Penginapan Mulai Menggeliat
Tempat penginapan mulai meningkat sejalan dibukannya beberapa daerah tujuan wisata. Salah satu faktor nya ditopang oleh tren stayaction, liburan dengan menginap di vila atau hotel yang dekat dengan tempat tinggal, terutam oleh wisatawan domestik. Peningkatan kunjungan terutama terjadi di destinasi wisata turis lokal, seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Malang, dan Semarang. Sementara destinasi yang bisa untuk wisatawan internasional, seperti Bali belum meningkat signifikan.
Corporate Communications Manager Pegipegi Busyra Oryza menyatakan, pemesanan hotel dan penginapan melalui Pegipegi meningkat 250 persen, terhitung sejak libur Idul Fitri pada Mei 2020. Peningkatan menggeliat ketika pemerintah mulai melonggarkan aturan pembatasan social berskala besar (PSBB). Sebagian pengelola hotel juga menawarkan diskon tarif secara rutin.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Bidang Kawasan Pariwisata dan Pusat Rekreasi Thomas Jusman mengemukakan, beberapa destinasi sudah mengalami peningkatan jumlah pengunjung terutama destinasi wisata alam.
Upaya pemulihan industri pariwisata, termasuk perhotelan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, seperti kebersihan dan higienis. “Pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan. Wisatawan akan memilik destinasi wisata yang menerapkan protokol kesehatan, sekalipun pandemi nantinya berakhir,” lanjut Thomas.
Secara terpisah, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani berpandangan, tingkat okupansi hotel di Jakarta rata-rata baru sekitar 20 persen. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendorong okupansi hotel adalah perjalanan dinas pemerintah yang dinilai akan mengungkit perjalanan bisnis di perusahaan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023