;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Disparitas Harga Turut Picu Masalah Minyak Goreng

16 Mar 2022

Ombudsman RI merekomendasikan pemerintah mencabut ketentuan HET minyak goreng kemasan dan melepasnya sesuai mekanisme pasar. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika (15/3) menilai harga CPO berdasarkan ketentuan tentang kewajiban DMO ditetapkan Rp 9.300 per kg,  namun, harga CPO di pasaran Rp 18.000-Rp 19.000 per kg. Disparitas harga minyak goreng antara harga di pasar dan HET juga dinilai mendorong spekulasi, harga minyak goreng di pasar umumnya lebih tinggi dari HET. Selain mencabut ketentuan HET minyak goreng kemasan, Ombudsman RI merekomendasikan pemerintah tetap menjalankan kebijakan DMO CPO dan olein 20 persen dan focus melindungi kelompok rentan,

Waketum Bidang Kebijakan Fiskal dan Publik Kadin Indonesia Suryadi Sasmita menyatakan, pihaknya meyakini suplai minyak goreng sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan. Namun, dengan dijual di bawah harga pasar atau HET, banyak pihak yang mencari kesempatan, ditambah adanya kepanikan, ketersediaan menjadi kurang. Jadi, kami usulkan harga dilepas (mekanisme pasar) sehingga tak ada lagi pemain yang menimbun. Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit mengatakan, ”Kami akan mengecek fenomena lonjakan harga minyak goreng di pasar di tengah produksi minyak goreng yang melimpah di sejumlah pabrik”. (Yoga)


Tekan Harga Jadi Rp14.000/Liter, Pemerintah Akan Berikan Subsidi untuk Migor Curah

16 Mar 2022

Pemerintah akan memberikan subsidi untuk menekan  harga minyak goreng (migor) curah menjadi Rp14.000 per liter di pasar modern  dan di pasar tradisional atau lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp15.000 per liter. Sedangkan untuk migor kemasan sederhana maupun kemasan premium harganya akan menyesuaikan nilai keekonomian sesuai mekanisme pasar. Menteri Perekonimian Airlangga Hartato mengatakan, kebijakan tersebut ditempuh setelah pemerintah  memperhatikan situasi penyaluran  dan keadaan distributor migor serta memperhatikan situasi global dimana terjadi kenaikan harga komoditas termasuk minyak nabati yang didalamnya minyak kelapa sawit. "Maka, pemerintah memutuskan untuk mensubsidi agar harga minyak kelapa sawit curah menjadi Rp14.000 per liter. Dan subsidi akan diberikan berbasis kepada dana badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit," kata Airlangga saat memberikan keterangan pers di kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/3). (Yetede)

Harga Pangan, Dering Alarm FAO

15 Mar 2022

Konflik Rusia-Ukraina berlanjut. Alarm Organisasi Pangan dan Pertanian atau FAO berdering. Jika konflik berkepanjangan, diperkirakan muncul risiko perdagangan, harga, logistik, produksi, kemanusiaan, energi, serta makro-ekonomi, yakni mencakup kurs mata uang, utang, dan produk domestik bruto. Peringatan itu dilontarkan FAO dalam laporan ”Pentingnya Ukraina dan Rusia bagi Pasar Pertanian Global dan Risiko Konfliknya” yang dipublikasikan di Roma, Italia, 10 Maret 2022, bersamaan Konferensi Regional Asia dan Pasifik (APRC) FAO ke-36 di Dhaka, Bangladesh, 10-11 Maret 2022. Khusus di sektor pangan, FAO memperkirakan, dalam skenario jangka pendek (2022-2023), harga pangan dan pakan internasional yang saat ini sudah tinggi akan meningkat 8-22 %. Harga gandum, misalnya, naik 8,7 % untuk kategori risiko moderat/sedang, sementara kategori berat, lonjakan harganya mencapai 21,5 %.

Pada 4 Maret 2022, FAO menyebutkan, harga pangan dunia terus melambung tinggi. Indeks Harga Pangan FAO (FFPI) Februari 2022 mencapai 140,7 naik 3,9 % secara bulanan dan 20,7 % secara tahunan. Minyak nabati, sereal, susu, dan daging mendominasi lonjakan harga. Indeks harga minyak nabati menembus level 201,7 naik 26,87 % secara tahunan dan mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa. FAO meminta setiap negara menjaga perdagangan pangan dan pupuk agar tetap terbuka serta mengatasi hambatan rantai pasok perdagangan global. Setiap negara yang bergantung pada impor pangan dari Rusia dan Ukraina perlu mendiversifikasi pasokan dari negara lain serta membangun ketahanan pangan domestik. (Yoga)


Petani Lampung Didorong Ekspor Rempah

15 Mar 2022

Dalam situasi pandemi Covid-19, permintaan ekspor komoditas rempah dari Lampung terus meningkat. Pemerintah mendorong petani membudidayakan rempah dan melirik potensi ekspor. ”Pada 2020, cabai jawa asal Lampung menembus pasar ekspor sebelas negara,” kata Kepala Balai Karantina Kelas IA Bandar Lampung M Jumadh, di Lampung, Senin (14/3). (Yoga)

Kinerja 2022 : Pertamina Retail Bidik Laba Rp350 Miliar

15 Mar 2022

PT Pertamina Retail optimistis bisa meraup laba lebih dari Rp350 miliar pada tahun ini, lebih tinggi dibandingkan dengan raihan pada 2021 yang sebesar Rp335 miliar. Direktur Utama Pertamina Retail Iin Febrian mengatakan bahwa pihaknya optimistis bisa mencatatkan kinerja yang lebih baik pada tahun ini. Targetnya, perusahaan mampu meraih pendapatan lebih dari Rp16 triliun pada tahun ini. “Kami tetap menargetkan tumbuh dan berkembang. Dari sisi revenue, kami harapkan lebih dari Rp16 triliun dapat kami wujudkan di 2022. Dari sisi profit, kami harapkan profit kami meningkat lebih dari Rp350 miliar di tahun ini,” ujar Iin, dalam keterangannya (14/03). Pertamina Retail merupakan bagian dari Sub-Holding Commercial & Trading Pertamina, dengan lini usaha di bidang ritel, khususnya penyaluran bahan bakar di SPBU dan pengelolaan, pengembangan, serta pemasaran produk-produk bahan bakar hingga nonbahan bakar sesuai dengan bisnis yang terkait di dalamnya.


Nilai Kapitalisasi Pasar: Komoditas Terbangkan Harta Taipan

14 Mar 2022

Memanasnya harga komoditas tidak hanya menjadi berkah bagi emiten yang bergerak di sektor tersebut. Nilai kekayaan para konglomerat yang mengoleksi saham emiten komoditas pun kian menggelembung. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada sembilan taipan yang menggenggam saham emiten komoditas secara langsung maupun melalui entitas usahanya. Salah satunya, Low Tuck Kwong yang mengantongi 55,2% saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) secara langsung. Hingga 11 Maret 2022, nilai portofolio Low Tuck Kwong itu mencapai Rp73,8 triliun. Apabila dikalkulasi dengan harga saham BYAN pada akhir 2021, kekayaan Low Tuck Kwong itu meningkat 48,52%.

Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar 2,54% saham ADRO yang dimiliki bos Triputra Group T.P. Rachmat naik menjadi Rp2,44 triliun. Selain emiten batu bara, penguatan saham emiten perkebunan sawit dan produsen crude palm oil (CPO) juga membuat kocek taipan kian tebal. Anthoni Salim, misalnya, menguasai 78,55% saham PT Salim Ivomas Tbk. (SIMP) dan 59,48% saham PT PP London Sumatera Tbk. (LSIP) secara tidak langsung melalui Grup Indofood. Total nilai portofolio saham tersebut mencapai Rp12,18 triliun atau naik 16,33% sepanjang tahun berjalan 2022.


Wapres: Tindak Tegas Spekulan Pangan

12 Mar 2022

Seusai meninjau Gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (11/3) Wapres Ma’ruf Amin menginstruksikan aparat penegak hukum untuk menindak penimbun pangan. Tiga hari sebelumnya, Wapres Amin berkunjung ke kantor Kementan untuk memonitor dan mengevaluasi ketersediaan pangan menjelang Ramadhan dan Lebaran 2022. Dalam kesempatan itu, Wapres meminta Mendag dan Kepala Badan Pangan Nasional (BPN) memastikan distribusi bahan pangan pokok tetap lancar. Kepala BPN Arief Prasetyo Adi mengatakan, Bulog sudah ditugaskan menyerap gabah petani dengan harga yang baik, kemudian mempersiapkan kadar airnya baik sehingga bisa disimpan sampai jelang panen ke depan.

Terkait minyak goreng, Arief menuturkan, Kemendag sudah menaikkan kuota DMO dari 20 % ke 30 %. Kewajiban itu berlaku bagi eksportir minyak sawit mentah dan olein guna memenuhi kebutuhan bahan baku minyak goreng domestik. Arief juga mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam membeli minyak goreng. Terkait daging, Arief memastikan pasokan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan Lebaran tahun ini. Masyarakat diberi pilihan antara daging kerbau beku, daging sapi beku, dan daging segar. (Yoga)


Minyak Goreng : Dari Gejolak Politik Hingga Keresahan Sosial

12 Mar 2022

Tingginya kebutuhan  minyak goreng tidak selalu diiringi ketersediaan stok di pasaran. Sejak 1998 hingga kini, Indonesia beberapa kali mengalami kelangkaan minyak goreng. Di tengah gejolak politik dan krisis ekonomi 1998, minyak goreng sulit ditemukan di daerah-daerah di Indonesia bagian barat hingga timur. Di Makassar, Sulsel, kelangkaan minyak goreng Januari 1998 karena pabrikan kesulitan memperoleh kopra sebagai bahan baku. Produksi kopra petani mengalami penurunan akibat perubahan cuaca. Harga minyak goreng melambung 86 % dari Rp 35.000 menjadi Rp 65.000 per jeriken 22 liter. Kelangkaan minyak goreng juga terjadi Februari 1998 di DKI Jakarta, Surabaya, dan Medan, karena gejolak nilai tukar rupiah sehingga berdampak pada ketidakpastian biaya produksi. Pada Mei 1998, kelangkaan minyak goreng masih terjadi di Bandar Lampung, Semarang,dan Bandung. Tingginya biaya angkut di tengah gejolak politik dan krisis ekonomi turut menjadi penyebab kelangkaan minyak goreng.

Pada periode reformasi, kelangkaan minyak goreng terjadi di Bandung, Jawa Barat, pada Mei 2007. Pada saat yang bersamaan, kenaikan harga minyak goreng mencekik masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini disebabkan oleh membaiknya harga minyak kelapa sawit mentah (CPO) dunia sehingga ekspor dari Indonesia meningkat. Kenaikan ekspor ini berdampak pada berkurangnya pasokan bahan baku minyak goreng sehingga mengurangi produksi di sejumlah daerah. Kini, persoalan serupa terjadi. Berdasarkan temuan Ombudsman, kelangkaan minyak goreng disebabkan sejumlah faktor, yakni penimbunan, pengalihan penjualan dengan harga yang lebih mahal, dan kepanikan masyarakat yang memicu pembelian dalam jumlah banyak (panic buying). (Yoga)


Januari, Ekspor Minyak Sawit Hanya 2,18 Juta Ton

12 Mar 2022

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menyatakan, ekspor minyak sawit nasional pada Januari 2022 mencapai 2,18 juta ton atau turun 11,4% dari Desember 2021 sebesar 2,46 juta ton dan lebih rendah 23,8% dari ekspor Januari 2021 yang sebesar 2,86 juta ton. Penurunan ekspor Januari 2022 dari Desember 2021 itu merupakan pola musiman, ditambah faktor produksi yang sangat terbatas dan harga yang sangat tinggi. Sedangkan untuk konsumsi dalam negeri Januari 2022 sebesar 1,51 juta ton atau 160 ribun ton lebih rendah dari Desember 2021 sebesar 1,67 juta ton atau turun 9,6%. Konsumsi terbesar untuk biodiesel 732 ribu ton, diikuti industri pangan 592 ribu ton, dan oleokimia 183 ribu ton. Konsumsi minyak sawit untuk biodiesel yang melampaui untuk pangan telah terjadi sejak November 2021. Di sisi lain stok minyak sawit dan inti sawit Indonesia pada akhir Januari naik menjadi 4,68 juta ton dari awal Januari 4,13 juta ton. (Yetede)


Pasar Energi Global Tetap Tertekan

11 Mar 2022

Kebuntuan perundingan Rusia-Ukraina yang difasilitasi Turki, Kamis (10/3) membuat pasar energi tetap tertekan. Tekanan juga timbul dari ketidakjelasan perundingan AS dengan Iran dan Venezuela. Setelah sempat menyentuh level 130 USD per barel, harga minyak mentah jenis Brent pada Kamis malam, berdasar Bloomberg dan Trading Economics, di level 115 dollar AS per barel. Merespons tingginya harga minyak mentah, Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan akan melepaskan sebagian cadangan strategisnya untuk meringankan tekanan. Gairah pasar semakin meningkat karena UEA mengumumkan siap memacu produksi di atas kesepakatan OPEC, melebihi 800.000 barel per hari. Padahal, OPEC bersama Rusia sepakat, kenaikan tidak melebihi 400.000 barel per hari. ”Kami mendukung kenaikan produksi dan mendorong OPEC meningkatkan produksi,” kata Duta Besar UEA untuk AS Yousuf Al

Sekjen OPEC Mohammed Barkindo meragukan produsen lain bisa menggantikan pasokan dari Rusia. Ia  berkeras kenaikan harga saat ini dipicu masalah geopolitik, bukan masalah pasokan. Sanksi membuat transaksi apa pun dengan Rusia, termasuk untuk pembayaran komoditas energi, sulit dilakukan. Hal serupa sudah terjadi bertahun-tahun pada Venezuela dan Iran, pemilik cadangan minyak terbesar pertama dan ketiga di dunia. (Yoga)