;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Impor Daging untuk Kendalikan Harga

05 Mar 2022

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan mengatakan, pemerintah telah meminta Bulog dan BUMN mengimpor 100.000 ton daging kerbau beku dan 20.000 ton daging sapi beku tahun ini, untuk memberikan alternatif daging sekaligus mengendalikan harga daging, menyusul kenaikan harga sapi di tingkat internasional sekaligus mengantisipasi lonjakan harga saat Ramadhan dan Lebaran. Kemendag mencatat, harga sapi hidup untuk kontrak pembelian Maret 2022 mencapai 4,53 USD per kg, lebih tinggi dibandingkan November 2021 senilai 3,65 USD per kg.

Di dalam negeri, harga rata-rata nasional daging sapi, Jumat (4/3/), merujuk Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, Rp 130.650 per kg, di atas harga acuan di tingkat konsumen yang ditetapkan Rp 105.000 per kg. Selain lonjakan biaya logistik dan pakan, kata Oke, kenaikan harga sapi bakalan terjadi lantaran Pemerintah Australia mengeluarkan program repopulasi sapi. Salah satu kebijakannya adalah membatasi ekspor sapi hidup sebanyak 70.000 ekor per tahun hingga 2024. (Yoga)


Krisis Russia-Ukraina, Kenaikan Harga BBM Tak Terelakkan

04 Mar 2022

Mengutip Bloomberg, harga minyak mentah jenis Brent Kamis (3/3) sore berada di level 119 USD per barel. Konflik bersenjata Rusia dan Ukraina membuat pasar mengkhawatirkan kelangkaan pasokan minyak dunia. Dampak lonjakan harga minyak mentah tersebut adalah kenaikan harga BBM dalam negeri. PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Kamis untuk Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp 13.500 per liter menjadi Rp 14.500per liter, Pertamina Dex naik dari Rp 13.200 per liter menjadi Rp 13.700 per liter. Dexlite naik dariRp 12.150 per liter menjadi Rp 12.950 per liter.

Menurut Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea (2/3) sejak 1 Maret 2022, Shell Indonesia menaikkan harga BBM Rp 480 per liter hingga Rp 1.240 per liter. Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, harga kontrak gas (contract price/CP Aramco) saat ini 775 USD per ton atau naik 21 persen dari harga rata-rata sepanjang 2021. Selain menyebabkan harga elpiji 12 kg naik, hal itu membuat harga elpiji 5,5 kg dengan nama sar Bright Gas naik dari Rp 76.000 per tabung menjadi Rp 85.250 per tabung. Menurut Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi, berpotensi menaikkan beban anggaran subsidi BBM dan elpiji. Setiap kenaikan harga minyak mentah 1 dollar USD per barel menaikkan anggaran subsidi elpiji  4,7 triliun, subsidi minyak tanah Rp 49 miliar, dan beban kompensasi BBM kepada Pertamina sebesar Rp 2,65 triliun. (Yoga)


Mobilisasi Sapi Lokal Mendesak untuk Dipercepat

04 Mar 2022

Direktur Eksekutif Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Joni Liano (3/3) menuturkan, pelaku usaha peternakan dan sapi potong berharap mobilisasi sapi lokal dari daerah sentra produksi menuju wilayah utama konsumsi, yakni DKI Jakarta, Jabar, dan Banten, dapat dipercepat, untuk merespons naiknya harga sapi bakalan impor dari Australia, yang berimbas pada tingginya harga daging sapi di pasaran. Harga daging sapi di Jabodetabek mencapai Rp 145.000 per kg beberapa hari terakhir. Sejumlah pedagang di pasar tradisional mengeluhkan sulitnya menjual daging sapi dengan harga tinggi, sebagian memilih mogok dagang selama 5 hari sejak Senin (28/2).

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah, Kamis, mengemukakan, pihaknya bertugas menyiapkan stok atau produksi. Adapun tanggung jawab rantai distribusi ada di kementerian / lembaga lain. Ia juga berharap ke depan ada sentra-sentra produksi yang lebih dekat dengan pusat konsumsi. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (1/3) mengemukakan, ”Saya berharap BUMN juga melakukan operasi pasar. Pekerjaan rumah saya adalah mempercepat penugasan ke BUMN. Selain itu, mempercepat (terbentuknya) harga yang baik ke distributor dan pedagang,” (Yoga)


Terhimpit Harga Minyak Dunia

04 Mar 2022

Pemerintah diminta segera mengambil kebijakan setelah harga minyak dunia melonjak hingga diatas US$ 110 per barel akibat konflik perang Rusia-Ukraina. Pakar Ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, mengatakan Indonesia menghadapi resiko tinggi karena menjadi net importer atau negara pengimpor minyak. "Melambungnya harga minyak memperberat beban negara," kata dia, kemarin. Berdasarkan data New York Mercantile Exchange (NYMEX), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2022 mencapai US$ 113,37 per barel. Jika dihitnung sejak awal tahun ini, hingga harga minyak WTI naik 51,67%. Hal yang sama terjadi pada Indonesia Crude Pride (ICP). Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebut ICP untuk Februari mencapai US$ 95,72%. Naik 11,4% dari Januari. Melihat kondisi ini, Fahmy mengingatkan pemerintah untuk menetapkan proyeksi harga minyak yang menjadi dasar dalam mengambil keputusan untuk menyesuaikan harga jual BBM. (Yetede)

Harga Minyak Tinggi, Kehancuran Ekonomi Menanti

04 Mar 2022

Analis minyak Paul Sankey dari perusahaan riset independen Sankey Research menyampaikan bahwa harga minyak  mentah melonjak tinggi di tengah kekhawatiran  soal keamanan pasokan. Krisis Rusia-Ukraina yang terus berkembang diprediksi menyebabkan kehancuran permintaan dan resesi ekonomi. "Saya khawatir kita tidak memiliki persediaan minyak yang cukup disini. Kita akan sampai ke US$ 120 hingga 150 per barel, dan kemudian kita mengalami kehancuran ekonomi," ujar Sankey kepada CNBC pada Kamis (3/3). Sebagai informasi, harga acuan minyak mentah  internasional Brent dilaporkan telah melonjak 3,24% menjadi US$ 116,59 per barel. Sankey juga menambahkan bahwa kargo-kargo minyak dari Rusia sama sekali tidak bergerak pasca operasi militer yang diluncurkan ke Ukraina dan pemberitaan soal sanksi-sanksi, kendati harga minyak berada di level rendah.

Kenaikan Biaya Energi : Laju Terbatas Emiten Industri Dasar

04 Mar 2022

Kenaikan harga bahan baku sebagai imbas meningkatnya harga komoditas global yang tersengat memanasnya konflik Rusia-Ukraina diperkirakan menahan laju pertumbuhan emiten-emiten yang berada dalam rumpun indeks IDX Basic Material. IDX Basic Material yang menaungi emiten di sektor industri dasar, termasuk pupuk, kimia dan kertas, terpantau melemah 0,99% pada perdagangan Rabu (2/3), bahkan dalam sepekan terakhir juga turun 2,15%. Meski sepanjang tahun berjalan masih berada di zona hijau dengan penguatan 0,39%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terbatasnya pergerakan harga saham emiten dalam indeks industri dasar tidak lepas dari sejumlah sentimen dari luar negeri dan dalam negeri. Kenaikan harga bahan baku utama seperti komoditas energi dan barang kimia dasar telah menggerus margin.

Sebenarnya sejumlah sektor industri telah memperoleh harga khusus baik untuk komoditas batu bara maupun gas di tengah melonjaknya harga komoditas tersebut di pasar global. Hanya saja, tidak semua sektor memperoleh fasilitas itu. Sejumlah harga komoditas melambung tinggi, seperti batu bara yang menembus US$400 per ton dan minyak mentah yang menembus US$115 per barel, imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini bisa membawa keuntungan sementara bagi emiten terkait komoditas yang sedang naik harga. Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/3), harga batu bara di pasar Newcastle untuk kontrak Maret 2022 melambung 127% ke US$440 per ton. Untuk kontrak April 2022 naik 140% ke US$446 per ton. Adapun, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,98% ke US$116,11 per barel dan harga minyak Brent naik 5,57% ke US$119,22 per barel.

Harga Daging Sapi Perlu Diintervensi

02 Mar 2022

Sejumlah pedagang daging sapi di beberapa pasar Jakarta dan sekitarnya hingga Selasa (1/3) masih mogok berjualan, dipicu harga daging sapi yang terus naik hingga Rp 150.000 per kg. Mereka berharap serta intervensi pemerintah untuk mengendalikan harga daging sapi. Bedasarkan pantauan, Selasa, los daging di sejumlah pasar, seperti Pasar Slipi dan Pasar Tomang Barat atau Pasar Kopro, Jakbar, sepi. Sejak Senin (28/2), pedagang memilih tak berjualan karena harga daging sapi terus merangkak naik. Di Kota Tangerang, Banten, 92 pedagang daging di enam pasar juga turut mogok berjualan hingga Jumat (4/3). Pedagang mogok lantaran mengeluhkan kenaikan harga daging dari rumah potong hewan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per Selasa (1/3) harga daging sapi kelas I di DKI Jakarta mencapai Rp 145.000 per kg, meningkat bertahap dari 1 Januari 2022 yang Rp 133.750.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga yang menyebabkan pedagang mogok berjualan hanya terjadi di Jabodetabek. Sebagian pedagang juga masih tetap berjualan. Persentasenya 50-50. Sebelumnya, Senin (28/2), Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengunjungi Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dan para pedagang sapi di Pasar Klender, Jaktim. Ia mendengarkan aspirasi pedagang sekaligus meminta mereka untuk menghentikan aksi mogok berjualan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Menurut dia, persoalan harga daging dalam proses pembahasan pemerintah. Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Ali Usman mengatakan, kendati impor daging kerbau dan sapi beku akan  mengoreksi harga di pasar, gejolak yang terjadi belakangan ini dipengaruhi harga sapi bakalan yang diimpor dari Australia. (Yoga)


Deflasi di Tengah Risiko Gejolak Pangan-Energi

02 Mar 2022

Indonesia mengalami deflasi pada Februari 2022. Penurunan harga minyak goreng serta telur dan daging ayam ras menjadi kontributornya. Namun, periode deflasi dinilai bersifat sementara di tengah risiko kenaikan harga pangan dan energi sepanjang tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara bulanan, Indonesia mengalami deflasi pada Februari 2022. Namun, secara tahunan (tahun ke tahun) masih inflasi 2,06 %, sementara menurut tahun kalender (Januari-Februari 2022) inflasi 0,52 %. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto (1/3) mengatakan, kelompok pengeluaran makanan-minuman dan tembakau menjadi kontributor utama deflasi dengan tingkat deflasi 0,84 5 dengan andil 0,22 %. Sementara itu, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,25 % pada Februari 2022. Listrik dan bahan bakar rumah tangga berkontribusi 0,35 %.

Analis makroekonomi PT Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, berpendapat, deflasi secara bulanan disebabkan oleh penurunan harga kelompok pengeluaran makanan-minuman, khususnya minyak goreng. Hal ini salah satunya akibat pemberlakuan kebijakan HET minyak goreng. Di sisi lain, harga elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik seiring kenaikan harga gas dan minyak dunia. Sepanjang Februari 2022, harga minyak goreng berangsur turun kendati masih di atas HET. Harga minyak goreng curah pada 2-25 Februari 2022, turun 9,2 % menjadi Rp 15.600 per liter dan minyak kemasan sederhana turun 6,9 % menjadi 16.400 per liter. Harga itu masih di atas HET minyak goreng curah yang ditetapkan Rp 11.500 per liter dan kemasan sederhana Rp 13.500 per liter. (Yoga)


Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Terus Melonjak

01 Mar 2022

PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina di sektor hilir, kembali menaikkan harga jual elpiji nonsubsidi 12 kg dari Rp 162.000 menjadi Rp 182.000 per tabung mulai Minggu (27/2), sebagai respons  melonjaknya harga elpiji dan minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir. Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, harga kontrak gas (contract price/CP Aramco) saat ini 775 USD per ton atau naik 21 % dari harga rata-rata sepanjang 2021. Selain menyebabkan harga elpiji 12 kg naik, harga elpiji 5,5 kg dengan nama pasar Bright Gas juga naik dari Rp 76.000 menjadi Rp 85.250 per tabung.

Menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha M Rachbini, kenaikan harga jual BBM nonsubsidi yang diikuti elpiji 12 kg dan 5,5 kg ialah untuk merespons kenaikan harga komoditas. Kenaikan tersebut tidak terhindarkan lantaran harga komoditas energi terus melonjak.  Kenaikan harga elpiji non-subsidi ini, bagi Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, harus dicermati pemerintah, jangan sampai menyebabkan konsumen elpiji nonsubsidi pindah ke elpiji bersubsidi. Selain itu, lanjut Tulus, kenaikan harga berpotensi menimbulkanpraktik pengoplosan gas, yaitu mencampur elpiji bersubsidi dengan yang nonsubsidi dan dijual dengan harga nonsubsidi. (Yoga)


Lima Komoditas Dipantau Lewat Neraca Komoditas

01 Mar 2022

Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 32 Tahun 2022 tentang Neraca Komoditas. Perpres ini dibuat untuk menyeimbangkan kebutuhan dan pasokan komoditas, pangan. Dalam beleid ini disebutkan Neraca Komoditas disusun untuk: Pertama, penyederhanaan dan transparansi perizinan ekspor dan impor. Kedua, menyediakan data yang akurat sebagai dasar kebijakan ekspor dan impor. Ketiga, memberikan kemudahan dan kepastian berusaha bagi industri sehingga mampu meningkatkan investasi dan lapangan pekerjaan. Keempat, menjamin ketersediaan barang konsumsi bagi penduduk dan bahan baku serta bahan penolong bagi industri, Kelima, mendorong penyerapan komoditas lokal seperti petani, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, Perpres Neraca Komoditas ini sudah bisa digunakan saat ini. "Ada lima komoditas yang diberlakukan, yakni beras, ikan, garam, gula, dan daging sapi," tutur Musdhalifah kepada KONTAN, Senin (28/2).