Darurat Kompensasi Penambal Harga BBM
Wacana pemerintah memberikan kompensasi khusus untuk PT Pertamina (Persero) untuk menambal selisih biaya produksi dan harga jual bahan bakar minyak kembali ditagih sejumlah kalangan. Wakil Ketua Komisi Energi DPR, Eddy Soeparno, mengatakan beban perseroan minyak dan gas itu bertambah demi menahan harga BBM yang dominan dipakai masyarakat, seperti Pertalite dan Pertamax. Harga minyak dunia yang bergejolak sejak pertengahan 2020 terus meningkat akibat konflik perang Rusia dan Ukraina. Nilainya pun sempat menyentuh level tertinggi selama satu dekade terakhir. Saat harga minyak dunia menyentuh level US$ 110 per barel, harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan lalu ikut bergerak ke US$ 95,72 per barel, jauh diatas asumsi APBN 2022 yang hanya US$ 63 per barel. Loncatan harga itu memaksa Pertamina menaikkan harga BBM non-subsidi, seperti Pertamax Turbo yang naik dari Rp13.500 menjadi Rp 14.500 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.200 menjadi Rp13.700 per liter, serta Dexlite dari Rp12.150 menjadi Rp12.950 per liter. (Yetede)
Tags :
#Minyak MentahPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023