Lingkungan Hidup
( 5820 )Pemerintah Antisipasi Kenaikan Harga BBM
Terkait harga jual BBM dalam negeri, pemerintah masih terus mencermati situasi global, terutama lonjakan harga minyak mentah yang saat ini ada di level 121 USD per barel. Pemerintah siap menanggung beban subsidi apabila harga BBM harus naik. ”Kami cermati dulu. Walau jika situasi itu terlalu lama, akan menimbulkan beban berat (bagi Indonesia). Kami lihat saja situasi ini apakah berlanjut sampai semester II-2022 atau tidak. Kami sudah siapkan kompensasi kepada Pertamina dan PLN serta seluruh beban subsidi energi kepada masyarakat untuk semester II-2022,” kata Menteri ESDM Arifin Tasrif, Kamis (24/3), di Yogyakarta. Arifin menambahkan, pihaknya telah berbicara dengan OPEC terkait pasar minyak global. OPEC menjamin bisa menjaga pasokan minyak mentah, tetapi tidak menjamin kestabilan harga.
Ketua Banggar DPR Said Abdullah mengatakan, ruang untuk merevisi anggaran subsidi energi terbuka seiring melonjaknya harga minyak mentah dunia. Kemenkeu diminta menghitung dan mempertimbangkan kecukupan anggaran subsidi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio N Kacaribu belum mengomentari strategi fiskal untuk menjadi bantalan APBN dalam membendung lonjakan harga minyak dunia. Analis makroekonomi Bank Danamon, Irman Faiz, berpendapat, apabila harga pertamax dan pertalite tetap dijaga, inflasi akan tetap berada pada target BI dan pemerintah, yakni 2-4 %. (Yoga)
Siap-Siap Tarif Royalti Batubara akan Menanjak
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan dalam waktu dekat pemerintah akan menaikkan tarif royalti batubara. Kenaikan tarif royalti tersebut kabarnya bisa mencapai 20%-30%. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan, regulasi terkait tarif royalti sudah rampung. Bagi pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B), saat ini berlaku tarif royalti tunggal yaitu 13,5%. Adapun tarif royalti pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang terbuka sebesar 3%, 5%, dan 7% sesuai dengan jenis kalorinya.
Problem Minyak Goreng Belum Teratasi
Di Kabupaten Temanggung dan Magelang, Jateng, sejumlah pedagang mulai membatasi penjualan karena pasokannya terbatas. Harga minyak goreng curah pun melejit di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Luluk (40), pedagang minyak goreng curah di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Rabu (23/3), mengatakan, sebelumnya dia bisa membeli minyak goreng curah berapapun sesuai kebutuhan. Namun, sejak 3 hari lalu, pedagang pengepul membatasi pembelian, yakni 2 kaleng (per kaleng 17 kilogram), dengan harga Rp 275.000 per kaleng atau Rp 16.100 per kg, melampaui HET Rp 15.500 per kg. Yati (42), pedagang di Pasar Borobudur, Magelang, mengatakan, sejak seminggu lalu dirinya membatasi pembelian hanya 2-3 kg per orang. Itu pun hanya bagi pelanggan lama. Pembatasan volume pembelian per pelanggan, terpaksa dilakukan karena volume pasokan minyak yang diterima jauh berkurang, dari 10-30 kaleng minyak goreng curah per hari, sepekan terakhir hanya 2-3 kaleng per hari.
Pada Januari 2022, pemerintah sempat memberlakukan kebijakan HET untuk minyak goreng kemasan sederhana dan premium. Selisih harga keeko- nomian dengan HET minyak goreng kemasan disubsidi untuk kebutuhan enam bulan se- banyak 1,5 miliar liter. Dana subsidi disiapkan melalui BPDPKS sebesar Rp 7,6 triliun. Namun, tidak berjalan lancar. Pasokan minyak goreng justru langka di pasaran. Pemerintah pun mencabut kebijakan tersebut dan membebaskan harga minyak goreng kemasan ke pasar. Setelah pemerintah mencabut HET minyak goreng kemasan, stok minyak goreng tiba-tiba kembali membanjiri pasar, dengan harga jauh lebih mahal. Sekarang, kebijakan HET Rp 14.000 per liter hanya diatur untuk minyak goreng curah yang ditujukan bagi kelompok rentan serta UMKM, yang dibiayai BPDPKS sebesar Rp 7,2 triliun. Kadis Perusahaan BPDPKS Achmad Maulizal berkata, kebijakan subsidi minyak goreng kemasan Januari 2022 terbukti tak berhasil, karena itu kebijakan subsidi minyak goreng curah menjadi jalan tengah terbaik yang bisa ditempuh pemerintah untuk menjamin kebutuhan warga tetap terpenuhi. (Yoga)
Transisi Energi, Sejumlah PLTD Mulai Dikonversi
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berencana mengonversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berkapasitas 499 megawatt ke tenaga surya dengan sistem penyimpanan berbasis baterai, yang menghemat konsumsi BBM 67.000 kiloliter per tahun. Program konversi yang dimulai tahun ini diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon 0,3 juta ton dan meningkatkan porsi energi terbarukan hingga 15 %. Direktur Megaproyek dan Energi Terbarukan PLN Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan hal itu di webinar ”Renewable Technology as Driver for Indonesia’s Dedieselization”, Rabu (23/3), di Yogyakarta. PLN memiliki 5.200 unit PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi diseluruh Indonesia. Per 2020, konsumsi BBM PLTD itu mencapai 2,7 juta kiloliter dengan biaya BBM Rp 16 triliun.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo menambahkan, perkembangan teknologi mampu mengurangi harga jual listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik energi terbarukan. Sebagai gambaran, pada tahun 2015, harga jual listrik PLTS dipatok 25 sen dollar AS per kilowatt jam (kWh). Saat ini, harga jualnya telah turun menjadi sekitar 4 sen dollar AS per kWh. Manajer Program Transformasi Energi Institute for Essential Services Reform (IESR) Deon Arinaldo mengatakan, pemakaian PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai menghasilkan emisi karbon yang rendah, bahkan bisa nol emisi jika emisi daur hidupnya tidak dihitung. (Yoga)
Polisi Awasi Distribusi Minyak Goreng
Kapolresta Denpasar AKBP Bambang Yugo Pamungkas bersama Satuan Tugas Pangan Polresta Denpasar dan pengelola Pasar Kreneng, Kota Denpasar, Bali, Selasa (22/3/), memantau ketersediaan dan harga minyak goreng di Pasar Kreneng. Bambang mengatakan, satgas pangan, pemerintah daerah, dan pengelola pasar akan rutin memantau ketersediaan minyak goreng. (Yoga)
Stok Cukup, Kok Harga Pangan Tetap Naik ?
Kinerja pemerintah memenuhi stok pangan dan menjaga stabilitas harga menjadi sorotan masyarakat menjelang puasa. Sebab, kurang dari dua pekan menjelang puasa, harga pangan tercatat melonjak tinggi. Seperti diketahui, setiap menjelang Ramadan dan Idul Fitri harga pangan selalu naik. Kenaikan harga ini juga dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah menjaga pasokan dan distribusi bahan pangan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan, ketersediaan 12 komoditas pangan relatif masih mencukupi menjelang puasa dan Lebaran 2022. Syahrul menyebutkan, stok beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging, ayam, telur ayam, dan minyak goreng masih bisa dipenuhi produksi dalam negeri.
Anggota Komisi IV DPR Suhardi Duka meminta Kementerian Pertanian untuk memastikan keakuratan data atas neraca komoditas 12 bahan pangan yang diklaim mencukupi tersebut. Sebab berdasarkan data yang dia terima pada awal tahun ini, produksi bawang merah mengalami gagal panen. Alhasil, Kementerian Perdagangan telah mengajukan impor dan meminta persetujuan dari Kementrian Pertanian. "Jadi mana yang benar? Kementerian Pertanian menyebut surplus tapi Kementerian Perdagangan minta impor dibuka," jelas Suhardi.
Setelah Minyak Goreng Tak Lagi Langka
Sejak 1 Februari lalu, pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi minyak goreng Rp 14 ribu. Namun, sejak saat itu, minyak goreng berubah menjadi barang langka. Masyarakat Jakarta, bahkan seluruh Indonesia, kesulitan mencari cairan berwarna kuning keemasan tersebut. Sejumlah minimarket dan supermarket sengaja mengosongkan rak khusus produk minyak goreng. Jika pun ada, tak sampai satu jam, stok minyak ludes. Sebaliknya, setelah aturan harga eceran tertinggi dicabut, stock minyak goreng membanjiri minimarket dan supermarket. Namun harganya melambung tinggi. Menurut pantauan Tempo, disejumlah minimarket di wilayah Johar Baru, Cempaka Putih dan Kemayoran, Jakarta Pusat, kemarin, harga minyak goreng kemasan perliter berkisar 24-25 ribu. Sejumlah pedagang kecil kewalahan menghadapi tingginya harga minyak goreng kemasan. Strategi menaikkan harga hingga kurangi porsi jadi cara menutup harga minyak goreng. Tingginya harga pada saat minyak goreng mudah dicari dianggap penyakit bagi masyarakat. (Yetede)
Produsen Tempe Tahu Tagih Janji Subsidi
Ketum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin (21/3) mengatakan, pemerintah berjanji menyubsidi kedelai impor yang dibeli produsen tahu dan tempe Rp 1.000 per kg. Janji pemerintah dinyatakan dalam Rakernas Gakoptindo 22-23 Februari di Surabaya. ”Kami sudah menanyakan realisasi janji itu. Namun, katanya masih dalam pembahasan di rapat terbatas sehingga sampai sekarang belum terealisasi,” kata Aip dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IV DPR RI. Menurut Aip, harga kedelai impor di dalam negeri Rp 12.300 per kg, naik dari Rp 11.500 per kg. Menurut Aip, kedelai impor sebenarnya hanya dibutuhkan untuk bahan baku tempe. Untuk tahu justru lebih baik kedelai lokal karena rasanya lebih enak dan legit serta baunya lebih harum. Gakoptindo membutuhkan 1 juta ton kedelai lokal per tahun.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menyatakan, pemerintah tengah menyiapkan mekanisme intervensi harga kedelai impor agar produsen tahu dan tempe mampu menjangkaunya. ”Caranya dengan memberikan selisih harga dengan angka tertentu sehingga perajin tahu dan tempe bisa mendapatkan kedelai dengan harga Rp 11.000 per kg,” katanya. Ketua Asosiasi Koro Pedang Nusantara Agus Somamihardja meminta pemerintah menyiapkan substitusi kedelai impor dengan kacang koro pedang (Canavalia ensiformis). (Yoga)
Harga Nikel Global Terus Turun Sejak Transaksi Dibuka Kembali
Harga nikel dunia makin adem. Harga nikel kontrak bergulir tiga bulan di London Metal Exchange berada di US$ 36.915 per ton, Jumat (18/3). Harga nikel anjlok 19% sejak perdagangan dibuka kembali Rabu lalu (16/3). Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuabi menjelaskan, harga nikel naik sebelum ini akibat memanasnya perang Rusia-Ukraina. "Sehubungan dengan kondisi saat ini di Ukraina sudah sedikit stabil dan sempat ada gencatan senjata, harga turun lagi," ujar Ibrahim, Senin (21/3). Founder Traderindo.com Wahyu Tribowo Laksono menilai, wajar harga nikel terkoreksi seiring meredanya isu geopolitik antara Rusia-Ukraina. Tapi, dalam jangka menengah, harga berpotensi konsolidasi, lantaran isu geopolitik belum usai.
Ibrahim menilai, saat ini para spekulan di pasar juga mulai merealisasikan keuntungan. Dengan demikian, harga kembali turun dan mendekati harga wajar. "Harga wajar nikel berada di level US$ 19.000 per ton," kata dia. Meski begitu, jika konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memburuk, terbuka peluang harga nikel mencapai US$ 50.000 per ton. Namun jika ketidakpastian di pasar global mereda, harga nikel akan bergerak turun kembali ke kisaran level support di US$ 22.000 per ton.
Melecut Investasi di Sektor Hulu Migas
Pada awal tahun ini, pemerintah menargetkan investasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) mencapai US$$17 miliar. Penetapan tersebut tercatat melampaui target pada tahun lalu sebesar US$15,9 miliar. Tentu saja target ini cukup menantang di tengah kondisi sektor hulu migas yang kurang begitu kondusif. Di sisi lain, produksi minyak mentah dalam negeri masih jauh dari harapan. Hal itu dikarenakan lapangan di Indonesia sudah mulai menua sehingga secara alamiah jumlah produksi akan menyusut. Penurunan produksi ini sudah ditahan dengan memanfaatkan teknologi enhanced oil recovery (EOR). Teknologi EOR merupakan salah satu metode pengurasan minyak tingkat lanjut untuk mengoptimalkan produksi sebuah lapangan migas.
Tentu saja masalah itu menambah panjang pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan para pemangku kepentingan. Di tengah kondisi yang sedemikian menantang dan target investasi yang tinggi, bertiup angin segar munculnya komitmen dari Petronas dan BP di tiga dari empat wilayah kerja (WK) yang dilelang oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Ketiga WK atau blok migas itu adalah North Ketapang, Agung I, dan Agung II. Pemerintah memang tidak tinggal diam dengan kondisi investasi migas yang stagnan beberapa tahun ini. Beberapa hal di atas menjadi bukti bahwa pemerintah terus berupaya menyelesaikan pekerjaan rumah pemerintah di sektor migas yang terkenal bermodal besar, berteknologi maju, dan berisiko tinggi ini.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









