;
Tags

Umum

( 784 )

Pinjaman Online Ilegal, Polisi Kejar Pemodal Aplikasi

HR1 01 Nov 2021 Bisnis Indonesia

Polisi menargetkan untuk bisa menangkap pelaku yang diduga berperan sebagai pemodal aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal dari kasus yang diungkap beberapa waktu lalu. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Barat Kom­bes Pol. Arief Rachman me­ngatakan de­ngan upaya tersebut maka tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Menurutnya, pemodal itu diduga memiliki jabatan lebih tinggi daripada bos berinisial RS yang telah ditangkap. “Kami masih pengembangan ke­pada founder-nya sampai ke ma­napun saya kejar,” ujar Arief di­lansir dari Antara, Minggu (31/10). RS merupakan bos atau direktur perusahaan 23 aplikasi pinjol yang sedang ditangani polisi. Selain itu, polisi juga telah menahan tujuh tersangka lainnya dengan berbagai jabatan yakni berinisial GT, AZ, R, MZ, EA, EM, dan AB.

Sejauh ini polisi juga telah mela­kukan pemblokiran terhadap 23 aplikasi pinjol ilegal tersebut. Namun bagi masyarakat yang ingin membayar utangnya, Arief meminta agar mengikuti arahan dari pemerintah.“Itu bukan domain kami, ikuti saja petunjuk dari pemerintah yang sudah moratorium,” katanya. Selain pengejaran, menurutnya polisi juga intens berkoordinasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat guna mempercepat ka­sus pinjol itu agar segera disi­dangkan. Pihak Kejati juga menaruh perhatian khusus terhadap kasus pinjol tersebut.


Tak Maksimal di KTT G-20, Isu Iklim Beban di COP-26

HR1 01 Nov 2021 Kompas

Pertemuan puncak negara-negara G-20 gagal menghasilkan komitmen yang konkret untuk menangani krisis iklim dunia. Tugas berat menanti peserta COP 26. Para pemimpin negara-negara G-20 tak banyak menawarkan komitmen konkret dalam upaya membatasi pemanasan global dan mengatasi perubahan iklim dalam Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang berakhir pada Minggu (31/10/2021) di Roma, Italia. Hasil tidak maksimal dari negosiasi berhari-hari oleh para diplomat itu meninggalkan pekerjaan besar dalam Konferensi Para Pihak (COP) 26 tentang Iklim di Glasgow, Skotlandia. ”Kami mengakui, dampak perubahan iklim pada 1,5 derajat celsius jauh lebih rendah dibandingkan pada 2 derajat celsius. Untuk mencapai target 1,5 derajat celsius, butuh langkah penting dan efektif serta komitmen seluruh negara,”. Selepas pertemuan di Roma, sebagian besar pemimpin G-20, termasuk Presiden RI Joko Widodo, terbang ke Glasgow untuk menghadiri COP 26. Pada sesi penutupan KTT di Roma, Perdana Menteri Italia Mario Draghi menyerahkan keketuaan atau presidensi G-20 kepada Presiden Joko Widodo. 

Draghi secara simbolis menyerahkan palu kepada Presiden Jokowi yang kemudian mengetukkan palu tersebut. Dalam pernyataannya, Presiden Jokowi mengapresiasi Italia yang telah berhasil memegang presidensi G-20 tahun 2021. ”Saya sampaikan selamat kepada Italia yang telah sukses menjalankan presidensi G-20 di tahun 2021. Indonesia merasa terhormat untuk meneruskan presidensi G-20 di tahun 2022,” ujar Presiden Jokowi, seperti dirilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Minggu. Seusai KTT G-20, perhatian dunia kini tertuju pada COP 26 di Glasgow, Skotlandia. Selain dihadiri para pemimpin negara, tokoh bisnis dan pemimpin korporasi juga hadir. Korporasi memberi perhatian besar terhadap ancaman perubahan iklim. Korporasi memandang perlu dilakukan upaya mitigasi dan adaptasi guna mengatasi ancaman tersebut.


Reksa Dana Pendapatan Tetap, Prospek Kinerja Dibayangi Tapering

HR1 29 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Reksa dana pendapatan tetap diprediksi dapat mencatatkan kinerja yang optimal meski dibayangi oleh isu tapering oleh The Fed dan kenaikan suku bunga global yang mulai terjadi. Direktur Utama Pinnacle Persada Investama Guntur Putra memaparkan pergerakan reksa dana pendapatan tetap sepanjang 2021 cukup fluktuatif. Hal ini terlihat dari pergerakan imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) tenor 10 tahun yang cenderung volatil. “SUN 10 tahun Indonesia ada di level 6% pada awal tahun, dan sempat di level 6,8% pada kuartal I/2021 dan awal kuartal III/2021 kembali lagi ke level 6%,” jelasnya saat dihubungi, Kamis (28/10). Sementara itu, selama satu bulan terakhir, Guntur memandang pergerakan reksa dana pendapatan tetap terbilang stabil seiring dengan kinerja positif produk-produk reksa dana jenis ini, baik selama sebulan belakangan maupun secara year to date (ytd).


Produksi Garam, Ribuan Ton Menumpuk di Gudang

HR1 28 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Dinas Perikanan Kabupaten Karawang melansir 5.995 ton garam saat ini kondisinya menumpuk di gudang. Ribuan ton garam itu, merupakan hasil panen raya medio 2019 sampai 2021 dan tidak laku terjual. Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Karawang Dadan Danny Yuliandi mengatakan sejak panen raya garam pada 2019 sampai saat ini, garam hasil petambak Karawang belum terserap oleh pasar. Saat ini, posisinya menumpuk di gudang garam milik rakyat dan gudang garam nasional. "Penyebabnya, kesenjangan antara demand dan supply cukup tinggi," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (27/10/2021). 

Dengan demikian, 5.995 ton garam yang dihasilkan petambak lokal kalah bersaing dengan garam dari luar. Akibatnya, stok garam cukup banyak. Namun, tak bisa terserap oleh pasar. Dampak dari kondisi ini, lanjut Dadan, banyak petambak garam yang beralih profesi dengan menjadi buruh penggarap pertanian sampai menjadi nelayan. Padahal, jika dilihat dari harga, saat ini garam sedang berada di level harga stabil yakni Rp500 sampai Rp600 per kilogram di tingkat petambak. Atau, jika sudah ke gudang rakyat, harganya antara Rp1.000 sampai Rp1.200 per kilogram.

Integrasi NIK sebagai NPWP Berlaku 2023

HR1 26 Oct 2021 Kontan

Pemerintah bakal mengintegrasikan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Kebijakan ini berlaku 2023 mendatang. Kebijakan ini tertuang di Undang-Undang tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) Direktur Jendral (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) Suryo Utomo mengatakan, integrasi data NIK dan NPWP sejalan dengan program Satu Data Indonesia (SDI) yang bertujuan untuk memudahkan administrasi seluruh masyarakat.

Kejahatan Siber : Peretasan BSSN Menggerus Kepercayaan Publik

HR1 26 Oct 2021 Kompas

Peretasan BSSN menambah panjang daftar instansi yang sistemnya pernah dibobol peretas. Harus ada perbaikan untuk mencegah peretasan terulang. Jika tidak, bisa memicu ketakutan publik beraktivitas di dunia maya. Peretasan situs Pusat Malware Nasional milik Badan Siber dan Sandi Negara kembali memperlihatkan begitu mudahnya sistem keamanan siber instansi pemerintah diterobos peretas. Ironis, karena BSSN tulang punggung negara dalam menangkal serangan siber. Perlu evaluasi serius guna mencegah peretasan terjadi lagi. Jika tidak, bisa memicu ketakutan publik beraktivitas di dunia maya. Peretasan berupa perubahan halaman muka (defacement) pada situs Pusat Malware Nasional (Pusmanas) BSSN terlihat pada Senin (25/10/2021) pagi. Hingga Senin malam, situs Pusmanas belum bisa diakses publik. Meski demikian, tampilan dari peretas berikut pesannya sudah tidak lagi terlihat.

Direktur Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN Ferdinand Mahulette dan Juru Bicara BSSN Anton Setiawan yang dihubungi secara terpisah, Senin, membenarkan adanya peretasan tersebut. Menurut Ferdinand, peretasan berlangsung sejak Rabu (20/10/2021). Situs yang diretas diklaimnya merupakan subdomain, bukan domain inti. Subdomain itu pun disebutnya tak lagi digunakan. ”Mereka buat situs, tetapi situs itu untuk proyek perubahan dari organisasi lama. Jadi, karena sudah tak di-follow up, mungkin ada titik-titik lemah di defacement. Kami pun saat itu langsung menutup situsnya karena memang itu tak digunakan,” tambahnya.


Restrukturisasi Tetap Opsi Utama Penyelamatan Garuda Indonesia

HR1 26 Oct 2021 Kompas

Restrukturisasi utang tetap menjadi opsi utama penyelamatan Garuda Indonesia. Upaya itu perlu diimbangi dengan menumbuhkan permintaan pasar industri penerbangan, bukan malah membuat kebijakan dan isu kontradiktif. Restrukturisasi utang tetap menjadi prioritas utama penyelamatan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Suntikan penyertaan modal negara dan isu pengalihan maskapai Garuda Indonesia ke PT Pelita Air Service jika opsi utama kandas bukan menjadi pilihan pemerintah saat ini.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga, Senin (25/10/2021), mengatakan, Garuda Indonesia sedang dalam proses negosiasi dengan para lessor (perusahaan sewa guna usaha). Jika negosiasi ini berhasil, Garuda pasti tetap akan jalan. ”Pengalihan ke Pelita Air Service itu nantilah. Saat ini, Garuda sedang berjuang bernegosiasi dengan lessor dan para pemilik piutang lainnya. Negosiasi ini yang utama. Opsi inilah yang kami dahulukan,” ujar Arya melalui keterangan resmi yang disampaikan melalui video. Pelita Air merupakan anak usaha dari PT Pertamina (Persero). Perusahaan yang didirikan pada 1970 tersebut melayani penerbangan charter atau sewa pesawat, evakuasi medis, survei udara, dan penyewaan helikopter. Armada Pelita Air didominasi oleh pesawat-pesawat Fokker dan British Aerospace (BAe).


Bisnis Pangkalan Data, Data Center Grup Salim Mulai Beroperasi

HR1 22 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Grup salim melalui PT Datacenter Indonesia Sukses Makmur resmi mengoperasikan Data center berkapasitas 15 MW pada kuartal IV/2021. Grup Salim membangun pangkalan data itu dengan menggandeng PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) sebagai mitra strategis. Data center itu berstatus siap beroperasi dan menjadi bagian dari fasilitas data center hyperscale terbesar di Indonesia. Executive Director Salim Group Axton Salim mengatakan tingkat kebutuhan data center di Indonesia meningkat drastis dalam 2 tahun terakhir. Menurutnya, digitalisasi terus berkembang pesat dengan adaptasi komputasi awan yang terus meningkat.

H2 dan Grup Salim telah berkomitmen untuk memastikan layanan selalu terjaga dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saat ini, H2 telah mengandeng tiga provider jaringan yaitu Indonet, Matrix NAP Info, dan TransIndonesia Network. Pangkalan data itu dibangun di kawasan Pertiwi Lestari Industrial Estate, Karawang yang memiliki total luas area sebesar 86 hektare. Gedung data center tersebut setinggi 10 lantai, 6 lantai di antaranya merupakan data hall dengan total kapasitas sebesar 3.000 rack dan total daya listrik sebesar 15 MW. Grup Salim dan DCI Indonesia merupakan pihak terafiliasi karena 11,12% saham DCII dimiliki oleh Anthoni Salim. Bos Indofood itu memborong saham DCII pada Mei 2021 untuk investasi di bidang teknologi.


Dugaan Korupsi Perum Perindo, Bekas Petinggi Jadi Tersangka

HR1 22 Oct 2021 Bisnis Indonesia

Kejaksaan Agung menetapkan tiga orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi Perum perindo. Di sisi lain, saksi dalam kasus tersebut meninggal dunia saat akan diperiksa oleh penyidik. Ketiga tersangka yang diumumkan Ke­jagung yakni bekas Vice President Per­­dagangan Pe­nang­­kapan dan Pe­ngelolaan Perum Perindo Wenny Prihatini, Direktur PT Pri­ma Pangan Madani Nabil M. Ba­syuni, dan Direktur PT Kemilau Bintang Timur Lalam Sarlam. Kepala Pusat Penerangan Hukum pada Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan ketiga tersangka ditahan di dua lokasi yang berbeda. 

Leo, sapaan akrabnya, menga­ta­kan dua tersangka Nabil M. Ba­syuni dan Lalam Sarlam ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Sedangkan Wenny Prihatini ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. “Ketiga tersangka langsung dita­han selama 20 hari ke depan sejak 21 Oktober 2021 sampai de­ngan 9 November 2021,” ujar Leo di Kejaksaan Agung, Kamis (21/10). Sementara itu, bekas Staf Senior Divisi Perdagangan Perum Perindo Iwan Pahlevi mendadak meninggal dunia ketika tengah diperiksa sebagai saksi di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung) Kamis (21/10). Leo menjelaskan bahwa Iwan Pahlevi adalah salah satu dari tujuh orang saksi yang telah dijadwalkan untuk diperiksa terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi Perum Perindo.

BCA Raup Laba Rp 23,2 Triliun, Bank Jago Mulai Untung

HR1 22 Oct 2021 Kompas

PT Bank Central Asia Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp 23,2 triliun hingga kuartal III-2021. Laba bersih tersebut tumbuh 15,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut selaras dengan meningkatnya penyaluran kredit baru perusahaan sebesar 13,8 persen yoy. Penyaluran kredit baru tercatat lebih tinggi dibandingkan tingkat pelunasan (loan repayment), sehingga total kredit BCA tumbuh 4,1 persen yoy menjadi Rp 605,9 triliun pada September 2021. Kenaikan kredit bank dengan kode emiten BBCA itu ditopang oleh membaiknya permintaan dari segmen korporasi dan KPR, dengan pertumbuhan masing-masing sebesar 7,1 persen yoy dan 6,5 yoy, mencapai Rp 269,9 triliun dan Rp 95,1 triliun.

Bank digital PT Bank Jago Tbk mulai meraup laba pada triwulan ketiga tahun ini setelah merugi selama enam tahun. Ekosistem digital yang dibangun mulai mengakselerasi penyaluran kredit Bank Jago. Per triwulan III-2021, Bank Jago mencatat laba sebesar Rp14 miliar. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 502 persen secara tahunan dengan nominal mencapai Rp 3,73 triliun.