Lingkungan Hidup
( 5820 )Geopolitik Panas, Harga Logam Mulia Semakin Hot
Konflik antara Rusia dan Ukraina menjadi berkah bagi investor emas batangan. Harga emas produksi Logam Mulia, anak usaha Aneka Tambang (Antam), kembali ke atas Rp 1 juta. Secara umum, harga logam mulia masih berpotensi menguat, selama konfilk Ukraina dan Rusia belum berakhir. Alwi Assegaf Analis Global Kapital Investama memprediksi harga paladium berpotensi tetap menguat paling tinggi lantaran Rusia merupakan produsen paladium terbesar. Alwi memprediksi paladium bisa mencapai US$ 3.715 per ons troi di akhir tahun nanti. Analis Monex investindo Futures Faisyal juga memprediksi di akhir kuartal I-2022 harga emas berpotensi naik ke US$ 2,050 per ons troi.Meski begitu, Faisyal menyarankan pelaku pasar mencermati potensi pembalikan arah harga logam mulia bila konflik Rusia dan Ukraina selesai. Jika terjadi koreksi, harga emas di akhir tahun berpotensi ke US$ 1.900 per ons troi.
Mengamankan Porsi Batu Bara Domestik
Harga komoditas batu bara yang kembali meroket di pasar internasional seakan menjadi berkah manis bagi negara-negara produsen emas hitam. Per Februari 2022, harga batu bara acuan (HBA) si emas hitam menembus angka US$188,38 per metrik ton. Harga ini tentu saja melesat kencang 18,85% dari perniagaan sebelumnya yang baru mencapai US$158,50 per metrik ton. Tingginya harga batu bara ini tidak dapat dilepaskan dari ketegangan politik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Efek ‘kejut’ berupa invasi pagi hari ke Ukraina seperti yang diperintahkan Presiden Rusia Vladimir Putin membuat pasokan liquefied natural gas (LNG) ke Eropa terganggu. Berdasarkan peta produsen gas dunia, Rusia masuk peringkat kedua setelah Amerika Serikat sebagai produsen liquefied natural gas (LNG).
Ditilik dari kepemilikan cadangan gas, negeri Beruang Merah menduduki posisi puncak. Berdasarkan data BP Statistical Review on World Energy, Rusia memiliki 38 triliun meter kubik cadangan LNG. Posisi kedua disusul oleh Iran, dan Qatar pada posisi ketiga. Lonjakan harga LNG yang cukup luar biasa ini membuat banyak negara mulai mencari sumber energi lain yakni batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. China, misalnya, mulai mencari batu bara dengan jumlah cukup besar sebagai pengganti bahan bakar LNG untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri. Upaya China untuk menyerap batu bara tersebut cukup agresif dan tarik menarik dengan upaya serupa yang dilakukan oleh negara-negara di Eropa yang masih menghadapi musim dingin
Harga Jual BBM Terus Dikaji
Harga minyak mentah jenis Brent sempat menyentuh level 139 USD per barel pada awal pembukaan perdagangan Senin (7/3) kendati kemudian turun ke 125 USD per barel. Lonjakan harga minyak mentah itu kian menekan harga jual BBM di Indonesia. PT Pertamina (Persero) tengah mengkaji kemungkinan kenaikan harga BBM non subsidi di dalam negeri. Pengajar Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi UGM, Fahmy Radi mengatakan, kenaikan harga minyak mentah dunia kian menekan harga BBM dalam negeri. Dampaknya, kenaikan harga jual BBM sulit dihindari. Apabila harga tidak dinaikkan, APBN bakal tertekan lantaran harus menutup selisih harga jual BBM.
Sebelumnya, Pertamina telah 2 kali menaikkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Tak hanya Pertamina, perusahaan swasta sektor ritel BBM di Indonesia pun turut menaikkan harga, seperti Shell Indonesia. Senada dengan Fahmy, Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menambahkan, menaikkan harga BBM jenis premium dan solar bersubsidi adalah pilihan yang sulit bagi pemerintah. Pasalnya, kondisi ekonomi yang masih tertekan pandemi belum membuat daya beli masyarakat pulih seutuhnya. Namun, apabila harga kedua jenis BBM bersubsidi itu tidak dinaikkan, APBN kian tertekan. Menurut Pjs Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, pihaknya masih terus memonitor perkembangan harga minyak mentah dunia. Sementara itu, Vice President Corporate Relations Shell Indonesia Susi Hutapea mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran mengenai harga BBM. Berbagai faktor menjadi penentu harga jual BBM Shell di Indonesia. (Yoga)
Politeknik Siapkan SDM Energi Terbarukan
Pemerintah bekerja sama dengan The Swiss State Secretariat for Economic Affairs dalam program Renewable Energy Skills Development (RESD). Melalui program ini, perguruan tinggi vokasi didorong untuk melakukan riset dan inovasi serta mencetak SDM yang dibutuhkan dalam sektor industri energi terbarukan. Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek Wikan Sakarinto, Senin (7/3) menjelaskan, program RESD dilakukan dengan membuka program D-4 konsentrasi energi terbarukan di lima politeknik negeri. (Yoga)
Krisis Harga Pangan Global
Indeks harga pangan global mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2 bulan terakhir dan diprediksi bertahan tinggi beberapa waktu ke depan. Lonjakan harga pangan serta energi yang kian memicu kenaikan inflasi global ini pada akhirnya berpotensi mengerek inflasi di dalam negeri Indonesia yang relatif terkendali sekarang, terutama dengan ketergantungan pada impor untuk komoditas pangan tertentu yang masih tinggi. IMF memprediksi harga energi serta pangan akan bertahan tinggi dalam waktu yang lama. Ancaman inflasi pangan itu harus menjadi perhatian serius dan menuntun ke aksi bersama global karena mengancam penduduk termiskin dunia, terutama Amerika Latin dan Afrika.
Lonjakan harga serta kelangkaan sejumlah komoditas pangan impor di dalam negeri yang berlangsung berbulan-bulan harus diakui juga disebabkan oleh faktor lemahnya mitigasi dan respons kebijakan pemerintah menghadapi tren kenaikan harga pangan global. Menghadapi tekanan inflasi pangan yang mengancam daya beli masyarakat bawah, koordinasi kebijakan pemerintah, BI, dan instansi terkait lain menjadi penting. Karena itu penting untuk memperkuat ketahanan pangan dan membenahi tata kelola dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, stok, distribusi, hingga harga. (Yoga)
ARCI Siap Menggerek Produksi Emas
PT Archi Indonesia Tbk optimistis prospek bisnis pertambangan emas tahun ini bisa lebih bersinar. Manajemen Archi Indonesia melihat kenaikan harga emas saat ini menjadi salah satu katalis positif kinerja perseroan. Mengikuti harga komoditas lain, harga emas saat ini terus meroket sejak meletus perang antara Rusia dan Ukraina . Konflik tersebut melambungkan harga emas dunia sempat melonjak ke level US$ 2.005,2 per troy ounce pada perdagangan Senin (7/3), meski kemudian terkoreksi ke level US$ 1.900 per troy ounce. Berdasarkan data investing.com sejak 23 Februari hingga Senin 7 Maret 2022, harga emas naik 3.87% dari US$ 1.910 per troy ounce menjadi US$ 1.984 per troy ounce.
ARCI hingga kini telah menyelesaikan proyek pengembangan kapasitas pabrik pengolahan emas. Dengan rampungnya proyek ini, kapasitas pabrik bertambah, dari sebelumnya sebesar 3,6 metrik ton per tahun (mtpa) pada akhir tahun 2020 menjadi 4,0 mtpa pada akhir tahun 2021. Manajemen ARCI menargetkan, untuk kembali meningkatkan kapasitas pabrik tersebut pada tahun 2022 menuju 4,8 mtpa. Hingga akhir tahun lalu, ARCI baru melakukan eksplorasi dan penambangan emas sebesar 15% dari total area konsesinya yang seluas 40.000 hektare, terutama di area koridor timur.
Pertamina Bisa Raih 15% PI di Semua Blok
PT Pertamina meraih keistimewaan dalam Penawaran Langsung Wilayah Kerja dan privilege penawaran participating interest (PI) 15% dari pemenang lelang wilayah kerja migas. Saat ini, pemerintah sedang melaksanakan lelang 12 blok migas. Sekretaris Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM, Alimuddin Baso mengungkapkan, secara umum kehadiran regulasi ini untuk memperbaiki skema lelang dan iklim investasi. "Tujuan dan manfaat penyusunannya meliputi perbaikan proses bisnis, penyederhanaan peraturan, harmonisasi peraturan, peningkatan investasi migas, peningkatan pelayanan pada penyiapan dan penawaran WK migas, serta percepatan penemuan cadangan migas menuju pencapaian target produksi migas," terang dia, kemarin.
Selanjutnya dalam Pasal 42, Pertamina mendapat privilege untuk mendapatkan penawaran PI 15% dari pemenang penawaran WK migas. Mengacu ketentuan tersebut, Pertamina menyampaikan surat pernyataan minat (expression of interest) kepada Badan Usaha (BU) atau Bentuk Usaha Tetap (BUT) pemenang lelang paling lambat 30 hari kalender setelah tanggal pengumuman pemenang lelang. Dalam hal Pertamina tidak menyampaikan surat pernyataan minat dalam jangka waktu tersebut, maka privilege tidak berlaku.
Harga CPO Melonjak, Laba Bersih Emiten Sawit Group Salim Meningkat
Laba bersih emiten sawit group Salim, PT Salim Ivonmas Pratama Tbk (SIMP) dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) atau Lonsum, membukukan kenaikan masing-masing 36% dan 28%. Direktur Utama Salim Ivonmas Pratama Mark Wakeford mengatakan, Salin Ivonmas berada salam kondisi cuaca yang tidak mendukung sepanjang 2021. Kenaikan harga jual rata-rata menjadi berkah bagi perseroan dan membantu upaya perseroan dalam mengendalikan biaya dan efisiensi. Menurut dia, ditengah pandemi, cuaca dan volatilitas harga komoditas, Salin Ivonmas senantiasa memprioritaskan belanja modal pada aspek-aspek yang memiliki potensi pertumbuhan, kegiatan peremajaan tanaman kelapa sawit dan infrastruktur. (Yetede)
Darurat Kompensasi Penambal Harga BBM
Wacana pemerintah memberikan kompensasi khusus untuk PT Pertamina (Persero) untuk menambal selisih biaya produksi dan harga jual bahan bakar minyak kembali ditagih sejumlah kalangan. Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Eddy Soeparno, mengatakan beban perseroan minyak dan gas itu bertambah demi menahan harga BBM yang dominan dipakai masyarakat, seperti Pertalite dan Pertamax. Harga minyak dunia yang bergejolak sejak pertengahan 2020 terus meningkat akibat konflik perang Rusia dan Ukraina. Nilainya pun sempat menyentuh level tertinggi selama satu dekade terakhir. Saat harga minyak dunia menyentuh level US$ 110 per barel, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan lalu ikut bergerak ke US$ 95,72 per barel, jauh diatas asumsi APBN 2022 yang hanya US$ 63 per barel. Loncatan harga itu memaksa Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax Turbo yang naik dari Rp13.500 menjadi Rp 14.500 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.200 menjadi Rp13.700 per liter, serta Dexlite dari Rp12.150 menjadi Rp12.950 per liter. (Yetede)
Mewaspadai Lonjakan permintaan Elpiji Bersubsidi
Kebijakan pemerintah menaikkan harga gas elpiji non-subsidi berpotensi menyebabkan lonjakan permintaan elpiji bersubsidi atau tabung 3 kilogram. PT Pertamina (persero) menyatakan terus mencermati kemungkinan peralihan yang terjadi di masyarakat. "Kami menghimbau para pengguna elpiji non-subsidi tidak beralih ke elpiji bersubsidi karena segmentasi penggunanya sudah jelas," ujar Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niagam Irto Ginting, kepada Tempo,kemarin. Ihwal seberapa masif migrasi yang terjadi di masyarakat, Pertamina masih akan memantau permintaan dan suplai elpiji bersubsidi kemasan 3 kg dalam beberapa waktu kedepan. "Kami akan melihat tren dalam 1-2 minggu ini karena kalau harian belum bisa menunjukkan tren," kata Irto. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









