;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Kenaikan Biaya Energi : Laju Terbatas Emiten Industri Dasar

04 Mar 2022

Kenaikan harga bahan baku sebagai imbas meningkatnya harga komoditas global yang tersengat memanasnya konflik Rusia-Ukraina diperkirakan menahan laju pertumbuhan emiten-emiten yang berada dalam rumpun indeks IDX Basic Material. IDX Basic Material yang menaungi emiten di sektor industri dasar, termasuk pupuk, kimia dan kertas, terpantau melemah 0,99% pada perdagangan Rabu (2/3), bahkan dalam sepekan terakhir juga turun 2,15%. Meski sepanjang tahun berjalan masih berada di zona hijau dengan penguatan 0,39%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan terbatasnya pergerakan harga saham emiten dalam indeks industri dasar tidak lepas dari sejumlah sentimen dari luar negeri dan dalam negeri. Kenaikan harga bahan baku utama seperti komoditas energi dan barang kimia dasar telah menggerus margin.

Sebenarnya sejumlah sektor industri telah memperoleh harga khusus baik untuk komoditas batu bara maupun gas di tengah melonjaknya harga komoditas tersebut di pasar global. Hanya saja, tidak semua sektor memperoleh fasilitas itu. Sejumlah harga komoditas melambung tinggi, seperti batu bara yang menembus US$400 per ton dan minyak mentah yang menembus US$115 per barel, imbas dari invasi Rusia ke Ukraina. Hal ini bisa membawa keuntungan sementara bagi emiten terkait komoditas yang sedang naik harga. Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (3/3), harga batu bara di pasar Newcastle untuk kontrak Maret 2022 melambung 127% ke US$440 per ton. Untuk kontrak April 2022 naik 140% ke US$446 per ton. Adapun, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 4,98% ke US$116,11 per barel dan harga minyak Brent naik 5,57% ke US$119,22 per barel.

Harga Daging Sapi Perlu Diintervensi

02 Mar 2022

Sejumlah pedagang daging sapi di beberapa pasar Jakarta dan sekitarnya hingga Selasa (1/3) masih mogok berjualan, dipicu harga daging sapi yang terus naik hingga Rp 150.000 per kg. Mereka berharap serta intervensi pemerintah untuk mengendalikan harga daging sapi. Bedasarkan pantauan, Selasa, los daging di sejumlah pasar, seperti Pasar Slipi dan Pasar Tomang Barat atau Pasar Kopro, Jakbar, sepi. Sejak Senin (28/2), pedagang memilih tak berjualan karena harga daging sapi terus merangkak naik. Di Kota Tangerang, Banten, 92 pedagang daging di enam pasar juga turut mogok berjualan hingga Jumat (4/3). Pedagang mogok lantaran mengeluhkan kenaikan harga daging dari rumah potong hewan. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, per Selasa (1/3) harga daging sapi kelas I di DKI Jakarta mencapai Rp 145.000 per kg, meningkat bertahap dari 1 Januari 2022 yang Rp 133.750.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, kenaikan harga yang menyebabkan pedagang mogok berjualan hanya terjadi di Jabodetabek. Sebagian pedagang juga masih tetap berjualan. Persentasenya 50-50. Sebelumnya, Senin (28/2), Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengunjungi Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) dan para pedagang sapi di Pasar Klender, Jaktim. Ia mendengarkan aspirasi pedagang sekaligus meminta mereka untuk menghentikan aksi mogok berjualan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya. Menurut dia, persoalan harga daging dalam proses pembahasan pemerintah. Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Ali Usman mengatakan, kendati impor daging kerbau dan sapi beku akan  mengoreksi harga di pasar, gejolak yang terjadi belakangan ini dipengaruhi harga sapi bakalan yang diimpor dari Australia. (Yoga)


Deflasi di Tengah Risiko Gejolak Pangan-Energi

02 Mar 2022

Indonesia mengalami deflasi pada Februari 2022. Penurunan harga minyak goreng serta telur dan daging ayam ras menjadi kontributornya. Namun, periode deflasi dinilai bersifat sementara di tengah risiko kenaikan harga pangan dan energi sepanjang tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, secara bulanan, Indonesia mengalami deflasi pada Februari 2022. Namun, secara tahunan (tahun ke tahun) masih inflasi 2,06 %, sementara menurut tahun kalender (Januari-Februari 2022) inflasi 0,52 %. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto (1/3) mengatakan, kelompok pengeluaran makanan-minuman dan tembakau menjadi kontributor utama deflasi dengan tingkat deflasi 0,84 5 dengan andil 0,22 %. Sementara itu, kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,25 % pada Februari 2022. Listrik dan bahan bakar rumah tangga berkontribusi 0,35 %.

Analis makroekonomi PT Bank Danamon Indonesia, Irman Faiz, berpendapat, deflasi secara bulanan disebabkan oleh penurunan harga kelompok pengeluaran makanan-minuman, khususnya minyak goreng. Hal ini salah satunya akibat pemberlakuan kebijakan HET minyak goreng. Di sisi lain, harga elpiji dan bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik seiring kenaikan harga gas dan minyak dunia. Sepanjang Februari 2022, harga minyak goreng berangsur turun kendati masih di atas HET. Harga minyak goreng curah pada 2-25 Februari 2022, turun 9,2 % menjadi Rp 15.600 per liter dan minyak kemasan sederhana turun 6,9 % menjadi 16.400 per liter. Harga itu masih di atas HET minyak goreng curah yang ditetapkan Rp 11.500 per liter dan kemasan sederhana Rp 13.500 per liter. (Yoga)


Harga BBM dan Elpiji Nonsubsidi Terus Melonjak

01 Mar 2022

PT Pertamina Patra Niaga, anak usaha Pertamina di sektor hilir, kembali menaikkan harga jual elpiji nonsubsidi 12 kg dari Rp 162.000 menjadi Rp 182.000 per tabung mulai Minggu (27/2), sebagai respons  melonjaknya harga elpiji dan minyak mentah dunia dalam beberapa waktu terakhir. Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, harga kontrak gas (contract price/CP Aramco) saat ini 775 USD per ton atau naik 21 % dari harga rata-rata sepanjang 2021. Selain menyebabkan harga elpiji 12 kg naik, harga elpiji 5,5 kg dengan nama pasar Bright Gas juga naik dari Rp 76.000 menjadi Rp 85.250 per tabung.

Menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha M Rachbini, kenaikan harga jual BBM nonsubsidi yang diikuti elpiji 12 kg dan 5,5 kg ialah untuk merespons kenaikan harga komoditas. Kenaikan tersebut tidak terhindarkan lantaran harga komoditas energi terus melonjak.  Kenaikan harga elpiji non-subsidi ini, bagi Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, harus dicermati pemerintah, jangan sampai menyebabkan konsumen elpiji nonsubsidi pindah ke elpiji bersubsidi. Selain itu, lanjut Tulus, kenaikan harga berpotensi menimbulkanpraktik pengoplosan gas, yaitu mencampur elpiji bersubsidi dengan yang nonsubsidi dan dijual dengan harga nonsubsidi. (Yoga)


Lima Komoditas Dipantau Lewat Neraca Komoditas

01 Mar 2022

Pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) No 32 Tahun 2022 tentang Neraca Komoditas. Perpres ini dibuat untuk menyeimbangkan kebutuhan dan pasokan komoditas, pangan. Dalam beleid ini disebutkan Neraca Komoditas disusun untuk: Pertama, penyederhanaan dan transparansi perizinan ekspor dan impor. Kedua, menyediakan data yang akurat sebagai dasar kebijakan ekspor dan impor. Ketiga, memberikan kemudahan dan kepastian berusaha bagi industri sehingga mampu meningkatkan investasi dan lapangan pekerjaan. Keempat, menjamin ketersediaan barang konsumsi bagi penduduk dan bahan baku serta bahan penolong bagi industri, Kelima, mendorong penyerapan komoditas lokal seperti petani, nelayan, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan, Perpres Neraca Komoditas ini sudah bisa digunakan saat ini. "Ada lima komoditas yang diberlakukan, yakni beras, ikan, garam, gula, dan daging sapi," tutur Musdhalifah kepada KONTAN, Senin (28/2).

Komoditas Kedelai "Pangkon" Impor

01 Mar 2022

Ketergantungan Indonesia pada kedelai impor terus meningkat 3 dekade terakhir, rasionya mencapai titik kritis, sejalan semakin turunnya rasio kecukupan produksi dalam negeri. Mogok massal produksi tahu tempe jadi semakin intens. Seperti awal tahun lalu, produsen dan pedagang tahu tempe mogok pekan lalu, sebagai bentuk protes atas tingginya harga kedelai, dari Rp 8.000 per kg menjadi Rp 12.000 per kg seiring lonjakan harga kedelai di pasar global tiga bulan terakhir. Sedangkan produksi kedelai nasional terus turun meski program demi program peningkatan produksi dijalankan pemerintah. Kisah anggota Kelompok Tani Pangudi Makmur di Grobogan, Jateng, mewakili cerita petani kedelai di Tanah Air. Mereka menanam kedelai setelah 2 kali menanam padi. Namun, harga kedelai kerap anjlok sampai Rp 6.000 per kg saat panen. Padahal, harga di tingkat petani idealnya di atas Rp 10.000 per kg. Situasi itu membuat petani beralih ke komoditas lain yang lebih menguntungkan seperti jagung dan kacang hijau.

Harga dan insentif hasil usaha merupakan pemikat utama yang menjadi pertimbangan petani untuk menanam kedelai. Karena itu, tanpa jaminan harga dan penyerapan, usaha mendongkrak produksi kedelai dalam negeri bakal sia-sia. Perpres No 20 Tahun 2017 tentang Penugasan Bulog dalam Rangka Ketahanan Pangan Nasional, mengamanatkan Bulog untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga di tingkat konsumen dan produsen. Namun, implementasinya tidak berjalan sesuai harapan. Dampaknya, kedelai impor makin dominan, hingga menjadi pengimpor bersih kedelai. Ketergantungannya kini mencapai titik kritis hingga membuat kedelai impor serupa ”pangkon” bagi Indonesia. Buaian yang mematikan kemandirian pangan. Dalam aksara Jawa, pangkon berfungsi mematikan huruf. Setiap aksara yang diberi pangkon akan hilang atau mati vokal/suaranya. Sayangnya, tak hanya kedelai, Indonesia berpotensi masuk dalam ”pangkon” komoditas pangan impor lain. (Yoga)


Tragedi Minyak Goreng

26 Feb 2022

Kelangkaan dan lonjakan harga minyak goreng yang berlarut-larut sejak akhir tahun lalu, dan tak kunjung teratasi, memicu keresahan sosial di masyarakat. Antrean panjang dan rebutan minyak goreng terjadi di sejumlah pasar swalayan. Tak hanya mahal, minyak goreng selama beberapa bulan juga menghilang dari pasaran. Langkah operasi pasar oleh pemerintah yang terkesan setengah hati seperti tak berefek. Pemerintah juga tampak tidak berdaya menghadapi penimbun. Minyak goreng merupakan gambaran tak cukupnya kehadiran negara di tengah kegagalan pasar dan permainan kartel. Kegagalan menjinakkan harga menunjukkan langkah yang sudah ditempuh belum mengatasi akar masalah kelangkaan. Berbagai kebijakan diluncurkan sejak terjadi kelangkaan yang dipicu lonjakan harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) di pasar global, terjadi sejak paruh kedua tahun 2021. Mulai dari operasi pasar, subsidi harga, penetapan HET, hingga kewajiban produsen memasok kebutuhan dalam negeri (DMO). Harga bergeming dan minyak tetap susah ditemukan di pasar. Kasus minyak goreng adalah ironi dikaitkan dengan posisi Indonesia sebagai produsen dan eksportir CPO terbesar di dunia, tetapi ternyata tak berdaulat di dalam negeri sendiri. (Yoga)


MNC Energy Naikkan Produksi Batubara

26 Feb 2022

PT MNC Energy Investment Tbk mengalokasikan dana sebesar Rp 270 miliar untuk belanja modal 2022. Dana tersebut akan digunakan untuk menunjang kenaikan produksi batubara. Komisaris MNC Energy Investment Tbk Darma Putra dalam paparan publik daring, Jumat (25/2), menjelaskan, MNC Energy merencanakan kenaikan produksi batubara dari 2,6 juta metrik ton menjadi 8 juta metrik ton. (Yoga)

Krisis Ukraina, Lonjakan Harga Minyak Perlu Respons Tepat

25 Feb 2022

Kamis (24/2), menyusul operasi militer Rusia ke Ukraina. Pemerintah Indonesia diharapkan memiliki strategi tepat sebagai respons atas lonjakan harga minyak mentah dan dampaknya pada harga BBM di dalam negeri. Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan, sebelum krisis Rusia-Ukraina memanas, pasar minyak mentah dunia sudah ketat, terlihat dari tren kenaikan harga sejak 2021. Tren berlanjut atau tidak tergantung pada perkembangan relasi Rusia-Ukraina. Intensitas konflik yang lebih masif antara Rusia dan Ukraina bakal menyebabkan harga minyak mentah di level lebih tinggi, karena Rusia memasok 10 % kebutuhan minyak dunia sehingga produksinya menentukan keseimbangan pasokan serta permintaan minyak global. Pemerintah Indonesia, ujar Fabby, harus memastikan pasokan BBM dan minyak mentah tidak terganggu.

Indonesia, sejak 2004 tercatat sebagai negara pengimpor bersih minyak, masih bergantung pada impor BBM dan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri. Dari konsumsi BBM nasional 1,4 juta-1,5 juta barel per hari, kemampuan produksi minyak Indonesia kurang dari 700.000 barel per hari. Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani mengakui, lonjakan harga minyak mentah menekan struktur fiskal APBN. Lonjakan turut menaikkan besaran subsidi energi, yang pada Januari 2022 mencapai Rp 10,2 triliun, naik dari Januari 2021 yang Rp 2,3 triliun. (Yoga)


Minyak Goreng, Dari Tipu-tipu, Kartel, hingga Penimbunan

25 Feb 2022

Kenaikan harga minyak goreng memunculkan beragam persoalan. Tak hanya panik belanja dan antrean mengular dalam operasi pasar dan di sejumlah minimarket, tetapi juga penipuan, ambil untung, hingga dugaan kartel dan penimbunan. Musmiah (58) dan Siti Mutaharoh (45), pengusaha kecil kerupuk Desa Cendono, Kudus, Jateng, tertipu setelah membeli minyak goreng Rp 16.500 per kg. Alih-alih mendapat minyak goreng curah murah untuk menjaga keberlanjutan usaha, Rp 16.500 per kg, karena harga minyak goreng curah di Kudus Rp 18.000 per kg, tapi mereka justru memperoleh jeriken berisi air. Direktorat Kriminal Khusus Polda Jateng telah mengamankan 2 tersangka, yaitu MNK (39) dan AA (51), yang mengoplos minyak goreng asli dengan air dan pewarna makanan tersebut.

Kemendag mendapati sejumlah pedagang daring di lokapasar menjual minyak goreng kemasan lebih tinggi daripada HET, Menurut Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, sejumlah pedagang daring itu membeli minyak goreng kemasan sesuai HET, lalu, menjualnya lagi di atas HET. ”Kami bekerja sama dengan Asosiasi E-dagang Indonesia (idEA) telah menutup 400 kios atau lapak daring yang menawarkan minyak goreng di atas HET di sejumlah  lokapasar,” ujarnya. Saat ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah mendalami kasus dugaan penimbunan dan kartel minyak goreng. Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur menuturkan, tim KPPU di semua kantor wilayah tengah mendalami dugaan penimbunan. (Yoga)