Umum
( 784 )Orang Super Kaya Makin Banyak
Populasi orang kaya di Indonesia terus bertambah. Meski pandemi Covid-19 menekan perekonomian, jumlah orang tajir di negara kita bakal terus meningkat hingga 2025 mendatang. Jumlah orang kaya bertambah, karena sebelumnya,Credit Suisse Research Institue lewat laporan bertajuk Global Wealth Data Book 2021 yang rilis akhir juni lalu menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia dengan kekayaan bersih US$ 1 juta atau lebih mencapai 171.740 orang pada 2020, melonjak 61,69% dari 2019. Sementara menurut laporan Kningt Frank berjudul The Wealth Report 2021, populasi orang super tajir di Indonesia dengan penghasilan lebih dari US$ 30 juta selama 2020 hingga 2023 bakal melonjak 67%. Angka pertumbuhan ini yang tertinggi di Asia. India menyusul di posisi dua dengan pertumbuhan sebesar 63%.
Beleid Baru Mengejar Target Nol Emisi Karbon
Pemerintah mulai mengoptimalkan nilai ekonomi karbon atau carbon pricing. Harapannya ada pasar karbon internasional sehingga bisa mengurangi pemanasan global dan meningkatkan investasi hijau di indonesia. Sektor strategis yang menjadi prioritas utama adalah sektor kehutanan, serta sektor energi dan transportasi. Sektor itu sudah mencakup 97% dari total target penurunan emisi Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Indonesia juga menargetkan bisa mencapai Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih awal. Untuk bisa merealisasikan pasar karbon, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Fiskal dan Publik Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryadi Sasmita meminta pemerintah segera membuat peta jalan pasar karbon. Peta jalan itu harus memperhatikan perkembangan pasar karbon, target pencapaian NDC, kesiapan sektor serta kondisi perekonomian.
Ekuitas Garuda Indonesia Negatif US$ 2,8 Miliar
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) masih berjibaku menyelamatkan kondisi keuangannya. Sekalipun nantinya restrukturisasi menemui titik terang, pemulihan kinerja operasional dan bisnis Garuda tak bisa instan. Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmojo membeberkan, kondisi keuangan maskapai penerbangan GIAA secara teknikal dalam kondisi bangkrut (technically bankrupt). Pasalnya, ekuitas GIAA saat ini negatif US$ 2,8 miliar atau Rp 40 triliun, dengan tambahan negatif ekuitas setiap bulan US$ 100 juta - US$ 150 juta atau Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun. "Dalam kondisi seperti ini, istilah perbankan sebenarnya technically bankrupt, tapi legally (secara hukum) belum. Ini yang sekarang kita berusaha bagaimana bisa keluar dari situasi ini," kata Tiko, sapaan akrab Kartika dalam Rapat Kerja Menteri BUMN dengan Komisi VI, Selasa (9/11).
ISAT - Tri Merger, Frekuensi Dikembalikan ke Negara
Ooredoo Group dan CK Hutchison sepakat mengonsolidasikan bisnisnya di Indonesia melalui merger PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I). Total nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai US$ 6 miliar. Hanya saja, ihwal pita frekuensi 5 Mhz tersebut belum ditentukan milik siapa yang akan dikembalikan negara. Kelak, frekuensi yang dikembalikan itu akan dilelang atau ditawarkan kepada perusahaan telekomunikasi lainnya.
Dasar Hukum Ibu Kota Baru Mulai Dibahas DPR
Proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) akan tetap berjalan. Saat ini DPR menyiapkan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Menurut Anggota Komisi XI DPR RI Hendrawan Supratikno, pembahasan RUU IKN sudah disepakati dibahas dalam Pansus DPR, yakni berisi perwakilan dari Komisi II, Komisi V, dan Komisi XI. "Kami menunggu pengesahan Pansus yang anggotanya kali ini 56 orang ini dalam Rapat Paripurna DPR," katanya, Minggu (7/11). Dalam rancangan beleid IKN tersebut akan ada tiga poin utama yang diatur, yakni pembentukan Badan Otorita dan Pengelola Kawasan IKN, sumber pembiayaan pembangunan IKN, dan pemindahan aktivitas pemerintahan dari Jakarta ke lokasi IKN yang baru.
Tahun Depan, Emisi Karbon Kembali ke Level Sebelum Pandemi
Emisi gas karbondioksida (CO2) global akan kembali ke level sebelum pandemi Covid-19 pada tahun depan. Penilaian ini disampaikan pada Kamis (4/11) sebelum kemudian negara-negara terkemuka sepakat mengakhiri pembiayaan langsung untuk proyek bahan bakar fosil diluar negeri pada 2022. Penilaian suram tentang emisi karbon tersebut menjadi pengingat bagi negara-negara yang berkumpul pada konferensi tingkat tinggi (KTT) COP-26 di Glasgow, Skotlandia. Pertemuan yang dipandang sebagai kesempatan terbaik untuk menghentikan bencana perubahan iklim.
Dikatakan, emisi C02 dapat melampaui rekor 40 miliar ton yang tercapai pada 2019. Level itu sebelumnya diprediksikan merupakan level puncak. Tiongkok saja akan menyumbang 31% dari emisi global tahun ini karena berusaha untuk menggerakkan ekonominya pascapandemi. "Laporan ini menohok. Ini menunjukkan apa yang terjadi di dunia nyata saat kita di sini di Glasgow berbicara tentang mengatasi perubahan iklim," kata penulis laporan Corrine Le Quere, yang juga profesor ilmu perubahan iklim di Universitas East Anglia Inggris.
Kalangan analis mengatakan, dari keputusan itu lebih dari US$ 15 miliar per tahun dapat disalurkan dari transisi dari batu bara, minyak, dan gas menjadi energi hijau. Namun kemunduran juga muncul karena Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang yang adalah penyandang dana utama bahan bakar fosil di luar negeri, tidak ikut menandatangani kesepakatan. Namun kesepakatan itu tetap dipandang sebagai dorongan bagi COP-26 Awal pekan ini, lebih dari 100 negara sepakat untuk memangkas emisi metana, yakni gas rumah kaca yang kuat, setidaknya 30% dalam dekade ini. (Yetede)
Proyek Pangkalan Data, Sinarmas Gandeng Investor UEA
Entitas Grup Sinarmas, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan investor asal Abu Dhabi, Group 42 (G42), untuk menyelenggarakan pangkalan data berkapasitas 1.000 megawatt (MW). G42 merupakan perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan dan komputasi awan. Kerja sama juga akan melibatkan mitra lokal PT Amara Padma Sehati (APS). Chairman & CEO Sinar Mas Telecommunications & Technology Franky Oesman Widjaja mengatakan pusat data menjadi tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia.Franky menambahkan Smartfren dan perusahaan afiliasinya PT Mora Telematika Indonesia (Moratelindo) yang bergerak di penyedia konektivitas berbasis serat optik, akan berkolaborasi dengan APS dan G42 sebagai mitra strategis. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, kolaborasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan ketahanan, keamanan, dan kedaulatan nasional.
Sementara itu, CEO G42 Peng Xiao menjelaskan G42 bersama Etisalat baru saja menggabungkan bisnis pangkalan data mereka.Kombinasi itu akan menjadi bisnis pangkalan data terbesar di Uni Emirat Arab. “G42 bangga dan siap bekerja sama dengan Smartfren serta menjadi mitra strategis mendukung ketahanan data di Indonesia,” kata Peng. Pertukaran dokumen perjanjian tersebut dilakukan di sela-sela Expo Dubai Kamis, 4 November 2021, dan disaksikan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Crown Prince United Arab Emirates, Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan.
Dugaan Korupsi LPEI, Tersangka Halangi Penyidikan
Kejaksaan Agung menetapkan dan menahan tujuh tersangka karena menghalangi penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer mengatakan para tersagka dilakukan penahanan selama 20 hari di rumah tahanan negara Kelas I Cipinang. Menurutnya, ketujuh tersangka sempat dipanggil sebagai saksi tetapi sering mangkir dengan berbagai alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sehingga menyulitkan penanganan dan penyelesaian penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi LPEI yang masih ditangani tim penyidik. “Tujuh orang saksi menjadi tersangka atas tidak pidana menghalangi penyidikan atau tidak memberikan keterangan dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi LPEI Tujuh tersangka tersebut adalah Direktur Pelaksana UKM dan Asuransi Penjaminan LPEI 2016—2018 Indrawijaya Supriadi, mantan Kepala Departemen Analisa Risiko Bisnis (ARD) II LPEI 2017—2018 Novlies Hendrawan, mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Makassar (LPEI) 2019—2020 Eko Madiasto. Selain itu, mantan Relationship Manager Divisi Unit Bisnis 2015—2020 Creisa Ryan Gara Sevada, Deputi Bisnis LPEI Kanwil Surakarta 2016—2018 Amri Alamsyah, mantan Kepala Departemen Bisnis UKMK LPEI Mugi Lestiadi, dan pegawai Manager Resiko PT BUS Indonesia Rizki Armando Riskomar.
Sama-Sama Punya Digital Banking, Tapi Beda Strategi
Semua bank di Tanah Air pada akhirnya akan berusaha memiliki layanan digital banking. Ada yang menjadi bank digital dengan menggadang-gadang layanan mereka. Saat ini sudah banyak bank kecil dalam proses transformasi jadi bank digital. Bank Central Asia (BCA) sudah punya Bank BCA Digital yang beroperasi lewat aplikasi Blu. Lalu Bank Rakyat Indonesia (BRI) memasuki persaingan lewat anak usahanya Bank Raya. Sementara Bank Mandiri (BMRI) percaya diri dengan bermodalkan super apps Livin' By Mandiri dan wholesale digital super platform Kopra by Mandiri.
Langgar Harga PCR, Akses Pedulilindungi Diblokir
Pemerintah akan menindak tegas bila terjadi pelanggaran ketentuan harga baru batas atas tarif tes Polymerase Chain Reaction (PCR). Apabila melanggar, akses fasilitas kesehatan dan laboratorium ke aplikasi PeduliLindungi di blokir. Kementerian Kesehatan minta pengelola rumahsakit, laboratorium hingga penyedia layanan tes PCR melaksanakan penetapan aturan ini. "Surat edaran berlaku per 27 Oktober, jadi HET haris menyesuaikan dengan kondisi per 27 Oktober," kata juru Bicara Vaksinasi Kementeriaan Kesehatan (Kemkes) Siti Nadia Tarmizi, Kamis (28/10).
Pilihan Editor
-
Jalan Berliku Energi Ramah Lingkungan
25 Sep 2020 -
Membaik, Belanja Iklan Tembus RP 122 T
27 Aug 2020 -
Isu Kepemilikan Asing Kembali Mencuat
30 Jul 2020 -
Langsa Ekspor Cangkang Sawit ke Jepang
14 Aug 2020 -
Bisnis Laptop Laris Manis di Masa Pandemi
13 Aug 2020









