (Fortescue) di bidang pengembangan industri energi hijau. “Perjanjian ini merupakan kesepakatan awal untuk mengembangkan kekuatan energi terbarukan Indonesia dan untuk mendorong industri hijau,” kata Luhut. Pemerintah RI percaya bahwa sumber daya energi terbarukan Indonesia dapat secara ekonomis memasok kebutuhan energi dan industri di Indonesia mulai saat ini, asalkan dikembangkan dengan cepat dan dalam skala memadai untuk memenuhi kebutuhan energi yang berlimpah, murah, dan tidak mengandung polusi.

Pada 22 April 2021, pemerintah dalam hal ini Kemenko Marves, Kementerian PUPR, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), bersama Pemprov Kalimantan Utara dan Pemprov Papua juga melakukan Joint Statement of Intent dengan dua perusahaan swasta, yakni PT Adaro Energy Tbk dan FFI sebagai investor dari Australia. Luhut juga mengajak segala pihak bersama-sama saling membantu untuk mendorong Indonesia mencapai net zero emission seperti yang ditargetkan pemerintah. “Presiden ingin melihat Indonesia betulbetul menjadi bagian untuk membuat dunia lebih ramah lagi dan lebih hijau lagi," ujar Menko Luhut. Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa skenario agar Indonesia mencapai nol emisi karbon, yaitu pada 2045, 2050, 2060, dan 2070. Berbagai skenario itu memiliki implikasi terhadap pola pembangunan yang akan dipilih dan kebijakan yang akan diterapkan.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Umum
Download Aplikasi Labirin :